
*flashback on*
"gimana menurut kamu dengan rencanaku. ucap rara
"nggak itu terlalu beresiko untuk kamu, kalau kamu jadi umpannya mending aku saja. ucap han yoo
"ayolah justru lebih beresiko lagi kalau aku yang kabur dengan temanmu itu. ucap rara
"kamu tenang saja, aku masih bisa jaga diriku sendiri. yang harus kamu khawatirkan yaitu temanmu bagaimana caranya supaya dia bisa mengerti dengan rencana kita. ucap rara
"....... han yoo pun mulai berfikir
"jangan terlalu lama berfikir karena waktu kita tidak banyak. ucap rara yang mulai emosi
"baiklah, tapi kamu harus janji kalau kamu tidak akan kenapa2. ucap han yoo yang khawatir
"wah, apakah kamu sangat mengkhawatirkan aku? jangan bilang kamu sudah jatuh cinta kepadaku. ucap rara sambil ketawa mengejek
"aku khawatir karena kamu perempuan. ucap han yoo
"ayolah, tidak semua perempuan lemah. kalau begitu kita sama2 atur jam kita. ucap rara
"ok, gue udah atur jamnya. ucap han yoo
"ok ayo, kita jalan. ucap rara
flashback off
didalam mobil rarapun memberikan aba-aba ke han yoo untuk mengikuti rencananya dan han yoopun mengangguk mengerti.
"kakak mau permen nggak. ucap rara kepada deni
"boleh deh, dari pada mulut nganggur. ucap deni
"kakak-kakak mau juga nggak. ucap rara menawari laki2 yang menculiknya
"boleh deh. aku juga suka permen. boleh ambil banyak? ucap laki2 tersebut yang luluh melihat permen
"boleh dong kak, kakak yang disampingnya kakak nggak mau permen. ucap rara
"buat aku aja yah, panggil aja aku erick, kalau yang duduk disampingkun namanya faldi, yang depan kanan yang nyetir namanya riswan dan sebelah kiri namanya kumar. ucap erick(penggemar makanan manis)
"ini cewek imut banget, jadi ngak bisa nolak nih. batin faldi
"sini permennya aku juga mau makan. ucap faldi
beberapa menit kemudian laki-laki yang duduk di belakang dan didepan sudah mulai menguap menandakan mereka telah mengantuk berat. rara sudah memprediksi semuanya sehingga gampang bagi rara untuk menjalankan misinya.
rarapun memberikan kode ke han yoo untuk siap2 menggantikan menyetir mobil dan rarapun mentotok titik sarafnya supaya tidak bisa goyang dan berbicara.
" hei nona kenapa kamu juga membius deni? tanya han yoo
"yah karena dia sangat merepotkan pokoknya kamu fokus aja nyetirnya trus kamu liat apa ada jalan yang bisa kita lewati supaya bisa kabur. kamu biarin aja mereka duluan begitu lebih baik dari pada kita cepat tertangkap dan ini senjatanya.ucap rara
"ok, eh kamu ambil semua senjatanya? ucap han yoo
"iyalah aku ambil semua, kalau nggak bisa2 kita celaka. ucap rara
"iya juga sih. ucap han yoo
"nih pegang, karena aku nggak bisa nembak jadi senjatanya di kamu aja". ucap rara
"loh kok gitu? kamu pegang aja pistol ini untuk jaga-jaga karena aku nggak bisa selalu lindungin kamu. ucap han yoo
"ok, eh jangan lupa bagunin asisten kamu. ucap rara
"iya,iya. ucap han yoo
setelah beberapa menit han yoo berusaha membangun deni akhirnya denipun bangun dan kaget tiba-tiba dirinya duduk di depan samping pengemudi yang tidak lain ialah han yoo.
"loh, kok elo bisa yang nyetir sih terus dimana preman-preman itu? tanya deni
"tuh, di belakang. nona azura lagi ikat tangan dan kakinya tuh preman. ucap han yoo
"kenapa loh? daripada lo bengong begitu. mending loh cari lokasi qt dimana trus cari jalan pintas supaya kita bisa kabur. ucap han yoo
"oh, ok-ok untung gue masih ada hp. ntar yah gur cari dulu soalnya disini hutan semua jadi sinyal susah. ucap deni
"mending kalian hubungi yang bisa di hubungi daripada cari lokasi ini kenapa nggak telpon aja pengawal kalian sih. ucap rara
"iya juga yah, ok tunggu gue telpon anggota gue dulu. ucap deni