Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Penipuan Asuransi


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...


📨Message


Leo> aku mengirimkan apa yang berhasil kudapatkan, dia cukup hebat, semua tahanan yang berhasil mendapat penangguhan hukuman lewat laporan medis palsu buatannya, akan baik-baik saja setelah keluar dari penjara


"Semua tahanan akan di diagnosa atau di nyatakan mengidap penyakit tertentu, karena gejalanya merujuk ke arah penyakit tersebut, tapi setelah berhasil mendapat penangguhan hukuman, mereka semua baik-baik saja, karena kemungkinan besar! Hwang Jun Yeong sengaja menciptakan gejalanya agar lolos pemeriksaan dari jaksa"


^^^"Jadi maksudmu, penyakit Anemia Hemolitik yang di derita Willy itu bohong?!"^^^


"kurang lebih seperti itu, dia terkenal karena kepintaran-nya dalam memanipulasi laporan, serta gejala sebuah penyakit, dari 53 orang hanya 2 orang yang di nyatakan tewas, bisa kita simpulkan jika itu adalah percobaannya"


^^^"Baiklah, terus laporkan semua yang kau dapatkan"^^^


Serin meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu merebahkan dirinya untuk tidur


Sedangkan Glen, pria itu sudah lebih dulu tidur karena kelelahan akibat peninjauan proyek


...****************...


12 tahun dari sekarang 14 juli 2010, Darin di bunuh tanpa bisa meminta pertolongan dari siapapun


Air mata mengalir perlahan dari pelupuk mata yang tertutup, disamarkan dengan jatuhnya air hujan yang begitu deras, membasahi seluruh tubuh yang sudah tidak bernyawa penuh luka sayatan, dengan sebagian tengkorak kepala yang sudah hancur... ia tidak bisa pulang kerumah lagi, untuk menemui keluarga nya


Seorang gadis yang waktu itu masih berumur belasan tahun, harus mengalami depresi selama 3 tahun lamanya, karena menerima telpon dari pria brengs*k yang membunuh kakak-nya, hingga berakhir dengan rasa bersalah yang berkepanjangan


Disisi lain, seorang gadis yang memenuhi kebutuhannya, dengan menjual dirinya pada lelaki hidung belang, menyaksikan secara langsung bagaimana sebuah bola besi di ayunkan, dan menghantam dengan kuatnya bagian tengkorak kepala


"......"


"Menarik juga, kau bisa menemukan dan mengumpulkan seluruh bukti tentangku" ujar seorang pria sambil meregangkan lehernya, bergumam di sebuah ruangan, sambil menatap sebuah foto seorang wanita yang di bingkai dengan figura besar


"......"


Didepan si pembunuh Arka yang tidak bisa merasakan rasa bersalah... David dan anak buahnya putus asa dalam mencari siapa pembunuh anaknya


Namun kotak pandora Arka akhirnya terbuka, Serin berhasil memecahkan seluruh teka-tekinya sejauh ini, dengan petunjuk pertama yang sempat salah sasaran, menargetkan Bryan sebagai tersangka utama pembunuh Darin, yang ternyata hanyalah kambing hitam


"......"


"Terakhir kali aku melihatnya, 11 tahun lalu, dan sekarang bertemu dia, menarik juga... dia sepertinya pekerja keras, dan kemampuan identifikasi-nya yang hebat" ujarnya lagi, dengan pandangan yang masih menatap figura tersebut


(Ingat saat Serin pertama kali bertemu Arka, saat Jayden membawanya ke sebuah hunian di daerah desa, dan itu terjadi sebelum pergantian tahun"


"......"


Setelah 12 tahun berlalu, sebelum orang tahu, Arka tanpa cacat sekecilpun, dia menutupi kejahatannya dan menjabat sebagai direktur di NVC...


Ia masih saja menikmati pembunuhan yang mengerikan, dan hidup sebagai pria berwibawa di hadapan umum


Bola besi yang entah, sudah berapa kali di ayunkan dan merenggut nyawa itu, kembali di ayunkannya pada korbannya, semua darah bercampur menjadi satu termasuk darah Darin


Jeritan tiap Jeritan, terdengar samar dari para korban, tapi si pelaku hanya menyairkan penggalan kata kesayangan-nya, dan meminta para korban untuk mengatakan 'tolong selamatkan aku' ."


Sebanyak apapun para korban mengatakannya, pria yang sudah dirasuki iblis itu, hanya tertawa menikmati suara lirih ketakutan para korbannya


"Kau hidup karena di lahirkan, dan akulah orang yang membuat keputusan" -Arka-


Getaran semangat yang dia rasakan setiap kali dia mengayunkan bola besinya, dan aroma amis darah yang memompa adrenalin-nya


Kejaran Serin yang mengarah ketempat berbeda


(Ingat saat Serin pernah mengira pembunuh utama adalah Bryan)


Semua hal ini membuatnya bergairah, suara memohon dari para korban untuk di selamatkan, suara alat medis yang berbunyi untuk menentukan jalan hidup seorang gadis... dan para yatim piatu yang tidak memiliki kesalahan, harus meregang nyawa


(Lusia masih koma, dan masih memakai alat medis, sebagai penentu apakah dia masih dikatakan hidup atau tidak)


Baginya! mereka di anggap sebagai mainan, yang kemenangannya harus sesuai targetnya


Seolah mencibir pada Serin yang mengejarnya, Arka malah lebih berani


Namun Serin dan anak buahnya, juga menunggu kesempatan untuk menangkapnya


"Sekiranya kamu tuli, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata kami mendengar, maka tetaplah dosamu" -Arka-


...****************...


Di tengah sibuknya Serin mengurus suami serta anaknya, di sisi lain Willy berhasil mendapatkan penangguhan hukuman selama 5 tahun, atas diagnosis penyakit yang lampirkan sebagai alasan utama penangguhan


Sedangkan Gery, anak buah Serin masih menyiapkan pembuktian agar Gery bisa di lepaskan dari tuduhan suap yang di buat Arka, untuk melancarkan aksinya


Karena ia juga harus berkuliah, mau tidak mau Serin harus membagi waktunya sebaik mungkin


...****************...


"Tolong belikan sebuah kotak, seperti kotak kue yang ada pitanya, untukku!" ujar seorang pria memasukan kembali ponsel -nya, lalu masuk kedalam mobil


Melihat majikannya sudah ada di kursi penumpang, sopir langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang di tuju


"Antara anak dan ibu, mana yang harus ku bunuh lebih dulu? ini membuatku bingung, tapi walau begitu dia yang lebih dulu" gumamnya sambil menarik tipis senyumnya


...****************...


"Bagaimana dengan Dokter itu?" tanya Serin, seraya mendudukkan dirinya di ruang keluarga


Kini ia sedang berkomunikasi dengan Leo lewat panggilan vidio, di laptopnya


"Aku berhasil menemukan tempatnya. sepertinya pria itu mengelola sebuah rumah sakit di It*lia" jelas Leo


(Tempat Glen waktu itu melakukan perjalanan bisnis, dan pria itu berselisih dengan Glen di bandara yang ada di sana)


"Rumah sakit?" sahut Serin, dan di angguki oleh Leo


"Dari yang berhasil ku lacak, sudah beberapa minggu ini, dia tidak pernah datang lagi, dan bekerja di rumah sakit di distrik C" ~ Leo


"Lalu!" ~ Serin


"Kau tau, Rumah sakit pemeras pasien?" tanya Leo, yang tentunya mendapat gelengan dari Serin


"Rumah sakit yang di kelola, atau setengah sahamnya di miliki oleh Hwang, melakukan penyimpangan Auransi" ~ Leo


"Penyimpangan asuransi! maksudmu penipuan asuransi?!" perjelas Serin


"Ah. itu maksudku" sahut Leo


"Penipuan dalam hal apa?" tanya Serin


"Kau ingat obat yang dilihat Glen dalam kemasan plastik?" ~ Leo


"Hmm. apa itu obat ilegal?" ~ Serin


"betul! lebih tepatnya, mereka membuat obat itu di sebuah apotik, lalu mengedarkan-nya tanpa mendapat izin dari badan pengawas obat disana" ~ Leo


"Lalu hubungannya dengan asuransi?" ~ Leo


"Hwang tidak hanya bekerja di rumah sakit di negara kita, tapi ia juga menduduki kursi direktur medis, di sebuah penjara... dan semua obat yang di produksinya, diberikan pada para tahanan yang sakit, dan tentunya kau tahu apa efeknya, jika obat yang belum di verifikasi diberikan kepada orang yang sakit?" ~ Leo


"Hmm. tau! lalu..." ~ Serin


"Jika para tahanan mendapati penyakitnya malah bertambah parah, maka tahanan tersebut akan di larikan ke rumah sakit miliknya, dimana jika pasien tersebut di nyatakan tewas! maka polis asuransi yang sudah didaftarkan akan di klaim oleh pihak rumah sakit, lebih tepatnya oleh Hwang... makanya rumah sakit itu terkenal dengan Rumah sakit pemeras pasien" Jelas Leo


Serin mengangguk paham atas penjelasan Leo


"Siapa saja, para pemilik saham di rumah sakit itu?" ~ Serin


"Ada 10 orang, 2 di antaranya adalah saudara Hwang di kor*a" ~ Leo


"Suruh Geralt, untuk memerintahkan 2 orang untuk menemui saudara Hwang, lalu suruh mereka menanda tangani surat pemindahan hak kepemilikan sahamnya" ~ Serin


"Oke" ~ Leo


"Baiklah! kita akhiri di sini, dan ya! cari seluruh data tahanan yang terdaftar di polis asuransi, yang di daftarkan oleh rumah sakit, cetak semuanya. termasuk akta kematian para tahanan, yang sudah di klaim hak asuransinya" ~ Serin


"Ah. satu lagi, suruh Geralt untuk mengatur agar aku bisa bertemu dengan Hwang besok" ~ Serin


"Iyaa" ~ Leo


Serin mengakhiri panggilan vidionya, lalu beralih pada ponselnya untuk menelpon seseorang


📞In Call-


"Ada apa Serin?"


"Pak! kami membutuhkan bantuan bapak"


"Masalah apa Rin?"


"Kami sedang menelusuri tentang pelaku penipuan asuransi, karena pelakunya adalah orang luar, kami butuh bantuan bapak untuk menyelesaikan-nya, tim sudah mulai mengumpulkan buktinya, jika sudah selesai kami akan mengirimkan berkasnya ke gedung BIN(Badan Intelegen Nasional)"


"Baiklah, aku akan mengurusnya... kau kirim saja buktinya! aku yang akan mengurus sisanya"


"Baik pak"


📞End Call-


"Sayang cepat bersiap! ku tunggu di ruang kerja" teriak Glen, dari ruang tamu


"Iyaa" sahut Serin, lalu menutup laptopnya dan pergi ke kamar untuk bersiap


"......"


Serin turun bersama Reyhan, setelah ia selesai bersiap


Baru saja ia akan masuk, Glen sudah lebih dulu keluar dari ruang kerjanya


"Ayo!" ajaknya, seraya menggandeng tangan Reyhan


Setelah memastikan majikannya masuk, sopir langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit


Seharusnya Glen cek up saat masih di kantor, tapi karena ia memilih untuk mendahulukan jadwal lain, jadi sekarang ia pergi bersama istri dan anaknya untuk ke rumah sakit, sekalian mengecek luka Serin


...****************...


"Ku pastikan kau menyukai hadiah dariku" ujarnya, menatap sesuatu di hadapannya, sambil tersenyum puas dengan hasil karyanya


"Kirim ini ketempat seharusnya" titahnya, pada bawahannya lalu pergi begitu saja menuju mobilnya


...****************...


Karena Glen cek up di rumah sakit yang di kelola David, jadi Serin meluangkan waktunya sebentar, untuk menemui ibunya


"Malam mah!" sapanya, seraya melangkah masuk keruangan Marisa, dimana ibunya itu sedang duduk karena baru saja selesai melakukan operasi


"Oh. sedang apa kalian disini" sahut Marisa, ketika melihat kedatangan anak beserta menantu dan cucunya


"Malam mah!" sapa Glen, sopan pada mertuanya, dan tentu saja mendapat anggukan dari sang Mertua


"Glen cek up, jadi sekalian" sahut Serin, seraya mendudukkan dirinya di ikuti Glen yang juga duduk, sedangkan Reyhan sudah lebih dulu disuruh Marisa untuk duduk di dekatnya


Mereka berbincang-bincang hal kecil, ditengah pembicaraan mereka, datang seorang wanita yang merupakan asisten dokter


"Kalian tunggu sebentar" ujar Marisa, lalu keluar dengan asistennya, untuk memeriksa keadaan pasiennya sebentar


"Kenapa kamu tidak tertarik jadi dokter?!" tanya Glen, sambil mendudukkan putranya di dekatnya


"kalau aku jadi dokter, mungkin tidak akan bertemu denganmu" sahut Serin enteng, sambil melihat-lihat meja ibunya


"Belum tentu! kalau memang jodoh pasti bertemu" sahut Glen


"mungkin, tapi pasti aku sudah di jodohkan" sahutnya, karena memang benar, jika dulu David sempat ingin menjodohkannya


"Oh. kenapa fotonya di ganti?" gumamnya pelan, ketika melihat sebuah figura kecil di meja Marisa


"Dijodohkan?" sahut Glen


"Hmm. dulu aku ingin di jodohkan dengan anak, dari salah satu rekan ayahku" sahutnya, seraya mendudukkan dirinya di samping Reyhan


"Siapa?" tanya Glen penasaran


"entahlah! yang pasti dia rekan Ayah" sahut Serin, sambil menggendikkan bahunya


"Memangnya kenapa, penasaran?" tanya Serin balik


"hanya bertanya" sahut Glen, lalu beralih pada putranya, yang sedang asik melihat siaran kartun, lewat tv yang ada di ruangan Marisa


"Dulu aku juga pernah di jodohkan, tapi karena aku punya Clara, jadi batal" ucap Glen


"Aku punya Clara!" cibir Serin, seraya meraih jeruk yang ada di atas meja


"Kenapa?" sahut Glen, ketika melihat ekspresi wajah istrinya


"Tidak" jawab Serin, fokus mengupas jeruknya


"Berikan!" ucap Glen, merebut jeruknya dari Serin, lalu memberikannya kembali setelah selesai ia kupas, tidak lupa ia mengupaskan untuk Reyhan


Atensi mereka teralih, saat mendengar suara decitan dari pintu


"Apa kalian menunggu lama" tanya Marisa seraya mendudukkan dirinya di sofa singel


"Tidak" sahut Serin, "Oh. ya mah! kenapa foto di figura di ganti?!" tanya Serin penasaran, karena ia tahu betul jika foto itu selalu ada di sana dan tidak pernah di ganti oleh Marisa


"Entahlah, mamah juga tidak tau kenapa fotonya bisa hilang, karena itu mamah ganti dengan yang baru" sahut Marisa, karena dalam foto sebelumnya ada foto keluarga mereka, saat Darin baru lulus SMP, dan Serin juga masih sangat muda waktu itu


Serin hanya mengangguk paham, lalu mereka melanjutkan untuk berbincang santai, bahkan David yang baru selesai dengan pekerjaannya, juga datang keruang istrinya, sekedar menemui cucu, beserta anak dan menantunya


...****************...


"Kenapa ramai sekali?!" gumam Serin, saat melihat ada kerumunan di depan rumah tetangga mereka


Bahkan Glen, yang juga melihat itu bingung kenapa tiba-tiba ada kerumunan di sana, bahkan ada mobil polisi yang juga baru datang, berbarengan dengan mereka



Turun dari mobil, Serin langsung menyuruh Lili untuk membawa Reyhan masuk kerumah


Sedangkan ia pergi untuk melihat apa yang terjadi, di ikuti suaminya yang juga penasaran


"Luke!" seru Serin, ketika melihat pria yang tidak asing baginya


"Oh. Serin! sedang apa disini?" tanyanya


"Rumahku di sana" ucapnya, menunjuk kearah rumahnya


"Apa yang terjadi?!" tanya Serin


"Ada laporan tentang penemuan mayat di sini, makanya aku datang untuk memeriksanya" jawab Luke


"Siapa korbannya?" tanyanya lagi


"Kami belum bisa mengidentifikasi-nya karena tengkorak kepalanya hancur, dan wajahnya luka parah, jadi cukup sulit untuk mengenali korban" ucap Luke


Serin hanya mengangguk paham, lalu tanpa sengaja ia melihat korban yang tadinya sudah di tutup dengan penutup, terbuka ketika angin menyibaknya


Seketika kaki Serin lemas, dan hampir kehilangan keseimbangannya ketika sekelebat ingatan kembali dalam pikirannya


Glen yang melihat itu, langsung menangkap dan menahan Serin agar tidak jatuh


"Kamu kenapa?" tanya Glen khawatir, bahkan Luke juga menanyakan hal yang sama


...****************...


.


.


.


Pelan-pelan aja ya bacanya, karena setiap Episode punya point pentingnya masing-masing


"Ingat gak, jika korban Arka itu ada yang telinganya di potong, nah sekarang kalian cocokkan apa ada kaitannya dengan episode ini, terutama di font tebal?"


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.