Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
1996


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Kamu yakin ingin ke mampus?" tanya Glen pada istrinya, yang kini tengah bersiap di depan meja rias


"Hmm.. aku juga perlu mengumpulkan tugasku" jawabnya


"Baiklah, tapi aku yang akan mengantarmu" ucap Glen "Tidak ada penolakan" tambahnya, lalu kembali menyisir rambutnya


"......"



"Apa Reyhan sudah berangkat?!" tanyanya pada Sella, yang baru saja turun dari lantai atas


"Sudah Nona, baru saja berangkat sebelum Nona turun" jawab Sella dan hanya di angguki oleh Serin


Tidak beberapa lama, turun Glen yang sudah rapi dengan pakaiannya


"Ayo" ajaknya


Serin bangkit dari duduknya, lalu pergi bersama Glen menuju mobil yang sudah terparkir di halaman


...****************...


"Jangan terlalu lelah" pesan Glen, sebelum Serin turun dari mobil


"iyaa" sahutnya, seraya turun dari mobil


"Sebentar" tahan Glen


"Apa?" jawabnya menoleh pada sang suami


"Ini" ujarnya, dan langsung mengec*p sekilas bibir Serin


"Glen" tegur Serin, karena mereka ada di kawasan kampus, ditambah ada sopir di depan


"Morning k*ss" ucapnya tersenyum


Serin hanya bisa menghela napasnya saat suaminya malah semakin manja padanya


Setelah membukakan pintu dan memastikan istrinya turun dengan aman, Glen masuk kedalam mobil untuk berangkat ke kantor


"......"


"Serin!" seru seorang pria dan wanita yang berjalan kearahnya


Serin langsung menoleh ke sumber suara, lalu menarik senyumnya saat melihat Dilla dan Ravin berjalan kearahnya


"Apa kau sudah lebih baik, jadi bisa ke kampus?" tanya Dilla, pasalnya mereka tahu jika Serin baru saja kehilangan ibunya


"Hmm.. aku baik-baik saja, ayo kita kekelas" ajaknya dan di angguki oleh keduanya


...****************...


"Van mau kemana?" tanya Luke pada rekannya


"Ada kasus baru" jawabnya, lalu bergegas pergi meninggalkan Luke yang masih berdiri di tempatnya


Luke melihat ke sekeliling, lalu pergi kesebuah ruangan


"......"


Mengeluarkan kartu akses, pria itu masuk kedalam ruangan yang tidak terlalu besar itu


Dimana ada banyak berkas-berkas penting dari seluruh kasus yang di tangani oleh kepolisian distrik A


Sebenarnya ruangan itu hanya bisa di akses oleh kepala polisi yang ada di sana, dan bisa di pastikan Luke masuk karena bantuan Leo yang menduplikat kartu aksesnya agar bisa masuk


Sejauh ini penyelidikan mereka tentang Van, masih dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun


Matanya melihat label tahun yang ada pada rak besi, dan mulai mencari seluruh kasus yang di tangani oleh Van selama ini


"Luke! ada yang datang" ucap Leo, dimana mereka sekarang tersambung lewat earphone


Sontak Luke langsung menekan saklar lampu, dan bersembunyi


Ia mengintip dan mencoba melihat siapa yang datang


"Bukannya tadi dia bilang ada kasus, kenapa kembali lagi" gumam Luke dalam hatinya ketika melihat Van yang masuk


Entah apa sedang di carinya tapi yang pasti pria itu menggunakan masker, tapi walau begitu Luke berhasil mengenali jika itu adalah Van


Luke terus memperhatikan gerak-gerik Van dari tempatnya bersembunyi


Van duduk di sebuah komputer yang ada di ruangan tersebut, lalu menancapkan sebuah flashdisk pada Cpu


Tidak beberapa lama, pria itu lantas keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Luke yang masih berada di persembunyian-nya


Tanpa buang waktu, Luke langsung bergegas menuju meja komputer dan memeriksa apa yang di cari oleh Van


"......"


Luke bangkit dari duduknya, lalu pergi menuju rak untuk mencari seluruh berkas penyidikan yang telah di tangani Van


...****************...


Serin keluar dari toilet setelah tadi mengeluarkan seluruh isi perutnya, akhir-akhir ini ia sering mual karena morning sicknes


“Kau yakin bisa bertahan sampai jam kampus selesai?” tanya Dilla yang menuggunya di depan toilet


“Hmm.. ini hanya sebentar, nanti juga akan baikan” jawab Serin, dan hanya mendapat anggukan dari temannya


Dilla memang tahu jika Serin sedang hamil sekarang, karena itu dia sedikit mengkhwatirkan wanita yang satu ini


“Yasudah ayo” ajak Dilla, lalu mereka pergi untuk ke kelas karena masih ada jam pelajaran pak Regan


“......”


“Kau duluan saja, aku akan menyusul” ucap Serin ketika ia mendapat telpon dari Luke, Dilla hanya mengangguk lalu pergi lebih dulu meninggalkan Serin yang berada tidak jauh dari kelas


📞In Call-


“Ada apa?”


“Kau di mana?”


“Dikampus memangnya ada apa?”


“Kau bisa kegudang?”


“Glen tidak mengijinkanku,,, jika ada hal penting kau bisa datang kerumahku”


“Baiklah, kita bertemu nanti malam”


“Oke... apa ada hal penting?”


“Hmm.. kita bahas nanti”


“Naiklah”


📞End Call-


“Kenapa tiba-tiba! apa dia sudah mendapatkan apa yang kusuruh kemarin?” gumamnya, seraya memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya


Wanita itu terperanjat kaget, ketika ia berbalik ada Regan yang berdiri di belakangnya “Bapak!” serunya mengelus dada karena kaget


Pria itu lantas melihat jam tangannya, lalu beralih pada muridnya “kenapa masih diluar? Jam saya akan segera di mulai??” ucap Regan


“maaf pak! Saya mengangkat telpon barusan” jawabnya sopan


“Yasudah, cepat masuk kelas akan segera dimulai” ucap pria yang mungkin berusia kisaran 39 tahun itu, walau begitu pesonanya masih banyak di taksir oleh gadis muda, terutama mahasiswinya


Serin kembali kekelas, setelah tadi mendapat teguran dari dosennya


...****************...



Glen melonggarkan dasinya, seraya masuk kedalam rumah, dimana di ruang tamu sudah ada Luke, dan istrinya


Glen hanya melirik keduanya, lalu berlalu untuk pergi ke kamarnya


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Serin, karena Luke memang baru saja datang beberapa menit sebelum Glen


Luke tidak menjawab pertanyaannya, melainkan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto dari dalam ponselnya


“Kau bercanda Luke, ini data kakakku! Untuk apa kau memperlihatkan ini?” tanyanya bingung


“Aku tau, tapi ini yang di periksa Van saat aku melihatnya masuk keruang arsip... aku juga belum mengerti kenapa dia membuka data Darin, sepertinya Van menyalin sesuatu kedalam Flashdisk nya, kemungkinan dia menyalin data Darin dari sana” jelas Luke


“Tapi untuk apa?” sahut Serin bingung, tapi Luke hanya menggendikkan bahunya


“Dan ya, untuk data yang kau maksud... seluruh berkasnya sudah tidak ada di kantorku. Tapi aku menemukan satu yang terselip, dan menurutku ini aneh” ucapnya, seraya mengambil sesuatu dari dalam saku celananya, dimana itu adalah 2 lembar kertas yang sudah mulai usang


Lantas Serin menyambut kertas tersebut, ia melihat dan membaca kertas tersebut, dimana disana dimuat sebagian laporan tentang kasus kebakaran yang terjadi bertahun-tahun yang lalu


“kaitannya dengan Van?” tanya Serin bingung, kenapa Luke membawa kertas ini


“Kau lihat ini!” ucap Luke, kembali melihatkan sebuah foto yang berbeda dari ponselnya


Serin meraih ponsel Luke dan melihatnya, seketika ia langsung melihat kembali kertas tadi, dimana nama korban yang ada dalam foto dan kertas sama


“Ini adalah data lain yang dia cari, sebenarnya datanya sudah di hapus oleh Van, tapi aku meminta Leo untuk memulihkan datanya, dan menemukan ini,,, apa menurutmu ini tidak aneh. Seluruh kasus yang ditangani oleh Van sejauh ini ternyata telah lenyap tanpa sepengetahuan siapapun, lalu untuk apa Van mencari data dari kasus lama seperti ini jika tidak ada sesuatu, selain itu bahkan dia juga mencari data Darin” jelas Luke


“untuk kasus Van, apa tidak ada jejak digitalnya?” tanya Serin, dan hanya di jawab Luke dengan gelengan tanda tidak ada


“Bagaimana dengan kepala kepolisian?” tanyanya lagi


Serin diam sejenak sambil memikirkan apa yang Luke jelaskan tadi


“......”


“Apa kau sudah menyuruh Leo untuk mencari identitasnya?” tanyanya


“aku sudah menyuruhnya, tapi masih belum ada kabar dari Leo” jawabnya, seraya mengambil ponselnya untuk menelpon Leo


📞In Call-


“Kau sudah dapat identitas mereka?”


“Belum, aku tidak bisa menemukan apapun tentang mereka”


“Satupun?” ~ Serin


“Iya, tidak ada datanya sama sekali”


“Kau yakin?”


“Aku sudah mecoba berkali-kali bahkan mengakses data pemer*ntahan, tapi tidak ada sama sekali, apa kau yakin memberikan info yang benar?”


“Aku yakin, hanya itu yang ada, sisa seluruh data tentang kasus kebakaran itu sudah tidak ada”


“Leo, coba kau periksa media berita, pasti ada sesuatu sampai identitas mereka tidak bisa kita temukan, sebaik apapun yang menutup kasusnya pasti akan meninggalkan celah” ~ Serin


“Baiklah”


📞End Call-


Serin duduk tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas tersebut, ada dua nama yang tertulis di kertas itu, yang menyatakan jika mereka adalah korban dari kasus kebakaran tersebut


“Dia tidak curiga, kan jika kalian menyelidikinya selama ini?” tanya Serin


“Sejauh ini dia tidak curiga, aku dan yang lain juga terus bersikap seperti biasanya...” jawab Luke


“Baguslah, kita perlu mengorek lebih dalam tentang Van, aku yakin dia bisa membawa kita keluar dari lingkaran setan ini” ucap Serin dan di angguki oleh Luke


“Yasudah, aku pulang dulu... sepertinya ada yang menatapku sinis” ucap Luke pelan, melirik sekilas kelantai atas sambil terkekeh kecil


Sontak Serin juga ikut melihat kelantai atas dimana suaminya sedang berdiri dilantai atas, sambil memainkan ponselnya


“Baiklah, kau hati-hati” balas Serin, lalu Luke bangkit dari duduknya untuk segera pulang, sebelum mendapat tatapan tajam dari Glen


"......"


Setelah kepergian Luke, lantas pria yang tadi berdiri di lantai atas, kini sudah berada disampingnya sambil memainkan ponselnya


“Kemarin bilang, aku akan menyambut mereka dengan senang hati” cibir Serin, mengingat pembicaraannya kemarin malam bersama Glen


“aku tidak marah. Rekanmu saja yang merasa begitu” sahutnya membela diri


Mendengar jawaban suaminya, membuat Serin memutar malas bola matanya


“Kamu sudah makan malam?” tanyanya, pasalnya pria ini datang terlambat hari ini


“Hmm. Aku sudah makan malam saat perjalanan pulang, kamu sudah makan?” tanyanya balik pada sang istri, dan di angguki oleh Serin


“Reyhan mana?” tanyanya lagi


“Reyhan sudah tidur, sepertinya dia kelelahan karena sore tadi di ajak Paman kerumahnya” jawab Serin, dan mendapat anggukan pelan dari suaminya


Keduanya berbincang-bincang tentang hal kecil, yang sesekali berhasil melukis senyum di bibir keduanya


...****************...


"Ini" ujar seorang pria, seraya memberikan sebuah benda pada atasannya, yang duduk di kursi kesayangannya


"Kau yakin, tidak ada yang tau tentang ini... kau sudah memastikan ini terhapus bukan?!" tanyanya


"Saya yakin Tuan, dan untuk pengiriman akan di lakukan malam ini" jelasnya, dan hanya mendapatkan anggukan dari atasannya


Setelah bawahannya pergi, pria itu lantas meraih sebuah flashdisk dan memeriksa apa yang memang ingin dia dapatkan


"......"


"Seharusnya aku menjemputmu lebih awal" rutuknya, dengan nanar mata yang menatap layar monitor dimana terdapat data seseorang di sana


📳Drrttt


📞In Call-


"Ada apa pah?"


"Kamu dimana?"


"Di rumah, apa papah butuh sesuatu"


"Tidak! kamu bisa datang kerumah utama hari ini? pihak dari pria akan datang hari ini untuk melamar adikmu"


"Baik Pah"


📞End Call-


Ia meletakkan kembali ponselnya ke saku celananya, lalu beranjak dari sana untuk pergi


...****************...


"Sedang apa?" tanya Glen, seraya mendudukkan dirinya di samping Serin


"Ini, sedang memeriksa sesuatu" jawabnya fokus pada sebuah kertas


Karena kemarin malam Luke, memperlihatkan-nya tentang Van yang melihat identitas kakaknya, membuat Serin penasaran, apa sebenarnya alasan Van mencari data Darin


"Mau kemana?" tanya Serin, ketika suaminya itu bangkit dari duduknya


"Ke dapur! kamu ingin sesuatu?" jawab Glen


"kalau begitu sekalian buah" sahut Serin, dan di angguki oleh Glen yang mulai melangkah keluar kamar


Matanya tidak meloloskan satu kalimat pun dari kertas tersebut serta identitas Darin yang sudah ia cetak


Isi laporan tertulis, kasus Kebakaran 1996 "Korban Harris dan ****Olivia**** dinyatakan tewas dalam kebakaran pada tanggal 13 Juli 1996, satu anak berhasil selamat...."


Data Diri Darin


Nama : Reviana Anastasya / Darin Nera Nix (sesudah di adopsi)


Ke lahiran tahun : 1993


Orang tua : Victor - Olivia


Pengadopsi : David Rayen Nix - Marisa Arora


Tahun adopsi : 1995


Matanya mengarah pada dua nama yang sinkron, antara orang tua Darin dan korban kebakaran


Tanpa buang waktu, Serin langsung meraih ponselnya untuk menelpon Leo


📞In Call-


"Apa?"


"Periksa seluruhnya yang bisa kau dapatkan tentang kakakku, sebelum di adopsi oleh Ayahku"


"Oke."


📞End Call-


"Rahasia apa sebenarnya yang ada di balikmu Darin?" gumam Serin, lalu meletakkan kembali ponselnya ke atas meja


"Kamu pusing?" tanya Glen, yang baru saja masuk sambil membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman ketika Serin memijat pelipisnya


Serin hanya menggeleng pelan, lalu bersandar di bahu Glen yang baru saja duduk kembali


"Apa kamu ngantuk?" tanyanya lagi


"Aku tidak mengantuk, hanya ingin seperti ini saja" jawabnya, seraya mengeratkan pelukannya pada lengan suaminya


"Minum dulu susu mu" ucap Glen, memberikan segelas susu kehamilan untuk istrinya


"Kamu yang membuat ini?" tanyanya seraya menyambut gelasnya, lalu meminumnya


"Siapa lagi kalau bukan aku, kan tidak mungkin Jack yang membuatnya!" sahut Glen


"Kan, bisa saja kamu minta bibi Sella yang membuatkannya" balas Serin


"Apa kamu pikir aku tidak bisa membuat ini" sahut Glen menoleh pada istrinya


"Iyaa, iyaa aku percaya" sahut Serin terkekeh kecil, ketika melihat ekspresi Glen yang manyun


"Beri aku kompensasi, karena kamu sudah membuatku kesal" ucap Glen, seraya menunjuk pipi kanannya


Satu kec*pan berhasil mendarat di pipi Glen, yang kini menarik senyum manisnya di bibir


Glen meraih buah, lalu mengupaskan-nya untuk Serin, dan melanjutkan pembicaraan mereka


...****************...


.


.


.


Sekali lagi maaf karena gak bisa up setiap hari untuk beberapa hari kedepan🥲


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.