Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Bukti kebenaran


Hari ini semua kembali berjalan semestinya. Lift-pun sudah diperbaiki untuk mencegah kejadian tadi malam kembali terulang kembali.


Milea melangkahkan kakinya malas menuju tempat satu satunya yang bisa dia kunjungi di perusahaan ini selain ruangan yang berada di lantai atas.


Yah, tempat para karyawan membuat kopi. Di pagi hari ini memang diberlalukan untuk membuat minuman sendiri jika ingin. Sedangkan dari pukul sepuluh sampai waktu pulang barulah boleh meminta para OB untuk membuatkannya.


"Hoaamm" Milea duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Perlahan dia meminum kopinya untuk mengurangi rasa kantuk yang melanda. Tadi malam dia sulit tidur karna merindukan Ibunya.


"Hahaa kau benar!" Milea terdiam mencoba mempertajam pendengarannya. Diliriknya kesamping, terlihat dua orang pria tengah berbincang sembari menunggu kopi mereka seduh.


Suara ini...


"Selamat ya, kau akhirnya naik jabatan juga. Senang tidak lepas dari perintah si Brian itu?" Tanya Karyawan satu.


"Hahaa kau bisa aja. Lagian si Brian itu meski tetap menjadi atasanku pun, dia tidak akan bisa memerintahku sesuka hati. Lihatlah sekarang? Dipecatkan?" Ujar Karyawan dua.


"Yah, setidaknya dengan dipecatnya dia. Kau bisa naik jabatan dan menempati posisi sebagai seorang manajer keuangan."


"Hahaa kau benar!" Milea terdiam mencerna pembicaraan kedua karyawan itu tadi. Keduanya sudah pergi, Milea dengan cepat mengambil ponselnya untuk melihat grup gosip kantor.


Karyawati 1 : Eh eh guys! Ada berita heboh! Brian manajer keuangan kita yang handsome itu dipecat oleh tuan Zaky secara tidak terhormat di sebuah acara pesta.


Karyawan 1 : Kok bisa? Gimana ceritanya?


Karyawati 2 : Katanya sih, dia dituduh mau mencelakai tuan Zaky di acara itu.


Karyawati 3 : Iya benar. Dan yang bikin tuan Zaky marah besar itu karna yang kena tembak bukan dia, melainkan Si Milea.


karyawan 2 : Benarkah?


Karyawati 4 : Iya benar. Gak percaya cek aja di laman berita. Topik itu adalah topik paling hangat yang sedang dibicarakan dunia maya.


Milea kembali ke layar utama. Dengan cepat dia mengetik laman berita itu. Sudah beberapa hari ini dia jarang menyentuh ponselnya, jadi tidak tahu kalau ada berita seperti ini.


Dan benar saja, dunia maya tengah heboh dengan kejadian di malam acara pernikahan pengusaha muda keluarga Wijaya yang terlibat malam berdarah.


"BRIAN LAKSMANA KAMU DIPECAT!!" Cuplikan vidio pendek yang memperlihatkan kemarahan Zaky-pun tak luput Milea lihat.


Dia kembali men-Scroll kebawah memperlihatkan berita tentang dirinya, Zaky dan juga Brian.


Diduga cemburu, Manajer keuang Brian Laksmana nekat melakukan aksimanstrim yang justru mengenai Sekretarisnya. Pengusaha muda Zaky Alexander panik saat Sekretarisnya tak sadarkan diri? Benarkah Brian nekat melakukannya karna cemburu melihat kedekatan keduanya? Apakah ini kisah cinta segitiga?


Klik.


Milea melempar pelan ponselnya keatas meja. Tangannya perlahan memijat keningnya pusing. Bagaimana tidak? Dia menjadi topik utama yang digadang gadangkan mempunyai hubungan khusus dengan pengusaha muda Zaky Alexander. Terlebih adanya berita cinta segitiga antara dirinya dan juga dua orang pria itu, membuatnya tak tahu harus berbuat apa.


"Tapi... suara itu tadi..." Milea terdiam sesaat mengingat suara salah satu karyawan yang ada di sini tadi.


"Hahaa kau benar!"


"Tidak apa apa"


Brak


"Benar! Suara itu! Aku yakin suara itu adalah milik pelaku sebenarnya!" Hebohnya setelah menyamakan dua suara yang dia dengar.


"Dan... mata itu.. mata itu juga tidak asing. Aku harus selidiki lagi manajer baru keuangan itu." Milea bangkit berjalan menuju ruangan tempat manajer keuangan itu berada.


Tuing


Milea menyembulkan sedikit kepalanya di balik tanaman dekat ruangan manager keuangan itu. Terlihat di sana dua orang yang tadi dilihatnya tengah berbincang di depan pintu.


"Belum. Ada sedikit masalah tentang pengubahan---" belum selesai sekretarisnya berbicara, manajer itu langsung membekap mulutnya sembari melihat kanan dan kiri. Melihat itu dengan cepat Milea bersembunyi agar tidak ketahuan.


"Ssstt jangan kuat kuat. Kita bicarakan di dalam saja!" Manajer itu segera menarik tangan sang sekretaris untuk masuk kedalam ruangannya. Milea kembali perlahan bangkit lalu berjalan mengendap endap untuk mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Bagaimana?"


"Belum bos. Sedikit sulit untuk mengubah laporan keuangan bulan ini, mengingat tuan Zaky sepertinya telah menaruh seorang mata mata di bagian keuangan,"


Milea membulatkan matanya tak percaya. Cepat cepat dia mengeluarkan ponselnya lalu memasukkan ujung ponsel di bawah pintu agar merekam dengan jelas pembicaraan mereka di dalam.


"Cih. Ternyata dia masih menyelidiki kasus keuangan yang dikorupsi itu? Padahal aku sudah membuat Brian sebagai kambing hitam, yang seolah olah orang yang menyeludup uang perusahaan untuk dimasukkan kedalam kantong pribadi."


"Lalu bagaimana ini tuan?"


"Dengar. Bulan ini kau tidak perlu mengubah keuangan bulanan. Biarkan saja laporan aslinya tuan Zaky lihat."


"Kenapa tuan? Bukankah jika seperti itu akan ketahuan jika kita telah mengorupsi uang perusahaan?"


"Dengar! Tuan Zaky tidak serta merta akan percaya dengan kita. Dia sengaja menaruh mata mata di bagian keuangan untuk mentes kita. Jadi, kita harus meyakinkan beliau bahwa kita tidak mengorupsi uang itu. Buat beliau percaya bahwa orang yang mengorupsi uang perusahaan benar benar Brian."


"Anda benar benar pandai tuan!"


"Tentu saja. Zaky yang bodoh itu... bisa bisanya dia percaya bahwa orang jujur seperti Brian adalah pelakunya. Heh, benar benar menarik..."


BRAK


"Beraninya dia memanggilku bodoh?!" Milea diam saat Zaky menggebrak meja kesal setelah mendengarkan hasil rekaman suara yang dia ambil secara diam diam tadi.


"Akan ku buat mereka menyesal karna telah berani korupsi di perusahaanku. Dan akan ku beri tahu mereka, siapa sebenarnya orang bodoh yang mereka panggil itu!" Tekat Zaky dengan wajah memerah menahan emosi.


"Sabar tuan. Kita butuh rencana untuk mengungkapkan kedok mereka yang sebenarnya. Dan tentunya membuat mereka menyesal karna telah berurusan dengan anda. "


"Rencana? Rencana apa?" Tanya Zaky. Milea tersenyum lalu membisikkan rencana yang ia buat pada Zaky.


"Ide yang bagus. Aku setuju dengan rencanamu. Akan aku suruh anak buahku untuk menyiapkan semuanya." Sambut Zaky senang.


Milea terdiam sejenak, menatap ragu ragu tuannya itu. "Emm tuan.." panggilnya pelan.


"Iya?"


"Pelakunya kan sudah ketemu. Apa tuan tidak ingin mempekerjakan pak Brian lagi sebagai manajer keuangan anda?" Tanya Milea takut takut.


"Kenapa? Kau ingin mantan manager itu kembali bekerja di sini agar kau bisa bertemu dengannya lagi? Iya?" Sewot Zaky.


"Bukan, bukan begitu maksud saya tuan!" Geleng Milea cepat. "Lalu apa?!" Tanya Zaky setengah membentak.


"Tidakkah anda sadar tuan? Anda telah memecat beliau secara tidak terhormat di depan umum. Dan itu pasti berpengaruh pada reputasinya. Saya yakin saat ini banyak perusahaan yang menolak untuk mempekerjakan beliau karna berita heboh itu,"


"Saya mohon tuan. Pekerjakan beliau kembali, dan hapus berita tentang beliau. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf karna telah memecat beliau secara tidak terhormat di depan umum dan telah menuduh beliau mengorupsi uang perusahaan," pinta Milea sungguh sungguh.


Zaky diam sejenak lalu mengalihkan pandangan. "Baiklah. Akan aku lakukan." Jawabnya.


"Benarkah? Terima kasih tuan!!"


"Hmm. Tapi ingat! Aku mempekerjakan dia bukan karna kesalahanku itu. Tapi, aku melakukannya karna kamu!"


Milea yang awalnya berjingkrat senang seketika terdiam saat tuannya berkata dia melakukan itu untuk dirinya. Apa sebeharga itu dirinya di mata tuannya? Sampai sampai mau menuruti keinginannya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan tuannya.


Seketika Ge-er melanda...