
rarapun dengan cepat berlari dan membawa brangkar
ren tolong bantu angkat ibu ini. ucap rara
ha!!! ra jangan gegabah loh liat bu itu tulang lehernya patah kalau lo angkat dengan asal-asal bisa-bisa ibu ini meninggal. ucap rena
gue udah pikirin itu makanya aku kasih penyangga di lehernya. kamu cukup ikuti aba-aba dari aku, ok dan jangan membantah. ucap rara
ok ok ok. ucap rena yang merasa takut
ok ren kamu siap-siap yah, dengerin aba-aba aku. satu dua tiga angkat.ucap rara
tunggu dulu, kamu jangan angkat pasiennya. ucap dokter marco
kenapa? ucap rara
karena badan ibu ini lebih besar dari kalian, tunggu sampai perawat datang dia segera kesini. ucap dokter marco
tapi dok, bu ini nggak bisa menunggu terlalu lama, jika perawat mu tidak datang tepat waktu ibu ini akan meninggal. ucap rara yang sudah sangat emosi karena dokter marco melarangnya, yah walaupun rara tak begitu yakin juga untuk mengangkatnya
beberapa saat kemudian perawatpun datang dan membawa tandu untuk mengangkatnya dan cepat-cepat berlari menuju ke RS tersebut
rarapun ikut dengan perawat tersebut untuk melihat keadaannya, disisi lain rena dan marco jalan bersama.
apa kabar ren. ucap dr. Marco
alhamdulillah baik, kamu sendiri. ucap rena yang masih canggung pasalnya marco dan rena dua sejoli yang sangat serasi waktu semasa kuliah di australia, mereka berpisah karena orangtua marco tidak memberi restu sebab rena dianggap gadis pembawa sial.
aku juga baik ren, em kalau boleh tahu apa hubungamu dengan rara? ucap marco
gue sepupunya. ucap rena yah walaupun gue cuma sepupu angkat doang batin rena
oh begitu. ucap dr.marco bodohnya gue kenapa gue nggak pertahanin hubungan gue sama rena yah dulu,kenapa juga harus kemakan omongannya bella, ish ren apa loh masih ada rasa sama gue nggak batin dr. marco
co, ayo rara udah didalam jangan sampai dia buat keributan di dalam. ucap rena
ah, iya sorry sorry sorry. ayo kita susul dr. Lin ucap marco sambil menarik tangan rena
iya, co tapo nggak usah pegang tangan gue yah. gue bisa pergi sendiri kok. ucap rena
ah!!! sorry sorry gue refleks. ucap dr. marco
beberapa saat kemudian dr.marco dan rena menyusul rara dan sampai ke RS seperti dugaan rena, rara membuat ulah lagi. renapun berlari dan melerai pertengkaran antara rara dan perawat cewek yang sangat centil
ra, berhenti ra jangan buat rusuh ini RS. ucap rena
ren dia duluan cari masalah sama aku, Aku hanya memeriksanya aja kok tapi perawat yang mirip ondel-ondel ini melarangku. ucap rara yang sudah emosi
sambil melirik marco renapun meminta marco untuk menjelaskan semua ini
perawat cindy biarkan nona ini yang memeriksanya dia juga seorang dokter. ucap marco
tapi dok dia tidak bekerja di RS ini. ucap perawat cindy yang tidak terima
perawat cindy dia adalah Dr. Lin. ucap marco dengan lantang
semuanya yang berada di ruang UGD pun syok dengan ucapan dr. marco pasalnya Dr. Lin dikenal sebagai profesor muda yang sengaja di undang untuk oleh Direktur RS tapi tidak ada yang tahu jika Dr.Lin adalah seorang wanita mereka pikir Dr. lin adalah pria.
beberapa saat kemudian Direktur RS datang ke ruang UGD karena melihat banyak orang yang berkerumung disana.
rara. ucap direktur (paman arga saudara bunda arga)
uncel. ucap rara yang shok karena gara-gara dirinya terjadi kekacauan ini
ada apa ini. ucap Direktur
begini Dok nona ini memaksa untuk memeriksa pasien alasannya karena dia juga seorang dokter. ucap perawat cindy
dr. marco tolong kamu ambil alih pasien ini dan rara tolong ikut uncel ke ruangan. ucap Direktur
iya uncel. ucap rara lirih dia takut kalau uncelnya ini melaporkannya pada daddynya sebab rara belum mengunjungi daddynya
aduh gawat ini kalau daddy tau aku buat masalah bisa-bisa aku di ceramahi 3 hari 3 malam nggak kelar-kelar batin rara