
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
So... I Hope Enjoy The Story
...****************...
"Kau tau siapa pelakunya?" tanya Geralt beralih pada Serin
"Aku masih belum yakin, tapi earphone yang kita dapatkan, adalah jenis earphone yang pernah ku lihat sebelumnya disuatu tempat" jawab Serin tanpa menatap Geralt, karena ia fokus melihat sebuah berkas di tangannya
"Kau ingat saat kasus Bella, Jeny?" ucap Serin dan mendapat anggukan dari Geralt
"Earphone ini? adalah earphone yang sama dengan yang di pakai pengawal m*ntri pertahanan- "maksudmu yang memerintahkan orang-orang kemarin adalah dia?" potong Geralt
"Tapi bisa saja ,kan modelnya sama?" tanya Aiden
"Itu bisa saja, tapi ini adalah jenis Earphone yang hanya di produksi untuk kalangan tertentu! bahkan para polisi saja.. tidak menggunakan Earphone jenis ini,,, karena itu aku meminta berkas ini darimu" jawab Serin menatap Geralt dan Aiden secara bergantian
"Ini hanya di produksi setiap 1 kali dalam setahun, dan jumlahnya sudah di perkirakan sesuai kebutuhan... dan hanya ada 350 pieces di negara ini untuk pertahunnya. jenis ini hanya di pesan oleh 3 kalangan, m*ntri pertahanan, paspamres dan bodyguard Ayahku, karena itu aku tahu" jelasnya
"Tapi kenapa kau malah menyimpulkan ini perbuatan m*ntri pertahanan bisa saja, kan yang lain?" tanya Jordan
"Inilah alasan kenapa Earphone ini hanya di produksi sedikit setiap tahunnya. jenis ini punya ke istimewanya tersendiri, karena hanya di produksi untuk 3 kalangan... maka setiap no seri akan di bedakan sesuai kalangan tersebut, milik bodyguard Ayahku nomor seri-nya dimulai dengan namanya David 'D-182Se', dari sana saja aku sudah bisa menebak dari mana Earphone ini berasal, ditambah aku pernah melihat pengawal m*ntri pertahanan menggunakan jenis ini saat aku bertemu mereka waktu itu, dan data ini juga memperlihatkan jika nomor Seri yang ada di data ini sama dengan di Earphone" jelasnya
(lengkapnya ada di episode 'File'),
Geralt dan yang lain hanya mengangguk paham atas penjelasan Serin
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Doni
"Kita tunggu waktu yang tenang, baru bertindak... aku juga perlu menyelidiki lebih dalam tentang m*ntri pertahanan, saat semuanya sudah tepat. aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan pada bawahanku" tukas Serin
Ia selalu memastikan keadaan anak buahnya dalam keadaan tidak terluka, sekarang satu anak buahnya telah meregang nyawa. tentu saja ia tidak akan tinggal diam akan hal itu
Geralt dan yang lain hanya mengangguk paham atas ucapan Serin
"Ayo pulang!" ajak Glen, yang baru saja kembali setelah mengangkat telpon
Serin mengangguk pelan, lalu bangkit dari duduknya seraya meraih tasnya
"tetap berjaga di sini, mereka bisa saja kembali untuk menyerang Leo jika tahu dia masih hidup" titah Serin dan tentunya di iyakan oleh mereka
"Cepatlah sembuh, kita membutuhkanmu untuk menyelesaikan kasus ini" ucap Serin menatap Leo, lalu pergi bersama Glen untuk pulang
...****************...
"Bukankah kau tidak berlebihan, jika dia tau kau pelakunya. maka semuanya akan berantakan" tukas seorang pria, yang kini tengah duduk di sofa singgel yang ada di ruangan tersebut
"kau tidak perlu berlebihan seperti itu, aku hanya memberikan peringatan agar dia tidak terlalu ikut campur" jawabnya dengan nanar mata yang fokus menatap sebuah benda di dalam lemari kaca
"Apa kau takut?" tambahnya, sukses membuat Regan menoleh kebelakang ke arah pria yang ia ajak bicara
"Aku hanya berhati-hati bukan takut" tekan Regan
"Mereka melakukan-nya dengan baik. jadi tenang saja, kau tidak akan dirugikan" jawabnya enteng
"Kupegang ucapan-mu jika pekerjaan yang kubuat terganggu karenamu, aku tidak segan-segan mengekspose kelemahanmu! kau paham!!!" ujarnya dengan nada menekan, lalu keluar begitu saja dari ruangan tersebut
"Ck. dasar anak pungut" umpatnya kesal, akan sikap Regan yang tidak menghormatinya sama sekali
...****************...
Pria yang berstatus sebagai dosen di salah satu universitas itu, kini tengah masuk kedalam mobil mewahnya
"Kita temui klien yang waktu itu" titahnya pada bawahannya, sopir yang juga mendengar itu langsung melajukan mobilnya menuju sebuah tempat, dengan di arahkan bawahan Regan yang duduk di samping kursi kemudi
"Ini datanya Tuan" ujar sang bawahan, memberikan sebuah tablet pada Tuannya
"Tapi apa Tuan yakin akan menerima permintaan-nya, mengingat untuk mendapatkan apa yang di inginkannya terlalu beresiko untuk kita" ucap bawahannya memberikan masukan
"Justru itu aku menerima permintaan-nya, kita perlu menyingkirkan resiko itu agar kedepannya tidak ada yang berani mengganggu bisnis dan kesenanganku" jawabnya seraya ber-smirk
...****************...
Glen berjalan menuju cermin panjang di kamarnya, dengan handuk yang masih melingkar di pinggangnya
Sambil mengibas-ngibaskan rambutnya, ia menatap dirinya sendiri di cermin
Dengan segala kenarsisan-nya, pria itu memuji dirinya sendiri di depan cermin dengan satu tangan yang sedang memegang hairdryer di tangan kanannya
Serin yang kala itu baru saja kembali dari kamar Reyhan, memperhatikan sebentar suaminya dan berlalu begitu saja menuju tempat tidur
Sembari mendudukkan dirinya di ranjang, entah kenapa matanya tidak henti-hentinya memandangi suaminya itu
"Kenapa? kamu masih tidak menyangka pria tampan dan se perfect diriku menjadi suamimu?" celetuk Glen, tanpa menatap istrinya namun ia sadar jika Serin menatapnya dari tadi
"Percaya diri sekali" jawab Serin memutar malas bola matanya , lalu memilih untuk merebahkan dirinya sambil menarik selimut untuk menutup sebagian tubuhnya
"I Love my self... dan ya, percaya diri itu harus sayang!" sahut Glen, lalu pergi untuk memakai pakaiannya
"......"
Glen merebahkan dirinya secara perlahan, agar tidak membangunkan istrinya yang sudah terlelap
Menelusupkan sebagian tubuhnya kedalam selimut, ia perlahan berbalik untuk menghadap Serin
"Glen! kamu pakai parfum apa?" tanyanya tanpa membuka matanya, tapi indera penciumnya sadar akan aroma berbeda dari suaminya
"Aku pakai parfum biasa, kenapa? kamu juga mau?" sahutnya seraya menumpu kepalanya dengan satu tangan menatap istrinya
"Tidak! dan bisakah kamu menjauh dariku sebentar, aku tidak suka aromanya" sahut Serin membuka matanya, entah kenapa penciumannya tiba-tiba tidak menyukai aroma parfum Glen yang begitu menusuk hidungnya
"Kenapa? ini wangi sayang" sahut Glen seraya bangkit dari rebahannya
"Aku tidak tau, tapi aromanya sangat menusuk hidungku membuatku ingin mual" sahutnya sambil menutup hidungnya
"Iyaa-iyaa, aku ganti pakaian sekarang" sahut Glen dan hanya mendapati anggukan dari istrinya
Serin kembali merebahkan tubuhnya sembari menunggu Glen mengganti pakaiannya
"......"
"Apa sekarang sudah tidak masalah, aku tidak pakai parfum apapun" ucap Glen yang masih berdiri di dekat ranjang, ia tidak naik sebelum Serin mengijinkan-nya
Ia mulai mendekat dan sedikit mengendus apakah aroma menusuk tadi masih ada atau tidak, tapi untungnya penciumannya sudah tidak merasakannya lagi
"Sekarang aku bisa tidur?" tanya Glen, dan hanya di angguki oleh Serin
Glen merebahkan tubuhnya di samping istrinya bersiap untuk istirahat, sebelum menutup matanya, pria itu sempat mengelus lembut perut istrinya
"Good night" serunya seraya mengec*p lembut kening Serin
...****************...
"Rin!" panggil seorang pria, sontak sang pemilik nama menoleh ke sumber suara melihat siapa yang baru saja memanggilnya
Senyum simpul tertarik dari sudut bibirnya, ketika melihat Ravin tengah berjalan menghampirinya
"Kau sendirian?" tanya Serin dan hanya mendapat anggukan pelan dari Ravin
"Bagaimana kabarmu sekarang? aku jarang sekali melihatmu akhir-akhir ini" tanya Ravin menyamakan langkah nya dengan Serin
"Aku hanya sibuk saja akhir-akhir ini" bohongnya tanpa menatap Ravin
Ravin hanya kembali mengangguk, sesekali ia menatap Serin tanpa sepengetahuannya
Keduanya berjalan menuju kelas untuk melakukan aktivitas mereka sebagai mahasiswa biasa
"......"
Brukkk...
"Kalau jalan pakai mata" tukas seorang wanita menatap sinis lawan bicaranya
"Aku jalan pakai kaki dan melihat dengan mata" balas Serin
"Dan ya! yang salah disini kau! jangan berpikir untuk menyalahkanku" tambahnya, karena memang wanita itu tiba-tiba keluar dan tidak sengaja bertabrakan
"Lebih baik kau minta maaf sekarang, aku tidak ingin memperpanjang masalah" tukas Serin tanpa menurunkan tatapan tajamnya
Wanita yang masih berdiri di hadapan Serin dengan melipat tangannya ke dada itu, malah semakin songong dan menatap Serin dengan tatapan remehnya
"Apa kau anak baru?" tanya Serin, menatap wanita yang mungkin berusia lebih muda darinya itu
Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap pangling Ravin yang baru saja kembali, karena tadi Serin berjalan lebih dulu ke kelas, sedangkan Ravin mencari tempat untuk mengangkat telponnya
"Kenapa?" tanyanya pada Serin, sukses membuat wanita yang tadi berseteru dengan Serin beralih menatap Serin
"Tidak ada apa-apa" jawabnya dan hanta di angguki paham oleh Ravin
"Kita ke kelas sekarang" ajak Ravin
Serin mengangguk paham, dan memilih untuk meninggalkan wanita tadi
Tapi baru saja bayangannya akan memasuki kelas, langkahnya sudsh terhenti lebih duly
Lirihan sakit terdengar dari bibir Serin, walau suaranya kecil tapi Ravin berhasil mendengarnya
"Akhh..."
Lenguhnya, sambil memegang perutnya yang terasa sakit dengan satu tangan lagi yang memagang dinding untuk mengurangi rasa sakitnya
"Kau kenapa?" tanya Ravin bingung
"perutku kram, bisa kau membantuku untuk ke ruang medis?" tanya Serin dengan wajah yang sedikit memucat
Tanpa buang waktu, Ravin langsung mengangkatnya untuk di bawa ke dokter, dan ya pria itu tidak membawanya keruang medis. melainkan langsung kerumah sakit yang ada di dekat kampus
...****************...
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Ravin penasaran, ia khawatir jika Serin terkena penyakit pencernaan
"Dia baik-baik saja, ini biasa un-- "bagaimana keadaan istri saya dok?" potong Glen sukses membuat Ravin dan dokter menatapnya
Tapi ia malah berlalu begitu saja menghampiri. istrinya yang ada di banker rumah sakit, tanpa mendengarkan jawaban dokter atas pertanyaan-nya barusan
"Sayang! kamu baik-baik saja?" tanyanya menggenggam erat tangan Serin
"Dia hanya kram perut, ini biasa bagi ibu hamil.. jika ini terjadi lagi, elus lembut perut ibunya,,, itu akan membantu untuk mengurangi rasa sakitnya" jelas Dokter, lalu keluar dari ruangan itu bersama Ravin
Karena sudah ada suaminya, mau tidak mau Ravin juga harus ikut keluar
"Terimakasih Vin" ucap Serin, karena Ravin sudah mau mengantarkan-nya kerumah sakit
"Iyaa" sahut Ravin terssenyum miris, lalu keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Serin dan suaminya
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya Serin menatap nanar mata suaminya
Glen mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan jika lokasi Serin sekarang terpantau di ponselnya, dimana secara tidak langsung Glen menyadap istrinya sendiri
"Dan kebetulan aku ada di dekat sini untuk bertemu klien" jelasnya
"Jadi selama ini kamu mengawasiku?" tanya Serin tidak habis pikir
"Baru-baru saja, dan ternyata ini berguna" jawab Glen enteng
"Tapi tidak begini Glen" sahut Serin tidak terima, walau mereka sudah menikah bukan berarti Glen bisa melakukan itu semaunya
"Apa salahnya, kamu istriku dan aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu" balas Glen
"Kalau begini caranya, kamu terlalu posesif Glen" jawab Serin, lalu berbalik untuk membelakangi suaminya
"Sudahlah, kamu kembali ke kantor saja... aku tidak ingin bicara denganmu" ucap Serin
"Sayang! bukan begitu maksudnya, aku hanya tidak ingin kamu kenapa-kenapa" jelas Glen seraya meraih pundak wanitanya untuk menatapnya
Tapi tidak di gubris oleh Serin, yang memilih menutup matanya berpura-pura tidur
Glen menghela kasar napasnya, dan memilih untuk keluar sebentar sembari menunggu Serin mau bicara dengannya
...****************...
Disisi lain, Leo dan yang lain sedang duduk asik sambil bercanda satu sama lain, walau sebenarnya mereka sedang mengerjakan apa yang di pinta Serin tentang situs waktu itu
"Berhasil" gumamnya pelan
"Kalian lihat ini..." ucap Leo memperlihatkan sesuatu pada Ardan yang duduk di samping bankernya
Bahkan Geralt dan Doni yang juga berjaga di sana, langsung menghampiri keduanya
"Kau mendapatkan sesuatu?" tanya Geralt
"Kau lihat ini, mereka benar-benar bukan manusia" jawab Leo memperlihatkan sebuah daftar nama pada Geralt
"Apa maksudnya ini?" tanya Doni
"Mereka menjalankan situs ini untuk melakukan penjualan org*n tub*h manusia dan ini adalah daftar nama pembeli yang bertransaksi dengan pelaku" jelas Leo
"jika berita sampai mencium berita ini, aku yakin banyak sekali yang akan terseret..." pungkas Ardan sukses mendapat anggukan dari yang lain
"apa kita beritahu Serin sekarang?" tanya Leo menatap Geralt
"Aku yang akan memberitahunya" jawab Geralt, tanpa buang waktu ia langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Serin
📞In Call-
"Apa?"
"Serin mana?"
"Tidur"
"baiklah, aku akan menghubunginya lagi nan--
"Ada apa Geralt?"
"Aku mengganggumu?"
"Tidak, katakan saja!"
"Leo sudah berhasil membuka situsnya, ada banyak sekali para orang berpengaruh yang terlibat dalam kasus ini, kau yakin kita bisa membongkar kasus ini kedepan publik?"
"kenapa tidak?!"
"masalahnya, jika ini sampai tersebar ke media.. mungkin akan banyak yang akan mencelakaimu atau Glen dan tidak menutup kemungkinan Reyhan juga akan ikut terkena dampaknya"
"maksudmu?"
"Kurasa kau tidak akan mempercayai ini, tapi aku juga kaget melihat ini... beberapa orang berpengaruh masuk kedalam daftar VVIP, Leo akan mengirimkan datanya padamu"
"Baiklah, untuk saat ini kita jangan terlalu membuat keributan dan biarkan semuanya terlihat tenang dan ingat! jangan ada yang berani membocorkan atau menyinggung tentang hal ini"
"Oke"
📞End Call-
"Kirim datanya pada Serin, lalu hapus datanya tapi sebelum itu kirim faks ke markas dan suruh mereka untuk menyimpannya di brangkas" titahnya dan langsung di angguki paham oleh Leo
Faks/mesin Faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi melalui jaringan telepon dengan hasil yang serupa dengan aslinya
"Apa kata Serin?" tanya Ardan
"Kita tunggu saja sampai perintahnya turun, melihat daftar nama ini membuatku sedikit takut" tukas Geralt seraya memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya
Mereka langsung menghentikan pembicaraan mereka tentang daftar nama yang berhasil mereka dapatkan
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
.
.
.