
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Setelah memastikan pengawal membawa Reyhan masuk, Serin beralih menatap tajam pria yang masih duduk di tempatnya
"Aku baru tau, kalau punya tetangga yang cantik sepertimu!" ucapnya santai, dengan kaki yang menjuntai di tembok pembatas
Ya. dia adalah pria yang kemarin di ceritakan oleh Glen
"Benarkah! aku juga baru tau kalau ada tetangga jelek sepertimu, yang tinggal di samping rumah SUAMIKU!!!" sahut Serin dengan nada tenang, seraya melipat tangannya ke dada
Mendengar ucapan Serin, seketika pria itu terdiam, dan melayangkan tatapan penuh arti pada Serin
"Tidak perlu menatapku seperti itu, kau kira aku wanita yang bisa kau panggil dengan kedok minta tolong! Ck. maaf itu tidak akan berpengaruh padaku" ucap Serin, menatap remeh pria yang jauh lebih tua darinya, yang mungkin berumur sekitar 38-40 tahun
"Dan satu lagi! berhenti memanjat dinding pembatas serta mengajak anakku bicara, jika kau masih memanjat aku bisa memastikan jika kakimu tidak akan utuh lagi" peringat Serin, lalu pergi dari sana untuk kembali kerumah
"Tidak sia-sia aku pindah, ternyata banyak mangsa empuk disini" gumamnya seraya menyeringai
Kenapa dia masih berkeliaran, karena Max sedang mengurus proses untuk memenjarakan pria itu, karena bukti cctv dia membius saja, tidak akan cukup untuk menyeretnya atas tuduhan pemer***aan terhadap bawahannya, ditambah dia bisa membantah jika itu adalah kemauan dari keduanya, maka itu akan semakin mempersulit
...****************...
Serin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di tubuhnya, tidak lupa handuk di kepalanya
Ia meraih ponselnya yang berdering sedari tadi
📞In Call-
"Apa?"
"Namanya : Brett Lauv, usia 39 tahun, asal Distrik B, dia menetap ditempat lain, tapi rumah itu memang atas namanya, dan baru pindah beberapa bulan terakhir, dan dia juga pernah mendapat tuduhan atas pel**ehan dari dua orang wanita berusia kisaran 22-27 tahun, tapi berhasil lolos karena kemenangannya di pengadilan atas kurangnya bukti"
"Lalu korbannya?"
"setelah persidangan itu, dua wanita yang di duga menjadi korbannya, tidak berani speak up dan memilih untuk pindah ke negara lain"
"Baiklah, suruh anak buah kita untuk mengawasi rumahnya dari jauh"
"Oke"
📞End Call-
Serin meletakkan kembali ponselnya, seraya ber smirk
"sedang apa?"
Akhhh...
"Serin!!!" lirih Glen ketika, Serin menyikut perutnya
"Kamu kenapa bisik-bisik begitu" sahut Serin menahan tawa, ketika Glen terduduk karena sikutan darinya
"Kamu kenapa main sikut" sahut Glen
"Ya, lagian kamu juga yang mulai duluan" balasnya terkekeh kecil, seraya membantu Glen untuk duduk di tepi ranjang
"masih sakit?" tanyanya
"sudah tidak" sahut Glen, seraya melingkarkan tangannya di pinggang Serin
"Bagaimana masalah Lily, apa kamu sudah melaporkan pria itu?" tanyanya sambil menangkup wajah suaminya
"Sudah di urus Max" jawabnya dan hanya di angguki oleh Serin
"mandi sana" suruhnya, seraya melepaskan tangan Glen dari pinggangnya
"Hmm."
Glen pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Serin, ia masih berdiri di tempatnya
Entah kenapa pandangannya terus menatap kearah jendela, dimana tirainya tidak tertutup dengan rapat
Dengan langkah perlahan, ia berjalan menuju jendela untuk membenarkan tirainya
Serin menyibak tirainya, lalu menutup jendela kaca yang masih terbuka dan menutupnya kembali
Dimana di seberang sana, terlihat seorang pria yang sedang tersenyum puas, entah apa yang ada di pikirannya
"......"
Glen mendudukkan dirinya tepat di samping Istrinya, yang tengah sibuk memeriksa sesuatu di laptopnya
"tugas?" tanya Glen, seraya meraih ponselnya yang ada di nakas
"Hmm" sahutnya, dengan tatapan yang masih fokus pada layar laptop
Saat keduanya tengah sibuk dengan ponsel dan laptop mereka masing-masing, Reyhan masuk ke kamar sambil memegang bukunya lengkap dengan kacamata bacanya
Reyhan merangkak naik keatas ranjang, dan duduk di tengah antara Serin dan Glen
"Apa kamu sedang mengerjakan tugas?" tanya Glen, beralih dari ponselnya untuk fokus pada pria kecil yang ada di dekatnya
"aku sedang membaca buku Yah! besok ada ulangan" jawabnya dan hanya di angguki oleh Glen
Saat dua pria itu fokus pada bukunya, terbesit di pikiran Serin untuk menanyakan sesuatu pada putranya
"Reyhan, ibu mau tanya! tadi kamu bicara apa dengan pria yang duduk di pembatas tembok?" tanyanya
"paman itu bertanya, apa ada wanita cantik di rumah!" jawabnya, mendengar itu perasaan Serin mulai tidak nyaman, bahkan Glen juga langsung menatap istrinya
"Lalu kamu jawab apa sayang?" sambung Serin
"aku tidak menjawabnya bu! karena om pengawal melarangku menjawabnya" jelas Reyhan
Serin menghela lega napasnya, begitu juga dengan Glen
Serin takut, pria itu menanyakan hal yang tidak masuk akal pada putranya
Serin menatap suaminya, "ini sudah tidak bisa di toleransi lagi Glen, jika dia terus berada di lingkungan ini.. maka itu akan mengganggu lingkungan komplek,,, bahkan tadi saja dia memanjat dinding pembatas" tukas Serin
"Hmm. aku juga setuju dengan itu" sahut Glen, "aku sudah menghubungi pihak komplek, mereka masih memeriksa sebelum mengambil keputusan" tambahnya dan hanya di angguki oleh Serin
Karena tidak ingin membahas lebih panjang, keduanya memilih untuk fokus pada pria kecil yang duduk di antara mereka
...****************...
Seminggu sejak Serin mengetahui apa yang menimpa Lily, kini pengasuh anaknya itu sudah mulai kembali melakukan tugasnya untuk menjaga Reyhan
Sedangkan pria yang merupakan tetangganya itu, sudah di tahan oleh pihak kepolisian kemarin sore
Hari ini hari libur, jadi Glen pergi keluar untuk melakukan rutinitasnya berolahraga
"......"
Serin sedang sibuk di dapur untuk membuat sarapan untuk anak dan suaminya
Selesai memasak di dapur, ia duduk di meja makan menunggu Glen kembali dari jogging-nya
📳Drrttt
📞In Call-
"Ada apa?"
"hasil dari tim forensik sudah keluar, dan DNA-nya tidak cocok, jasad yang ada di makam Mike adalah jasad orang lain"
"Apa kubilang? tidak mungkin orang seperti Mike semudah itu lenyap, kau tau sendiri dia pria yang ambis, sekarang tugas kalian, cari tahu bagaimana dia bisa dinyatakan tewas dan siapa dokter yang terlibat dalam diagnosa penyakitnya"
"Baiklah"
"Ah. satu lagi, minta Luke dan yang lain untuk memeriksa, apakah ada yang membuat identitas baru antara waktu kematian Mike, jika seandainya dia masih hidup, pasti pria itu sedang hidup di bawah identitas baru/palsu"
"Oke"
📞End Call-
Setelah mengakhiri panggilannya, Serin meletakkan kembali ponselnya di atas meja makan
"Bi, tolong panggil Reyhan untuk sarapan" suruhnya pada pelayan, dan tentunya langsung di kerjakan oleh pelayan
Glen yang baru saja selesai jogging, mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya
Ia menarik tipis senyumnya saat melihat Serin tengah duduk di kursi meja makan bersama Reyhan
"kalian sudah menunggu lama?" tanyanya, seraya mendudukkan dirinya di kursi
"Tidak, makanlah" sahut Serin
Glen mengangguk, dan menyantap sarapannya
...****************...
"Kamu kenapa, dari tadi ku lihat sepertinya kamu sedang banyak pikiran" tanya Glen, seraya memeriksa dompetnya
"Apa kita tidak perlu pergi! perasaanku tiba-tiba tidak enak" sahut Serin, yang kembali mengikat rambutnya
"mungkin itu hanya pikiranmu, sekarang kamu pasti sedang banyak pikiran, makanya gelisah seperti ini" jawab Glen, lalu menarik ikat rambut Serin agar rambutnya kembali terurai
"Hmm. mungkin ini hanya perasaanku saja" balasnya, dan melanjutkan tangannya untuk memoles beberapa makeup di wajahnya
"......"
"Li kau yakin baik-baik saja, kalau tidak bisa, kau bisa tinggal" ucap Serin, yang sedang menuruni anak tangga
"saya baik-baik saja Non!" jawabnya
"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi" ajak Serin, lalu mereka pergi menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah, dimana Glen sudah lebih dulu menunggu di mobil
...****************...
Sampai di parkiran rumah sakit, Serin turun bersama suami serta anaknya, diikuti Lily yang mengikuti di belakang
"......"
"kesembuhannya menuju kearah baik" jawab David dan di angguki oleh Serin dan Glen
Hampir setengah jam mereka berada di ruangan Marisa
"Bu aku ingin pipis" ucap Reyhan
"Tapi kakek ada di toilet sayang, tunggu sebentar ya" jawabnya "tapi aku tidak bisa menahannya lagi bu" sahutnya
"biar saya saja Nona!" ucap Lily, lalu ia membawa Reyhan ke toilet yang ada di luar ruangan Marisa
"Reyhan kemana?" tanya David yang baru saja keluar dari toilet
"Ke toilet" sahut Serin
David hanya mengangguk paham, lalu duduk di kursi
Hampir 5 menit, keduanya masih belum kembali, hingga membuat Serin mulai khawatir dan memilih untuk mengecek keluar
Tapi baru saja ia berdiri, ponselnya berbunyi, merasa nada deringnya asing, Serin langsung meraih ponselnya yang ada di dalam tas
⚠Peringatan!!! jarak jangkauan terlalu jauh
Matanya membulat sempurna, saat melihat peringatan dari ponselnya yang memberitahukan jika jangkauan IWatch milik Reyhan terlalu jauh
Tanpa memikirkan David dan Glen, Serin langsung berlari keluar ruangan, tapi langkahnya terhenti ketika melihat Reyhan berjalan sendirian di lorong menuju kamar Marisa
"Sayang! kamu kemana?" tanyanya, langsung memeluk Reyhan
Serin melonggarkan pelukannya, dan langsung memeriksa IWatch Reyhan
"Dimana IWatch yang ibu berikan?" tanyanya pada sang putra
"Tadi kak Lily yang memegang, takutnya jatuh, tapi saat Reyhan keluar kak Lily sudah tidak ada" jelasnya pada sang ibu
Sementara itu, ponselnya kembali memberi peringatan jika jaraknya sudah semakin menjauh dan jika sekali lagi peringatannya berbunyi, maka sinyalnya akan sulit di lacak
📞In Call-
"Leo! cepat lacak IWatch Reyhan sekarang"
"ada apa?"
"cepat lacak saja, suruh Geralt bersiap"
"Oke"
📞End Call-
Serin memasukkan kembali ponselnya, lalu menggendong Reyhan untuk kembali keruangan Marisa
"Glen! kita pulang sekarang" serunya, disaat dua pria itu asik bicara
"ada apa?" tanya Glen bingung
"Lily hilang, ayo!" ajaknya
"Apa!!! yasudah kita pulang sekarang" sahut Glen yang langsung pamit dengan mertuanya, begitu juga dengan Serin
David ingin bertanya, tapi anak dan menantunya keburu pergi, jadi ia mengurungkan niatnya
...****************...
📞In Call-
"Bagaimana?"
"arahnya menuju distrik B, jarak jangkaunya hanya tersisa 60 km, jika mobilnya tidak berhenti maka akan kesulitan untuk kita melacaknya"
"Baiklah!"
📞End Call-
"Glen, apa ada laptop/tabletmu di sini" tanya Serin, pasalnya mereka masih di mobil
"Ada tablet di kursi belakang" jawab Glen, yang fokus mengemudi
Serin berbalik, dan mencarinya
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, ia langsung menghubungi Leo agar mereka bisa bicara lewat panggilan vidio
Serin meraih earphone yang ada di box dan memasangnya, bersamaan dengan itu, kabar tentang kaburnya Brett tetangganya yang baru di tangkap, tersebar di media berita
Dari sana, Serin sudah bisa mengambil kesimpulan jika hilangnya Lily ada kaitannya dengan Brett
"Ardan, retas CCTV rumah sakit, dan lihat toilet yang ada di lorong dekat ruangan ibuku" ~ Serin
"Oke" ~ Ardan
"Leo, dimana lokasi terakhirnya?" ~ Serin
"Jl. xxxxx. no.4 Distrik B" ~ Leo
"Seorang pria berpakaian dokter, membekap nya dari belakang" ~ Ardan
"Geralt, kalian sudah pergi?" ~ Serin
"Sayang ponselmu berdering" ucap Glen, sontak Serin langsung meraih ponselnya
📞In Call-
"Kau dimana?"
"Dalam perjalanan pulang kerumah"
"Aku dan Zeon ada di rumah Brett Lauv, dan sepertinya kau harus melihat ini"
"apa itu serius?"
"Aku tidak habis pikir, tapi sepertinya pria ini adalah penguntit"
"Baiklah! sebentar lagi aku akan sampai, dan segera kesana"
"Oh ya, bagaimana dia bisa kabur?"
"menurut tim yang menangkapnya, ia kabur ia kabur setelah melukai dirinya sendiri, dan mengambil kesempatan saat di bawa menggunakan ambulance, bahkan mobil yang di bawanya mengalami kecelakaan"
"Oke, kita lanjutkan saat aku sampai"
"baiklah"
📞End Call-
"Geralt!" ~ Serin
"Kami sedang dalam perjalanan" ~ Geralt
"Serin! jam tangannya berada di luar jangkauan sekarang, titik terakhirnya ada di Jl. xxxx. no.147 dekat gedung fakultas Ekonomi Distrik B" ~ Leo
"Kalau begitu coba lacak ponsel Lily" ~ Serin
"Ini ponsel kak Lily bu!" sahut Reyhan yang duduk di kursi penumpang
"Kalau begitu lacak, kendaraan apa yang di gunakannya keluar dari area rumah sakit" ~ Serin
"Itu plat palsu, tidak bisa di lacak" ~ Ardan
"Ambil ponselku, dan hubungi Millie, dia akan membantu" ucap Glen, seraya memberikan ponselnya pada Serin
Tanpa buang waktu Serin langsung menghubunginya
"Tidak di angkat" ~ Serin
"Kalau begitu hubungi Vano" ~ Glen
📞In Call-
"Ada apa pak!"
"Millie dimana?"
"ada, baru saja dia datang"
"kalian berdua datanglah ke rumahku sekarang"
"Baik pak"
📞 End Call-
"Leo, bagaimana apa sudah bisa di lacak?" ~ Serin
"sebentar, aku membutuhkan waktu lebih banyak karena jaraknya terlalu jauh"~ Leo
"Baiklah, kutunggu" ~ Serin
"......"
Turun dari mobil, Serin langsung memanggil Sella untuk membawa Reyhan masuk kedalam rumah
Sedangkan ia dan Glen pergi kerumah Lauv, untuk menemui Luke dan Zeon
Serin menetralkan deru nafasnya ketika sampai
"Apa yang terjadi?" tanya Serin
"Kurasa kau harus melihatnya sendiri" sahut Luke
Serin masuk kedalam sebuah kamar diikuti Glen di belakangnya, sedangkan Zeon dan Luke menunggu di luar kamar bersama beberapa bawahannya, yang sedang mengamankan rumah Brett Lauv
Serin menghentikan langkahnya tepat ditengah ruangan tersebut, begitu juga dengan Glen
...****************...
.
.
.
Hayo, siapa yang masih ingat sama Millie
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.