Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Rekan Luke!


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Pandangannya lurus kedepan menatap makam ibunya, air mata yang sedari tadi sudah mengalir kini masih tetap mengalir


Seasana tenang pemakaman berlanjut sampai acara selesai, para tamu sebagian telah pulang, menyisakan keluarga inti


Mata sembab yang tertutup kacamata hitam, serta wajah pucat yang menambah kesan kesedihan senantiasa tergambar di wajahnya


"Sayang ayo pulang, kamu harus istirahat" ajak Glen


Serin menoleh sekilas kearah suaminya, lalu menghela pelan napasnya dan mengangguk untuk ikut pulang


"......"


"Apa kita harus memberitahu-nya?" seru Aiden pelan, di samping Geralt


"Jangan sekarang, kita tunggu waktu yang pas... Sekarang Serin dalam dukanya, walaupun ini penting" sahut Geralt dan hanya di angguki paham oleh Aiden dan yang lain


Mereka semua melangkah pergi dari pemakaman untuk pulang


...****************...



Glen memeluk erat tubuh istrinya, sambil sesekali mencium kepalanya


"Masih ada aku, Reyhan dan Ayah... kamu tidak sendiri" ucapnya memberi ketenangan pada Serin


"Apa kamu juga akan meninggalkanku?" lirihnya dalam pelukan Glen


"Aku tidak akan meninggalkanmu, aku sudah berjanji akan menjagamu" jawab Glen, seraya melonggarkan pelukannya untuk menatap wajah istrinya


"Sekarang istirahat ya!" ajaknya lembut, sambil membantu Serin untuk merebahkan dirinya di ranjang


"Kamu mau kemana?" tahannya ketika melihat Glen akan pergi


"Aku hanya akan mengambil air sebentar, kamu perlu minum obat" jelasnya


Serin mengangguk paham, dan membiarkan Glen untuk mengambil air


"......"


"Makanlah dulu, kamu belum makan apa-apa dari tadi pagi, kan" ucap Glen, meletakkan nampan di atas nakas, lalu duduk di dekat istrinya


"Tapi aku tidak na*su makan" jawabnya


"Tidak ada kata tidak, buka mulutmu" paksa Glen, karena jika tidak begitu maka kondisi Serin akan semakin lemah


"Apa aku perlu cara lain untuk membuka mulutmu" tambah Glen, ketika istrinya itu tidak mau membuka mulutnya


"Sedikit saja" ucapnya, sambil menyuapkan makanan ke mulut Serin


"Gadis pintar" ujarnya, seraya mengelus lembut pucuk kepala istrinya


Setelah memakan sebagian makanannya, Glen memberikan air untuk Serin melarutkan makanannya


Tapi baru saja wanita itu memberikan gelasnya kembali, ia langsung berlari ke kamar mandi


"Sayang hati-hati" tegur Glen, yang juga ikut masuk ke kamar mandi


Dengan lembut ia memijat tengkuk leher Serin, yang sedang mengeluarkan isi perutnya yang terasa mual tadi


"sudah lebih baik?" tanya Glen, seraya memberikan tisu padanya


Serin hanya mengangguk pelan, seraya melangkah untuk kembali ke ranjang, tapi baru dua langkah Glen sudah lebih dulu mengangkat dan membawanya ke ranjang


"Aku akan minum obatnya" ucap Serin sambil membenarkan posisi duduknya


"Hmm. minumlah ini" jawab Glen, seraya memberikan obat dan air pada Serin


Setelah meminum obatnya, ia merebahkan dirinya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, disusul Glen yang juga merebahkan dirinya


Pria itu memiringkan tubuhnya untuk menatap lekat wajah istrinya, Lalu tangannya mulai mengelus lembut surai pipinya


"kemarilah" serunya, agar Serin masuk kedalam pelukannya


Ia memeluk tubuh istrinya sambil sesekali mengelus lembut kepalanya


"Tidurlah, semuanya akan baik-baik saja besok" ucap Glen memberikan satu kec*pan di kening istrinya


...****************...


Hampir satu bulan Serin tidak melanjutkan penyelidikan, karena kondisi yang tidak memungkinkan di tambah Glen yang semakin overprotektif terhadap dirinya


Glen mengakui jika keadaan istrinya benar-benar tidak baik, bahkan sesekali ia mengurung diri dikamarnya


Satu kalimat yang di didengar oleh Glen, yang membuatnya seakan tau jika ada sebuah penyesalan dalam kalimat tersebut


"Apakah seharusnya aku tidak membongkar kasus Darin?!" tutur Serin pada suaminya


“Apakah seharusnya ia tidak mengungkap kasus Darin yang berakhir pada kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi tapi rasa bersalahnya atas Darin tidak akan pernah hilang, atau mengungkap kasus Darin dan membiarkan rasa bersalahnya hilang, tapi ia akan membayar kompensasinya dengan kehilangan seseorang yang juga ia sayangi... Apakah semuanya salah, apakah seharusnya ia hanya diam, namun jika ia hanya diam maka ada banyak nyawa yang melayang hanya karena keegoisannya untuk tidak mengungkap pembunuh keji seperti Arka”


Tapi itu semuanya telah terjadi, dan waktu yang telah lewat tidak bisa dikembalikan, satu-satunya cara adalah mengikhlaskan semuanya walaupun itu berat, namun semuanya akan berubah seiring dengan berjalannya waktu


Didunia ini memang tidak ada yang kekal, semuanya akan kembali pada yang maha pencipta, hanya saja setiap kembalinya seseorang di atur dengan takdir yang berbeda-beda


Sejauh ini Glen masih bisa merasa mual, karena morning sicknes yang di dapatnya atas kehamilan sang istri


...****************...



Serin duduk di kursi meja makan sembari menunggu suami dan anaknya turun, untuk makan malam


Selama Serin beristirahat, semuanya di tangani oleh Geralt dan yang lain, mereka sengaja membiarkan Serin untuk membiarkannya beristirahat, dan Serin juga jarang menghubungi Geralt karena pikirannya yang lagi kacau


“kamu sudah lebih baikan?” tanya Glen, yang baru saja turun bersama Reyhan dan hanya di angguki pelan oleh Serin


Glen bertanya seperti itu, karena tadi sekali lagi Serin berdiam diri sambil melamun dikamarnya, sebenarnya Glen sudah Sering menguatkannya


Bahkan baru kali ini ia melihat seorang Serina Cassandra NIX serapuh ini, berbeda sekali ketika ia menangani kasusnya


Tapi ia beruntung karena Glen berada di sisinya untuk selalu menemaninnya


"Duduklah" ajak Serin, seraya meletakkan makanannya ke piring


Glen mengangguk dan duduk di kursinya, begitu juga dengan Reyhan


...****************...


Terlihat seorang pria sedang berdiri di depan jendela kaca, melihat kota dari sana dengan tangan yang ia masukka kedalam saku celananya


Setelah berdiri beberapa saat berdiri di sana, ia lantas berjalan menuju ranjang dan duduk di sana


Matanya menatap sebuah foto yang baru saja ia ambil dari laci nakas, dimana seorang anak yang berumur sekitar 12 tahun, sedang memangku anak perempuan yang masih berusia sekitar 1-2 tahun dengan Senyum terukir dari bibir keduanya


"Aku merindukanmu" gumamnya tersenyum miris, "seharusnya aku menjemputmu lebih dulu sebelum hal mengerikan itu terjadi padamu" gumamnya lagi menatap sendu foto tersebut


"Berhentilah memikirkannya, sekarang aku adalah hidupmu jadi jangan berpikir untuk mengeluarkan sifat bod*h mu itu lagi"


Seketika tatapan sendu tadi berubah menjadi tatapan yang tidak bisa di artikan, ia meletakkan kembali foto tadi dan pergi keluar dari kamarnya


...****************...



Glen duduk di ranjang, dengan laptop yang ada di pangkuannya


Atensinya teralih ketika mendengar seseorang membuka pintu dan memperlihatkan istrinya yang sedang masuk


Glen hanya menggeleng "masih ada yang perlu ke cek" sahutnya


Wanita itu hanya mengangguk, lalu masuk kedalam kamarnya


Melihat Serin masuk kedalam kamarnya, Glen bangkit dari posisinya untuk menyusul istrinya


Tapi baru saja ia akan membuka pintunya, Serin sudah membukanya lebih dulu


"Sedang apa?" tanyanya pada Glen


Glen hanya diam dengan tatapan yang tidak ia alihkan dari Serin, yang kini sedang memegang sebuah box yang berisi kertas-kertas di dalamnya


"Mau apa?" tanya Glen bingung


"Aku hanya ingin melanjutkan hidupku" sahutnya singkat, dan berlalu untuk duduk di sofa, meninggalkan Glen yang masih berdiri kebingungan di tempatnya


"......"


Serin mengeluarkan beberapa berkas dari kotak tersebut, serta membuka laptopnya


"Kamu akan menyelidiki kasus lagi?" tanya Glen berjalan menghampiri istrinya


"Aku hanya melanjutkan tugasku" jawabnya tanpa menoleh pada Glen


"Sayang! kamu sedang hamil tidak baik jika terlalu lelah dan banyak pikiran" ucap Glen khawatir


Serin menghela napasnya, lalu beralih menatap nanar mata suaminya yang kini sedang mendudukkan diri disampingnya


"Aku tidak akan membuatmu khawatir, aku hanya ingin mencari kesibukan agar aku bisa melanjutkan hidupku, dan tidak terbayang-bayang tentang ingatanku bersama Mamah" jelasnya dengan nada lembut


Mendengar itu membuat Glen menghela panjang napasnya, sambil menatap lekat wajah istrinya


"Aku akan mengijinkanmu mencari kesibukan, tapi tidak untuk yang membahayakan, dan aku tidak akan mengijinkanmu ke gudang selama masa kehamilan, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu" jawab Glen, menekan larangannya untuk sang istri


"Tapi-- "tidak ada tapi-tapian, jika aku bilang tidak maka tidak, kamu bisa menanganinya dirumah, jika perlu sesuatu suruh Geralt yang datang, aku dengan senang hati membiarkan mereka datang" potongnya


Serin hanya mengangguk pelan, mengiyakan ucapan suaminya


"Baiklah, aku tidak akan kegudang tapi kamu janji harus membiarkanku melakukan pekerjaanku" ucapnya mencoba bersepakat dengan Glen


"Hmm.. aku akan mengijinkan, tapi jangan membuat pikiranmu terbebani" jawabnya, lalu beralih turun kelantai dan duduk bersila di depan Serin


"Buatlah ibumu mengerti jika dia tidak boleh membuat dirinya sendiri dalam masalah" ucap Glen mengajak bicara anaknya yang ada dalam kandungan Serin


Walau sebenarnya perut Serin masih agak rata karena baru berumur 2 bulan, tapi tetap ia ajak bicara sambil mengalungkan mesra tangannya di pinggang Serin


Melihat itu membuat Serin tersenyum simpul, lalu mengusap lembut kepala suaminya


"Aku akan kembali pada pekerjaanku, jam 9 kamu sudah harus tidur" ucapnya dan beranjak dari duduknya, sebelum tadi sempat menci*m perut istrinya


Setelah Glen kembali pada pekerjaannya, Serin duduk diam sambil memikirkan dan mengingat sesuatu


Menekan tombol enter, ia mulai terhubung dalam sebuah panggilan vidio dengan anak buahnya yang ada di gudang


"Serin!" seru Leo, dimana di sana juga ada yang lain


"Bagaimana keadaanmu apa sudah lebih baik?" tanya Geralt, dan hanya di angguki oleh Serin


"Bagaimana dengan peluru waktu itu! apa kalian sudah menemukan pemiliknya?" tanyanya


"Kami sudah men-tracking pemiliknya, menurut data.. senjata itu dimiliki oleh seorang detektif dari distrik kita-" jawab Geralt


"Lalu! apa kau sedang bingung menjelaskannya padaku sekarang?" tanya Serin, ketika melihat raut wajah Geralt yang terlihat bingung


"Siapa namanya?" tanyanya lagi


"Kau ingat detektif yang membantu kita saat memecahkan kasus Biote**risme?" tanya Geralt balik


"Hmm. aku ingat, memangnya kenapa? apa dia juga terlibat!" ucap Serin


"Bukan terlibat tapi dia pemiliknya, dan menurut Luke yang mengecek kehadirannya di kantor, pria itu beralibi menyelidiki sebuah kasus, tapi setelah Luke bertanya pada yang lain, ia tidak ada saat pemeriksaan di TKP" jelasnya


(Lengkapnya ada di episode 'B. A Chp 1-2')


"Kau yakin?!" perjelas Serin, dan mendapat anggukan yakin dari Geralt


"Bagaimana bisa?" sahut Serin tidak habis pikir


"Awalnya kami juga tidak percaya, tapi bukti yang kami dapatkan memang mengarah padanya, dari kepemilikan senjata, dan alibinya pada hari itu, ditambah Van punya identitas lain" ucap Geralt sukses membuat Serin semakin bingung


"Maksudmu?"


"Leo menyelidiki seluruh identitasnya baru-baru ini, dan menurut seluruh informasi yang kami dapatkan.. dia yang paling memungkinkan menjadi tersangka yang menembak Mike hari itu" jelas Geralt


"Jelaskan padaku kenapa kalian menyimpulkan itu?!" tanya Serin


"Pertama... kepemilikan senjata atas namanya, kedua... alibinya hari itu tidak memiliki akreditas, ketiga... Pria ini mempunyai dua identitas sebagai detektif dan seorang pemb*nuh" jawabnya


"Pemb*nuh?!" ~ Serin


"Iya, pemb*nuh! selama satu bulan ini kami menelusuri seluruhnya tentang Van, tanpa sepengetahuannya... menurut broker yang menjual senj*ta, Van di panggil sebagai Grim Reaper / malaikat maut... dia seorang pemb*nuh berdarah dingin, yang memb*nuh korbannya tanpa meninggalkan jejak dimana seluruh korbannya tidak memiliki jasad satupun" ~ Geralt


"Bahkan Luke tidak habis pikir jika rekannya adalah seorang pemb*nuh, karena menurut pengamatannya selama ini, Van adalah detektif yang membantu mengerjakan seluruh kasus dengan baik, bahkan ia jarang bolos bekerja dan mendapuk beberapa penghargaan dari kepolisian karena berjasa membantu warga" jelas Geralt


"Bagaimana latar belakangnya?" sahut Serin


"Dia berasal dari keluarga menengah keatas, kedua orang tuanya adalah seorang apoteker yang bekerja di toko mereka sendiri... tapi menurut teman-temannya.. Van sering dir*ndung dan di suruh-suruh oleh senior layaknya seorang bud"k,,, tapi dalam bidang akademik ia unggul karena menduduki peringkat umum secara beruntun dari sekolah dasar" Jawab Geralt


"Bagaimana dengan orang tuanya?" ~ Serin


"Orang tuanya baik-baik saja, bahkan sampai sekarang mereka masih mengelola apotek, hanya saja Van tidak tinggal lagi bersama kedua orang tuanya" ~ Geralt


"Bagaimana dengan jejak keuangannya, apa ada yang mencurigakan, membeli senj*ta ileg*l seperti itu pasti dijual dengan harga mahal, " ~ Serin


"Tidak ada yang aneh, sepertinya dia menggunakan uang cash agar tidak terlacak, bahkan saat membeli senj*ta itu, broker mengatakan jika dia membayar dengan uang cash yang di bawa dengan sebuah tas travel" ~ Geralt


Serin diam sejenak, ia teringat akan ucapan Mike waktu itu


"ia membebaskan kami karena sebuah alasan gila"


"Kata kami yang disebutkan Mike waktu itu, membuat semuanya terhubung! dia mengatakan kami? yang artinya dia tidak sendiri, kita perlu mencari tahu siapa orang yang dimaksudnya dengan kami, apakah ada dua orang atau lebih, kalian periksa apakah Mike dan Van saling terhubung?! jika benar meraka saling terhubung, maka artinya ada Bos lagi di atas mereka... yang membuat Mike bisa bebas" ucap Serin


"Oke, kami akan memeriksa itu" jawab Geralt dan di angguki oleh Serin


"Ah. satu lagi,,, periksa seluruh data orang hilang. dan minta Luke untuk memeriksa pekerjaan Van secara diam-diam, jika dia memb*nuh tanpa jasad, maka artinya korban akan di nyatakan hilang, jika sejauh ini tidak ada keributan akan hal itu.. maka artinya kita perlu mencurigai pekerjaannya, apakah dia juga yang menyembunyikan seluruh jasadnya dan menutup seluruh kasus/orang yang membebaskan Mike yang melakukan semuanya... waktu itu dia bilang membebaskan kami untuk melakukan hal gila... yang menurutku apa yang disebut Mike dengan melakukan hal gila! adalah perbuatan Mike yang meniru pemb*nuhan Arka.. tanpa kita ketahui alasan sebenarnya" pinta Serin dan tentunya di iyakan oleh bawahannya


"Baiklah, kita bahas lagi nanti" ujarnya, lalu mematikan panggilannya


"Jika seandainya Mike dan Van benar-benar terhubung, maka artinya orang yang berada di atas mereka mengetahui sesuatu tentang Arka, hingga dia menyuruh Mike untuk meniru perbuatan Arka dan menuduhnya, lalu membuatku membongkar seluruh perbuatan Arka,,, jika itu yang terjadi! artinya bos mereka mengenalku. tapi siapa?" gumamnya dalam hati


"Sayang! saatnya tidur" seru Glen dari tempatnya


Serin mengangguk, lalu merapikan berkasnya dan bersiap untuk tidur


"......"


"Good Night" ucapnya seraya merebahkan dirinya, tidak lupa kec*pan manis dari suaminya sebelum tidur


...****************...


.


.


.


Guys kalian baca novel misteri author, bantu ngasah otak kalian gak sih😂


Hayo siapa yang masih ingat dengan Van, dan author mau kasih bocoran aja.. orang yang pernah di sebutkan di episode "Proyek" akan terkait di episode selanjutnya


Jangan tanya kenapa author akhir-akhir ini jarang double up ya, soalnya lagi sibuk aja... tapi di usahain kok buat double up lagi😉


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.