Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Akar?


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Selama di kurung di rumah sakit jiwa, Arka dibiarkan begitu saja, keadaannya sangat memperihatinkan, seluruh luka yang di dapatnya saat penangkapan, tidak di obati dengan benar hingga menimbulkan infeksi, dan para petugas di sana sengaja memperlakukan para tahanan kelas kakap di sana seperti itu, termasuk Arka


Tidak menjadi rahasia umum lagi, bagaimana buruk dan kejamnya perawatan di sana, dan bagi Serin itu adalah hukuman yang pantas bagi Arka, walau tidak dikurung di sel


...****************...


"Selamat atas kemenanganmu Serin! kau sudah bekerja keras selama ini untuk menangkapnya" ucap Frederick seraya menyalami Serin


"Terimakasih juga sudah mendukung kami sejauh ini pak!" jawab Serin, dan di angguki oleh Frederick


Mereka yang terlibat dalam penyelidikan, hadir dalam sebuah pertemuan yang memang di buat oleh Frederick untuk merayakan keberhasilan mereka atas terungkapnya kasus Arka


"......"


Setelah acara selesai, Serin dan Geralt berjalan menuju parkiran


"Serin!" seru Luke, menahan tangan Serin


"Ada apa Luke?" sahutnya, menoleh


"Kita bicara sebentar" jawab Luke, dan hanya di angguki oleh Serin


Mereka berdua pergi ke atap gedung untuk bicara berdua



"Ada apa?" tanya Serin


"Kau ingat waktu itu, aku mengatakan jika ada yang aneh?" ucap Luke dan di angguki oleh Serin


"Hmm. memangnya kenapa? apa kau berhasil menemukannya?" tanya Serin


"aku baru mendapatkan identitasnya tadi siang, sebelum kita ke sini" jawab Luke


"Lalu!" ~ Serin


"5 telinga yang di jadikan barang bukti, semuanya tidak cocok dengan DNA korban yang ada dalam kasusku" jelas Luke


Serin mengerutkan dahinya, lalu diam sebentar sambil memikirkan sesuatu


"Jika DNA-nya tidak cocok dengan kasusmu, lalu dimana tubuh 5 korban yang DNA-nya sesuai dengan telinga yang di dapatkan di tempat Arka?" tukas Serin


"Itulah sebabnya kenapa, aku tidak memasukkan kasus ini dalam dakwahan Arka waktu itu, tapi kami juga masih tidak berhasil menemukan 5 korban Arka yang merupakan pemilik dari DNA yang ada" jawab Luke


"bagaimana dengan Arka?" tanya Serin


"Kami sudah menginterogasinya, berkali-kali tapi di bilang dengan mudahnya, kalau dia lupa dimana membuang jasadnya" jelas Luke dan hanya di angguki oleh Serin


"Artinya kemungkinan yang kita katakan waktu itu, tentang adanya peniru itu benar!" tukas Serin


(ingat episode 'panggilan Vidio' disana kasus Luke di kategorikan sebagai kemungkinan kasus peniru)


"Tapi seluruh luka, dan kerusakan yang di buat, itu seluruhnya sama dengan luka yang di dapat korban Arka" tutur Luke


"jika ini benar peniru, artinya pelaku bukan orang sembarangan, melihat dari bagaimana dia memanipulasi keseluruhan TKP, agar kita mengarah dan fokus pada Arka" jawab Serin


"Kau benar!" sahut Luke


(hayo loh, siapa yg ingat episode 'melepas rindu', dan 'Beautiful night' author udah pernah kasih clue sebelumnya, tinggal yg ngeh aja sama clue-nya)


"sepertinya, kejahatan ini masih punya akar yang lebih dalam" ucap Serin sukses mendapat anggukan dari Luke


"kau kirimkan seluruh datanya, nanti kita bahas" tambah Serin, dan kembali di angguki oleh Luke


Keduanya, pergi dari sana karena Geralt juga sudah menunggunya


...****************...


Serin melangkah masuk kedalam rumah, dimana suami dan anak sedang duduk santai diruang tamu sambil menonton tv



"Ibu" panggil Reyhan, seraya melambaikan tangannya agar Serin menemuinya


Serin mengangguk pelan, lalu berjalan kearah keduanya


"bagaimana?" tanya Glen, pasalnya ia memang tidak ikut, karena ia juga baru pulang dari kantor


Serin menghela pelan napasnya, "Sepertinya kejahatan ini masih punya akar" jawab Serin, tanpa menatap suaminya, karena fokus pada Reyhan


"Maksudnya?" sahut Glen bingung


"kemungkinan besar, ada kejahatan yang lebih besar dan lebih keji dari pada psikopat seperti Arka" ucap Serin, sesuai dengan pemikirannya


"Tapi kami masih belum bisa memastikannya dengan yakin" tambahnya, dan hanya di angguki oleh Glen


"aku harap ini hanya kejahatan kecil, aku tidak ingin melihatmu membahayakan diri lagi" gumam Glen dalam hatinya, sambil menatap sekilas istrinya, lalu beralih pada Reyhan


...****************...


"berikan dia obatnya, dan mandikanlah... dia terlalu menjijikan" ujar seorang dokter pada bawahannya


Sang bawahan lantas mengangguk paham, lalu mendorong kursi roda yang di duduki oleh seorang pria yang keadaannya sangat memprihatinkan


Ia mendorong kursi roda Arka, menuju sebuah ruangan, lalu meninggalkannya begitu saja di sana


Arka yang sadar jika ada yang aneh, mulai melihat ke sekitar ruangan yang minim cahaya tersebut


Tidak beberapa lama, datang segerombol pria dan wanita yang juga memakai pakaian yang sama dengannya, pakaian pasien, tapi bedanya mereka membawa berbagai alat tajam di tangannya sambil berjalan ke arahnya, dengan tatapan seorang psikopat


Arka yang tidak bisa apa-apa selain kursi rodanya di dorong, mulai menggerakkan tubuhnya agar bisa jatuh, karena tangannya tidak bisa digunakan lagi setelah bahu kanan dan kirinya terkena tembakan


Tapi disini rasa ketakutan yang tidak pernah di rasakannya, kini menyelimuti seluruh tubuhnya, seorang psikopat yang membunuh banyak nyawa tanpa rasa takut kini ketakutan


Begitu jatuh, ia mulai menggerakkan tubuhnya untuk keluar dari sana dengan sekuat tenaga, tapi hasilnya sia-sia.. para pasien di sana sudah lebih dulu menancapkan masing-masing alat yang mereka bawa, dengan begitu brutal pada Arka


"......"


Tubuhnya terbaring dilantai yang begitu dingin, dengan simbahan darah dari seluruh tusukan dan luka yang di dapatkan dari berbagai alat, seperti kapak, celurit, pisau, dan benda tajam lainnya


Satu air mata berhasil jatuh dari pelupuk matanya, sebelum akhirnya ia meregang nyawa dengan kondisi yang lebih mengenaskan dari pada korbannya, bahkan tanpa adanya seseorang di sampingnya


...****************...


Serin duduk diam di kursinya sambil memikirkan sesuatu, sementara dosen sedang mengajar sesuatu di depan


"Serina!" tegur Dosen, hingga mahasiswa lain menoleh padanya, tapi Serin masih dalam pikirannya


"Rin!" tegur Dilla, sambil menyikut Serin


"kenapa?" sahutnya, tersadar dari lamunannya


"Serin! siapa yang menemukan logika baru yang di namakan Ars magna, yang merupakan semacam Aljabar pengertian?" ujarnya, melempar pertanyaan pada Serin, karena ketahuan tidak mendengarkan pelajarannya


"..... Raymundus Lullus (1232 -1315), pak!" jawabnya


Dosen mengangguk "lain kali fokus pada pelajaran saya, kali ini kamu saya maafkan karena bisa menjawab" ucapnya


Serin hanya bisa mengangguk paham, dan memilih untuk fokus dulu pada pelajarannya


"......"


Setelah jam pelajaran selesai, Serin dan yang lain keluar dari kelas


"Kau kenapa? sempat-sempatnya tadi melamun?" tanya Dilla heran, pasalnya baru kali ini ia melihat Serin tidak fokus


"Tidak! hanya kepikiran Reyhan saja" bohongnya


"memangnya Reyhan kenapa, apa dia sakit" tanya Ravin


"Hmm. nggak! hanya saja dia sedang studi tour hari ini" jawabnya, dan hanya di angguki oleh yang lain


"kenapa mereka tidak pada pulang" gumam Serin, ketika melihat para mahasiswi berkumpul di depan kelas yang masih ada dosennya


"biasalah kaum hawa, nggak bisa lihat yang bening, coba kalau dosennya seperti pak Desmon, pasti tidak akan pada kumpul di sana" sahut Joshua, sukses mendapat anggukan dari Ravin dan William


"Joshua ih body shaming" cibir Dilla, pasalnya pak Desmon punya body dengan perut buncitnya


"perumpamaan Dil" sahut Joshua terkekeh


"memangnya dosen yang mana?" tanya Serin


"itu loh, Dosen seni liberal yang tadi ngajar filsafat di kelas kita, plus ngasih pertanyaan padamu" jawab William


"Oh" sahut Serin, dan di angguki oleh William, lalu mereka pergi ke parkiran untuk pulang


...****************...


"sepertinya dia mulai sadar" ujar seorang pria pada atasannya


"awasi saja dia, dan ingat jangan sampai dia melihatmu seperti waktu itu, jika sekali lagi, kau membuatnya sadar jika kau mengawasinya, maka aku akan menggilingmu hidup-hidup" titahnya, sambil memutar gelas berisi wine di tangannya


"B-baik tuan" sahutnya, lalu langsung pergi dari sana


Pria itu meminum wine-nya, lalu beralih menatap sesuatu di sana


Entah apa yang dilihatnya, tapi senyum tertarik di bibirnya


"kau cantik, dan pintar tapi sayangnya aku dua langkah di depanmu" gumamnya ber smirk


...****************...



Glen duduk di kursi kerjanya, sambil fokus menyelesaikan pekerjaannya


"Glen!" seru seorang pria yang berjalan masuk ke ruangannya


Tentunya atensi Glen, langsung teralih ke pintu masuk


Tapi baru saja ia menatap sosok itu, Glen langsung mengalihkan pandangannya untuk kembali pada berkas


"ada keperluan apa datang kemari?" ucapnya tanpa menatap lawan bicaranya


"Tolong maaf, kan Ryan... paman tau dia salah! tapi itu semua karena paman Glen, jadi tolonglah cabut tuntanmu pada... "jikapun aku memaafkan dan mencabut tuntutannya, dia tetap akan mendekap di penjara karena perbuatannya sendiri" potong Glen


"tapi... "jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, silahkan keluar! pintu keluarnya ada di sana" ucap Glen, sekali lagi memotong ucapan Steve


Bukan kurang ajar, tapi Glen hanya tidak ingin terlibat lagi dengan Steve maupun Ryan


Steve menghela kasar napasnya, lalu keluar dari ruangan Glen


Jauh sebelum Steve datang, sebenarnya Glen sudah memaafkan Ryan, hanya saja perbuatannya harus tetap di pertanggung jawabkan, dan agar pria itu bisa lebih dewasa kedepannya


...****************...


"Permisi Nona! ada yang mencari tuan di depan" ujar Lily, memberitahu majikannya yang sedang duduk di ruang keluarga


"siapa Li?" tanyanya "tidak tau Nona, tapi katanya teman tuan" jawab Lily


"lalu, Tuan dimana?" tanyanya lagi


"Tuan ada diruang kerja, saya tidak berani memanggilnya takut mengganggu" jelas Lily, dan hanya di angguki oleh Serin


Wanita itu beranjak dari duduknya, lalu pergi ke depan


"......"


Belum sampai ia di depan, langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu yang tidak menyenangkan untuk dilihat


Serin bersandar di dinding, memperhatikan sesuatu di depannya


"Serin!" seru Glen, ketika melihat istrinya sedang bersandar di dinding dengan tangan yang menyilang


"Lepas!" ucap Glen, menepis tangan seorang wanita yang tadi ingin menemuinya


"Dia Glen! dia yang mengurungku di negara lain, bukankah dia licik" tukas Clara tapi tidak di gubris oleh Glen


Serin meraih ponselnya untuk menelpon seseorang


📞In Call-


"Ada apa?"


"apa kalian semua sudah bosan hidup?! bagaimana bisa kau kehilangan Clara, sekarang dia ada di rumahku, kemarin Larisa sekarang wanita ini, apa kalian sudah tidak becus lagi bekerja denganku?"


"Aku akan ke sana"


📞End Call-


Serin mengakhiri panggilan telponnya secara sepihak, sebenarnya ia tidak marah pada Geralt hanya saja sedikit kesal, karena Clara masih berani menginjakkan kaki dirumahnya


"Benar, kan Glen! dia itu wanita licik kenapa kau masih mempertahankan wanita ini, dia sudah mengurungku" hasut Clara


"Ck. aku tidak peduli" sahut Glen malas


Mendengar jawaban Glen, tentunya membuat senyum tertarik di bibir Serin


"Bagaimana kau bisa kabur! perasaan aku sudah membuat penjara yang kuat agar kau tidak bisa keluar" ucap Serin dengan nada tenang


"aku akan melaporkanmu, kau tunggu saja, sebentar lagi polisi akan datang ke sini" sahut Clara


"Oh. benarkah! kalau begitu aku akan menunggu sambil duduk santai di sofa" jawab Serin, seraya mendudukkan dirinya di sofa


Melihat Serin yang terlihat sangat santai, membuatnya semakin merasa kalah


"sudahlah Clara, berhenti menemui suamiku!!!" ujarnya menekan kata terakhirnya


"dan ya! berhentilah berharap untuk bisa kembali dengan Glen, aku tau maksudmu mendapatkan Glen, kau hanya ingin kekayaannya bukan!" tembak Serin sukses membuat Glen yang juga duduk di sampingnya, menatap kearahnya


"jangan sembarangan" balas Clara


"kalau bukan itu apa lagi, cinta! sorry suamiku tidak mencintai wanita lain selain aku, jadi berhenti berharap untuk bisa memilikinya, pria di dunia ini masih banyak Clara dan berhenti mengganggu suami orang lain karena itu bukan perilaku yang baik" ucapnya


"aku bisa saja melaporkanmu, karena telah mengganggu kenyamanan orang lain" tambah Serin, berhasil membuat Clara mati kutu tidak bisa bicara


Clara hanya bisa mendengus kesal atas ucapan Serin, "sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti" gumamnya dalam hati, lalu beranjak pergi dari sana


"Berhenti!" tahan Serin, berhasil menghentikan langkah Clara


Kini dua wanita itu saling menatap tajam satu sama lain


"kali ini aku akan mengirimmu ketempat, dimana kau tidak bisa lari lagi" pungkas Serin


"Glen! kau dengar itu, untuk apa kau masih mempertahankan wanita licik ini bersamamu, oke. jika aku pernah menghianatimu, tapi setidaknya aku tidak licik sepertinya" ucap Clara menatap kearah Glen yang duduk santai di sofa


"Berhentilah menghasutku, karena itu tidak akan berguna, apa yang dikatakan istriku masih tidak jelas!" sahut Glen dengan tatapan yang fokus pada ponselnya


"Glen!" kesalnya


"dengar Serin! sampai kapanpun, aku akan tetap berusaha untuk menempati hati Glen, camkan itu!" ancamnya


Serin hanya menaikkan salah satu alisnya sebentar, "baiklah! jika semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu, tapi sayangnya jalan hidupmu akan ku atur lebih dulu" jawab Serin enteng


"Bawa dia!" suruhnya, pada Geralt dan Doni yang baru saja datang


"Ayo nona! ikut kami" ujar Doni, menyeret Clara keluar dari rumah


"Geralt! aku tidak ingin melihat hal ini terjadi lagi, dan ya... bawa dia ke ruanganku, aku akan mengeksekusinya besok" titahnya dan di angguki paham oleh Serin


"Yasudah! kau bisa kembali" ujarnya


"Geralt sebentar" panggilnya, menghentikan langkah Geralt


"cari 5 korban tersisa, yang sama dengan DNA yang ditemukan di tempat Arka" ucapnya


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" jawabnya, dan di angguki oleh Serin


Setelah kepergian Clara, Serin duduk bersama suaminya diruang tamu


"kenapa kamu bisa sesantai itu, padahal apa yang dikatakan Clara itu benar" tukas Serin


"kalau aku marah, memang ada bedanya! yang ada itu hanya akan membuat kita bertengkar" jawab Glen


"hmm. benar juga sih" sahut Serin


"aku tidak peduli, apapun yang kau lakukan selama itu untuk kebaikan hubungan kita, tidak masalah bagiku" tutur Glen, seraya merangkul mesra pinggang istrinya


"Glen! mungkin keinginanmu ingin memiliki anak tidak bisa ku kabulkan dalam waktu dekat, apa kamu akan marah tentang hal itu, dan juga apa kamu akan meninggalkanku karena muak menungguku?" tanya Serin tiba-tiba


"Kenapa menanyakan hal itu?" sahut Glen


"Hanya bertanya! soalnya banyak diluaran sana yang meninggalkan istrinnya hanya karena masalah keturunan" jawab Serin


"Berhenti berpikir seperti itu sayang! otak dan logikaku masih jalan, aku akan menunggu sampai kapanpun kamu siap, lagian kita juga punya Reyhan bukan" jelas Glen, dan hanya di angguki oleh Serin


"Terimakasih, karena selalu memahamiku, padahal kadang aku tidak bisa memahamimu" gumamnya, tapi sukses di dengar oleh Glen


"hubungan kita sudah banyak berubah, dan bisa memiliki perasaan satu sama lain, itu sudah membuatku bahagia... karena kehadiranmu! aku bisa mengobati kesepianku setelah ditinggal Ayah dan di khianati Clara" tutur Glen, seraya mencium pucuk kepala istrinya


"Aku beruntung memilikimu sayang" seru Glen "aku juga beruntung bisa bersama pria sepertimu, pria yang baik, dan cukup dengan satu wanita" sahut Serin, seraya memeluk suaminya


Keduanya terus melanjutkan pembicaraan satu sama lain, tat kala sesekali senyum tertarik di bibir keduanya


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.