
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Pukul 12.32 ... 8 menit sebelum Serin melumpuhkan Broker A
Charless dan Stefan mengendap masuk keruangan sang broker, dengan setenang mungkin tanpa ketahuan oleh pria yang sedang berdiri dibelakang Serin
Sebelum datang, Serin dan anak buahnya sudah bersiap lebih dulu, untuk setiap kemungkinan yang akan membahayakan mereka
4 anak buah Serin yang berjaga diluar, melemparkan sebuah kaleng kecil yang sudah di rancang sedemikian rupa, dimana didalamnya terdapat gas yang dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran
Setelah 20 menit Serin masuk kedalam, mereka langsung melemparkan itu kesebagian tempat dimana anak buah Broker A, berjaga sedangkan yang menjaga di depan ruangan sudah di atasi oleh Charless dan Stefan tanpa keributan
Mereka berdua, memasukkan sesuatu kedalam botol minuman, dimana dari botol itulah minuman yang Serin suguhkan kepada sang broker
Saat Serin berbalik menghadap pria itu, Charless dan Stefan langsung bersembunyi di tempat yang aman diruangan itu
****Pukul 12.41**** ... setelah berhasil melumpuhkan Broker A
Setelah berhasil membuka ponsel milik pria itu, Serin langsung memeriksa dan mencari sesuatu dari ponselnya mungkin saja yang ia datangi adalah orang yang tepat
Matanya melihat setiap nama yang tersimpan di kontan telpon
"Kalian berdua, bereskan dia... aku akan menunggu di mobil" titah Serin pada anak buahnya yang sudah berdiri di sana, saat Serin menyuntikkan racun ke tubuh Pria itu
Serin melenggang pergi dari sana dengan senyum kemenangan, serta ponsel yang berhasil ia dapatkan
"......"
"Kalian ber-empat geledah seluruh tempat ini, dan temukan dimana pria itu mengurung para korban" titahnya pada 4 pria yang sedang berdiri di depan pintu mobil
Saat Serin sedang menuju kemobilnya, senyum tertarik di bibirnya ketika mendapatkan apa yang ia inginkan dari ponsel sang Broker
Bukan nomor Caroline yang ia temukan melainkan nomor Dwyne ketua dari Vsc.lab
Lantas wanita itu meraih ponselnya untuk menelpon seseorang
📞In Call-
"Kenapa kau pergi sendiri?"
"Tidak perlu khawatir, kita sudah dapat targetnya"
"Aku sedang dalam perjalanan kesana, tunggu!"
"Oke. kabari tim 2 untuk segera menyusul"
📞End Call-
Baru saja ia menutup telponnya, terdengar suara ketukan dari jendela kaca mobil, sontak wanita itu langsung menurunkan kaca mobilnya
"Kami menemukan-nya, tapi sepertinya kita perlu akses langsung dari Pria itu" jelas sang anak buah
Mendengar penjelasan anak buahnya, Serin langsung turun dan pergi menuju tempat yang di maksud anak buahnya
Disana ada Charless dan Stefan yang baru saja datang beberapa detik sebelum Serin
Serin mengetuk akses masuk dari ruangan itu, ia mencoba memanggil orang di dalam tapi tidak ada jawaban
Wanita itu lantas menoleh kearah sang broker yang terduduk tidak sadarkan di samping Stefan
"Ambil sebuah botol kecil beserta suntikannya di tasku yang ada di mobil" titah Serin sontak Charless langsung pergi untuk mengambilnya
Berselang 3 menit akhirnya Charless kembali dengan di ikuti Geralt dan yang lain,,, yang juga baru datang
Serin langsung menyodorkan tangannya, untuk meminta apa yang tadi ia suruh
Setelah mengisi suntikan itu dengan cairan, wanita itu langsung menyuntikkan-nya ke nadi pria itu
Jika Serin tau dari awal bahwa Broker A lah penyuplai yang ia cari, maka tadi ia tidak akan meracuninya, untungnya dosis yang ia berikan tidak banyak
"Paksa dia untuk berdiri dan biarkan alatnya memindai iris matanya" ~ Serin
Setelah memastikan pria itu sadar, Charless dan Stefan langsung menghadapkan-nya pada pemindai, karena akses masuk kesana hanya bisa di buka dengan iris mata sang broker
Setelah akses masuknya terbuka, Serin dan yang lain masuk kedalam, sedangkan dua anak buahnya ia suruh untuk menjaga pria itu
Ada setidaknya 30 orang dewasa dan 5 anak kecil dan itu termasuk 5 anak panti, yang dimana data mengatakan jika mereka telah di adobsi, tapi nyatanya mereka di sekap ditempat seperti itu
Serin berdiri sambil menenggerkan kedua tangannya di pinggang
"Minta setengah anak buah untuk datang kesini... bawa semua para korban dan, amankan seluruh anak buah pria itu, termasuk dia" titah Serin dan di iyakan oleh seluruh anak buah yang bersama dengannya
"Apa kita akan menyerahkan-nya pada polisi?" tanya Geralt
"Tidak! bawa mereka semua kegudang, dan jangan sampai ada yang lolos... aku masih memerlukan mereka untuk membongkar kebusukan Vsc.lab" jelas Serin dan hanya di angguki paham oleh Geralt
...****************...
Gudang ... pukul 15.27
📞In Call-
"Iyaa Serin!"
"Pak, kami baru saja membebaskan 30 imigran gelap, sekarang mereka sedang di kirim kerumah sakit untuk di obati"
"Baiklah! aku akan mengurus sisanya"
📞End Call-
Serin meletakkan ponselnya di atas meja, seraya mengusap kasar wajahnya
"Bagaimana keadaan anak panti?" itulah pertanyaan pertama yang ia lontarkan
"Zeon dan bawahannya sudah mengurus semuanya, para perawat juga sudah di amankan" jelas Geralt
"Lalu bagaimana dengan pihak yang bekerja sama dengan mereka untuk percobaan obat?" ~ Serin
"Edward dan Luke sedang melacak siapa saja yang terlibat dengan panti" jawabnya dan hanya mendapat anggukan dari Serin
"Kalian urus dulu mereka, aku ingin pulang" ucap Serin berdiri dari duduknya
"Ah. iya... kalian berempat nanti malam datanglah kerumahku" ujarnya lalu pergi begitu saja di ikuti Geralt yang sudah pasti akan mengantarnya
"Apa kau tidak mau melihat keadaan pria itu dulu?!" tanya Geralt saat mereka melewati ruangan di mana Broker A dan anak buahnya di tahan
"Aku malas, dan ingin segera pulang dan membersihkan diriku rasanya ada noda besar di tubuhku" sahut Serin
"Kenapa?" tanya Geralt seraya membukakan pintu mobil untuk bosnya itu
"pria menjijikan itu menyentuhku dengan tangan kotornya" sahut Serin seraya memasang seatbelt-nya
"untung dia tidak berbuat hal diluar batas padamu" sahut Geralt yang mulai melajukan mobilnya untuk mengantar Serin
"Najis! kau gila... kalau sampai dia menyentuhku, mau menatap Glen dengan wajah apa aku" jawab Serin
Pria yang sedang fokus menyetir itu hanya menggendikkan kedua bahunya sambil terkekeh kecil, mereka berdua memang terbiasa bicara santai satu sama lain layaknya seorang teman walau umurnya terpaut 3 tahun dari Geralt
...****************...
Serin melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, ia sedikit kaget ketika melihat kedua orang tuanya sedang duduk dengan santainya di ruang tamu bersama Reyhan
"Mah! Pah! kapan kalian datang" serunya sontak membuat atensi dari 3 orang itu beralih padanya
"Baru saja" sahut sang ibu
"Yasudah! kalian nikmati saja waktu kalian, aku ingin ke kamar dulu" ujarnya lalu pergi dari sana untuk segera membersihkan dirinya
...****************...
"Apa semuanya sudah beres Vin?" tanya nya pada sang sekertaris, dan tentu saja wanita yang sedang berdiri di samping meja kerjanya itu mengangguk tanda semuanya sudah selesai
"Yasudah! aku akan pulang lebih dulu, jika kau ingin pulang, pulang saja.. jangan lupa untuk datang malam ini, istriku menyuruh untuk mengundangmu" ucapnya seraya meraih jas dan tas kantornya
"Baik pak" sahut Vina sopan
Glen hanya mengangguk dan pergi dari ruangannya untuk pulang
...****************...
"Glen!" seru Serin yang sedikit kaget karena tiba-tiba suaminya itu duduk di tepi ranjang
"Kapan kamu datang!" tanyanya seraya berjalan menuju sebuah tas yang tergeletak begitu saja di atas ranjang, siapa lagi kalau bukan suaminya yang meletakkannya di sana
"5 menit yang lalu" sahutnya dengan mata yang fokus pada ponselnya
Tidak ada jawaban dari wanita yang sedang meletakkan tas kantor Glen di tempat seharusnya
"Apa kamu sudah membelikan hadiah?!" tanyanya pada sang suami
"Hmm." sahutnya
"kapan orang tuamu sampai?!" tanya Glen beralih pada sang istri
"mungkin satu jam yang lalu!" sahut Serin karena ia juga tidak tau pasti kapan orang tuanya itu datang
"Pergi mandi sana! ini sudah jam 17.00" ucap Serin dan di iya-kan oleh pria itu
Setelah Glen masuk kedalam kamar mandi, Serin keluar dari kamar setelah menyiapkan pakaian Glen
...****************...
"Sedang apa?" tanya Serin yang baru datang, seraya mendudukkan dirinya disofa
"melihat ini" sahut Reyhan
Wanita itu mengerutkan dahinya ketika melihat anaknya itu memegang buku tebal di tangannya
Seketika Serin memicingkan matanya, "dari mana kamu dapat buku ini Reyhan!" tanyanya pada sang putra
"nenek yang memberikannya padaku bu! katanya kalau anak pintar harus tau ini" jawabnya polos
"Mamah!" tegur Serin pelan, pasalnya buku yang di pegang Reyhan adalah buku kedokteran milik ibunya
"Tidak apa! ada baiknya kalau dia belajar dari sekarang. aku melihat jika cucuku pintar, aku yakin dia bisa menjadi dokter yang hebat" sahut ibunya enteng tanpa menatap Serin melainkan fokus pada Reyhan, tatkala sesekali ia mengelus lembut kepala cucunya
"Aku tidak ingin, mengatur cita-cita Reyhan... apapun yang menurutnya senang ia lakukan, maka aku akan mendukungnya selagi itu positif" tutur Serin, sukses membuat kedua orang tuanya bungkam karena merasa tersindir akan ucapan putrinya
"Sayang letakkan itu! kita mandi sekarang" ajak Serin seraya mengambil buku yang tadi di pegang oleh putranya
"Mah! kalian bisa istirahat dulu, bibi Sella sudah menyiapkan kamar untuk kalian istirahat" ucapnya sebelum akhirnya pergi dari hadapan sepasang suami istri itu
...****************...
Tidak banyak tamu yang di undang hanya keluarga terdekat dan orang kepercayaan Glen yang hadir
Tidak ada teman sekelas Reyhan yang di undang Serin, karena baginya tidak ada teman yang membully temannya sendiri seperti itu, karena itu,,, acara itu hanya di hadiri oleh orang-orang terdekat saja
Dan dia berharap di sekolah baru Reyhan, nantinya dia akan mendapatkan teman yang baik untuknya
Semua orang sudah berkumpul di halaman belakang, sebelum acaranya mulai.. datang 4 pria yang sudah di undang Serin sebelumnya untuk datang bersama seorang gadis kecil
"Luna!" seru Reyhan yang sedang berdiri di tengah-tengah antara orang tuanya
"Bukankah ini yang kamu ingin!" ucap Serin menyamakan tingginya dengan Reyhan dan di angguki oleh pria kecil itu
Lantas ia berlari kecil menuju ke-empat pria yang sering bermain dengannya jika ikut ke gudang dengan ibunya
Reyhan mengajak gadis kecil itu, untuk ikut bersamanya... hanya ada 3 anak kecil di sana, anak detektif Jung, Luna dan Reyhan
"Apa ada panggilan dari ponsel pria itu?" tanya Serin pelan pada Leo
"Tidak! tapi pesan... mereka meminta agar anak panti di kirim besok" jawab Leo pelan
"Besok kita bersiap!" sahutnya dan di angguki oleh Leo
Setelah pembicaraan singkat tadi, wanita itu beralih pada anak dan suaminya
Acara di mulai dengan penuh kebahagiaan, begitu juga Luna yang tersenyum manis ketika Reyhan menepati janjinya dan bisa melihat pesta ulang tahun
Tiba waktunya untuk memberikan hadiah, semua orang memberikan hadiahnya termasuk Serin dan Glen
"Kamu ingin hadiah apa sayang!" tanyanya lembut pada sang putra yang sedang di gendong oleh Glen
"adik perempuan" jawabnya, "permintaan yang bagus sayang" sahut Marisa senang dan di ikuti tawa dari yang lain
Sedangkan Serin hanya menarik senyum paksanya sambil menatap julid kearah suaminya
Dia tau jika permintaan ini bukanlah dari Reyhan, melainkan hasutan dari sang suami
Semuanya berjalan dengan lancar, mereka menikmati waktu singkat nan membahagiakan diiringi tawa setelah ketegangan tadi siang
...****************...
Acara kemarin meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga kecil yang kini masih tertidur, sambil memeluk satu sama lain
Bunyi dering Alarm membuat Serin terbangun untuk mematikannya
Sedangkan 2 pria yang tidur dengannya, masih tertidur pulas tanpa terusik ketika dering alarm berbunyi
Serin beranjak dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi
Butuh waktu sekitar 30 menit, akhirnya wanita itu keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkapnya
Karena Glen hari ini tidak ke kantor, jadi ia bisa memastikan bahwa putranya itu aman di rumah
Sebelum pergi, Serin sudah lebih dulu menyiapkan sarapan untuk keduanya
"Aku pergi" gumamnya lalu mencium sekilas kening suami dan anaknya yang masih pulas tertidur
...****************...
Sampai dikelas Serin langsung mendudukkan dirinya di kursinya
Tidak beberapa lama setelah kedatangannya datang Dilla dan William yang juga langsung duduk di kursi mereka masing-masing
"kau sudah lama datang?" tanya Dilla, sedikit mendekatkan kursinya kemeja Serin
"Hmm. baru saja" jawabnya
"Oh iya Rin! kau tau kenapa akhir-akhir ini sifat Ravin berbeda?!" tanyanya sambil memainkan ponselnya sebentar, lalu beralih pada wanita yang tadi di tanyainya
"Berbeda! beda bagaimana?!" sahut Serin
"Iya. beda! walau dulu juga tidak banyak bicara, sekarang malah makin irit bicara" jawab Dilla
"Mungkin dia sariawan!" ucap William yang tiba-tiba saja sudah duduk di samping meja Serin juga, dan sekarang saling berhadapan dengan Dilla
"sariawan selama itu" tanya Dilla
"Ya bisa saja, kan!" sahut William enteng
"Sudah-sudah. mungkin dia sedang tidak mood bicara saja" lerai Serin pasalnya dua temannya ini mulai memasang ekspresi nyolot satu sama lain
Sebenarnya ia juga sadar akan perubahan Sifat Ravin yang makin irit bicara
"Ravin!" lirih Serin ketika melihat kedatangan pria yang sedang mereka bicarakan
"Pagi!" sapanya singkat lalu duduk di kursinya
"Nah, kan ku bilang apa!" ucap Dilla dengan nada teramat pelan pada William
"benar juga!" balas William "Hishh.. sudah kubilang tidak percaya" ujar Dilla, sedangkan Serin hanya bisa menggelengkan kepala-nya ketika dua temannya itu bergosip di mejanya
"Cepat kembali sana dosen masuk" ujar Serin seraya meletakkan ponselnya kedalam tas, karena pembelajaran akan segera di mulai
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.