
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Entah kenapa, tapi keringat dingin terasa di dahinya, tangannya bahkan mulai gemetar
Glen yang bingung langsung membawa Serin kedalam pelukannya
"tenanglah!" bisik Glen, sambil mengelus rambut istrinya
Karena sudah ada Glen, Luke memilih untuk melanjutkan tugasnya dulu, dan membawa korban untuk di autopsi
"......"
"Duduklah" ucap Glen, mendudukan Serin di sofa ruang tamu, serta meminta pelayan untuk mengambilkan minum
"Kamu kenapa?" tanya Glen, karena dari tadi ia masih tidak mendapati jawaban dari Serin, yang masih diam membisu
"Minum ini dulu" ujarnya, seraya membantu istrinya untuk minum, lalu meletakkan kembali gelasnya ke atas meja
"jawab pertanyaanku, kamu kenapa?" tanya Glen, mengelus lembut belakang kepala Serin
"Melihat jasad wanita tadi, membuatku teringat pada Darin" sahut Serin, beralih menatap suami-nya
Dimana jasad wanita tadi, juga memiliki luka persis seperti Darin, membuat ingatan Serin tentang Darin kembali dalam otaknya
(Lengkapnya ada di 'cerita David')
Mendengar itu, membuat Glen sekali lagi membawa Serin kedalam pelukan-nya
"Tenangkan dirimu, buang ingatan tadi jauh-jauh" ucap Glen, karena ia tau bagaimana menderitanya Serin atas kepergian Darin
Serin hanya mengangguk pelan, sambil menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya
Walaupun sudah berusaha untuk melupakan, tapi sayatan tiap sayatan, serta tiap luka yang di lihatnya pada jasad Darin, tidak bisa hilang dari pikirannya begitu saja
Rasa bersalah yang berkepanjangan, terus saja menghantui Serin
Entah kenapa Glen merasa dadanya mulai basah, merasa ada yang tidak beres, ia melonggarkan sedikit pelukan-nya dan melihat jika istrinya itu sedang menangis tanpa suara, hanya air mata yang jatuh dari mata indahnya
Karena mereka berada di ruang tamu, Glen langsung mengangkat Serin untuk ke kamar
"......"
"Tolong tidurkan Reyhan untuk malam ini" ucap Glen, ketika melihat Lili keluar dari kamar Reyhan
Walau punya pengasuh, tapi Serin yang selalu menidurkan putranya
Lili hanya mengangguk paham, sambil memperhatikan Tuannya, membawa sang istri masuk kedalam kamar
"Kamu baik-baik saja" tanyanya, seraya mengusap air mata yang terjatuh dari pipi Serin, tapi hanya di balas anggukan oleh wanita itu
"Tidurlah! kamu sudah terlalu lelah" ucap Glen
"Aku akan mengganti pakaian dulu, kamu juga gantilah kita baru saja dari luar" jawab Serin, beranjak dari duduknya menuju kamar mandi
Glen menghela napasnya, lalu mengikuti ucapan istrinya
"......"
Serin keluar dari kamar mandi, setelah membasuh wajahnya agar lebih segar dan suasana hatinya bisa lebih baik
Serin merebahkan dirinya di ranjang
Glen langsung saja menarik istrinya untuk masuk kedalam pelukannya, rasa tenang yang di rasakannya, mana kala suaminya memberi kehangatan. membantu Serin untuk bisa tidur tanpa selalu terbayang hal tadi
...****************...
Meninggalkan hal kemarin, Serin harus tetap melakukan pekerjaan-nya untuk segera menyelesaikan masalah Willy, agar surat penangguhan-nya di batalkan
Serin melangkah masuk kedalam sebuah ruang privat, disalah satu restoran
Dimana kemarin ia sudah menyuruh, agar Geralt mengatur jadwal untuk dia bisa bertemu dengan Hwang Jun Yeong
Serin datang lebih dulu dibanding Hwang
Hampir 15 menit ia menunggu tapi pria itu belum datang juga
"Kau yakin sudah mengatur jadwal?" tanyanya pada Geralt
"Sudah! kita tunggu sebentar lagi" sahut Geralt dan hanya di angguki oleh Serin
Benar saja, tidak beberapa lama datang Hwang dengan angkuhnya, ia duduk di kursi yang ada di seberang Serin, tidak lupa ia menghilangkan kakinya
Tanpa banyak bicara Serin langsung melemparkan beberapa berkas ke atas meja, tepat di hadapan Hwang
Hwang langsung beralih pada berkas yang di lempar Serin di depannya
"Bagaimana... "Kau bisa menuruti perintahku atau membusuk di penjara" potong Serin seraya menghilangkan kakinya serta melipat tangannya ke dada, tanpa mengalihkan atensinya dari pria yang sedang sibuk membolak-balikkan kertas yang tadi di berikannya
Dimana di sana ada seluruh bukti konkret yang jika di serahkan, maka dia akan langsung di tendang keluar dari negara A, dan akan menjadi buronan yang di buru interpol
"Tentukan pilihanmu" ucap Serin dengan nada yang begitu tenang, tanpa intonasi menekan atau meninggi
"Sebenarnya kita tidak punya masalah, tapi kenapa kau memburuku?!" jawabnya, mengalihkan pembicaraan
"Kita tidak punya masalah!" ucap Serin, mengulang ucapan Hwang, sedangkan pria itu hanya mengangguk
"Kau melepaskan Willy, tentu itu adalah masalah" jawab Serin
"Itu masalahmu dengan mereka, aku tidak ada kaitannya" sahutnya enteng
"Bukan hanya itu masalahku, kau sudah memeras para tahanan, bahkan membunuhnya dengan obat sialan yang kau ciptakan... apa aku salah dengan itu" balas Serin seraya menarik tipis senyumnya
"......" ~ Hwang
"Dalam hitungan detik, aku bisa membuat interpol datang ke sini! jika kau masih ingin selamat, mari bersepakat denganku" tambah Serin
"Apa yang kau inginkan" sahutnya
"Pergi ke kejaksaan, dan katakan jika diagnosismu salah" jawab Serin
"Itu sama saja aku menyerahkan diri" ucap Hwang
"Kalau begitu, bagaimana jika kau menyerahkan kepemilikan sahammu untukku" sahut Serin
"Mustahil untukmu mempertahankan rumah sakit dengan nama pinjaman... nama seorang pria yang ada dalam nama pemilik saham, ini nama pinjamanmu bukan?!" tambah Serin
"Aku tidak bisa memutuskan itu sendiri" sahut Hwang
"Hmm. mari kita lihat" gumam Serin, seraya meraih berkas yang di berikan Geralt padanya
"Tapi di sini saudaramu yang juga punya kepemilikan saham, sudah menandatangani persetujuan untuk pengalihan saham" ucap Serin, seraya memberikan berkasnya pada Hwang
Hwang tidak bisa berucap, ia langsung meraih berkasnya dan melihatnya sendiri, dimana dua saudaranya sudah menyetujui berkas pengalihan saham
(Itu kenapa Serin menyuruh anak buahnya, untuk menemui saudara Hwang... ada di episode 'Penipuan Asuransi')
"Sekarang tentukan pilihanmu! mau berpihak padaku, atau pada Arka?!" tawar Serin
"Jika aku berpihak padamu! apa yang harus ku lakukan" tanyanya
Karena jika ia ingin bebas dari kejaran interpol, mau tidak mau ia harus berpihak pada tim yang lebih menguntungkan, tapi apakah berpihak dengan Serin itu benar... Hwang tidak akan tau itu, karena ia tidak mengenal Serin lebih dalam
Serin menarik tipis senyumnya, "Berikan diagnosis aslinya padaku, dan tanda tangani surat pemindahan sahammu sekarang" jelas Serin
"Lalu... apa aku bisa mempercayai-mu begitu saja?" sahut Hwang
Serin menggendikkan bahunya, lalu meraih ponselnya, dan memperlihatkan layar ponselnya pada Hwang, dimana ia menelpon pihak interpol
"Dalam hitungan detik, telponnya akan di angkat,,, bagaimana?!" tukas Serin
"Baiklah" sahutnya, dan tentunya Serin langsung mematikan telponnya
"Karena tadi kau bilang ini kesepakatan! jadi aku ingin kau menjamin keselamatanku untuk kabur" tawarnya
"Tentu!" sahut Serin, mengangguk pelan, meng-iyakan ucapan Hwang
"Kau bisa pergi dengan ini! kapalnya akan berangkat malam ini, tapi sebelum itu kau harus memberitahuku dimana diagnosis aslinya?" ucap Serin, seraya memberikan sebuah tiket kapal laut, yang sebelumnya sudah disiapkannya
"Sekarang tanda tangani ini" tambahnya, menyodorkan sebuah berkas pemindahan kepemilikan saham, untuk di tandatangani oleh Hwang
Hwang menatap Serin dan Geralt secara bergantian, lalu meraih polpen untuk menandatangni berkasnya
"Sekarang sebutkan dimana kau menyimpan diagnosis aslinya" tanya Serin, seraya menarik kembali berkasnya untuk ia simpan
Sesuai kesepakatan, Hwang memberikan sebuah kertas kecil pada Serin, dimana di kertas itu berisi alamat dimana ia menyimpan seluruh diagnosa asli, dari para tahanan yang berhasil ia loloskan dengan penangguhan
"Sekarang aku bisa pergi bukan!" ucapnya, yang langsung beranjak dari duduknya, tidak lupa sebuah tas kecil berisi tiket dan semacamnya, untuk membantunya kabur
Serin menarik senyum penuh arti, lalu meraih ponselnya untuk menyuruh anak buahnya memeriksa apakah alamat yang di berikan Hwang sudah benar
"Kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan, jadi biarkan saja dia kabur tanpa tau ada tali tipis yang mengikatnya" jawab Serin sambil ber-smirk
Geralt hanya mengangguk paham, lalu mengikuti Serin yang sudah pergi mendahuluinya
...****************...
Serin duduk sambil memeriksa berkas yang menyatakan, jika 70% saham rumah sakit Hwang sudah menjadi miliknya
"Dasar bodoh" gumamnya, lalu meraih ponselnya untuk menelpon seseorang
📞In Call-
"Bagaimana Stefan! apa semuanya aman?"
"Semuanya bagus! seluruh alatnya juga masih bagus, hanya saja ada beberapa oknum yang bekerja di bawah Hwang, masih melakukan pemerasan terhadap hak asuransi pasien"
"kita singkirkan seluruh antek-antek Hwang, dan ganti dengan orang yang seharusnya, karena sebagian sahamnya sudah ada di tanganku,,, jadi mudah untuk kita mengelola ulang rumah sakit"
"Baiklah"
"Aku akan meminta pengacara suamiku, untuk membantumu"
"Oke"
📞End Call-
"Sedang apa?" tanya Glen, seraya mendudukkan dirinya di samping Serin
"Hissh, kau mengagetiku" sahut Serin, mengelus dadanya
Pria yang baru saja selesai mengganti pakaiannya itu, hanya tersenyum seraya melihat apa yang sedang di pegang Serin
"Kamu membeli saham?" tanya Glen penasaran
"Ah. Ini! Hmm. aku baru saja membelinya, menurutmu bagaimana?" tanya Serin balik, dimana sebenarnya sahamnya ia dapatkan lewat kesepakatannya dengan Hwang
"Untuk apa? bukannya Nix Group akan jatuh ketanganmu" balas Glen
"Aku hanya ingin mengganti keseluruhan dari rumah sakit ini, termasuk pegawainya dan membantu para pasien yang tidak mampu, untuk bisa mendapatkan pengobatan yang lebih baik tanpa harus membayar mahal" jawab Serin
Karena tujuan awal Serin mendapatkan saham rumah, agar seluruhnya bisa berada di bawah kuasanya tanpa ada yang bisa mengganggu gugat kebijakan-nya, dan menghilang para oknum yang melakukan pemerasaan terhadap pasien, ditambah ia juga ingin hak yang di ambil dari para tahanan, diberikan kembali sesuai pada arus seharusnya
"kebetulan kamu disini, apa bisa aku meminjam Max sebentar" tanya Serin, sukses membuat Glen menatapnya penuh pertanyaan
"Untuk apa meminjam Max, kamu ingin apa dengannya" tanya Glen dengan tatapan mengintimidasi
Serin memutar malas bola matanya, "bukan meminjam untuk melakukan sesuatu, tapi meminjamnya untuk mengurus seluruh permasalahan rumah sakit di sana, lagian aku hanya percaya pada pengacaramu" jelas Serin
"Oh" sahut Glen mengangguk paham, "Aku kira kamu meminjam Max untuk-- "untuk apa? jangan berpikir macam-macam" potong Serin
"Iyaa-Iyaa" sahut Glen, terkekeh kecil ketika mendapati dirinya berpikir telalu jauh tentang istrinya
"Aku akan menyuruhnya nanti" tambah Glen dan hanya di angguki oleh Serin
📳Drrttt...
📞In Call-
"Sudah bisa di pastikan alamatnya salah"
"Suruh Leo lacak keberadaannya sekarang"
"pakai?"
"dalam tas kecil berisi tiket, disana aku meletakkan alat pelacak,,, dia pasti ingin kabur sekarang"
"Oke"
"Kalian bersiaplah! dari awal aku yakin pria itu tidak akan menepati ucapannya"
"Iyaa"
📞End Call-
Serin meletakkan ponselnya, tanpa buang waktu ia langsung memakai earphone-nya, tidak lupa laptop yang akan di sambungkan Leo dari gudang, agar mereka mudah berkomunikasi
"Aku akan membantumu! fokuslah pada laptopmu" ucap Glen, mengambil alih jepit rambut Serin dari tangannya
Serin menoleh sekilas kearah Glen, lalu kembali lagi pada laptopnya
"Kau berhasil melacaknya?" ~ Serin
"Sudah! dia sekarang pergi ke pelabuhan sesuai dengan tiket yang kau berikan" ~ Leo
"Oke. Geralt kalian pergi, Ardan hubungi pihak pelabuhan, agar menutup seluruh akses pergi, jangan biarkan ada kapal yang berlayar hari ini" ~ Serin
"Oke" ~ Ardan
"Sekarang pukul 20.47, butuh waktu 30 menit untuk sampai ke pelabuhan, kalian harus sampai sebelum Hwang sampai di pelabuhan" ~ Serin
"Oke" sahut anak buahnya bersamaan
...****************...
Pukul 20.58, pelabuhan
Setelah mengambil seluruh uangnya, Hwang langsung pergi ke pelabuhan
Kenapa dengan mudah ia memberikan sahamnya, karena ia yakin jika Serin akan membeberkan semuanya, hingga harga saham turun, karena itu dia mengambil kesempatan untuk kabur dengan memanfaatkan kesepakatan yang di tawarkan Serin, tapi tanpa ia sadari jika Serin sudah satu langkah berada di depannya
Hwang yang saat itu baru saja memasuki kawasan pelabuhan, menghentikan mobilnya sebentar ketika melihat seorang pria berpakaian serba hitam berjalan ke arah mobilnya
Tanpa buang waktu, ia langsung memutar balik mobilnya, untuk keluar dari kawasan pelabuhan
Padahal pria yang ia lihat, hanyalah pegawai pelabuhan yang sedang berjaga
Tapi sayangnya Geralt dan yang lain sudah sampai lebih dulu, hingga seluruh kendali di pegang oleh mereka
Gerbang sudah di tutup, tidak ada jalan lagi untuk mobil Hwang kabur, kecuali kabur kedalam kapal
Tapi itu sia-sia, karena anak buah Serin sudah lebih dulu menembak ban mobilnya hingga tidak bisa di gunakan lagi
Melihat itu Hwang hanya bisa mengumpat dalam bahasanya, lalu turun dari mobil, dengan membawa tasnya yang berisi penuh uang, beserta seluruh diagnosa asli yang juga ia bawa
"Kita kejar sekarang!" tanya Geralt lewat earphone-nya
"Sebentar! biarkan tikus itu lari sejauh dia mau, karena bagaimanapun dia tidak akan bisa kabur, kecuali melompat kedalam air" ~ Serin
"Charless semuanya sudah siap?!" ~ Serin
"Sudah" ~ Charless
"Terbangkan di titik yang tepat" ~ Serin
"Oke" ~ anak buah
Sedangkan disisi lain, Hwang yang terus saja berlari sambil memeluk uangnya, mulai kebingungan karena tidak ada yang mengejarnya
'Mungkin mereka tidak bisa mengejarku' itulah yang ada di pikirannya sekarang
Ia berniat, mengendap masuk ke dalam kapal untuk bersembunyi
"......"
"pakai masker kalian sekarang! Charless berikan hadiah penyambutan-nya sekarang" ~ Serin
Sesuai perintah Serin, Charless menerbangkan Drone, di bantu 2 rekannya yang lain
Hwang yang waktu itu akan turun ke kapal, menghentikan langkahnya, ketika sebuah kertas panjang bertuliskan 'Aku Buronan Interpol' dengan di bawa dua Drone terpampang nyata di hadapannya, begitu juga dengan sebuah kaleng yang dijatuhkan tepat di dekat Hwang Jun Yeong berdiri
Asap putih meliputi tempat Hwang berdiri, dan tim Geralt yang datang memakai masker pelindung, untuk membawa tubuh pria yang sudah tidak sadarkan diri, akibat gas yang keluar dari kaleng tadi
"Beres" ~ Geralt
"Oke. kirim dia ke BIN, pak Arthur yang akan mengurus sisanya, dan kirim diagnosa asli Willy ke gedung kejaksaan" ~ Serin
"Ah. jangan lupa kalung, kan kertas tadi di tubuhnya" ~ Serin
"Oke." ~ Geralt
Dengan senyum sumringah, Geralt dan yang lain membawanya masuk kedalam truk yang mereka gunakan, dan segera berangkat untuk mengirim Hwang ke gedung BIN
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.