
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Terlihat seorang wanita tengah turun menuruni anak tangga untuk pergi ke dapur
"Sedang apa?" tanya Serin sambil menatap seorang pria yang tengah melakukan sesuatu
Sontak Glen menoleh kearah istrinya yang tengah bersandar di ambang pintu dapur, dengan tangan yang ia lipat ke dada
"memasak" sahutnya, lalu kembali lagi pada apa yang tadi ia kerjakan
"Memangnya kamu bisa masak?" tanya Serin seraya membuka kulkas untuk mengambil air
"membuat anak saja aku bisa apalagi ini... ini hanya masalah kecil" sahutnya enteng
Uhukkk~ uhukkk~
Ucapan Glen sukses membuat Serin tersedak, respect ia langsung menepuk pelan punggung istrinya
"Pelan-pelan dong sayang!" ucapnya dengan nada yang begitu lembut, tanpa menghentikan tangannya yang sedang mengelus lembut punggung Serin
"Kamu teruskan saja, aku akan ke kamar.. jangan lupa dapurnya di bereskan" tukas Serin, lalu pergi begitu saja meninggalkan Glen dengan pipinya yang memerah karena malu sendiri atas ucapan suaminya
Melihat Serin membuatnya terkekeh kecil, lalu kembali untuk menyelesaikan apa yang sedang di buatnya
...****************...
Glen masuk kedalam kamar dengan sebuah nampan yang ia bawa dari dapur
"Ini" ucapnya memberikan cemilan untuk istrinya yang tengah duduk santai di sofa, dengan satu laptop yang ada di pangkuannya
"Kenapa belum tidur, ini sudah larut" tanyanya seraya mendudukkan dirinya di samping Serin
"Karena ucapanmu kemarin, aku jadi penasaran dengan identitas Ravin" jawabnya fokus menatap layar laptop
"Seharusnya aku tidak menyelidiki temanku sendiri seperti ini" tambahnya, lalu beralih menatap suaminya
"Jujur saja padaku, sejak kapan kamu menyelidiki latar belakang Ravin?" tanyanya lagi
"Aku sudah lama tidak menyukainya, jika aku bisa mengembalikan darahnya maka aku akan melakukannya! tapi itu tidak akan mungkin... baru-baru ini saja aku menyuruh detektif Jung untuk menyelidiki lebih dalam tentangnya, dan menemukan hal yang berlawanan" Jelas Glen
"Jadi alasannya... karena kamu tidak menyukainya?!" perjelas Serin
"salah satunya" sahut Glen
"Jadi lebih dari satu?" tanyanya lagi dan di angguki oleh Glen
📳Drrttt
"Sebentar" potong Serin, ketika suaminya akan menjawab pertanyaannya
📞In Call-
"Ada apa?"
"Kami sudah mencari tahu tentang kelemahan mereka, sekarang siapa target pertama?"
"Ah itu, aku sudah memeriksa datanya... pertama kita jatuhkan dulu yang paling mudah, bukankah sebelumnya anak Jaksa distrik B pernah terkena skandal! kita gunakan itu dulu, dan ingat! jangan terlalu menonjol.. karena kalau mereka sadar kita mengincar orang di daftar VVIP maka semuanya akan kacau"
"Baiklah, kami akan melakukannya"
"Oke, ah. bagaimana dengan latar belakang Ravin?"
"Menurutku larangan Glen untukmu agar tidak berteman dengannya, adalah pilihan yang tepat! Leo menyelidiki keseluruhan tentang Ravin... pria itu adalah parasit yang hidup dan tinggal di keluarganya sebagai anak dari Arya Ratory dengan identitas anak yang sebenarnya"
"Maksudnya?"
"Anak kandung Pak Arya adalah Ravin, tapi ia pernah di nyatakan di culik saat kecil lalu berhasil diselamatkan, dan mungkin dari sanalah Ravin palsu masuk dan hidup sebagai anak dari Pak Arya... dan untuk latar belakangnya, Ravin memiliki nama asli Ronan lahir dari keluarga yang broken home, orang tuanya bercerai saat ia berumur 2 tahun dan hak asuhnya di berikan pada ibunya"
"Tapi, bagaimana bisa dia masuk dan hidup sebagai anak dari pak Arya? dan di mana Ravin yang sebenarnya"
"Leo akan mengirimkanmu sebuah berita tentang penculikan Ravin kecil, aku yakin kau bisa menyimpulkan sendiri"
"Baiklah, apa pak Arya tidak sadar selama ini, jika Ravin yang saat ini bukan anak kandungnya? apa dia tidak curiga?!"
"Kami melihat ulang kasusnya, dan ada kemungkinan Ravin yang sebenarnya sedang berada di suatu tempat, karena kami tidak menemukan adanya pembunuhan di TKP dan sesuai dengan pernyataan penculiknya, dia tidak membunuh Ravin, tapi kami masih belum bisa melacak keberadaan-nya, apakah masih ada di negara ini atau tidak"
"Lalu"
"Untuk masalah bagaimana pak Arya, aku tidak tahu bagaimana Ravin bisa hidup dalam topeng seperti itu, kau berteman dengannya! apa kau sadar jika dia adalah ancaman untukmu?"
"Dia benar-benar baik Geralt, ketika Glen mengatakan dia hidup dengan identitas orang lain saja aku speechless. tapi ketika aku mengingat lukisan di dinding apartemen hari itu, sepertinya aku bisa memahami suasana-nya dengan mudah"
"Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari luarnya dan berhati-hatilah, anak buah juga akan terus mengawasi mu, jadi jangan khawatir dan masalah Reyhan. Iwatch-nya selalu dalam jangkauan kami dan ada dua anak buah juga selalu mengawasinya di sekolah"
"Baiklah, lakukan saja tugas kalian dengan baik... waktu kita hanya sekitar 1 bulan sebelum pemilihan presiden"
"Oke"
📞End Call-
Serin meletakkan kembali ponselnya ke atas meja, lalu beralih menatap Glen yang masih asik duduk di sampingnya sambil memainkan ponselnya
"Sudah selesai?" celetuk Glen seraya beralih menatap istrinya
"Hmm. pria yang hidup dengan sifat lembut tapi nyatanya bersembunyi dibalik banyak topeng, sensitif akan hal yang berkaitan dengan wanita atau ibunya" pungkas Serin
"Itu kesimpulan yang bisa ku ambil tentang Ravin" tambahnya seraya menghela kasar napasnya, Pasalnya Pria yang sudah ia anggap sebagai temannya, ternyata menyimpan sejuta sisi kelam yang membuatnya bisa saja menjadi ancaman bagi orang lain
"Apa kamu akan menghadapi-nya sendiri?" tanya Glen seraya meraih kedua tangan Serin untuk ia genggam
"Entahlah, fokusku sekarang hanya pada Regan... dia melakukan terlalu banyak kejahatan" jawab Serin
"Banyak kejahatan?" sahut Glen
"Bukan hanya dia, tapi banyak kalangan atas yang terjerat kedalam kasus ini... salah satunya m*ntri pertahanan, bukan hanya melakukan penyerangan terhadap anak buahku, tapi namanya juga masuk kedalam daftar VVIP dari situs gelap yang menjual bagian tubuh man*sia hanya sebagai aksesoris untuk kepuasan mereka.. aku tidak habis pikir Glen, di dunia ini masih ada saja orang yang hidup tanpa rasa dan belas kasihan sedikitpun dan itu mereka lakukan hanya untuk menambah harta dan kepuasan mereka sendiri, tanpa memikirkan bagaimana nasib para korban yang mereka koleksi anggota tub*hnya" tutur Serin, menatap sendu layar laptop, dimana disana terdapat 10 nama yang masuk kedalam daftar VVIP dari situs gelap yang dikelola oleh seseorang
Glen hanya membentangkan tangannya agar wanita itu masuk kedalam pelukannya, sekedar memberi ketenangan padanya
"apa yang mereka lakukan pasti akan mendapatkan balasannya masing-masing" ucap Glen menyisir lembut rambut Serin dengan jari-jarinya
"Hmm. aku harap masalah ini akan segera selesai" sahutnya pelan
"Sekarang kita istirahat,tidak baik untukmu tidur terlalu malam" ajak Glen bangkit dari duduknya, begitu juga dengan Serin yang melangkah menuju ranjang mengikuti suaminya untuk beristirahat
...****************...
"Kau yakin?!" sahut Regan, menatap bawahannya dan hanya mendapat anggukan dari bawahannya sebagai konfirmasi atas ucapannya
"Suruh anak buah untuk mengusik anaknya, dan pastikan untuk menghapus seluruh jejak" titahnya dan tentunya di angguki oleh bawahannya
"Tidak kusangka dia secepat ini" gumamnya, seraya bangkit dari duduknya
Regan memasukkan tangan kirinya kedalam saku celananya sembari menatap kota dari jendela kaxa, dan tangan kirinya yang sedang memegang ponsel, untuk menghubungi seseorang
📞In Call-
"Kau sudah menyiapkan bayaran atas permintaanmu?"
"Masalah bayaran tenang saja, tapi aku ingin mengubah permintaanku!"
"Apa?"
"Aku ingin dia hidup-hidup"
"Tidak bisa TUAN, aku tidak menjual yang hidup kau bisa menghubungi Jal*ng saja jika kau mau"
"Kalau begitu lenyapkan saja suaminya untukku bagaimana? bukankah itu sama saja?!"
"Jadi... kau ingin kesepakatan kita di rubah?"
"Benar"
"Baiklah, aku akan menyuruh bawahanku untuk mengurus itu... tapi sepertinya keputusan awal tetap akan di lakukan"
"Tidak bisa, bukankah tadi kau sudah sepakat"
"Keputusan ada di tanganku, dan kau juga belum masuk kedalam daftar VVIP jadi semuanya akan berjalan sesuai rencana awal"
"Kau tid-
📞End Call-
Regan langsung mematikan telponnya begitu saja, lalu melangkah keluar untuk pergi ke suatu tempat
"......"
Turun dari mobil mewahnya, pria yang mempunyai status sebagai saudara kandung Darin itu, melangkah masuk ke sebuah loby hotel mewah dengan di kawal beberapa bodyguard di belakangnya
Senyum tipis tertarik dari sudut bibirnya sambil berjalan menuju ruangan yang ia tuju di hotel tersebut
...****************...
Matanya menatap satu persatu berkas tersebut tanpa melewatkan satu hal pun
"Kalian menemukan info tentang orang yang jasadnya di nyatakan sebagai Axel?!" tanya Serin menatap anak buahnya bergantian
"Farhan! seorang remaja yang bunuh diri.. kemungkinan alasannya bunuh diri adalah karena Bullying, dan kami juga menemukan hal lain.. menurut beberapa anak yang pernah satu sekolah dengan Regan, dia juga salah satu korban bullying" jelas Stefan, karena ia dan Charles yang pergi ke tempat di mana Regan tinggal setelah di adobsi oleh Marshel
"Bullying?!" perjelas Serin dan di angguki oleh Stefan
"Dan sejauh dari yang kami dapatkan tentang latar belakangnya, Regan adalah anak yang jenius dengan IQ sekitar 164 dan unggul di bidang IT, dia juga pernah memenangkan lomba Hacking tingkat tinggi yang di adakan oleh salah satu perusahaan di Silikon Valley di San Fransisco Bay Area, California Amerika Serikat" jawab Stefan
Silikon Valley adalah julukan bagi daerah selatan dari San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat. Julukan ini diraih karena daerah ini memiliki banyak perusahaan, yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor. seperti perusahaan Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!.
"Pantas saja, susah untuk kami menembus sistem keamanannya" sahut Leo sukses mendapat anggukan dari Ardan. mengingat ketika mereka sebentar saja berada dalam situs itu sudah ada masalah dengan malware
"Dan kabar baiknya, kami juga berhasil menemukan saksi mata sekaligus saksi kunci dalam trgaedi kebakaran waktu itu" tukas Geralt yang baru datang bersama Aiden
Sontak Serin langsung beralih menatap keduanya yang baru saja duduk di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut
"Baguslah, kita temui dia setelah ini" sahut Serin
Geralt hanya mengangguk paham atas ucapan wanita yang satu ini
"Bagaimana dengan anak buah kita yang mengawasi Regan??" tanyanya menatap Geralt
"Kau tenang saja, mereka selalu mengawasinya, sekarang dia sedang berada di sebuah hotel tapi kami tidak bisa mengetahui untuk apa dia datang kesana" jawab Geralt
Walau terlihat tenang, bukan berarti Serin tidak bergerak untuk melakukan penyelidikan tentang apa yang sebenarnya terjadi dibalik kasus Luke yang membawanya pada benang lain, yang ternyata malah membongkar beberapa kenyataan yang baru ia ketahui, contohnya tentang Regan yang nyatanya adalah saudara kandung Darin
"kok hilang?!" gumam Leo pelan sambil mengotak-atik komputernya
"Kenapa?" tanya Serin, karena melihat ekspresi Leo yang terlihat bingung
"Aku tidak bisa menemukan situsnya lagi" jawabnya sambil terus mencoba menemukan situsnya
"Tapi daftar VVIP sudah kalian amankan bukan?!" sahut Serin
"yang itu sudah kami amankan" sahut Geralt, mendengar itu membuat Serin bisa menarik nafas lega
"Kurasa kau harus melihat ini" ucap Jordan tiba-tiba seraya memberikan ponselnya pada Serin agar wanita itu bisa melihat apa yang baru saja ia lihat
Matanya membulat sempurna, ketika melihat sebuah berita tentang beberapa investor yang tiba-tiba menarik sahamnya dari DC
Tanpa memikirkan apapun Serin langsung meraih ponselnya untuk menelpon Glen, tapi sayangnya telponnya tidak di angkat
Rasa cemas dan khawatir seketika bersatu dalam benaknya ditambah pikiran yang berkecamuk tentang kasusnya
"Kita lanjutkan nanti, Doni antar aku ke perusahaan Glen sekarang" ucapnya dan langsung di angguki oleh Doni
Tanpa buang waktu keduanya langsung pergi menuju parkiran
"......"
Tidak butuh waktu lama untuk keduanya sampai, pasalnya Doni benar-benar melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, bahkan Serin tidak memikirkan apapun lagi selain suaminya
"Kau kembali ke markas, dan suruh Leo untuk mencari seluruh data investor yang menarik diri dari perusahaan Glen" pesannya seraya keluar dari mobil, lalu melangkah masuk ke loby perusahaan meninggalkan Doni yang juga langsung kembali ke tempat yang menjadi markas sementara mereka
"......"
Ia melihat para pegawai yang berlalu lalang, 'mungkin mereka sedang sibuk, karena masalah yang baru saja ia baca dari salah satu media berita' itu yang ada dalam pikiran-nya sekarang
Langkahnya terhenti ketika melihat sosok pria yang memang ia khawatirkan hingga datang ketempat ini sekarang
Dasi yang sudah tidak pada tempatnya dan tumpukan berkas yang menggunung di mejanya, disisi lain, beberapa media juga ada di halaman perusahaan untuk mencari berita kenapa masalah ini bisa terjadi
"Glen!" serunya menatap sendu pria yang sedang duduk di kursi kerjanya
Glen meletakkan berkasnya lalu berjalan menuju sang istri, tanpa aba-aba ia memeluk erat tubuh wanita yang sejauh ini menjadi kekuatannya
Serin yang paham akan suasana ini, membalas pelukan pria bertubuh kekar yang satu ini, dan sesekali ia menepuk pelan punggungnya memberikan sedikit energi-nya
"Keluarkan semuanya, setelah puas kita selesaikan ini" ucap Serin membelai lembut belakang kepala Glen
"......"
Hampir 5 menit mereka dalam posisi saling memeluk satu sama lain, Glen melonggarkan pelukannya sembari menatap wajah istrinya
"Duduklah" ujarnya menuntun Serin untuk duduk di sofa
"Kamu baik-baik saja?" itulah pertanyaan pertama yang Serin lontarkan
Glen menghela kasar napasnya, lalu pergi ke mejanya sebentar untuk mengambil beberapa berkas
Ia meletakkan beberapa berkas di atas meja sembari mendudukkan dirinya di sofa single
"Ada 3 investor besar yang tiba-tiba menarik investasi-nya" jelasnya
📳Drrttt
Belum sempat Serin menjawab, nada telponnya berhasil membuat atensinya menatap kelayar ponselnya
📞In Call-
"Aku sudah mengirimkan data para investor yang menarik investasinya dari DC"
Sembari melihat datanya, Serin tidak mematikan panggilan telponnya karena ia masih perlu bicara dengan Leo
"Apa ini ada kaitannya lagi dengan Regan?"
"Dari data, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan atau koneksi dengan Regan"
"Mereka menarik secara bersamaan hari ini, aku yakin ini pasti ada hubungan-nya,,, apa ketiganya terhubung satu sama lain?"
"Mereka tidak terhubung secara spesial, selain rekan kerja"
"Cari seluruh hal kecil apapun yang mungkin membuat mereka terhubung, kesamaan atau apapun itu"
"Oh. sebentar-"
"Ada apa?"
"Pagi ini mereka baru saja pergi ketempat yang sama, dan datang dalam selisih waktu yang sangat singkat... aku mengirimkan datanya padamu coba kau lihat"
"Sebentar!"
Senyum yang tidak bisa di artikan tertarik dari bibir Serin ketika melihat data yang baru saja Leo kirimkan
"Semuanya terlalu jelas, kurasa mereka membuat kesalahan kali ini"
"Lalu, aku harus apa?"
"Cari seluruh kelemahan mereka, dan ekspose semuanya ke media secara berurutan seperti mereka menarik investasi mereka"
"Oke"
📞End Call-
Serin langsung beralih menatap Glen yang terlihat sibuk dengan berkasnya
"Apa kerugian-nya sangat besar?" tanyanya
"Lumayan, aku tidak terlalu mengkhawatirkan itu yang membuatku marah.. itu karena mereka langsung memutuskan secara sepihak" jawab Glen
"Apa perlu bantuanku?" tanyanya lagi
Glen hanya menggeleng pelan, "Aku bisa mengatasi ini" jawabnya
Serin hanya mengangguk paham, karena jika Glen membutuhkan bantuannya mungkin Serin bisa meminta Yayasan David untuk berinvestasi ke perusahaan Glen
"Ini hanya masalah waktu" sahutnya lagi menatap istrinya
"Maafkan aku" lirih Serin tiba-tiba
"Untuk?" sahut Glen bingung
"mungkin ini ada kaitannya dengan kasusku" jawabnya
"Jangan menyalahkan diri sendiri, ini wajar dalam dunia bisnis... sebentar lagi aku akan meeting, kamu ingin menunggu disini atau pulang saja?" ujar Glen seraya melihat jam tangannya
"Aku akan menunggumu disini, jangan pikirkan apapun tentangku fokus saja dengan pekerjaanmu" tukas Serin
Glen hanya mengangguk paham, seraya bangkit dari duduknya lalu pergi keruang meeting bersama Vina yang memang sedang menunggu di meja kerjanya
Serin kembali menghubungi seseorang dari kontaknya, "jika ini yang mereka mau, maka aku akan menyambutnya dengan senang hati" gumamnya ber smirk
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.