Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Saudara?


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Glen berdiri di atap gedung tinggi dimana tempat itu adalah atap gedung perusahaan-nya, matanya menjelajah melihat ke sekeliling


Atensinya menangkap sosok yang sangat ia kenal, seorang wanita berparas cantik yang sedang berdiri di dekat pagar pembatas, dengan perut besarnya, serta dress putih yang membuat penampilannya sempurna


Ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri wanita tersebut


Tapi baru beberapa langkah, seorang pria berpakaian rapi dengan balutan jas mahal, berjalan lebih dulu menghampiri wanita itu


Awalnya langkahnya pelan, namun lama kelamaan pria itu mempercepat langkahnya, tapi disini Glen sama sekali tidak bisa bergerak untuk menghampiri istrinya, wanita yang berdiri di dekat pagar pembatas


Pria itu melangkah semakin cepat, hingga kedua tangannya menyentuh tubuh Serin, tanpa jeda waktu ia langsung mendorongnya hingga *jatuh dari ketinggian


"SERIN!!!"


Seketika Glen langsung bangun dari tidurnya, dahinya keringat dingin dimana ia langsung mencari keberadaan istrinya


"Kamu kenapa?" tanya Serin, yang terbangun ketika mendengar Glen memanggil namanya


Saat itu juga Glen langsung membawa Serin kedalam pelukannya, nafasnya tersengal seperti orang yang dikejar


Pria itu sama sekali tidak bicara, ia hanya ingin menenangkan dirinya akibat mimpi buruk yang ia alami


"Mimpi buruk?" tembak Serin, menerka-nerka kenapa pria ini tiba-tiba seperti ini


"Aku disini, jangan khawatir" ucapnya, menepuk pelan punggung Glen


“Kita tidur lagi” ajak Serin, dan hanya di angguki oleh Glen, sebenarnya Serin penasaran apa yang sebenarnya Glen mimpikan sampai ia terbangun seperti itu


Serin menatap lekat wajah damai suaminya yang mulai tertidur kembali, ia melirik sekilas kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, lalu ikuti menutup matanya untuk kembali tidur


...****************...


“Kita mulai sekarang, apa semuanya sudah siap!” tanyanya pada anak buahnya yang sudah terhubung dengan panggilan vidio, tidak lupa Zeon, Luke dan Edward


“Mulai saja” sahut Luke


“Leo bagaimana? Apa kau menemukan hal yang kupinta kemarin?” tanyanya


“Sepertinya Darin punya saudara kandung yang terpisah karena kedua orang tuanya bercerai, hak asuh Darin ada pada Victor, sedangkan kakaknya yang bernama Axel ada pada ibunya Olivia... Olivia menikah dengan Harris, lalu tewas karena kebakaran yang menewaskan ia dan suami barunya, sedangkan Victor, ia menikah kembali dengan Maria ibu tiri Darin, dan tewas karena sebuah kecelakaan sekitar tahun 1995” jelas Leo


“Dalam surat yang berhasil Luke temukan kemarin, anaknya selamat!... apa dia Axel kakak kandung Darin? apa kau dapat info tentangnya setelah selamat dari kebakaran itu?” tanya Serin


“aku hanya berhasil mencari tahu tentang panti asuhan terakhir yang mengasuh Axel, menurut data! Axel telah di adopsi oleh suami istri dan di bawa untuk tinggal diluar negri” Leo


“Dia sempat tinggal di LKSA Save The Children (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di distrik C” ~ Leo


“Bagaimana dengan identitas orang tua pengadopsi-nya?” ~ Serin


“Sama dengan kasus kebakaran, tidak ada data lengkap yang bisa kudapatkan tentang itu, disini hanya tertulis orang tua angkatnya adalah Mia dan Franky... tapi ada sebuah artikel yang memuat sebuah kasus bunuh diri, dan korban yang dimaksud di dalam artikel tersebut adalah Axel” ~ Leo


“Maksudmu Axel sudah tewas?” tanyanya memperjelas


“menurut hasil DNA, bisa di pastikan bahwa itu adalah Axel... Dan aku juga berhasil menemukan satu artikel yang berhubungan dengan itu, tapi menurut artikel tersebut ada kemungkinan kebakaran di sebabkan oleh anggota keluarga—“maksudmu?” potong Serin


“Disini tertulis, jika api kemungkinan disulut oleh anaknya, karena menurut olah TKP, Harris di temukan mab*k dengan kadar alcohol tinggi dan kemungkinan besar dia tidak akan mungkin melakukan itu karena tepar,


sedangkan jasad Olivia, di temukan kandungan Diphenhydramine(obat tidur) dalam darahnya ” lanjut Leo


“tapi tidak ada bukti yang membenarkan tuduhan itu, ditambah waku itu umur Axel masih berada di bawah umur” ~ Leo


"......" ~


"Apa kau tau, jika Darin punya saudara kandung?" tanya Edward


"Aku hanya tahu jika dia punya ibu tiri, dan tidak menyelidiki lebih dalam karena kita fokus pada Arka saja waktu itu" jawab Serin


"Apa mungkin untuk kita mendapatkan copy-an dari berkas kasus bunuh diri Axel?" ~ Serin


"Aku dan Ardan sedang meretas datanya, nanti akan ku kirimkan padamu" ~ Leo


"Baiklah, lalu bagaimana dengan Mia dan Franky?" ~ Serin


"Sebentar, aku masih melakukan pencarian untuk data mereka" ~ Leo


"......" ~ Leo


"Serin! keduanya telah dinyatakan tewas beberapa tahun yang lalu, Mia adalah seorang pegawai kantoran, dan suaminya adalah personal trainer di salah satu Gym di sana, mereka di nyatakan tewas dalam sebuah kecelakaan beruntun yang menewaskan sekitar 5 orang" ~ Leo


"Kalau begitu, coba cari informasi kontak keluarga Mia ataupun Franky, aku yakin kita akan mendapatkan informasi dari mereka" ~ Serin


"Oke. sebentar" ~ Leo


"aku sudah mengirimkan nomor telponnya padamu" ~ Leo


Serin langsung meraih ponselnya, untuk menghubungi nomor telpon yang baru saja di kirimkan Leo padanya


Serin melirik sekilas kearah suaminya yang sedang duduk di ranjang, dimana pria itu juga sedang mengerjakan berkas-nya, sembari menunggu telponnya tersambung


📞In Call-


"Hallo!"


"Maaf, tapi apa benar anda saudara perempuan dari Mia Malik? saya Serina ketua dari badan inteligen"


"Iya, benar! ada keperluan apa ya?"


"Maaf sebelumnya, saya ingin menanyakan tentang saudara perempuan anda... apa anda mengetahui sesuatu tentang anak yang mereka adopsi?"


"Adopsi!"


"Iyaa adopsi? bukankah Mia dan suaminya Franky pernah mengadopsi seorang anak bernama Axel?!"


"Maaf, tapi sepertinya anda keliru, adik saya dan suaminya tidak pernah mengadopsi anak, mereka mempunyai anak sendiri dan tidak mungkin mengadopsi anak"


"Kalau begitu, apa benar Mia dan suaminya tewas dalam sebuah kecelakaan beruntun"


"Benar, adik saya tewas karena kecelakaan beruntun"


"Baiklah, kalau begitu terimakasih karena sudah menjawab pertanyaan saya"


"Iyaa"


📞End Call-


Serin menyudahi telponnya, ia terdiam atas penjelasan dari saudara Mia barusan


"Jika bukan Mia dan Frangky, lalu siapa yang mengadopsi Axel?" gumamnya bingung


"Serin! apa yang dia katakan?" ~ Zeon


"Data yang kita dapatkan adalah data palsu, Mia dan Franky tidak pernah mengadopsi anak, seseorang sudah menyabotase seluruh datanya... sekarang kita perlu memeriksa apakah Axel benar-benar sudah tewas atau tidak, entah kenapa aku tidak yakin bahwa Axel sudah tewas" ~ Serin


"Apa kau mencurigainya?" tanya Luke


"Aku belum yakin untuk menargetkan-nya, aku mencarinya untuk mengetahui lebih banyak apa yang sebenarnya telah terjadi" ~ Serin


"Kita perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah kebakaran, dan kasus kecelakaan yang di alami Darin dan orang tuanya" ~ Seri


"Baiklah" ~ Bersamaan


"Luke, apa kalian sudah dapat titik terang tentang Van?" ~ Serin


"Saat ini masih belum, Van benar-benar membuat orang yang kenal dirinya, akan tertipu mentah-mentah... kita tau jika dirinya adalah seorang pembun*h, tapi dia benar-benar ber kamuflase dengan baik seperti pria biasa yang menjalankan pekerjaan-nya dengan baik" ~ Luke


"Apa kita tangkap saja pria itu?" ~ Geralt


"Tidak dulu untuk sekarang, kita bisa memanfaatkan-nya untuk mengorek informasi lebih dalam, ditambah tidak ada bukti yang menyatakan jika Van adalah seorang pemb*nuh, kita akan membuang-nya setelah aku berhasil mendapatkan apa yang ku mau, untuk sekarang ini kita awasi saja dulu, jangan gegabah" ~ Serin


"Oke" ~ Geralt


"Iyaa sebentar" sahut Serin


"Kita lanjutkan nanti, Geralt dan Aiden besok kalian pergi ke LKSA Save The Children, dapatkan seluruh informasi dari sana, nanti kabari aku" ~ Serin


"Oke." ~ Geralt, Aiden


"Yasudah, kita lanjutkan nanti" ucap Serin, lalu mematikan panggilan tersebut


Serin mendongakkan wajahnya sebentar di atas punggung sofa, dengan mata yang terpejam


"......"


Wanita itu kembali membenarkan posisi duduknya, dan bersiap untuk tidur tapi sebelum itu ia harus membenahi berkas nya


"Hmm. kemana dia? perasaan baru sebentar aku tutup mata" gumamnya bingung, ketika tidak melihat suaminya


Serin membereskan berkasnya terlebih dahulu, baru ia pergi keatas ranjang


Ia menyandarkan tubuhnya pada punggung ranjang, seraya menarik selimut untuk menutup setengah tubuhnya


Saat ia akan merebahkan tubuhnya, masuk Glen yang membawa sebuah nampan berisi segelas susu


"Aku sampai melupakannya!" gumam Serin yang kembali bersandar di punggung ranjang


Glen duduk di tepi ranjang seraya memberikan segelas susu pada istrinya


"Kamu perhatian sekali" celetuk Serin, yang langsung meminum susu kehamilan yang dibuatkan Glen untuknya


"Aku selalu perhatian, kamu saja yang tidak sadar" sahutnya, sambil meraih kembali gelas yang sudah kosong


"Jangan tidur sebelum aku kembali" tukas Glen, yang langsung keluar dari kamar untuk meletakkan kembali gelasnya, karena jika ia meletakkannya di atas nakas maka Serin akan memarahinya


"......"


Menutup pintu, Glen langsung berlari menuju ranjang dimana Serin masih memainkan ponselnya


Dengan cepat ia membereskan berkasnya, lalu ikut merebahkan diri tepat di samping istrinya


"Ada apa?" tanya Serin, menatap wajah tampan lelakinya yang sedang berbaring berhadapan dengannya


"Apa sekarang sudah lebih baik?" tanya Glen tiba-tiba, sukses membuat Serin mengerutkan dahinya bingung


"Maksudnya?" tanyanya balik


"Apa kamu masih memikirkan Mamah?' jawabnya


Serin menarik sedikit senyumnya, "aku selalu memikirkan-nya, hanya saja aku juga perlu melanjutkan hidup, aku yakin Mamah juga menginginkan ini" tutur Serin


Ia tidak melupakan atau apapun, hanya saja Serin belajar untuk menghargai orang di sekitarnya yang juga membutuhkan-nya


"Aku bangga padamu, jadi jangan pernah menyalahkan dirimu lagi,,, semuanya telah di atur oleh sang pencipta" ucap Glen mengelus lembut pucuk kepala istrinya


"Sekarang kita tidur" ajaknya, seraya membawa Serin kedalam pelukan hangatnya


Dua insan yang sudah kelelahan karena kesibukan masing-masing, kini mulai menutup mata untuk segera pergi ke alam mimpi


...****************...


Hari berlalu begitu cepat, sudah 3 hari ini Glen masih suka mual sesekali, begitu juga dengan Serin


Glen berdiri di depan kaca sambil menyisir rambutnya, atensinya menatap seorang wanita dari pantulan kaca, dimana wanita itu sedang fokus memilih jas kantor yang akan di kenakan-nya ke kantor hari ini


Serin sedikit tersentak, ketika tangan kekar suaminya melingkar sempurna di pinggang-nya


"Besok malam aku ingin mengajakmu ke pesta, apa kamu mau?" ucap Glen


"Pesta!"


"Hmm. pesta pernikahan anak perempuan pak Marshel" jawabnya


"memangnya kalau aku menjawab tidak, kamu akan menerimanya?" sahut Serin


"Oke. kamu ikut valid no debat!" jawab Glen yang langsung pindah, kembali kedepan kaca


Serin memutar malas bola matanya, lalu memberikan jas-nya pada Glen


"Aku baru tahu kalau pak Marshel punya anak perempuan?!" ucap Serin, sembari membenarkan dasi suaminya


"Jika aku tidak menikah denganmu, mungkin aku akan menikah dengan anaknya" sahut Glen, berhasil mendapat tatapan tajam dari istrinya


Pria itu hanya terkekeh kecil, sesekali ia mencolek hidung istrinya "pak Marshel punya anak kembar pria dan wanita"


ucap Glen menjawab pertanyaan Serin sebelumnya


Serin hanya mengangguk pelan, seraya memasangkan jas suaminya


"kamu ke kampus hari ini?" tanyanya


"Hmm. tidak apa-apa, kan?" sahut Serin beralih menatap Glen


"Yasudah, aku akan meminta sopir mengantar, jangan pergi sendiri" jawab Glen dan hanya di angguki oleh Serin, seraya memberikan tas kantor Glen


Keduanya keluar dari kamar untuk berangkat ke tujuan masing-masing


...****************...


Terlihat dua orang pria yang sedang bicara dengan seorang wanita paruh baya, di sebuah ruangan


"Terakhir kali saya melihatnya, saat kedua orang tua barunya mengadopsi Axel, setelah itu tidak ada kabar lagi tentang dirinya, ia juga tidak pernah lagi memberi kabar" jelasnya


"Apa anda tahu tentang orang tua barunya?" tanya Geralt


Wanita paruh baya itu hanya menggeleng pelan, "proses adopsi Axel semuanya di urus oleh pengacara" jawabnya


"Siapa nama pengacaranya?" sahut Aiden


"Kalau tidak salah namanya Malvin!" ujar kepala panti


Geralt dan Aiden sontak saling menatap satu sama lain


"Apa kira-kira anda ingat dari firma hukum mana Malvin berkerja?" tanya Geralt


"Saya tidak ingat, tunggu sebentar!" ucapnya, lalu bangkit dari duduknya untuk mengambil sesuatu dari dalam lemari


Matanya menatap lekat mencari sebuah nama, dari dalam dokumen tersebut


"......"


"NH Law Firm" ucap wanita paruh baya tersebut, sambil mengeluarkan kertas berisi data adopsi Axel


Geralt menyambut kertasnya, lalu melihat seluruh data yang tertulis dari dokumen tersebut


"Apa kami bisa minta salinan-nya?" tanya Geralt


"Maaf, tapi untuk apa?" tanyanya


"Ada sebuah kasus yang mengharuskan kami untuk meminta data ini" jelas Geralt


"Kami berada di bawah perintah Serin, ketua BSI, saya yakin anda tahu itu" tambahnya memperlihatkan sebuah tanda pengenal pada wanita itu


Ia menghela napasnya, lalu menyuruh salah satu pengurus untuk memberikan salinan dari data tersebut


Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, Geralt dan Aiden langsung pergi dari sana menuju firma hukum yang di maksud wanita tadi


...****************...


.


.


.


Sejauh dari Clue yang athor berikan, kira-kira siapa orang tua yang mengadopsi Axel, dan apakah dia sudah tewas atau belum?


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.