Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
B. A [Final Chp]


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...


Luke menghentikan mobilnya, karena di depannya ada kecelakaan kecil hingga menutup jalan


"Ada kecelakaan di jalan itu, tidak ada jalan keluar" ~ Leo


Luke menghela napasnya, lalu turun dari mobil dan masuk ke bagian belakang mobil


"Charless lihat foto yang ku kirim" ucap Luke bicara lewat earphone-nya


"Sebentar... jika kau berusaha membongkar dengan paksa atau menekan tombol yang salah, itu akan langsung meledak" ~ Charless


"sisa waktumu 1 menit 40 detik" ~ Leo


"kita masih punya waktu, Charless aku harus bagaimana?" ~ Luke


"Dengarkan aku baik-baik, singkirkan dulu peledak yang terhubung dengan tabuk bakteri antraks itu, pertama potong kabel merahnya... berikutnya kabel putih... lalu potong kabel daya tebal berwarna kuning" ~ Charless


"Sudah ku potong! terakhir?!" ~ Luke


"singkirkan semua kabel penghubung antara detonator dan peledaknya! kau bisa?!" ~ Charless


"Waktumu sisa 30 detik" ~ Leo


"aku berhasil" ~ Luke


"Keluarkan perlahan peledak itu dari mobil" ~ Charless


Dengan perlahan Luke mengeluarkan bom-nya dan langsung berlari keluar untuk membuang bom tersebut


"Luke!!!" ~ Edward


"Luke!!!" ~ Edward


mereka memanggil Luke, pasalnya tidak ada jawaban dari pria itu setelah mengeluarkan bom


Sedangkan Luke ia baru saja melemparkan bom tersebut ke arah sungai besar yang mengalir di dekat sana


Ia tidak berpikir apa-apa lagi, Luke pergi sejauh mungkin dari tempat itu, dengan sisa waktu 10 detik terakhir yang ia lihat saat melempar bom tersebut


"Selesai, bom sudah berhasil kita bereskan" ~ Luke


Semua orang bernapas lega setelah moment menegangkan itu, Luke juga menghela panjang napasnya setelah berhasil menyelamatkan banyak nyawa yang bisa saja tewas seketika jika bom itu meledak


...****************...


📞In Call-


"Setelah mempelajari riset dari catatan milik Dokter Jhon dan Anan sepertinya aku berhasil menemukan formula utama untuk pembuatan vaksinnya! periksa emailmu dan berikan itu pada FIN (Farmasi Ins Multinasional)"


"Baiklah"


📞End Call-


"Kasus Bakteri Antraks, pukul 23.00 resmi di tutup" ucapnya lewat earphone yang terhubung ke seluruh anak buahnya


"keyakinan adalah musuh kebenaran yang lebih berbahaya dari pada kebohongan" -Friedrich Nietzsche-


Setelah bergumam dan menutup kasusnya, entah kenapa pandangannya seketika buram dan berakhir dengan hilangnya kesadaran


Glen dan Charless yang waktu itu berada di luar tirai plastik yang mengarantina Serin, langsung memanggil dokter


Tidak beberapa lama dokter datang untuk memeriksa keadaannya


Dokter menghela napasnya sebelum bicara


"Karena seharusnya pasien istirahat, tapi dia memaksakan diri itu membuat kondisi-nya drop, bahkan virusnya sudah mulai menyebar keseluruh tibuhnya lewat luka-nya, jika pusat pengendalian dan pencegahan penyakit tidak berhasil menemukan vaksinnya, maka dalam beberapa jam seluruh virus akan menguasai tubuhnya" jelas dokter


Dari penjelasan dokter, Glen sudah tidak bisa tenang lagi, mau berbuat apa, ia bingung sekarang pikirannya Blank


"Tenang! pihak FIN sedang membuat Vaksinnya... sebelum tidak sadar, Serin sudah lebih dulu mengirimkan risetnya untuk pembuatan vaksin" ucap Charless yang di beritahu Geralt lewat earphone yang masih terhubung


Mendengar itu setidaknya Glen masih bisa bernapas lega


"Aku yakin Serin pasti akan sadar! dia wanita yang kuat" ucap Charless seraya menepuk pundak Glen lalu keluar dari sana, karena ingin bicara hal lain dengan Geralt


Glen menatap lekat wajah istrnya yang terbaring lemah dengan wajah pucat, lewat tirai tembus pandang itu


"apa sejauh itu kau mengorbankan dirimu sampai tidak memikirkan dirimu sendiri" gumam Glen tersenyum miris


...****************...


Anan sudah di amankan dan di serahkan ke pihak kepolisian, sedangkan Lodi, dia sudah tewas di tempat saat peluru tim sniper menyentuh jantungnya


"Terimakasih atas kerja keras kalian" ucap Arthur berterimakasih, karena jika bukan bantuan tim Serin mungkin ini tidak akan berakhir dengan happy ending


Jam sudah menunjukkan pukul 23.05, semua para tamu dari petinggi-petinggi negara lain, keluar dari ruangan tanpa tau kejadian apa tadi yang sudah terjadi, karena semuanya sengaja di sembunyikan agar tidak menimbulkan masalah lain, ditambah ruangan itu ruangan khusus yang tentu saja kedap suara dan tidak akan tahu situasi apa yang terjadi di luar


...****************...


Waktu terus berjalan, semua orang di lab sedang lalu lalang untuk membuat formula vaksin yang tepat


"Kami berhasil membuat vaksinnya" ujar salah satu pegawai Lab, dengan bantuan rancangan rumus yang di berikan Serin, mereka berhasil menyempurnakan vaksinnya, yang siap untuk di berikan pada para pasien


Alena keluar dari FIN setelah memastikan vaksinnya telah di temukan, bahkan di jam yang sudah menunjukkan pukul 00.10, para wartawan masih berkumpul di depan gedung FIN


"Penyakit paru-paru akut yang menewaskan 42 orang, disebabkan oleh Virus Hemoragik baru, dan kami berhasil mengembangkan vaksin untuk penyakit ini, para pasien yang sedang dalam perawatan pulih dalam waktu singkat" ucap Alena memberikan informasi yang konkret pada media


...****************...


Pukul 10.00 pagi, Rumah Sakit


"Kenapa istri saya belum bangun dok?!" tanya Glen karena seperti yang ia lihat kebanyakan pasien sudah sadar setelah diberikan vaksin


"Tidak perlu khawatir, ini karena kemarin dia terluka, dan terlalu banyak terkontaminasi dengan virus, membuatnya memerlukan waktu untuk sadar" jelas dokter dan hanya di angguki oleh Glen


"Bagaimana keadaan Serin?!" tanya Geralt yang baru datang, kemarin ia juga sempat datang untuk melihat keadaan Serin sebentar


"Masih sama" sahut Glen


Mereka berdua duduk di dekat ranjang Serin, karena sudah di Vaksin, Glen meminta agar Serin di pindahkan keruang privat


"Kau beruntung Glen, bisa memiliki wanita seperti Serin" celetuk Geralt sukses membuat Glen menoleh ke arah pria yang duduk disampingnya


"Dia rela mempertaruhkan apa saja yang dimilikinya untuk orang yang menurutnya berarti baginya maupun orang yang membutuhkan bantuannya! dia memang terlihat jahat dan licik di mata musuhnya, tapi sebenarnya dia hanya seorang wanita lembut yang menyimpan seribu ketakutan! tapi teriakan minta tolong dari sebagian orang lah, yang membuatnya kuat... aku hanya ingin mengatakan jangan pernah terlintas di pikiranmu sekalipun, untuk mendapatkan yang lebih dari pada yang kau miliki sekarang, bersyukurlah atas apa yang kau miliki sebelum kematian membuat sebuah penyesalan yang mendalam" tutur Geralt sukses membuat Glen diam karena tidak bisa membalas ucapan Geralt


"Kau tau! dulu saat dia masih berhubungan dengan Jayden, ia mengalami hal yang tidak seharusnya di alami oleh wanita yang masih berstatus sebagai seorang pacar! dia tidak sekuat yang dilihat dari luar, saat ia berhasil keluar dari depresi-nya, Serin mencoba menjalin hubungan tapi itu gagal dan berakhir sakit,,, tapi ia kembali berdiri dan mencoba menjadi wanita kuat, lalu menjalin hubungan bersama Jayden, tapi hasilnya sama.. ia masih terlalu lemah... bahkan saat itu ia dipaksa dan dipukul, karena Serin tidak mau menyerahkan mahkota-nya untuk memuaskan pria brengs*k itu, dan malah dirinya yang berakhir di selingkuhi, dari perlakuan itu Serin bangkit menjadi wanita yang benar-benar kuat, seperti sekarang! wanita yang akan menggunakan kelicikannya pada orang yang tepat, Dia terlalu lemah dalam masalah percintaan dan perasaan, jadi tolong jaga perasaannya sebaik mungkin, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri, dan aku harap aku tidak akan pernah melihatmu berani main tangan lagi pada Serin seperti waktu itu" ucap Geralt, entah kenapa mulutnya lancar sekali menceritakan seluruh kisah yang mungkin belum Glen ketahui


"Mungkin ini alasan Serin sangat membenci Jayden" gumamnya dalam hati


"Hmm. mungkin aku tidak tahu keseluruhan cerita Serin, tapi aku tidak akan mungkin menyia-nyiakan berlian hanya untuk sebuah berlian palsu" balas Glen


"Maafkan aku untuk itu, aku terlalu emosi waktu itu" tambah Glen dan hanya di angguki oleh Geralt


"Aku pergi dulu! tolong kabari aku jika Serin sudah sadar, kami semua sedang menunggu kepulihannya" ucap Geralt lalu pergi dari sana, menyisakan Glen dan Serin


...****************...


Karena kondisinya sudah membaik selama dua hari ini, dokter mengizinkan-nya untuk pulang


"Apa kamu sangat suka membuatku khawatir?!" tanya Glen pada wanita yang duduk bersandar di sampingnya


"Hmm. bukankah rasanya seperti naik roller coaster" sahutnya enteng, tanpa membuka matanya dan tetap asik menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi mobil


"Berhentilah membuatku khawatir, lama-lama jantungku bisa lemah jika terus mengkhawatirkan-mu" ucap Glen membawa istrinya untuk bersandar pada bahunya


...****************...



"Ibu merindukanmu sayang!" ucapnya seraya mengecup kening anaknya


"Kenapa ibu pergi lama sekali? apa tempatnya sangat jauh?!" tanyanya


Serin mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Reyhan, "Hmm. perjalanan ibu sangat jauh, sekarang ibu lelah kamu main dengan Ayah atau kak Lili dulu ya" ucap Serin dan di angguki oleh Reyah


Glen memang tidak mengatakan jika Serin sebenarnya ada di rumah sakit, dan memilih memberi alasan jika Serin sedang pergi keluar kota



Saat Serin ingin memeriksa ponselnya, Glen sudah lebih dulu merebutnya


"Istirahat! jangan main ponsel" tegasnya lalu memasukkannya ke saku celananya agar Serin tidak mengambilnya


"Aku hanya ingin mendengar kabar dari Aiden dan Jordan" sahut Serin


"Nanti! sekarang istirahat dan minum ini sekarang" jawab Glen lalu mengarahkan Serin yang kala itu sedang bersandar di punggung ranjang untuk minum obat lalu merebahkannya


"Istirahatlah, aku ada pekerjaan, jadi akan ke ruanganku" ucapnya lalu mengec*p sekilas kening istrinya


Karena ia memang merasa lelah, Serin langsung menuruti ucapan suaminya untuk istirahat


...****************...


9 Januari, pukul 15.00 Malta


Dua pria yang di perintahkan Serin 3 hari yang lalu itu, kini sedang menuju sebuah tempat yang baru saja mereka dapatkan dari seseorang


Keduanya masuk kesebuah gedung 3 lantai, lalu bertanya pada orang di sana


"excuse me, is there a psychologist named Pricillia here?!" ~ Aiden


(permisi apakah ada psikologi yang bernama Pricillia di sini?!)


"Sorry, but there is no doctor named Pricillia here" sahut resepsionis


(Maaf, tidak ada dokter yang bernama Pricillia di sini)


"Thankyou" ~ Aiden


"Apa katanya?" tanya Jordan, Aiden hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Jordan


Keduanya menghela panjang napasnya lalu pergi ketempat lain, untuk mencari lagi


📨Message


Jordan>"Ada 5 tempat lagi yang tersisa? apa kau yakin Dokter itu terakhir kali pergi ke sini!"


^^^"Aku yakin, pasti dia ada di sana, sisa beberapa tempat lagi, kan?""Bagaimana! apa yakin dia ada di negara ini?!" tanya Aiden"Leo yakin! yasudah.. kita cari saja dulu di tempat yang tersisa" jawab JordanKeduanya pergi untuk mencari ke tempat yang tersisa, yakni 2 rumah sakit dan 3 klinik psikologMereka pergi ke rumah sakit lebih dulu, lalu lanjut kerumah sakit berikutnya, tapi hasilnya nihil tidak ada dokter yang bernama Pricilla di sana"Menurutmu apakah mungkin, Dokter Pricillia mengganti identitas-nya, dia pernah menjadi dokter untuk ibunya Arka, siapa tahu dia punya informasi penting lalu pindah dari negara kita, untuk mengubur semuanya dengan mengganti identitasnya?!" ucap Aiden"Hmm. tidak menutup kemungkinan" Sahut Jordan setuju atas pemikiran AidenSaat itu juga Jordan langsung menelpon Leo📞In Call-"Apa?""bisa kau periksa, apakah ada kemungkinan dia mengganti identitas-nya saat sampai di sini?""sebentar...."".......?""Tidak ada data yang menyatakan jika dia mengubah identitas-nya""Baiklah"📞End Call-"Kita lanjutkan saja ke tiga tempat terakhir" ucap Aiden dan di angguki oleh Jordan"......"Sekali lagi mereka keluar dari klinik dengan wajah yang menggambarkan jika mereka tidak mendapatkan apa-apaSudah 3 tempat yang mereka datangi sekarang hanya tersisa 2 tempat lagiMereka berdua menghela panjang napasnya, lalu masuk ke tempat yang ke 4, yaitu sebuah klinkBrukhhh"Ah. maaf! saya tidak sengaja" ujar Jordan karena tadi memang ia sedang bicara dengan Aiden, dan tidak sengaja menabrak seseorang"Tidak papa" sahutnya ramah lalu pergi begitu saja, yang sepertinya sedang menuju ruangannya"Aiden!" panggil Jordan karena pria itu melamun"Yak! wanita tadi yang kita cari, aku tidak sengaja melihat name tag-nya" sahut Aiden dan langsung pergi mengikuti wanita yang sudah pergi lebih dulu menuju sebuah ruanganSetelah membuntuti wanita tadi mereka sampai di sebuah ruangan, tanpa permisi keduanya langsung masuk kedalam hingga membuat wanita tadi terperanjat kaget"Oh. kalian" ujarnya, karena ingat tadi salah satu dari keduanya menabrak dirinya"Maaf! tapi apa benar anda Dokter Pricillia?" tanya Aiden to the point"Ya. itu saya! apa kalian sudah punya janji?" tanyanyaDengan seenaknya keduanya langsung duduk di kursi yang ada di depan meja wanita tersebut"Apa kalian ingin konsultasi?!" tanyanya bingung"Apa anda ingat dengan pasien anda yang bernama Sherly, istri dari Willy Nasution??" tanya Aiden tanpa basa-basiSeketika wanita itu diam membeku, entah rahasia apa yang ia simpan"Maaf.. sepertinya kalian salah orang" jawabnya dengan wajah meyakinkanTapi jangan sebut namanya Aiden jika dia tidak berhasil mendapatkan informasi-nya"Bagaimana kami salah orang, nama anda Dokter Pricillia bukan! bahkan di akrilik ini terpampang nyata nama anda?" sahut Jordan"Ayolah dok! kami perlu informasi dari anda, ini menyangkut banyak nyawa" ujar Aiden"Maaf! sudah saya bilang anda salah orang, jika tidak adalagi silahkan keluar dari ruangan saya" ucapnya beralih pada komputernya, agar tidak terlalu kontak mata dengan Aiden dan JordanTapi keduanya sama sekali tidak bergeming, dan tetap duduk manis di tempatnya"Silahkan pergi, atau saya akan memanggil keamanan" ucapnya lalu meraih telpon untuk menelpon pihak keamananSaat panggilan akan terhubung Jordan malah memotong talinya, dengan wajah tidak bersalah sama sekali"Sebenarnya apa masalah kalian, dan untuk apa menanyakan hal yang tidak ada kaitannya sama sekali" ucap Pricillia"Ada kaitannya? kami menyelidiki kematian Sherly, dan menetapkanmu sebagai tersangka" bohongnya"Jadi katakan pembelaan-mu agar kami tidak menuduhmu lagi" tambah Jordan"maaf sekali lagi! tapi saya benar-benar tidak ada kaitannya dengan dia, saya hanya dokternya saja" sahutnya tanpa sadar dia keceplosan dan menyatakan jika dia memang dokter Sherly waktu itu"Anda mengakui jika anda dokter Sherly?" tanya JordanPricillia menghela napasnya, dan memilih untuk segera menyelesaikan semuanya, dengan membuka mulutnya dan mengatakan sejauh apa yang ia ketahui tentang benang merah yang coba Serin luruskan sejauh ini...****************......Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊...


"Bagaimana! apa yakin dia ada di negara ini?!" tanya Aiden


"Leo yakin! yasudah.. kita cari saja dulu di tempat yang tersisa" jawab Jordan


Keduanya pergi untuk mencari ke tempat yang tersisa, yakni 2 rumah sakit dan 3 klinik psikolog


Mereka pergi ke rumah sakit lebih dulu, lalu lanjut kerumah sakit berikutnya, tapi hasilnya nihil tidak ada dokter yang bernama Pricilla di sana


"Menurutmu apakah mungkin, Dokter Pricillia mengganti identitas-nya, dia pernah menjadi dokter untuk ibunya Arka, siapa tahu dia punya informasi penting lalu pindah dari negara kita, untuk mengubur semuanya dengan mengganti identitasnya?!" ucap Aiden


"Hmm. tidak menutup kemungkinan" Sahut Jordan setuju atas pemikiran Aiden


Saat itu juga Jordan langsung menelpon Leo


📞In Call-


"Apa?"


"bisa kau periksa, apakah ada kemungkinan dia mengganti identitas-nya saat sampai di sini?"


"sebentar...."


".......?"


"Tidak ada data yang menyatakan jika dia mengubah identitas-nya"


"Baiklah"


📞End Call-


"Kita lanjutkan saja ke tiga tempat terakhir" ucap Aiden dan di angguki oleh Jordan


"......"


Sekali lagi mereka keluar dari klinik dengan wajah yang menggambarkan jika mereka tidak mendapatkan apa-apa


Sudah 3 tempat yang mereka datangi sekarang hanya tersisa 2 tempat lagi


Mereka berdua menghela panjang napasnya, lalu masuk ke tempat yang ke 4, yaitu sebuah klink


Brukhhh


"Ah. maaf! saya tidak sengaja" ujar Jordan karena tadi memang ia sedang bicara dengan Aiden, dan tidak sengaja menabrak seseorang


"Tidak papa" sahutnya ramah lalu pergi begitu saja, yang sepertinya sedang menuju ruangannya


"Aiden!" panggil Jordan karena pria itu melamun


"Yak! wanita tadi yang kita cari, aku tidak sengaja melihat name tag-nya" sahut Aiden dan langsung pergi mengikuti wanita yang sudah pergi lebih dulu menuju sebuah ruangan


Setelah membuntuti wanita tadi mereka sampai di sebuah ruangan, tanpa permisi keduanya langsung masuk kedalam hingga membuat wanita tadi terperanjat kaget


"Oh. kalian" ujarnya, karena ingat tadi salah satu dari keduanya menabrak dirinya


"Maaf! tapi apa benar anda Dokter Pricillia?" tanya Aiden to the point


"Ya. itu saya! apa kalian sudah punya janji?" tanyanya


Dengan seenaknya keduanya langsung duduk di kursi yang ada di depan meja wanita tersebut


"Apa kalian ingin konsultasi?!" tanyanya bingung


"Apa anda ingat dengan pasien anda yang bernama Sherly, istri dari Willy Nasution??" tanya Aiden tanpa basa-basi


Seketika wanita itu diam membeku, entah rahasia apa yang ia simpan


"Maaf.. sepertinya kalian salah orang" jawabnya dengan wajah meyakinkan


Tapi jangan sebut namanya Aiden jika dia tidak berhasil mendapatkan informasi-nya


"Bagaimana kami salah orang, nama anda Dokter Pricillia bukan! bahkan di akrilik ini terpampang nyata nama anda?" sahut Jordan


"Ayolah dok! kami perlu informasi dari anda, ini menyangkut banyak nyawa" ujar Aiden


"Maaf! sudah saya bilang anda salah orang, jika tidak adalagi silahkan keluar dari ruangan saya" ucapnya beralih pada komputernya, agar tidak terlalu kontak mata dengan Aiden dan Jordan


Tapi keduanya sama sekali tidak bergeming, dan tetap duduk manis di tempatnya


"Silahkan pergi, atau saya akan memanggil keamanan" ucapnya lalu meraih telpon untuk menelpon pihak keamanan


Saat panggilan akan terhubung Jordan malah memotong talinya, dengan wajah tidak bersalah sama sekali


"Sebenarnya apa masalah kalian, dan untuk apa menanyakan hal yang tidak ada kaitannya sama sekali" ucap Pricillia


"Ada kaitannya? kami menyelidiki kematian Sherly, dan menetapkanmu sebagai tersangka" bohongnya


"Jadi katakan pembelaan-mu agar kami tidak menuduhmu lagi" tambah Jordan


"maaf sekali lagi! tapi saya benar-benar tidak ada kaitannya dengan dia, saya hanya dokternya saja" sahutnya tanpa sadar dia keceplosan dan menyatakan jika dia memang dokter Sherly waktu itu


"Anda mengakui jika anda dokter Sherly?" tanya Jordan


Pricillia menghela napasnya, dan memilih untuk segera menyelesaikan semuanya, dengan membuka mulutnya dan mengatakan sejauh apa yang ia ketahui tentang benang merah yang coba Serin luruskan sejauh ini


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.