
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Leo, selidiki keseluruhan tentangnya, dan periksa kemana saja dia hari ini" titah Geralt
"Sekali lagi dia mengecoh kita dengan nama yang terdaftar pada penerbangan pukul 14.00 tujuan keluar negri" ~ Leo
"Aku tidak akan melepaskan-nya" umpat Glen menatap sebuah tablet, dimana di sana terdapat sebuah data diri dari pria yang telah berani membawa istrinya
Sementara Geralt ia fokus pada setirnya karena sebelumnya mereka memang bertukar tempat
📳Drrttt...
📞In Call-
"Ada apa Jung?"
"Ryan bebas"
"Apa!!! bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu pastinya, tapi menurut sipir penjara dia dibawa keruang kepala dan tidak kembali sampai sekarang"
"Kita urus itu nanti, Serin sekarang di culik oleh seseorang"
"Apa yang terjadi?"
"Aku tidak tahu alasan pastinya, tapi kami sedang melacak keberadaan-nya sekarang tolong kau datang kerumahku dan pastikan di sana aman"
"Baiklah"
📞End Call-
"ponselnya terakhir kali aktif di bandara" ~ Leo
"Apa kalian tidak bisa melacaknya sama sekali?" ~ Geralt
"Kami sedang memeriksa cctv bandara, tapi ini membutuhkan waktu" ~ Leo
"Baiklah, sementara kami akan menyusuri daerah ini segera kabari jika kalian berhasil" ~ Geralt
"Oke" ~ Leo
Mereka menyusuri Distrik D sembari menunggu Leo dan yang lain berhasil melacak keberadaan Serin
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 01.10 dini hari, tapi Serin masih tertidur akibat pengaruh obat bius yang diberikan padanya
"Aku tidak pernah ingin mencelakaimu, aku hanya ingin kau bisa bersamaku" ucapnya seraya menyisir lembut poni panjang Serin
Karena tahu Serin tidak akan sadar dalam waktu dekat, pria itu keluar dari kamar untuk menemui pria yang tadi membawa Serin
"......"
"Apa yang kau inginkan darinya, sampai berbuat nekat seperti ini" tukas seorang pria yang sedang duduk di sofa ruang tamu, sambil memainkan ponselnya
"Aku tidak menginginkan apa-apa, aku hanya ingin dia selamat, terlalu banyak ancaman yang mengelilingi-nya jika terus bersama Glen, aku yakin kau juga tahu itu" jawabnya seraya mendudukkan dirinya di sofa
"Mungkin! tapi menurutku kau melakukan ini karena obsesimu, bukankah begitu" sahut Ryan
Pria itu lantas menatap datar lawan bicaranya, walau sebenarnya Ryan bicara tanpa menatapnya
"Aku tidak pernah terobsesi dengan apapun, yang kulakukan tidak lebih hanya untuk menyelamatkan Serin" balasnya
"Terserah kau saja, yang penting kesepakatan kita sudah selesai aku tidak akan mengganggumu dan terimakasih untuk tiketnya" ucap Ryan meraih sebuah tiket dan pasport yang sebelumnya telah disiapkan untuk ia kabur keluar negri
Setelah Ryan pergi dari tempatnya, lantas ia kembali masuk kedalam kamar tersebut
...****************...
"Geralt kurasa dia psikopat" ucap Leo
"Apa maksudmu?" ~ Geralt
"Ini belum pasti, tapi menurutku kecelakaan Roby telah di skenario oleh seseorang sebelumnya" ~ Luke
"Maksudmu Ravin yang membunuh kakaknya sendiri?!" perjelas Geralt dan di iyakan oleh Luke
"Ada begitu banyak kejanggalan dalam kasus ini, ditambah kalian menemukan kenyataan jika Ravin hidup dengan identitas orang lain!" ~ Luke
"Jika kita tidak segera menemukan Serin, mungkin akan berbahaya untuknya terlalu lama bersama pelakunya" ~ Edward
"Kau benar! kami masih mencari keberadaan-nya tapi sejauh ini masih tidak ada titik terang" ~ Geralt
Glen, Geralt, Aiden, Doni, dan Jordan mencoba untuk menanyai beberapa orang yang mungkin sempat melihat Serin ataupun Ravin
"Mobilnya di sewa atas nama yang sama dengan pemilik mobil sebelumnya" ujar Millie yang masih terhubung, karena Glen sengaja tidak mematikan telponnya setelah telpon dari Jung sebelumnya
"Jam berapa mobil itu di sewa?!" ~ Glen
"Sekitar pukul 17.00, kami juga berhasil mendapatkan cctv yang memperlihatkan seorang pria yang menyewa mobil tersebut, atas nama Roby" ~ Millie
Glen langsung melihat sebuah video yang dikirimkan oleh Millie padanya
"Dia benar-benar Ravin, Geralt" tukas Glen memperlihatkan rekaman cctv tersebut
"Lacak mobil itu sekarang" ~ Glen
"Baik pak" ~ Millie
"......"
Waktu terus berlalu tapi Glen dan yang lain masih belum berhasil melacak keberadaan Ravin dan kemana dia membawa Serin pergi
Glen duduk di dalam mobil sambil menunggu kabar dari Millie, maupun Leo yang sedang berusaha melacak keberadaan Ravin lewat cctv yang berhasil merekam pria itu saat menyewa sebuah mobil
Rasa khawatir yang sebelumnya ia rasakan masih saja ia rasakan, dengan pikiran yang berkecamuk memikirkan keselamatan anak dan istrinya
Bahkan ia belum sempat istirhat sama sekali setelah pulang dari kantor
Bahkan jam sudah menunjukkan pukul 02.40 dini hari, jam sudah sangat larut bahkan kepolisian juga mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Serin
Jika bukan karena rekaman cctv, mungkin polisi tidak akan bergerak dan mungkin hanya akan memasukannya kedalam laporan perdata sebelum 24jam berlalu
...****************...
3jam berlalu tapi Geralt dan suaminya masih belum berhasil menemukan keberadaan-nya
Serin membuka matanya perlahan karena pengaruh obat biusnya sudah hilang
Ia menatap ke sekitar ruangan tersebut seraya bangun, tapi tidak mendapati siapapun ada di sana kecuali dirinya
"Apa alasan pria itu melakukan hal seperti ini" gumamnya tidak habis pikir
"Kau sudah bangun" celetuk seorang pria yang baru saja masuk kedalam kamar tersebut sambil membawa segelas air di tangannya
"Apa alasanmu Vin?" tanya Serin menatap Ravin dengan tatapan tidak percaya-nya
"Aku hanya ingin melindungi-mu" jawabnya meraih surai gelap Serin tapi ditepis kasar oleh nya
"Kenapa kau melakukan ini padaku, apa aku melakukan kesalahan besar padamu?!" tanyanya dengan tatapan mengintimidasi, bukannya takut ia malah menatap Ravin dengan tatapan seperti itu
"Jawab aku Ravin! apa kau benar temanku?" ujarnya lagi
"Tenanglah, aku masih temanmu aku hanya sedang menyembunyikanmu agar Regan tidak mencelakaimu" jawabnya
"Teman kau bilang! Ck. membawaku dalam keadaan tidak sadar, kau bilang teman!!!" sahut Serin dengan nada yang mulai meninggi
"Aku bisa menjaga diriku sendiri, dan kau bilang menyembunyikanku dari Regan! apa hubunganmu dengannya sampai kau melakukan hal ini?!" tanya Serin
"Dan dari mana kau tahu Regan sedang mengincarku? apa itu karena kau juga berniat membeli jasadku dari situs sialan itu?!" tembak Serin berjalan perlahan mengelilingi Ravin
Ravin terdiam atas penuturan dari Serin yang hampir menjawab ke seluruhan dari maksudnya
"Ah. dan untuk obsesimu! pergilah ke psikiater jangan melakukan hal bodoh yang akan membuatku memenjarakanmu" tukas Serin
"Aku tidak terobsesi, tapi aku benar-benar menyukaimu Serin. apakah perasaanku terhadapmu salah?" ucapnya berbalik agar bisa menatap Serin yang berdiri dibelakang-nya
"aku tidak yakin apakah kau menyukaiku, atau itu hanya obsesimu" jawab Serin datar
"Inilah kenapa aku menyukaimu, aku suka sikap berani mu" sahut Ravin menyentuh bahu Serin tapi tentunya langsung ditepis kasar oleh Serin
"Seharusnya anak itu milikku bukan Glen" gumamnya menatap kearah perut Serin
"Kau Gila!" sarkas Serin memundurkan langkahnya untuk menjaga jarak dengan Ravin
Tiba-tiba pria itu ber smirk seraya mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku celananya
"Mau apa kau?" ucap Serin melirik pisau yang ada di tangan Ravin, dengan tangannya yang memegang perut sebagai perlindungan pada bayinya
"Kau jangan Gila Vin! sadarkan dirimu dan letakkan pisaunya" ucap Serin
"kau tidak perlu takut seperti itu, aku akan melepaskan pisaunya jika kau mau pergi dan tinggal bersamaku diluar negri untuk selamanya dan menjalani kehidupan baru" tawarnya
Serin bergidik ngeri ketika melihat tatapan Ravin yang seperti seorang psikopat gila sedang bertemu mangsanya
"Aku akan menyetujui permintaanmu jika kau menjawab pertanyaanku" balas Serin dengan nada sedikit lembut
"Apa yang ingin kau tanyakan?" sahut Ravin memasukkan kembali pisaunya
"Sejauh mana kau mengetahui tentang Regan?" tanya Serin langsung pada intinya
"pertanyaanmu tidak penting" jawabnya
"Apa kau membohongiku untuk setuju tinggal denganku?!" tambahnya
"Kalau aku tinggal denganmu sama artinya aku bunuh diri" gumam Serin dalam hatinya
"Apa ekspresiku terlihat tidak serius" jawab Serin datar
"Kenapa kau setuju semudah ini" tanya Ravin sekali lagi
"Apa kau akan melepaskanku jika aku menolak! tidak, kan... setidaknya anakku masih hidup jika itupun harus tinggal denganmu" sahut Serin
"Berhenti menyebut anak itu, aku bisa membedah perutmu sekarang" ucapnya, entah kenapa pria itu begitu tidak menyukai akan kehadiran darah daging Glen di rahim Serin
"Aku tidak menyangka Vin! dibalik sifat baikmu kau adalah pria gila yang begitu terobsesi akan suatu hal" batinnya
"Kalau begitu ku ganti pertanyaan-nya! apa kau senang hidup menggunakan identitas orang lain?" tukas Serin, sukses membuat Ravin melayangkan tatapan tajamnya
"Apa yang kau ketahui tentang itu" sahut Ravin berjalan kearah Serin
"Ini waktu yang tepat Serin" ucapnya dalam hati
"Kau saja tidak bisa keluar dari cangkangmu yang hidup dengan identitas orang lain! bagaimana bisa aku mempercayakan masa depanku padamu? dan tinggal bersamamu" tutur Serin, ia sengaja melakukan itu karena menurutnya orang seperti Ravin mudah dikendalikan lewat psikologinya yang terganggu
"Berapa banyak topeng yang kau gunakan untuk menutupi identitasmu itu Ronan! dan dimana kau menyembunyikan Ravin yang asli? berhentilah berlagak seperti yang asli, jika kau sendiri adalah palsu" ucapnya sambil memperhatikan ekspresi Ravin yang mulai berubah karena termakan ucapannya
"Jadilah dirimu sendiri! dan bersikaplah seperti temanku bukan seperti sekarang"
"Kau tidak tahu apapun tentang diriku, jadi jangan bertingkah seolah kau peduli denganku" jawabnya, tapi Serin tiba-tiba memeluknya hingga membuat pria itu terdiam
"Kembalilah bersikap seperti temanku dan bukannya lawanku" ucap Serin seraya menepuk lembut punggung Ravin
Entah apa yang ia rasakan tapi Ravin mulai tersentuh dan merasa nyaman dan tenang ketika berada dalam pelukan Serin
"Maaf Vin! tapi kau tetap harus mendapatkan hukuman karena sudah terlibat dengan Regan" batinnya seraya memejamkan matanya sebentar, dan tanpa aba-aba ia membalikkan situasi yang tadinya ia tersudut akan senjata Ravin, kini malah berbalik
Serin berhasil mengambil pisau lipat yang terdapat pada saku celana Ravin, karena itu ia sengaja memeluk pria tersebut
"Kau membohongiku Serin!" ucap Ravin tidak terima dengan keadaan sekarang
"Jangan mendekat, jika kau mendekat aku akan memotong nadiku! bukankah kau tidak ingin melihat orang yang kau sayangi bunuh diri di hadapanmu sama seperti ibumu?" ucap Serin berhasil menghentikan langkah Ravin
Sebenarnya Serin sudah tahu tentang Ravin yang terkait dengan situs terlarang tersebut, tapi ia sengaja diam karena menurutnya ia perlu menangkap Regan terlebih dahulu untuk bisa membongkar dan menangkap antek-anteknya secara bersamaan, tapi nyatanya situasi dan kondisi tidak mendukung rencananya hingga bisa berakhir seperti sekarang ini
...****************...
Sedangkan di sisi Glen terus menuntut Leo dan Millie untuk mempercepat pencarian, karena sudah hampir 4 jam, mereka masih belum bisa melacak keberadaan Serin
Hari juga sudah hampir siang, membuat Glen semakin tidak karuan ia khawatir akan kondisi istrinya
"Glen, ayo pergi! Leo berhasil melacak keberadaan Ravin" ajak Geralt, karena mereka saat ini masih berada di jalanan
Glen yang mendengar itu langsung masuk kedalam mobil begitu juga dengan Geralt
Tanpa buang waktu lagi, Geralt langsung melajukan mobilnya menuju titik kordinat yang di berikan Leo
...****************...
"Lepaskan aku, atau kau akan menyaksikan sekali lagi seorang wanita bunuh diri di hadapanmu" tukas Serin meletakkan pisau tepat di atas urat nadinya
Tapi Ravin hanya diam tidak bergeming, dimana ingatannya akan ibunya yang dulu bunuh diri tepat di depan matanya kembali teringat olehnya
Serin yang sadar keadaan mulai berpihak dengan-nya perlahan berjalan ke arah pintu, dimana di pintu tersebut masih ada kunci yang tertancap
Ravin diam sambil memegangi kepalanya, trauma akan kematian wanita yang ia sayangi kembali membuatnya hilang kendal
Dan saat itulah Serin langsung berlari menuju pintu
Langkahnya terhenti saat tubuh kekar Ravin memeluknya dari belakang dan mengunci seluruh pergerakannya, bahkan pisau yang sebelumnya ia pegang tidak sengaja terjatuh karena kaget tiba-tiba Ravin memeluknya
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang!" bisiknya tepat di sisi telinga Serin, hingga membuatnya bergidik ngeri
Pria itu lantas menyeret Serin masuk kedalam kamar mandi yang notabennya ruangan tersebut lebih kecil dari kamar
Sebelum ia berhasil dibawa masuk, Serin menempelkan kakinya pada pintu untuk mendorong tubuh Ravin kebelakang
Saat ada kesempatan Serin menyikut kuat perut Ravin hingga sang empunya merintih kesakitan
Akhhh...
Tapi pria itu tidak berhenti di sana, ia mencoba meraih pisau yang jatuh, tapi Serin sudah lebih dulu menendangnya hingga entah kemana
Tanpa memikirkan pertemanan-nya Serin memberikan satu tendangan mengenai wajah Ravin hingga pria itu tersungkur kelantai
Bughhh...
Akhhh...
Melihat Ravin terduduk dilantai tentunya membuat Serin mengambil kesempatan itu untuk membuka pintunya, dan kabur dari kamar terkutuk itu
"SAMPAI KAPANPUN, KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI SINI" Teriak Ravin sambil memegangi perutnya yang masih terasa sakit akibat sikutan dari Serin
Serin tidak menghiraukan ucapan Ravin, dan terus berlari keluar untuk kabur dari tempat tersebut
"......"
"Apa ini" gumamnya, karena yang ia lihat sekarang hanyalah air laut tanpa adanya jalan raya
Ravin sudah merencanakan semuanya dengan matang, dan tentunya ia juga memikirkan tempat yang pas untuknya bisa memiliki Serin seutuhnya
Gila! pria itu memang gila... semenjak kematian ibunya ia mulai terobsesi akan sebuah kasih sayang, dan itu sama halnya dengan Serin yang memiliki wajah yang mirip dengan ibunya dan bagaimana ia bisa masuk kedalam keluarga Arya Ratory masih tidak ada yang tahu kecuali dirinya sendiri
"Kita akan tinggal selamanya disini, tanpa ada yang bisa mengganggu" ucap Ravin berjalan menghampiri Serin di halaman depan
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.