Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Boneka kelinci


Ckittt


Brak


"Hahahaa" Milea tertawa senang saat bermain bom bom car bersama dengan Zaky yang juga tidak mau kalah darinya. Mereka saling menabrak satu sama lain, bahkan juga terkadang menabrak para pengendara lain, sehingga membuat tawa keduanya pecah.


"Bagaimana Kak? Seru bukan?"


Zaky tersenyum dan mengangguk mengiyakan. "Kamu lapar tidak? Kita cari makan dulu yuk." Ajak Zaky.


"Boleh Kak. Kaki saya juga sudah pegal karna berkeliling terlalu lama." Jawab Milea setuju. Keduanyapun berjalan berdampingan menuju resort yang ada di Mall.


Dari ekor matanya, tak sengaja Zaky menangkap sesuatu yang menarik. Dia melirik Milea yang nampak kelelahan.


"Milea kamu duluan saja ya, aku mau ketoilet sebentar," belum sempat Milea menjawab, pria itu lebih dulu pergi meninggalkannya. Mengangkat bahu cuek, Milea melanjutkan langkahnya lalu duduk di salah satu kursi di resort itu, mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal.


Sembari menunggu Zaky, Milea memesan terlebih dahulu. Secangkir Ice cream penuh dengan berbagai macam rasa, serta toping toping menarik lainnya.


Saat sedang asik menyantap dingin dan lembutnya ice cream, tiba tiba dia dikejutkan dengan sebuah boneka kelinci menggelantung di depan wajahnya. Dia mendongkak, melihat siapa gerangan orang yang memegang boneka tersebut.


"Kak Zaky?"


Pria bernama Zaky Alexander itu tersenyum simpul. "Untukmu, ambillah!" Milea menatap heran Zaky, dan dengan ragu ragu dia mengambil boneka kelinci yang tak terlalu besar itu.


"Te-terima kasih Kak."


"Sama sama. Mbak! saya pesan cumi goreng, sama minumnya lemon jus,"


"Baik, ditunggu sebentar ya mas."


Zaky mengangguk, membiarkan pelayan itu pergi mengambilkan pesanannya. Kini pandangannya beralih menatap gadis di hadapannya yang kini tengah asik memakan Ice creamnya.


Menggeleng pelan. "Tidak, saya masih kenyang. Saya hanya ingin memakan ice cream ini saja," jawabnya tanpa minat membalas tatapan Zaky.


Pria tampan itu tersenyum. Sebelah tangannya terulur untuk mengusap sudut bibir Milea yang terdapat bekas ice cream. "Pelan pelan. Tidak ada yang akan merebutnya,"


Milea diam kaku saat diperlakukan seperti itu. Jantungnya sudah berdetak tak karuan, dia merasa hatinya berdesir dan perutnya bergejolak, seperti ada ribuan kupu kupu berterbangan di sana.


"Arrrgghh!!!" Tatapan mereka terhenti paksa saat mendengar teriakan heboh dari segala penjuru. Dua pasang mata itu menatap kearah samping dan seketika membulatkan matanya saat melihat sesuatu yang... woww...!!


"Apa yang terjadi padamu? Kemana bajumu, kenapa kamu bertelanjang dada seperti ini?" Cecar Zaky saat melihat sahabatnya lah yang ternyata si biang keladi dari kehebohan yang terjadi. Bagaimana tidak? Haikal datang tanpa mengenakan baju, sehingga tercetak jelas roti sobek pria itu.


"Hihi.. dia kalah taruhan, makanya seperti itu. Hahaa..." nampak Nala cekikikan sedari tadi, apalagi melihat wajah Haikal ditekuk masam, semakin membuatnya tidak ingin berhenti tertawa.


"Memangnya kalian bermain apa?" Tanya Milea merasa heran. Apa yang membuat pria berkharisma seperti Haikal kalah taruhan.


"Street basketball." Jawab Haikal datar.


Seketika gelak tawa Milea terdengar cukup kuat. "Pantas saja anda kalah. Apa anda tidak tahu, Nala ini dulunya adalah ketua dari tim volly perempuan," ujar Milea setelah meredakan tawanya.


"Hah? Kamu sengaja menjebakku ya?!" Tanya Haikal mendelik tajam kearah Nala yang nampak santai.


"Situ yang ngajak taruhan, di mana salahnya aku?" Jawab Nala cuek sambil ikut menyantap ice cream milik Milea. Gadis itu cuek cuek saja membiarkan sahabatnya melakukan sesuka hati pada ice creamnya.


"Huh... untung sayang. Kalo enggak, udah ku maki maki kau!" Gumam Haikal yang masih bisa didengar Zaky. Sedangkan kedua gadis tadi nampak berlomba lomba menghabiskan ice cream dalam gelas.


"Habis ini kita mau kemana lagi?"


"Pantai,"


"A-apa? Pa-pantai?"