
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Glen datang bersama Reyhan yang ia gendong
Setelah mendudukan Reyhan di samping istrinya, ia juga duduk di samping Reyhan, sedangkan di seberangnya ada, Dona dan Gion
Acara makan malam mereka di iringi dengan macam-macam pembicaraan, baik itu bisnis, dan hal yang lain
Sesuai dengan rencana mereka di awal, Glen bicara pada Dona untuk di beri nasihat hukum tentang bisnis barunya
Setelah Glen berhasil mengajak Dona keruangannya, tersisa Gion dan Serin, sedangkan Reyhan ia titipkan pada pelayan agar di bawa ke kamar
Serin menatap pria yang duduk di seberangnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, beriringan dengan senyum evil-nya
"Apa yang sebenarnya kau inginkan" tukas Gion membuka pembicaraan
"Santai! aku tau jika seluruh sidang sudah kalian sabotase bukan!" ucap Serin telak membuat Gion terdiam
"Jangan asal menuduh" ucapnya dengan nada penuh penekanan
"Menurutmu untuk apa aku menuduh jika tidak ada sumbernya" ucap Serin seraya mendorong pelan ponselnya kehadapan Gion, dimana di sana terdapat bukti transfer yang di dapatkannya kemarin
Gion yang awalnya menatap Serin dengan tatapan tajam, beralih pada ponsel
Matanya membulat ketika melihat data transaksi di ponsel Serin
"Dari mana wanita ini mendapatkan-nya" gumamnya dalam hati, pasalnya itu adalah salah satu rekeningnya yang ia sembunyikan, bahkan ia menyimpan asetnya di bank luar negri, agar tidak ketahuan oleh sang istri
"Kudengar putrimu sedang kuliah diluar negri" celetuk Serin seraya meminum Wine yang ada di gelasnya
Sedangkan Gion, ia terdiam ketika mendengar Serin menyebut putrinya, karena di satu sisi dia tau apa yang kemarin Serin lakukan pada Itada
"Jangan berpikir kau bisa mengancamku" tekan Gion dengan tatapan tajam yang tidak ia turunkan
"Aku tidak mengancammu! itu hanya perasaanmu saja, aku hanya mengatakan fakta! tentang perselingkuhan-mu dan anakmu yang sekolah diluar negri... apa aku salah bicara" ucap Serin dengan nada santai
"......" ~ Gion
"Aku ingin memberimu dua pilihan, ganti jaksanya, atau berita perselingkuhanmu akan tersebar dan berita-nya terdengar sampai ke telinga putrimu" ucapnya
"Jadi ini tujuan utamamu mengundang istriku! dasar wanita licik, kau menggunakan Dona untuk mendapatkan apa yang kau inginkan" sahut Gion
"Untuk bisa menjatuhkan monster seperti kalian, aku perlu menggunakan kelicikan! bukan kah itu impas" jawab Serin yang juga tidak kalah dengan Gion, ia juga melayangkan tatapan tajamnya
"Jangan berharap kau bisa membuatku tunduk di hadapanmu" tekan Gion dengan emosi yang mulai terpancing
"Kalau itu pilihanmu aku bisa apa" ucap Serin santai, lalu meraih kembali ponselnya yang ada di hadapan Gion
"Nikmatilah kehancuranmu bersama Willy" gumam Serin namun sukses di dengar oleh Gion
📞In Call-
"Leo! sebarkan seluruh bukti perselingkuhan Gion, aku yakin pihak media sedang membutuhkan bahan bahasan sekarang"
"Oke."
📞End Call-
"Apa yang kau lakukan" tanya Gion yang dari tadi sudah menahan emosinya
"Bukankah tadi aku memberimu dua pilihan! karena kau tidak memilih maka aku memilih, pilihan yang kedua sebagai hadiah untukmu" jawab Serin enteng seraya meletakkan ponselnya
Tinggg~
"Lihatlah ponselmu sekarang, berita mulai heboh! bagaimana jika kita main tabak-tebakan? apakah sekarang istrimu sudah tahu belum?!" ucap Serin, pada pria yang dari awal langsung mengecek ponselnya
"Aku bisa saja men-takedown berita-nya sekarang, asal kau menerima kesepakatan yang ku tawarkan... bagaimana?!" tawar Serin dengan smirk andalannya
"......" ~ Gion
"Cepatlah berpikir sebelum istrimu kembali, dan kau akan habis" ucap Serin membuat Gion agar lebih tersudut
"Apa kesepakatan-nya" tanya Gion dengan penuh keterpaksaan-nya
"Tapi sebelum itu takedown dulu berita-nya" tambahnya
Serin menerima permintaan Gion, lalu menelpon Leo, agar men-takedown berita yang sebenarnya tidak pernah ada, karena itu hanya akal-akalan Serin untuk membuat Gion panik
Sebelumnya Serin menyuruh Leo untuk membuat sebuah berita tipuan, sebagai rencana cadangan.. dan ternyata itu yang ia gunakan sekarang, Leo sudah lebih dulu meretas beberapa data Gion menggunakan Email-nya.. lalu mengirimkan iklan sebagai spam untuk bisa masuk lebih dalam, dan berita yang di maksud Serin hanya akan bisa dilihat oleh Gion, namun Leo membuatnya se-realistis mungkin, agar rencana mereka berjalan lancar
"Permintaan ku simpel! aku hanya ingin kau mengganti Jaksanya, menjadi Gery... dan ya! jangan sampai kau berani membuka mulutmu atas pertemuan ini, jika tidak ingin berita tadi tersebar luas" tukas Serin
Gion menghela napasnya, lalu menyetujui kesepakatan-nya, karena ia tidak mungkin ingin kehilangan kedudukannya karena berita perselingkuhan itu, ditambah putrinya sedang kuliah di fakultas terbaik, jika berita ini tersebar maka itu akan berdampak
Tapi jangan bilang wanita itu licik jika dia tidak berhianat
"Ku tunggu buktinya" ucap Serin, sedangkan Gion, pria itu hanya diam dengan tatapan tajam yang tidak ia turunkan
Beberapa menit setelah pembicaraan mereka selesai, Glen datang bersama Dona setelah selesai meminta nasihat hukum dari wanita itu
"Bagaimana pembicaraan kalian?" tanya Serin dengan raut wajah, seolah tidak terjadi apa-apa
"Berjalan lancar, mungkin nanti aku bisa bekerja sama dengan firma hukum bu Dona" jawab Glen dan di angguki oleh Serin
"Kemana putra kalian?" tanya Dona ketika tidak melihat kehadiran pria kecil, yang tadi juga ikut dinner
"Reyhan sudah mengantuk, jadi pelayan membawanya ke kamar" jawab Serin ramah
Wanita itu hanya mengangguk paham! sebelum akhirnya mereka berpamitan dengan Serin dan Glen
"......"
Setelah memastikan Dona dan suaminya pulang, Glen langsung melontarkan pertanyaan pada sang istri
"Bagaimana?" itulah yang ia ucapkan seraya merangkul pinggang istrinya
"Berjalan lancar" sahut Serin lalu mereka berdua masuk untuk kembali ke kamar
...***************...
Hari ini tanggal 4 januari, sedangkan sidang akan di mulai besok
Serin meraih ponselnya ketika dering ponselnya berdering
📞In Call-
"Katakan?"
"Aku berhasil menemukan data alumni sekolah Sherly"
"Lalu...!"
"Mungkin ini bisa membawa kita menemui alasan, kenapa kau dan Darin menjadi incarannya?!"
"Maksudmu?!"
"Aku akan menjelaskannya nanti"
"Oke."
"Kau sudah mengurus Andrew??"
"sedang di kerjakan"
"Baiklah, kita ketemu nanti"
📞End Call-
Setelah menerima telpon dari Geralt, ia kembali ke kelas, karena masih memiliki kelas
...****************...
Sesuai dengan perintah Serin, Geralt dan Aiden serta Doni, sedang berada di depan apartemen seseorang
Dengan santai-nya mereka menekan bel, dan menunggu sang pemilik membukakan pintu
Tidak butuh waktu lama, keluar seorang pria dari dalam apartemen
"Kalian siapa?" tanyanya berdiri di ambang pintu
"Kalian siapa?" bingungnya
"Tenanglah, duduk dulu di sini" ujar Doni yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan itu
"Yak! kalian siapa, beraninya masuk ke apartemen orang sembarangan, aku bisa melaporkan kalian, karena menerobos masuk" marahnya tidak terima
"Owhh santai Bro! kenapa tidak buatkan tamu mu minum lebih dulu?" ejek Aiden lalu terkekeh dengan yang lain
"Yak!!!" teriaknya kesal akan ucapan Aiden
Tanpa buang waktu Geralt langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah vidio padanya
Dimana Vidio itu memperlihatkan ketika Andrew sedang merekam seorang siswi yang menggunakan rok pendek dari bawah didalam bus, dengan ponselnya secara diam-diam
"D-dari mana! .... siapa kalian sebenarnya?" ucapnya menatap ketiganya secara bergantian
"Menurutmu bagaimana jika aku memberikan ini pada pihak audit?!" tanya Geralt seraya memasukkan kembali ponselnya
"Apa yang kalian inginkan dariku!" ucapnya dengan nada penuh penekanan
"Mundurlah dari kasus Willy! ah tidak... mungkin Gion akan segera menyuruhmu mundur dari kasus itu" ucap Geralt
Belum sempat pria itu menjawab ucapan Geralt, notifikasi pesannya sudah lebih dulu berbunyi
Setelah melihat pesannya, pria itu lantas menatap ketiga pria yang sedang duduk di sofa, lalu kembali pada ponselnya untuk menelpon seseorang
Brakkk
Sebelum Andrew melakukan sesuatu dengan ponselnya, Geralt sudah lebih dulu, menembak tepat di samping Andrew hingga pria itu kaget dan menjatuhkan ponselnya
Seketika pria itu diam tak bergeming, badannya bergetar karena kaget, sebab sedikit saja ia bergerak maka pelurunya akan mengenai telinganya
"Jangan berpikir untuk memberikan info pada pihak yang kau bela, lebih baik sekarang kau pergi berlibur keluar negri" ucapnya seraya melemparkan sesuatu ke atas meja
Sebuah tiket, ponsel dan sebuah amplop coklat berisi uang tergeletak di atas meja
"Datanglah saat sidang sudah selesai! dan jangan berani membuka mulutmu" tekan Geralt, lalu pergi begitu saja dari sana, bersama 2 anak buahnya, sedangkan pria itu terdiam, lalu beralih pada amplop uang yang ada di atas meja
"......"
"Kau yakin dia akan menurut?!" tanya Doni ragu
"Jika dia tidak menurut, gampang!" sahut Geralt menoleh sekilas ke gedung Apartemen, lalu masuk kedalam mobil diikuti Doni dan Aiden
...****************...
"Rin! kau di panggil dekan" ujar seorang mahasiswi lain yang sekelas dengannya
Serin lantas menatap kearah temannya secara bergantian, bingung kenapa dia di panggil
"Aku pergi dulu!" ucap Serin lalu pergi sendiri keruang dekan
"....."
"Permisi! bapak memanggil saya?!" tanya Serin seraya masuk kedalam ruangan, setelah tadi sempat mengetuk pintu lebih dulu
"silahkan duduk" ujar seorang pria, yang memiliki jabatan sebagai dekan di kampus tersebut
"Kalau boleh tau! kenapa bapak memanggil saya?!" tanya Serin sopan
Tapi pria itu hanya diam, lalu meletakkan sebuah kertas di atas meja
Serin meraih kertas itu, lalu melihatnya, matanya membulat sempurna ketika melihat jika itu adalah akta pernikahan-nya dengan Glen
"Bagaimana ini bisa ada bersama bapak?!" lirihnya
"Jadi selama ini kau sudah menikah?! kau tau bukan.. jika kampus ini tidak menerima dan menantang keras siswa yang sudah bersuami atau beristri, untuk masuk ke kampus ini!"
"Sebentar pak! saya bisa jelaskan ini?!" ucap Serin agar permasalahan ini tidak berlanjut lebih lama
"Apa lagi yang ingin kau jelaskan semuanya sudah jelas, kau membohongi pihak kampus!" ucapnya
"Glen memasukkan ku lewat apa?!" gumamnya dalam hati
"Maaf pak sebelumnya! kalau boleh saya tahu, bapak dapat info dari mana?!" tanyanya hati-hati
"Itu tidak penting, sekarang katakan pembelaanmu untuk ini?!" jawab dekan
"Maaf pak! tapi apa saya bisa menelpon sebentar?!" izinnya sopan, tapi untungnya dekan mengijinkannya
Serin langsung keluar dari ruangan itu untuk menelpon suaminya
📞In Call-
"Apa?!"
"Kemarin bagaimana kamu bisa mendaftarkanku masuk kuliah?!"
"Kenapa emangnya?!"
"Jawab saja?!"
"Lewat pimpinan-nya lah, mau lewat apa lagi?!"
"Kalau gitu kamu bicara dan jelaskan pada dekan?"
"Iyaa.."
Serin kembali masuk, dengan sambungan telpon yang masih terhubung dengan Glen
"Maaf pak! tapi bisakah bapak menerima telponnya?!" tanyanya sopan
Dekan mengangguk lalu meraih ponsel Serin
"Hallo!"
"Maaf pak! saya Glen suami Serin... saya hanya ingin mengatakan, kalau Serin bisa masuk kesana atas izin dari pimpinan langsung, dengan syarat dia tidak membeberkan dirinya sudah bersuami sampai selesai kuliah"
"Hmm. Benarkah! saya akan menanyakan-nya langsung pada pimpinan"
"Baik pak"
"Ini" ujar dekan memberikan kembali ponsel Serin
Lantas Serin meraih kembali ponselnya, lalu mematikannya tanpa kembali bicara pada suaminya
"Yasudah! aku akan mengurus ini dengan pimpinan, kau bisa kembali ke kelas" ucap dekan
Serin pergi setelah pamit pada dekan, tapi di otaknya masih menyimpan banyak pertanyaan, siapa orang yang sudah memberikan berita ini pada dekan, karena identitas asli Serin hanya di ketahui oleh pimpinan, serta teman-temannya
"......"
"Bagaimana Rin!" tanya Dilla ketika melihat temannya itu kembali ke kelas
"Ah. hanya masalah tugas" bohongnya dihadapan temannya, serta beberapa orang yang mungkin mendengar ucapannya
Serin mendudukkan dirinya di kursi, lalu menatap kesekitar ruangan, seolah sedang mencari petunjuk, siapa orang yang sudah mengadukannya
"Kau yakin hanya tugas?!" tanya Dilla sekali lagi
"ada orang yang sudah mengadukanku pada dekan, jika aku sudah menikah" jawab Serin agak berbisik agar tidak terdengar siapapun, selain mereka berlima
"Tapi siapa!" sahut Joshua, wanita itu hanya menggelengkan kepalanya "aku juga tidak tau" jawabnya
"Kau tidak mencurigai kami kan?!" seru William
"Ya tidaklah! aku yakin kalian tidak akan melakukan itu, karena tidak ada untungnya juga bukan, bagi kalian?!" ucap Serin
"Iyaa sih!" sahut Ravin dan di angguki oleh yang lain
"Tapi tetap saja aku penasaran, siapa yang mengadukanmu?!" ucap William
"Kau saja penasaran, apalagi aku" sahut Serin, sukses mendapat anggukan setuju dari teman-temannya
Ia juga sedikit tidak paham, padahal menurutnya, dirinya tidak pernah mengusik anak kampus, hingga bisa membuat orang itu mengadukannya pada dekan.
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.