
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
Pukul 20.07... Gudang
Dengan kecepatan yang tinggi, Doni berhasil sampai ke gudang dengan waktu yang se singkat mungkin, walau selama perjalanan ia terus mendengar umpatan dari Jordan
Geralt dan yang lain, langsung masuk ke gudang lewat pintu masuk yang hanya mereka yang tahu
Didalam, gudang sudah dalam keadaan gelap gulita, sedangkan para mobil yang di maksud Ardan sebelumnya di telpon, tengah berada di depan gerbang utama
"Bagaimana keadaan di depan?" tanya Geralt, yang kini sedang berdiri di dekat Ardan dan anak buahnya yang lain
"Seperti-nya mereka memang benar-benar ingin menyerang markas kita, ada beberapa s*njata api yang mereka bawa, bahkan mereka memakai pakaian lengkap dengan masker pelindung... Mereka mungkin saja mengira, jika gudang ini kosong karena semua pencahayaan sudah kami matikan, tapi beberapa anak buah yang di tugaskan di depan sedang bersembunyi sekarang, aku tidak memerintah mereka karena pihak lawan belum bergerak sampai sekarang, sepertinya mereka sedang menunggu perintah seseorang" jelas Ardan
Geralt mengangguk paham, lalu mendudukkan dirinya di sofa dengan satu penerangan dari Flashlight ponselnya
"Leo, segera hubungkan earphone agar bisa berkomunikasi dengan Serin, Aiden dan Jordan pergi keruang penyimpanan.. ambil beberapa senj*ta pastikan bius-nya masih full, Doni periksa Van di ruangan Serin" titahnya
"Baik" sahut mereka bersamaan, dan langsung pergi untuk melakukan apa yang di perintahkan Geralt
"Aku akan pergi ke mobil, susah jika aku melakukannya disini" ucap Leo, sambil membawa laptop dan beberapa alat yang akan ia butuhkan
"Ambil rompi pelindung, kita susun rencana sekarang" suruh Geralt
Satu orang anak buahnya pergi untuk mengambil rompi pelindung
"......"
Aiden dan Jordan membagikan senj*ta yang mereka ambil, begitu juga dengan rompi pelindung
"Van aman, dia masih dirantai di tempatnya" ucap Doni
Geralt hanya mengangguk pelan, sambil memakai perlengkapan-nya
Charles dan Stefan yang baru datang, langsung di berikan senj*ta dan rompi pelindung masing-masing
"Tim A... Tim A... masuk! sepertinya mereka membawa sebuah bom, ku ulangi mereka membawa bom~" ucap tim A, yang berjaga di depan mengawasi para penyerang
"Aku akan menghubungi Luke dan Edward, siapa tahu mereka sudah selesai" ucap Zeon dan di angguki setuju oleh Geralt
"Earphone sudah terkoneksi, sekarang kalian bisa memakainya, Serin juga sudah memakai earphone-nya" ujar Leo, memberikan info pada orang yang masih berada di dalam gudang
"kalian mendengarku?" ~ Serin
"Sangat jelas" ~ anak buah
"Baiklah, bagaimana situasinya sekarang?" ~ Serin
"Aku yakin, ini adalah rencana seseorang. mereka membawa bom dan pergerakan mereka juga sudah terencana dari awal tinggal menunggu perintah" ~ Geralt
"Bereskan mereka tanpa membuat keributan!" titah Serin
"Baik" sahut mereka Bersamaan
"Jika mereka menunggu perintah seseorang, pasti sekarang mereka sedang berkomunikasi untuk mendapatkan perintah!" ~ Serin
"Leo, kacaukan sinyal Radio mereka, dan semuanya lepas earphone kalian. jika Leo sudah selesai.. baru kita lanjutkan" ~ Serin
"Oke" ~ Bersamaan
Sesuai perintah Serin, mereka langsung melepaskan earphonenya dan berkomunikasi secara langsung
"Stefan, Doni dan kalian bertiga... pergi menyusup dan kelilingi mereka dari jauh, Charles dan dua lainnya keluarkan bom rakitan, Jordan, disisi kanan atap dan Aiden di sisi kiri atap... jika earphone sudah kembali di hidupkan, aku akan memberikan aba-aba jika waktunya kita menembak. paham!" jelas Geralt
"Paham!" sahut mereka bersamaan, kecuali Zeon karena ia akan bergerak bersama Geralt
Setelah yang lain pergi, Geralt dan Zeon juga mengendap keluar gudang menuju halaman depan. dimana para orang suruhan itu tengah menghancurkan blockade di depan gerbang utama
"pasukan mereka bertambah banyak, baru saja, ada 4 mobil yang datang" jelas pria yang tadi memberikan info tentang bom
"Kita tunggu sebentar, jika mereka berhasil menghancurkan blockade di depan, segera lakukan tugas masing-masing" jawab Geralt
"......"
📞In Call-
"Kau bisa melacak identitas mereka?"
"sebagian dari mereka, adalah para tent*ra yang telah masuk kedalam daftar blacklist negara"
"Kau yakin!"
"Yakin, melihat dari setiap pergerakan mereka, aku yakin jika para suruhan di luar itu bukan orang sembarangan, setidaknya mereka menguasai pelatihan sistematis yang seimbang dengan kemampuan anak buah kita"
"hmm. kalau begitu bagaimana dengan sinyal pengacau! apa kau sudah melakukannya?"
"aku sedang melakukannya, tapi sepertinya mereka sudah merencanakan ini dari awal. aku bahkan tidak bisa menembus sistem keamanan utama mereka"
"Apa!"
"aku tidak bisa menembusnya Rin, kemungkinan mereka juga punya hacker yang lebih handal"
"Kalau begitu, cepat hidupkan saluran radio. aku akan membantu dari sini'
"baiklah"
📞End Call-
📨Message
"Geralt, jangan gegabah. Leo tidak bisa menembus sistem keamanan mereka, terpaksa kita tunggu mereka bergerak lebih dulu"
Geralt langsung menyuruh yang lain untuk memakai kembali earphone mereka agar lebih mudah berkomunikasi
"Apa mereka sudah melewati kawasan blockade?" ~ Serin
"Mereka masih menghancurkannya" ~ Geralt
"biarkan saja mereka menghancurkannya, kalian hadang mereka di depan gerbang utama dan pastikan semuanya sudah pakai pelindung masing-masing" ~ Serin
"Baiklah" ~ Geralt
Sedangkan di sisi lain, seorang pria dengan perawakan kekar bicara dengan seseorang lewat earphone-nya
"Katakan pada yang lain kita mundur sekarang" bisiknya pada salah satu bawahannya
Dan benar saja, mereka tiba-tiba menarik seluruh anak buah mereka dan pergi dari markas Serin
Bahkan Geralt dan yang lain bingung kenapa tiba-tiba mereka menarik diri. karena tidak ada penyerangan maka mereka juga tidak menyerang balik
"Apa yang terjadi?" ~ Serin
"Mereka menarik diri" ~ Geralt
"Apa!,, pasti ada hal lain. kalian yakin mereka benar-benar menarik diri" ~ Serin
"Tidak ada satupun yang tersisa kecuali anak buah kita, bahkan Aiden dan yang lain juga sedang menuju ke sini" ~ Geralt
"Kenapa mereka tiba-tiba menarik diri?" tukas Stefan yang baru datang bersama yang lain
Belum sempat mulut Geralt bicara untuk menjawab, bunyi ledakan sudah lebih dulu membuat semua yang ada di sana beralih mencari sumber suara
Seketika suara bising terdengar dari earphone mereka termasuk Serin, bahkan Geralt dan yang lain langsung melepaskan earphone mereka karena suara dengungan yang begitu mengganggu indera pendengaran
Asap hitam terlihat mengepul di area belakang gudang, sontak mereka saling menatap satu sama lain
"Leo!!!" teriak Aiden yang langsung berlari menuju area belakang
...****************...
Ia hanya memiliki ke khawatiran sekarang, cemas akan suatu hal yang terjadi di gudang
"Kenapa tiba-tiba? apa yang terjadi?!" tanya Glen bingung
"Ku jelaskan nanti, kita pergi dulu sekarang" jawab Serin yang sedang mengambil jaketnya dari dalam lemari
"Ayo!" ajaknya menarik lengan suaminya
Mau tidak mau Glen meng-iyakannya, dari pada membiarkan istrinya pergi sendiri, ditambah ia melihat Serin yang terlihat agak cemas membuat Glen sadar akan sesuatu yang mungkin telah terjadi
...****************...
pukul 21.40... Gudang
Mobil Geralt yang sebelumnya ditempati oleh Leo, kini telah menjadi pemandangan yang menyajikan kobaran api yang menutup seluruh body mobil
Mereka terdiam kaget, begitu juga anak buah yang lain yang baru datang dari arah berbeda
"LEO!!!" teriak Aiden, ketika tadi mereka sempat terdiam kaget atas apa yang mereka lihat
"YAK!!! ambil selang air" titah Geralt yang juga langsung bergerak untuk mematikan api
Mereka semua panik, berlarian sana sini untuk memadamkan apinya, bahkan sudah menghabiskan 2 tabung pemadam api tapi apinya masih saja tidak padam seutuhnya
Serin yang kala itu baru datang, terdiam sejenak melihat kobaran api yang masih menyala
"Geralt!" seru Serin dengan nanar mata yang tertuju pada kobaran api
"Kau datang?" kaget Geralt ketika melihat Serin dan Glen ada di sana
"Apa yang terjadi?" tanya Glen
"Kami masih belum tau apa yang terjadi, tapi Leo berada di dalam mobil, dan tidak ada tanda-tanda dia keluar dari mobil" jelas Geralt sukses membuat Serin dan Glen saling menatap sekilas satu sama lain
"Leo! tidak ada di dalam mobil" teriak salah satu anak buah, dimana mereka berhasil memadamkan apinya
Geralt, Serin dan Glen sontak menoleh ke arah mobil yang kini hanya tersisa kerangkanya saja
Tanpa buang waktu pria itu langsung berlari menuju mobil untuk memeriksa-nya sendiri, disusul Serin dan Glen
"Kemana dia? apa kalian tidak ada yang melihatnya keluar?" tanya Geralt menatap bergantian anak buahnya
Tapi tidak ada yang menjawab karena mereka memang tidak melihat Leo sudah keluar atau belum
Aiden, Doni, Jordan dan Ardan bahkan memeriksa kembali seluruh area gudang yang sangat luas itu
"Cari dia sampai dapat, pastikan anak buah kita tidak ada yang terluka satu pun" titah Serin
Tangannya mengepal sempurna, dari awal ia sudah sadar jika ada yang tidak beres dari kedatangan para pria tidak dikenal itu
"Ardan coba lacak ponselnya" ucap Serin, dan langsung di lakukan oleh Ardan
"......"
Hampir 15 menit mereka menyisiri sisi area gudang, tapi sama sekali tidak menemukan keberadaan Leo
Serin duduk dengan kaki yang terus bergerak, gugup? tentu!... sejauh ini ia selalu memastikan anak buahnya aman tanpa celaka ketika menyelesaikan tugas atau apapun itu
"Tenanglah, dia tidak ada di mobil mungkin Leo sempat kabur sebelum mobilnya meledak" ucap Glen menenangkan istrinya
Serin hanya mengangguk pelan, tapi tiba-tiba atensinya teralih pada Doni yang berlari terengah-engah dari luar area gudang
"Leo! Leo!!... "Leo kenapa?" potong Serin
Doni menormalkan terlebih dahulu deru napasnya, dengan tangannya yang terus menunjuk ke suatu tempat
"Kau menemukan Leo!" tanya Serin lagi
"T-tiim medis, panggil tim medis" jawabnya
Tanpa buang waktu Serin langsung menelpon tim medis untuk segera datang, lalu ia dan yang lain pergi mengikuti Doni menuju sebuah tempat
"hati-hati" tegur Glen seraya meraih lengan istrinya
"......"
Mereka semua kaget, ketika melihat Leo terbaring di samping jasad seorang pria sambil memegangi kepalanya
Serin merobek bagian bawah dressnya, lalu menempelkannya di kepala Leo untuk menutup luka agar pendarahan-nya tidak semakin banyak
"bertahan lah, sebentar lagi tim medis akan datang" ucap Serin seraya memberi kode untuk mengurus jasad yang ada di samping Leo, yang tidak lain adalah salah satu anak buahnya
Ia mengutamakan Leo terlebih dahulu, baru nanti akan menyelesaikan sisanya
...****************...
Selagi menunggu dokter menangani Leo, Geralt dan yang lain berkumpul di ruang tunggu begitu juga Serin dan Glen
"Dari awal ini sudah tidak beres, dan sekarang Leo jadi korban.. jika ini perbuatan seseorang, dia sudah terlalu berlebihan" tukas Serin sukses mendapat anggukan dari yang lain
"Kami menemukan ini di genggaman tangan Jian" ucap Stefan memberikan sebuah benda berukuran kecil
"Sepertinya mereka sempat berkelahi, dan berhasil merebut earphone ini dari pelaku" tambahnya
Serin lantas memperhatikan earphone yang sedang ia pegang
Hampir 3 menit ia membolak-balik alat tersebut, sampai akhirnya ia menarik senyum yang tidak bisa di artikan
"Simpan ini di dalam brangkas, besok bereskan seluruh barang di gudang, kita pindah ke tempat lain, masalah tempat aku yang akan mengurus itu" ucapnya, lalu beralih pada Ardan karena ia ingin membicarakan hal lain dengannya
...****************...
Terlihat seorang pria yang sedang memberikan laporan pada tangan kanan atasannya
"Apa mereka curiga?" tanyanya
"tenang saja, kami melakukan semuanya sesuai perintah kalian, jadi semuanya berjalan mengikuti hasil dari rencana awal" jawabnya, dan hanya di angguki oleh pria tadi
"Ternyata mereka mudah sekali di tipu" remehnya
"anak buahnya mungkin mudah, tapi kalian harus tetap teliti dan waspada, atasannya tidak semudah yang kalian pikirkan" jawab pria tadi, seraya menepuk pundak bawahannya, lalu pergi dari sana
"aku penasaran bagaimana atasan mereka" angkuhnya sambil melirik kepergian dari tangan kanan bos-nya
...****************...
Hari yang Serin anggap sebagai hari buruk kemarin, kini telah berlalu menjadi hari baru yang mungkin menjadi hari sibuk baginya
Dengan pakaian rapi, Serin keluar dari rumah berjalan menuju sebuah mobil yang telah menunggunya di halaman
"semuanya sudah kau urus?" tanyanya, seraya memasang seatbeltnya
"Beres" sahut Ardan seraya melajukan mobilnya menuju sebuah tempat
...****************...
Tidak butuh waktu lama untuk keduanya samoai di tempat tujuan
Serin menarik senyum simpulnya ketika melihat seorang pria yang sangat ia kenal, tengah berdiri di tengah loby sambil melambaikan tangannya
"Ayo" ajak Ardan, yang sudah membawa seluruh berkas penting yang akan mereka butuhkan
Serin mengangguk pelan, lalu mereka berdua melangkah masuk kesebuah gedung perusahaan untuk mengurus sesuatu
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.