
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
Sebelumnya saya ingin minta maaf jika ada kesalahan kata, atau apapun itu, ini ditulis berdasarkan pemikiran dari Author jadi tidak pernah bermaksud untuk menyinggung pihak manapun
...****************...
"Pembela, apakah anda masih ingin menyampaikan pembelaan anda?" ~ Hakim
"Saya ingin mengundang satu saksi lagi yang mulia?" ~ Gery
"Disetujui" ~ Hakim
Masuk seorang pria yang akan dijadikan saksi dari pihak jaksa penuntut, dan orang itu berhasil membuat Willy kaget bukan main
"Bukankah kalian bilang, James sudah tewas?" bisik Willy pada Edwin
"sekarang dia disini untuk saksi dari pihak jaksa penuntut" ~ Edwin
"Kau sudah mengetahui ini?!" tanya Willy dan Edwin hanya diam tidak bergeming
"Saksi apakah anda mengenal terdakwa?" ~ Gery
"Ya, saya mengenalnya" ~ James
"Apakah anda dipekerjakan untuk membunuh direktur terdahulu DC?" ~ Gery
"Yang mulia, jaksa penuntut menanyakan hal yang tidak berkaitan dengan sidang" ~ Edwin
"Setuju, jaksa penuntut anda hanya boleh menanyakan hal yang di perlukan" ~ Hakim
"mohon maaf yang mulia" sahut Gery lalu kembali ke kursinya
"saya ingin mengajukan pertanyaan terhadap saksi" ~ Edwin
"Lanjutkan" ~ Hakim
"Anda adalah pembunuh bayaran yang cukup di kenal, namun catatan kriminal anda bersih" ~ Edwin
"Ya. benar" ~ James
"itu artinya anda ahli dalam meninggalkan jejak apa itu benar--
"Jangan di jawab" ~ Gery
"Apakah anda juga sering mengonsumsi obat ini" ucap Edwin memperlihatkan sebuah foto pada James
James tidak bergeming sama sekali
"Yang mulia, saksi mengonsumsi obat Antipsikotik, dimana obat ini di konsumsi oleh penderita gangguan mental, menurut hukum kita, dia tidak bisa di kategorikan sebagai saksi" ~ Edwin
"Saksi memang mengonsumsi obat tersebut tapi sesuai anjuran dokter, saya juga membawa surat pernyataan dari dokter" sanggah Gery lalu pergi ke meja hakim memberikan keterangan dokter
"Jaksa penuntut silahkan lanjutkan" ~ Hakim
"Yang mulia" ~ Edwin
"menurut pemeriksaan dokter, saksi bisa memberikan pernyataan-nya dengan seluruh kesadaran-nya tanpa terpengaruh halusinasinya" ~ Gery
"Saksi! saya tanya sekali lagi, siapa orang yang memerintahkan anda untuk membunuh direktur terdahulu Dc" ~ Gery
"Yang mulia" ~ Edwin
"Jaksa saya peringatkan sekali lagi, untuk tidak menanyakan hal diluar sidang ini" ~ Hakim
"Dengar aku baik-baik, sekarang kau mungkin saksi tapi nanti kau akan duduk di kursi terdakwa, jadi jawab dengan benar, sebelum kau hancur sendirian" ucap Gery pelan tapi dengan nada penuh penekanan
"Jaksa penuntut duduk ke kursimu" ~ Hakim
"saya melakukan itu atas dasar perintah dari Willy Nasution" ucap James membuka mulut, berhasil membuat semua orang di dalam ruangan itu terdiam kecuali pihak Arka dan Serin
"Yang mulia, saksi mengatakan hal diluar persidangan" sanggah Edwin tidak terima
"Saya sebagai jaksa penuntut umum, mengajukan sidang ulang untuk kasus kematian direktur terdahulu DC" ~ Gery
"Yang mulia" ~ Edwin
"Jaksa dan pengacara silahkan maju kedepan" ~ Hakim
"Apa alasan anda keluar dari cakupan pembahasan sidang" tanya hakim pada Gery
"saya tidak keluar yang mulia, ini orang yang sama" ~ Gery
"saya keberatan yang mulia, ini tidak ada kaitannya dengan sidang kali ini, dan ucapan jaksa penuntut juga tidak mempunyai kredibilitas yang benar" ~ Edwin
"Tapi menurut Pas*l ... Ay*t ... Und*ng-Und*ng Nomor ... Tahun xxxx tentang Hukum Pidana (“KU*P”) menyatakan jika kasus atau orang yang terlibat di dalamnya adalah orang yang sama, maka sidang bisa di lanjutkan ketahap selanjutnya" ~ Gery
"Yang mulia" ~ Edwin
"Silahkan kembali ke kursi kalian masing-masing" ~ Hakim
Setelah kedua pria itu duduk di kursinya masin-masing hakim mulai buka bicara
"Sidang ini akan ditunda 15 menit kedepan--
Tuk... Tuk... Tuk
Setelah mengetuk palu-nya hakim keluar dari sana bersama antek-anteknya
sedangkan James, pria itu sudah langsung di amankan oleh pihak kepolisian, karena ia mengakui perbuatannya
Sebenarnya James, hampir tidak ingin menjawab pertanyaan Gery tadi, tapi ia berpikir kenapa hanya dia yang akan di hukum jika dirinya bisa menyeret Willy kedalamnya
Gery berdiri di tempatnya begitu juga dengan Edwin, mereka saling menatap dengan tatapan membunuh satu sama lain, disisi lain Gery memang sering berhadapan dengan Edwin di persidangan
Dan ya, seperti yang dikatakan Edwin jika dia sering kalah darinya, tapi kali ini Gery sudah bertekad jika ia tidak akan kalah dari Edwin, bukan karena ia tidak layak tapi Edwin selalu menggunakan akal licik untuk memenangkan sidang
Serin dan yang lain, tidak beranjak dari duduk mereka, dan menunggu sampai sidang berikutnya kembali di mulai
Sedangkan Arka, pria itu melangkah keluar ruangan sidang dengan santainya, padahal kali ini Ayahnya bisa saja dihukum lebih berat
Entah apa rencananya tapi yang jelas pria itu sama sekali tidak terlihat banyak pikiran
Ia melangkah menuju ruangan terdakwa di mana Ayahnya dan para pengacara berada
...****************...
Setelah tadi mendapat panggilan dari hakim, Gery dan Edwin pergi keruang hakim untuk menemuinya
"Setelah memeriksa dan mendiskusikan, Willy akan di nyatakan bersalah atas ijin lab, dan sesuai bukti yang memadai maka sidang ulang dari kasus kematian Dion akan kembali di buka" jelas Hakim
Disitu Edwin sudah tidak bisa menjawab lagi, karena jika hakim sudah memutuskan maka keputusan sudah final
Didalam berkas yang di ajukan Gery untuk sidang ulang atas kasus Dion, disana sudah tercantum semua bukti, bahkan pengakuan James ada di sana, maka dari itu Hakim bisa memutuskan jika kasus Dion akan di sidang ulang
Gery menarik tipis senyumnya, karena ia merasa yakin jika kali ini ia akan menang dari Edwin dan bisa memenjarakan Willy sesuai perbuatannya
...****************...
"Bagaimana?!" tanya seorang pria yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu
"Mereka punya bukti yang kuat, dan hakim memutuskan untuk membuka kembali sidang atas kasus kematian Dion" jawabnya
"Biarkan saja" sahut Arka santai
"Kamu ingin Ayah mendekam lama di sell itu" kesal Willy atas jawaban putranya
"Sudah kubilang aku punya rencana lain jadi tidak perlu khawatir" sahutnya enteng
"Aku ingin tahu bukti apa saja yang mereka miliki, hingga bisa meyakinkan hakim" ucapnya
"Lakukan saja sebisamu! jika tidak berhasil maka aku akan menggunakan rencanaku" tambahnya dan hanya di angguki oleh Edwin
...****************...
Dan James juga kembali di dudukkan di kursi sebagai saksi dari jaksa penuntut
"Hakim Hans memasuki persidangan, silahkan berdiri" ~ petugas
Semuanya kembali duduk dan mulai menyaksikan sidang yang akan kembali di lanjutkan setelah tadi sempat tertunda
"Sidang akan segera di mulai" ~ Hakim
Gery berjalan menuju meja saksi, kali ini dia berniat untuk membuka seluruh kebusukan dari Willy lewat pernyataan James
"Sebelumnya anda telah mengakui jika anda di perintahkan untuk membunuh korban atas suruhan dari terdakwa, benar begitu!" ~ Gery
"Benar" ~ James
"Apa anda mengetahui alasan kenapa anda di perintahkan untuk melakukan hal keji tersebut?" ~ Gery
James melirik sekilas kearah Willy yang sedang duduk di kursinya dengan ekspresi yang begitu santai
"Dia menyuruh saya untuk melakukan itu, karena Pak Dion mempunyai bukti atas robohnya Nexfilt Apart" jawabnya begitu percaya diri, bahkan beberapa orang dari media yang juga hadir di sidang itu cukup tercengang, pasalnya kasus Nexfilt Apart sudah di tutup lama
"Saksi mengatakan hal yang tidak berdasar" sanggah Edwin
"Itu berdasar, menurut penyelidikan, James adalah tangan kanan dari terdakwa, apa anda tidak tau itu pengacara Edwin" ~ Gery
"Jaksa penuntut silahkan di lanjutkan" ~ Hakim
"Apa maksud anda dengan Nexfilt Apart? Apa robohnya Nexfilt Apart ada kesengajaan dari pihak terkait" tanya Gery, sengaja untuk memperkeruh keadaan
"Nexfilt Apart roboh karena kesengajaan, tapi saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi itulah alasan kenapa saya disuruh membunuh korban" ~ James
"Baiklah terimakasih atas pernyataan anda" ~ Gery
"Yang mulia, saya ingin mengundang satu orang saksi lagi" ~ Gery
"Permintaan di terima" ~ Hakim
Seketika semua mata tertuju pada pintu masuk, dimana terlihat Max sedang berjalan bersama seorang pria yang akan menjadi saksi yang diminta Gery
Bahkan Willy, diam dia tidak mengenali siapa pria yang baru datang itu
Setelah pria itu duduk, Gery melanjutkan tugasnya
Bahkan para juri sekarang sudah hadir dan duduk di kursi mereka masing-masing, dan akan membantu untuk memberikan penilaian terhadap kasus ini
"Saksi adalah salah satu rekanan dari NVC untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan Nexfilt Apart, dan dia juga merupakan salah satu korban yang selamat dari percobaan pembunuhan... dan beliau juga merupakan saksi mata dari kasus pembunuhan Dion" jelas Gery berdiri menghadap para juri
Willy yang mendengar itu sontak kaget, pasalnya ia tidak bisa mengenali saksi karena pria itu telah melakukan operasi pada wajahnya agar berhenti di incar
"Saksi silahkan berikan pernyataan anda" ~ Hakim
"Saat itu saya bersama rekan saya Dion, sedang menyelidiki kasus robohnya Nexfilt Apart yang menurut kami tidak wajar, banyak nyawa yang tewas di sana, tapi saat kami berhasil mengumpulkan seluruh bukti, orang bayaran mengincar kami berdua, dan orang itu adalah Willy Nasution, dia juga hadir saat itu, bahkan dia sendiri yang menusuk Dion, di leher sebelah kiri,,, Dion masih bisa bertahan jika di bawa kerumah sakit, tapi Willy menyuruh anak buahnya yaitu tangan kanannya James, untuk menghabisi Dion yang masih bernapas" ~ Rey
"Lalu bagaimana anda bisa selamat" ~ Gery
"Saya selamat karena memukul kepala James dengan guci, dan itu mungkin masih berbekas sekarang, saya kabur dari sana tapi anak buah Willy masih mengejar karena itu saya terjun dari jembatan... bertepatan dengan itu mayat juga di temukan di sana, dan semua orang mengira itu adalah saya karena saya meletakkan dompet saya di sana, karena itu saya bisa selamat dan berhenti di kejar, saya memutuskan untuk mengoperasi wajah saya agar tidak ada yang bisa mengenalinya" ~ Rey
Willy dan Edwin tidak bisa berkutik sama sekali, pasalnya apa yang dikatakan Rey adalah benar, dan mereka juga tidak tahu jika ternyata Damon/ Rey masih hidup
"Apa pembela punya sanggahan" ~ Hakim
"Tidak ada yang mulia" ~ Edwin
"sesuai bukti yang kami dapatkan, Nexfilt Apart dibiarkan sengaja roboh oleh pihak penanggung jawab, dan dengan santainya mereka membangun proyek baru di tanah yang sudah menghilangkan ratusan nyawa, apa itu bisa di toleransi?" ucap Gery dihadapan para juri, karena ia mencoba mengambil seluruh simpati dari para juri
"Seluruh konstruksi bangunan di bangun asal-asalan, mereka menggunakan bahan tidak layak, seluruh ijin impor dan kelayakan seluruhnya di palsukan, bahakan tidak lama ini perusahaan GP Express yang merupakan anak perusahaan dari NVC sudah di nyatakan bersalah oleh pengadilan luar negri--
"keberatan yang mulia! GP Express bukan anak perusahaan dari NVC, Jaksa penuntut telah menuduh tanpa dasar" ~ Edwin
"Benar begitu jaksa penuntut?!" ~ Hakim
"Saya mengatakan sesuai bukti yang mulia" ~ Ucapnya lalu mengambil sebuah berkas di mejanya lalu memberikannya pada Hakim
"Setengah dari saham GP Express adalah milik NVC, mereka mengatas namakan saham itu atas nama orang lain, tapi seluruh dana masuk ke rekening yang ada di bawah yurisdiksi mereka... dan ini bukti pengliran dana yang masuk ke rekening NVC" jelas Gery lalu memberikan bukti lain pada hakim
"Sekakmat" gumam Serin
"Bahkan banyak pihak yang terlibat dalam proses penutupan kasus Nexfilt Apart, hingga para korban tidak bisa mendapatkan keadilan atas nyawa mereka yang telah di renggut, dan Dion yang juga merupakan korban dari kasus ini harus tewas karena ingin membela para korban" tutur Gery sukses mendapat anggukan dari para juri
Sedangkan hakim, mereka sedang berbisik satu sama lain membahas masalah ini
"Maaf tapi saya ingin menyampaikan satu lagi" ~ Rey
"Silahkan" ~ Hakim
"Dia juga bersalah atas Lab, banyak nyawa yang melayang akibat obsesi terhadap penemuan gila, saya berani bersumpah apa yang dikatakan Dwyne sebelumnya adalah bohong, Lab itu di jalankan untuk sebuah penelitian gila, tidak sedikit para imigran gelap yang menjadi korban mereka, dan itu semua mereka lakukan atas obsesi atas proyek Golden City dimana itu adalah proyek terselubung, mereka menggunakan Nexfilt Apart untuk menarik masyarakat , lalu setelah itu merobohkannya begitu saja dan bahkan membangun proyek baru di atas tanah yang menewaskan ratusan nyawa" ~ Rey
"Benar! semuanya terkait, kasus Itada masayuki, Broker A, Mela, Caroline, James dan Dwyne semua terdakwa itu, terlibat dan dalang dibalik itu semua adalah terdakwa Willy Nasution" ~ Gery
Semua orang di sana benar-benar kaget akan penuturan Jaksa dan Bukti yang terpampang nyata kecuali pihak Serin dan pihak Arka
Bahkan Edwin sudah tidak bisa melakukan pembelaan lagi, karena tuduhan dan bukti begitu banyak, dan Rey yang merupakan saksi hidup serata saksi kunci atas seluruh masalah ini
Gery berjalan menuju kearah kursi Willy "Apakah anda mengakui seluruh pernyataan yang telah di nyatakan oleh para saksi dan bukti?!" ~ Gery
Willy diam sesekali melirik kearah putranya yang tengah duduk di kursi tamu
"Ya. benar saya" ~ Willy
"Benarkah itu? teganya dia" ujar para tamu ketika mendengar pernyataan Willy
"Terdakwa barusan mengaku telah melakukan seluruh perbuatan itu, apakah anda sadar apa hukumannya?--
menurut Pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
pas*l ... ay*t ... KU*P
... memerintahakan dan melakukan pembunuhan, penyerangan, ijin ilegal, pengancaman, menyabotase kasus kematian, pencucian dana, serta mengekploitasi para pekerja, saya Jaksa penuntut umum, menuntut terdakwa dengan hukuman mati" tutur Gery
"Sekian" ucapnya membungkuk pada para hakim juri dan tamu, lalu kembali duduk ke kursinya
Bahkan putusan Gery di dukung oleh para juri dan sekarang mereka hanya menunggu sidang Vonis di lakukan
"Sidang akan kembali di lanjutkan pada tanggal 10 Januari, untuk menetapkan Vonis terhadap terdakwa Willy Nasution" ~ Hakim
Tuk... Tuk... Tuk...
Hakim pergi setelah mengetuk palu -nya diikuti dua hakim pendamping
Kenapa tidak membahas Arka, tidak bisa, karena ini berbeda Arka punya inti kejahatannya sendiri, yaitu seorang psikopat yang melakukan pembunuh Berantai
...****************...
.
.
.
Disini Author tidak pernah memiliki maksud untuk melec*hkan huk*m atau apapun itu, karena tidak ada huk*m dari negara manapun yang berlaku di sini, jadi tolong bijak dalam berpikir, dan berpendapat😊
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.