Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Sidang Putusan


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...



Semua orang sudah berkumpul diruang sidang, dimana hari ini adalah putusan hakim akan di jatuhkan kepada Willy


"Hakim Hans memasuki persidangan, semuanya berdiri" ~ Petugas


Setelah kembali duduk, Hakim memulai untuk membacakan putusannya


"Sidang putusan akan dimulai...


DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA" ~ Hakim


"Putusan sidang, tanggal 10 Januari, Jaksa Penuntut : Gery Stallon, SH,MH


Terdakwa : Willy Nasution, kelahiran 1964, 58 tahun, kebangsaan Negara A, Presiden Direktur Nasution Vorp.Corporation atau NVC" ~ Hakim


"Menyatakan terdakwa Willy Nasution, telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana" ~ Hakim


"Menetapkan barang bukti berupa:


-memberikan perintah atas pembunuhan, dimana akan dinyatakan sebagai pembunuh


-mendalangi eksperimen terhadap manusia, dimana menghabiskan banyak nyawa tidak bersalah


-menjalankan sebuah laboratorium tanpa izin, dari komunitas yang bersangkutan


-Kesaksian langsung saudara Rey


-Mengeluarkan surat izin ilegal, untuk melakukan izin impor tanpa sepengetahuan dari pihak pemerintahan


-Mengambil alih suatu lahan, dengan melakukan penyerangan dan pengancaman, sesuai dengan bukti rekaman CCTV


-Melakukan penyabotase-an terhadap kasus kematian dari Dion George Darion


-melakukan pencucian dana, melalui sebuah perusahaan luar, untuk menghindari pajak negara


-mengeksploitasi pegawai, sesuai pernyataan korban yang telah di verifikasi" ~ Hakim


"Dengan ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan kurungan penjara selama 375 tahun, serta membebankan kepada terdakwa untuk membayar denda sebesar $5.9 juta dollar"~ Hakim


"Tuk... Tuk... Tuk..."


Pihak Willy sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun, mereka hanya diam mendengarkan putusan hakim


Glen kini bisa bernapas lega, karena pelaku yang membunuh Ayahnya sudah di jatuhi hukuman


Dan tugas terakhirnya adalah membuka kembali sidang Jason, dan meminta hakim untuk memberikan putusan tidak bersalah, terhadap mendiang tangan kanan Ayahnya


"Sekarang giliran-mu" gumam Serin dalam hatinya, melirik sekilas Arka yang duduk dengan bersilang kaki


Semua orang keluar dari ruang sidang, termasuk Arka, adiknya serta antek-anteknya


Semua orang yang terlibat dalam kejahatan yang dilakukan oleh Willy, sudah di urus oleh Gery, untuk mengusut dan mengadili secara keseluruhan, termasuk, Dwyne, Mela,Itada,Broker A, Caroline, serta James


"Glen aku ke toilet sebentar" ucapnya, lalu pergi menuju toilet


"......"


"Brukhh..."


Serin langsung menoleh, saat tidak sengaja mereka bertabrakan


Seketika ekspresi wajah Serin berubah ketika pria yang menabraknya, adalah Arka yang kini berdiri di hadapannya


Pria itu menatap Serin dari atas sampai bawah


Serin hanya menatapnya dengan tatapan jijik, lalu melangkah pergi begitu saja, tapi baru dua langkah, Arka sudah lebih dulu menahan tangannya


Alhasil langsung di tepis kasar oleh Serin


"Jangan berani menyentuhku! dasar psikopat menyedihkan" ucapnya


"Semakin kau melawan, maka akan semakin suka aku mengejarmu" ucapnya seraya menarik tipis senyumnya, menatap Serin


"Semakin kau mengejarku, maka! semakin aku muak dan ingin cepat-cepat melihatmu menyusul Ayahmu" balas Serin, bahkan ia tidak sekalipun menurunkan tatapan tajamnya dari Arka


"aku menyukai kegilaanmu" ujarnya mencoba menyentuh rambut Serin, tapi kembali di tepis kasar olehnya


"Tidak salah aku membunuh kakamu lebih dulu, karena ternyata kau lebih menyenangkan daripada Darin, tunggulah sampai waktunya tepat, maka aku akan menjemputmu sayang!" bisiknya, seraya bersmirk lalu pergi begitu saja, meninggalkan Serin


Serin melirik ketika Arka pergi dari hadapannya, lalu pergi dari sana untuk menemui Glen yang masih menunggunya


"......"


Glen mengantar istrinya untuk pulang, sedangkan ia akan kembali ke kantor, karena besok ada peresmian anak perusahaan-nya yang baru


Selama perjalanan pulang, Serin hanya diam tanpa bicara sepatah katapun, bahkan Glen sempat bingung kenapa istrinya itu hanya diam saja


...****************...


Baru saja mobil Glen menjauh dari kawasan rumah, Serin sudah masuk kedalam mobilnya, untuk pergi ke gudang



Serin mendudukkan dirinya di sofa, dimana di sana sudah ada Jordan dan Aiden, yang juga sudah pulang kemarin malam


"Leo sedang membuka passwordnya" ucap Jordan, saat Serin menatap-nya


"......"


"Aku berhasil" ucap Leo, sontak semua yang ada di sana menatap ke layar monitor


"Bukan Sherly yang melakukan konsultasi pada Pricillia, melainkan ini data pemeriksaan terhadap Arka tapi atas nama Sherly" jelas Leo


Serin menatap berkas yang sudah di cetakkan Leo sebelumnya


"Ini hanya berkas pemeriksaan, atas kejiwaan dari Arka, ini tidak cukup untuk mengetahui alasan dibalik sifat Arka, sementara kita sudah tahu jika Arka memang memiliki gen psikopat" ucap Zeon yang dari awal, memang berada sana bersama Luke dan Edward


"Tunggu dulu!" ucap Serin lalu diam sebentar


"Dari hasil pemeriksaan, dokter menyataka jika Arka memang memiliki Gen psikopat, dan Geralt kita juga pernah membahas ini, waktu itu kau bilang Nina sempat mengatakan, jika Sherly sempat terlihat stress, karena kemungkinan dia sering bertengkar dengan Willy?" ucap Serin


"Hmm. benar memangnya ada apa dengan itu?" jawab Geralt


(Lengkapnya ada di episode ,Call to Hint)


"Kau bilang, jika Nina pernah bilang Arka melakukan hal aneh, bagaimana jika kita balik faktanya, Sherly stress bukan karena bertengkar dengan suaminya, melainkan karena kenyataan jika Arka memiliki Gen Psikopat, dan itu dia ketahui setelah ibuku memberi amplop dari dokter Pricillia, ditambah waktu Nina melihat Arka melakukan sesuatu, tidak menutup kemungkinan untuk Nina bercerita pada Sherly tentang perbuatan Arka, dan berakhir dengan bunuh diri" ucap Serin


"Jika ini berkas yang di berikan ibumu, pada Sherly maka semuanya masuk akal" sahut Zeon


"Nina juga mengatakan jika Sherly sempat bertengkar hebat dengan Willy, bagaimana jika pertengkaran itu berasal dari ini?" Tambah Serin


"Maka, kesimpulan yang bisa kita tarik sekarang adalah... Sherly mengetahui jika anaknya ternyata mempunyai Gen psikopat, ditambah bisa saja Nina bercerita tentang apa yang dilihatnya pada Sherly, karena masalah itu! Sherly ribut dengan suaminya, dari kebanyakan orang pasti tidak sanggup jika harus mempunyai anak yang terlahir dengan Gen psikopat, begitu juga dengan Sherly yang mungkin saja bunuh diri, karena kenyataan itu" ucap Luke sukses mendapat anggukan dari semua orang


"Tapi satu yang ku bingungkan disini! Waktu itu kau bilang, jika saat umur 14 tahun Arka baik-baik saja" ucap Serin


(Lengkapnya ada di episode Call to Hint)


"Sherly tewas pada tahun 2001, dimana umurnya masih sekitar 14 tahun, jika sebelumnya dia baik-baik saja, kemungkinan besar ada sesuatu di rentang waktu tahun 2000-2001 saat Arka masih berumur 13-14 tahun" tambahnya


"maksudnya?" ~ Geralt


"Jika sebelumnya dia baik-baik saja, maka antara rentang waktu itu, pasti terjadi sesuatu yang membuat dirinya berubah, dan berani membedah hewan, seperti yang dikatakan gurunya waktu itu, dan dalam kurun waktu itu juga Sherly menemui Pricillia, bukankah itu pas" jelas Serin


"Yah. kenapa aku tidak berpikir ke situ" ucap Geralt setelah Serin menjelaskan pemikirannya


"Tapi yang masih aku tidak pahami kenapa dia malah menargetkan, kau dan Darin, dan bukannya Pricillia" ucap Edward


"Aku juga masih bingung dengan itu, tapi dia mengetahui jika Aiden dan Jordan kemarin mendapatkan keberadaan Pricillia, dan di bunuh saat itu juga, ada kemungkinan itu suruhan Arka yang mengetahui tentang hal ini, jika dari perkiraan ku dia tidak tahu karena, Arka dikirim Willy keluar negri setelah kematian ibunya, dan baru mengetahui sekarang, saat kita mengetahui tentang Pricillia" tuturnya


"Aku tidak menuduh siapa-siapa, hanya saja jika bagi kami hal itu terjadi karena ada kebocoran yang di lakukan orang dalam, karena jika Arka tidak tahu maka tidak mungkin dia menyuruh orang membunuh Pricillia" jelasnya


"Tapi menurutku, kita tidak bisa menentukan apakah itu perbuatan Arka, karena bisa saja ada musuh lain yang memang mengincar Pricillia" sahut Aiden


Serin hanya mengangguk, ia tidak pernah berpikir, jika anak buahnya akan berkhianat dengannya


"Leo coba kau periksa, apakah ada kemungkinan Pricillia mempunyai musuh di luar sana" titahnya


"Oke" sahut Leo, lalu fokus pada komputernya


"Terpaksa kita harus men-tracking apa saja kegiatan yang dilakukan Willy, Sherly serta Arka dalam rentang waktu itu" ucapnya, dan hanya mendapat anggukan dari yang lain


"Lalu bagaimana dengan Larisa? apa masih tidak ada titik terang?!" tanyanya menatap Geralt


Geralt hanya menggeleng pelan, pertanda masih tidak ada tanda-tanda, jika Larisa berhasil mereka dapatkan


"Siapa Larisa?" tanya Zeon


"Dia adalah saksi kunci kematian Darin" sahut Serin, dan sekali lagi sukses membuat mereka kaget


"Bagaimana bisa?" tanya Edward, pasalnya seperti yang mereka ketahui jika kasus Darin di tutup waktu itu, karena kurangnya bukti


"Aku juga baru mengetahuinya, saat Bryan akan di jebloskan kedalam penjara, dia mengatakan pada Geralt tentang itu" jawabnya


"Awalnya aku menawannya hanya untuk balas dendam karena masalah Jayden, tapi ternyata ada rahasia yang dia simpan" tambahnya


"Rahasia apa?" tanya Luke penasaran


Awalnya Serin menceritakan sedikit, siapa Larisa, dan hubungan apa yang membuat dirinya mengawasi Larisa


"Lalu bagaimana bisa, kau menetapkan-nya sebagai saksi kunci?" tanya Zeon


"Seperti yang ku ceritakan tadi, profesi Larisa lah yang membawanya bisa menjadi saksi kunci, awalnya dialah orang yang di sewa Arka untuk memuaskan na*su-nya, tapi karena Larisa terlambat hari itu, malah membuatnya kesal dan berakhir Darin menjadi sasarannya, jika wanita itu tidak telat kemungkinan besar Darin tidak akan dibunuh hari itu, tapi jika dari awal dia memang menargetkan Darin seperti apa yang dikatakannya, maka artinya ia hanya mempercepat rencananya, dan seluruh perbuatannya itu di saksikan oleh Larisa yang bersembunyi tidak jauh, dari tempat di temukannya jasad Darin " jelas Serin


(Lengkapnya ada di episode 'permainan' dan 'bukan jantung tapi otak')


Umur Serin dan Larisa memang selisih 2 tahun, karena masalah lain, Larisa telat sekolah makanya ia bisa satu kelas dengan Serin waktu itu


"Tapi, bagaimana jika alasan Arka mengincarmu hanya karena Obsesi dan bukannya balas dendam, ditambah sejauh ini kita masih tidak menemukan adanya keanehan dari hubungan ibumu dan masa lalunya, yang memicu kalian menjadi targetnya" ucap Luke


"Karena bisa saja, kau tahu sendiri dia adalah seorang psikopat yang membunuh para wanita yang tidak berkeluarga dengan random, kadang wanita dari panti asuhan, kadang tunawisma?" tambahnya


"Tidak menutup kemungkinan" sahut Serin, yang memikirkan ucapan Luke cukup masuk akal


"Pricillia terlilit hutang, karena kalah main saham, dia punya hutang sekitar $1.5 juta dollar beserta bunganya, dari seorang rentenir di Malta" ucap Leo, setelah ia berhasil mencari hal kecil yang berkaitan dengan Pricillia


"Ada kemungkinan jika dia di bunuh karena tidak berhasil membayar bunganya" tambah Leo


belum sempat Serin menjawab, dering ponselnya berbunyi


📞In Call-


"Kenapa pah!"


"Apa berita yang di tv itu benar?"


"Hmm. benar pah! bahkan orang yang membunuh Darin adalah putranya, Arka Nasution"


"Apa!!! lalu kenapa dia masih berkeliaran bebas?!"


"Papah tahu sendiri bukan jika kasus Darin waktu itu di tutup begitu saja, tidak mungkin bagi dia di hakimi jika tidak ada bukti pendukung"


"Aku akan membuka kembali kasusnya"


"Jangan pah! biarkan saja semua berjalan sesuai alurnya, suatu saat dia pasti juga akan mendapatkan bayaran atas perbuatannya... ah, pah! aku ingin bertanya?"


"Apa kau sedang melakukan sesuatu yang tidak ku ketahui?"


"Tidak! aku ingin bertanya, apa alasan Dokter Pricillia pindah setelah 4 tahun Ayah rekrut?"


"Kenapa tiba-tiba bertanya itu?"


"Aku akan menjelaskannya nanti pah!"


"Dia ku pecat! bukan pindah"


"maksudnya?"


"Dia dan beberapa orang di rumah sakit terlibat korupsi, makanya aku memecatnya"


"Baiklah pah! Dah~"


📞End Call-


Serin langsung menutup telponnya, mencegah Ayahnya itu bertanya lebih banyak


"Sepertinya, yang dikatakan Leo benar! mungkin dia di bunuh karena masalah lain, bukan karena Arka mengetahui keberadaannya" ucap Serin dan hanya mendapati anggukan dari yang lain


"Ah. apa Arka mengetahui jika ternyata ada saksi mata hari itu?" tanya Edward


Serin hanya menggeleng, "untungnya tidak ada yang tahu tentang itu, kecuali Bryan yang menceritakan semuanya pada Geralt" jawab Serin


"Apa kau sudah memastikan sendiri, dengan bertanya pada Larisa?" tanya Zeon


"Geralt sudah mengkonfirmasi itu, dan Larisa memang mengatakan, jika dirinya memang berada di tempat kejadian waktu itu" jawabnya, dan hanya di angguki oleh Zeon


"Kita lanjutkan ini nanti! dan Zeon, luke Edward tolong kalian track apa saja kegiatan Sherly, lalu Geralt dan yang lain akan men-track apa yang dilakukan Willy" titahnya dan di iyakan oleh anak buahnya


Serin buru-buru pulang, karena Glen menginyai nya pesan untuk segera pulang


...****************...


Sampai dirumah, ia melihat hanya ada Reyhan dan Lili di ruang tamu


"Reyhan, Ayahmu mana?" tanyanya, seraya mengecup kening putranya


"Dikamar" jawabnya menunjuk kelantai atas


"Yasudah! main sama kak Lili dulu, nanti ibu ke sini lagi" ucapnya, lalu pergi untuk menyusul suaminya



"Apa kamu tidak bisa, sehari saja diam dirumah?" tanya Glen, pasalnya ia meminta Serin untuk tetap di rumah dan istirahat karena dia juga baru sembuh


"Aku bosan jika seharian dirumah, ditambah Reyhan sekolah" sahut Serin meletakkan tas-nya, lalu beralih pada suaminya yang sedang duduk di ranjang, dengan laptop yang sedang ia mainkan


"Biasanya kamu tidak menyuruhku pulang secepat ini?" tanya Serin, karena jam masih menunjukkan pukul 18.21, biasanya jika dia pulang jam 18/ 19, Glen masih tidak masalah


"Aku akan keluar negri setelah acara peresmian besok!" jawabnya, dengan mata yang masih fokus menatap kayar laptop


"Kenapa tiba-tiba?" tanyanya lagi


"bukan tiba-tiba, tapi kamu saja yang memang tidak tahu jadwalku" jawab Glen, meletakkan laptopnya kesamping


"Berapa lama?" tanyanya, entah kenapa wanita itu tidak ingin membiarkan suaminya pergi


"3 hari, kenapa? kamu ingin ikut" sahutnya singkat, sambil menatap wajah istrinya yang terlihat tidak bersahabat sekarang


"memangnya bisa?" tanyanya, "tentu! apa yang tidak bisa, sekalian aku ingin mengajakmu honeymoon" sahutnya, seraya duduk mendekati Serin yang ada di tepi ranjang


"Pergi saja sendiri, aku banyak kasus yang harus di urus" sahut Serin, lalu ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Sedangkan Glen, ia hanya terkekeh karena sukses menggoda istrinya, dimana sebenarnya ia hanya akan pergi sehari, dan bukannya 3 hari


...****************...


.


.


.


Disini Author tidak pernah memiliki maksud untuk melec*hkan huk*m atau apapun itu, karena tidak ada huk*m dari negara manapun yang berlaku di sini, jadi tolong bijak dalam berpikir, dan berpendapat😊


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.