
jangan lupa Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!
...****************...
Serin menolak ajakan dari kepala sekolah untuk bicara di ruangannya, karena yang ia inginkan simpel saja, anak kecil itu minta maaf pada putranya.. ya karena memang ia yang salah, Serin percaya pada ucapan putranya di tambah memar waktu itu. yang membuat dirinya semakin yakin
Serin meraih ponselnya untuk menelpon seseorang dari ponselnya
📞In Call-
“Ada apa?”
“Ah. Siapa namamu Nyonya?” Tanya Serin pada wanita itu dengan nada sedikit mengejek, “untuk apa kau menanyakan namaku?” sahutnya, “mau ku daftarkan sebagai penerima bantuan sosial” sahutnya remeh
“Yak! Berani sekali kau!!” ucapnya geram atas ucapan Serin padanya
“Serin!”
“maaf siapa namanya?” tanya Serin menoleh pada guru pembimbing,
“Jeslyn” sahutnya
“Leo. Cari semua tentangnya, kau dengan bukan dan retas semua cctv di sekolah Reyhan, kirim apa yang terjadi dikelas Reyhan sekitar jam 10.00”
“Oke.”
📞End Call-
“Yak! Mau apa kau hah!!!” ujarnya tidak terima atas maksud Serin tadi
“Ah. Aku hanya ingin membuktikan siapa yang salah disini?” sahutnya enteng, lalu mendudukkan dirinya di kursi guru yang kosong bersama putranya yang ia dudukkan di pangkuannya, dengan tatapan remehnya yang terus ia layangkan
Jika bukan sekolah, Serin mungkin sudah menampar wanita itu, ia meraih pergelangan tangan Reyhan, disana ia melihat tangan putih anaknya yang memerah akibat di tarik begitu kasar
“sayang bahumu memar karena jatuh atau hal lain? jujur pada ibu” tanyanya pelan di belakang Reyhan
“mereka menimpukku dengan buku tebal bu” lirihnya, sebenarnya pria kecil itu tidak ingin memberitahukan hal itu pada Serin, tapi karena Serin menyuruhnya jujur. Dengan keberanian ia membuka mulutnya untuk bicara
Seketika wanita itu menurunkan anaknya dari pangkuannya, lalu berdiri menatap guru pembimbing kelas dengan tatapan mematikan
“Pak! Keluarkan saja anak itu dari sekolah ini” suruhnya pada kepala sekolah karena pemilik sekolah tersebut adalah Ayah mertuanya, dan tidak lain kakek dari anak kecil yang membully Reyhan
“terserah jika kau mau mengeluarkan anakku dari sekolah ini, yang pasti kami juga sedang mengurus kepindahannya” pungkas Serin, karena dia mendengar dengan jelas ucapan dari wanita itu kepada kepala sekolah
Sekolah Reyhan adalah sekolah favorit, seluruh bangunan serta fasilitasnya bagus, dan kurikulum sekolah yang juga memiliki taraf internasional…
disana semuanya tergabung, dari junior high school sampai sekolah menengah atas, namun gedungnya berbeda
“tolong tenang kita bicarakan ini baik-baik” ujar kepala sekolah, “Tidak perlu! Aku hanya ingin wanita ini dan anaknya meminta maaf pada putraku” ucap Serin tenang, tidak lupa tatapan tajam yang ia layangkan pada kepala sekolah
Ditengah pembicaraan mereka datang dua orang pria, tidak lebih tepatnya 3 orang pria berpakaian rapi, yang berjalan kearah mereka dengan coolnya
Disaat perdebatan antara dua wali murid itu, guru pembimbing menghubungi suami dari masing-masing wali murid
“Sayang! Apa yang terjadi” ujar kedua pria itu berbarengan menanyakan kedaan istrinya, sedangkan satu lagi hanya diam berdiri di dekat atasannya
“Dia menarik anakmu dengan kasar! Bahkan anaknya mendorong Reyhan” ucap Serin dengan raut wajah kesalnya
Ibu mana saja tidak akan marah jika putranya diperlakukan kasar seperti itu, apalagi Serin yang visi hidupnya... siapa yang mengusik maka akan hancur
“Tidak! anaknya yang lebih dulu mendorong anak kita” adunya pada sang suami
“Kerja sama... kita batalkan!” ucap suami dari wanita itu, sontak membuat Serin sedikit kaget
Ya. Saat kedua pria itu bertemu, mereka kaget karena hubungan mereka sedang dalam proses kerja sama
Serin menatap pada suaminya, dan ia hanya mengangguk.
“jika itu yang bapak mau terserah. Itu tidak ada pengaruhnya bagi perusahaan saya! Tapi lain kali berpikirlah lebih rasional dan professional” tutur Glen sukses membuat pria itu terdiam
Glen menggendong Reyhan dan berdiri di samping istrinya, ia hanya diam karena tau jika istrinya itu tidak akan pergi sampai mendapat apa yang ia inginkan. Apalagi jika ada yang mengusik ketenangannya
“……”
Kini mereka ber-9 tengah duduk di ruang kepala sekolah… Serin berserta keluarga kecilnya, ditambah Max yang tadi datang bersama suaminya. Lalu musuhnya dan kepala sekolah serta guru pembimbing
“Saya tidak terima pak! Anak saya di bully bahkan bahunya memar karena anak-anak itu” ucap Serin menatap tajam kearah wanita tadi, “dan yang mendorong adalah anaknya… Reyhan hanya melakukan pembelaan terhadap dirinya” tambahnya, bagai seorang juru bicara untuk putranya
📳Drrttt
📞In Call-
“bagaimana?”
“nama Jeslyn menantu dari pemilik Fx.Company, dan rekamannya sudah aku kirim lewat pesan”
“Oke. “
“Tunggu!”
“apa lagi?”
“keberuntungan berada di pihakmu, peng-investasi terbesar di sekolah itu adalah yayasan pak David”
“Baiklah… info yang bagus”
📞End Call-
Semua orang di sana menatap Serin dengan raut wajah yang berbeda-beda, namun raut wajah marah selalu tergambar dari wanita itu serta suami dan anaknya
Serin memperlihatkan cctv dimana, anak dari wanita itulah yang lebih dulu mendorong Reyhan, bahkan vidio saat Reyhan di timpuk degan buku. Di tambahkan jadi satu oleh Leo
Wanita itu hanya diam tidak bergeming karena anaknya memang bersalah, “bagaimana? Sekarang terbukti bukan. Anakku tidak bersalah, cepat minta maaf!” titah Serin
Bukannya melakukan apa yang di pinta oleh Serin wanita itu tidak menghiraukannya sama sekali, ditambah wanita itu gengsi harus minta maaf, walau dia yang salah
“Oh. Kau masih tidak mau minta maaf!” ujarnya ber-smirk andalah-nya
“jika kau tidak minta maaf sekarang, aku akan menghubungi yayasan NIX Grup untuk mencabut investasinya sekarang juga” ujarnya langsung berdiri , sontak semua orang di sana bingung atas ucapan Serin
“masih tidak ada yang bicara. Baiklah!” ucap Serin lalu menelpon Ayahnya untuk melakukan apa yang tadi ia ucapkan
Serin mengeraskan suaranya dan meletakkan ponselnya di atas meja
Dengan wajah kesalnya Serin menatap keluarga itu secara bergantian
📞In Call-
“Hallo pah!”
“Tumben. Kamu punya sesuatu untuk di katakan dengan papah?!”
“Yayasan ber-investasi dengan, Junior Collect High School bukan?!”
“iya. Memangnya kenapa?”
“cabut investasinya,,, sekolah ini sudah membuat cucumu sendiri, di bully di tempat kekuasaannya!”
Telak semua orang terdiam mendengar ucapan Serin dengan David, tapi tidak ada yang berani buka mulut
“aku akan menelpon yayasan untuk menginspeksi, jika benar maka aku
akan mencabut seluruh danaku”
“baiklah! Aku akan mengirimkan vidio agar tim mudah mengidentifikasi”
📞End Call-
“Apa susahnya mengakui kesalahan kalian, kalau salah ya salah.. jangan bersembunyi dibalik gengsi” tutur Serin telak membuat keluarga itu terdiam
Berselang 5 menit, suami dari wanita itu menerima telpon, dan sudah bisa kita pastikan itu dari Ayah-nya, karena
David benar-benar menyuruh yayasan untuk melakukan pemeriksaan.
“Bagaimana? Apa aku terlihat bercanda?” pungkas Serin
Seketika pria itu langsung menyuruh anak dan istrinya untuk meminta maaf pada Reyhan dan Serin
“tolong maafkan kesalahan istriku, aku tidak akan membiarkan ini terjadi lagi” ujarnya meminta maaf dengan sedikit membungkukkan badannya
Pria itu juga menyuruh anak-nya untuk meminta maaf terhadap Reyhan karena memang dia yang salah dan memulai lebih dulu
"Saya minta maaf juga bibi, karena sudah mendorong anak bibi" ucap Reyhan sopan, karena bagaimanapun ia juga melakukan hal yang salah, melihat itu Glen mengusap lembut kepala putranya
"Ibu bangga padamu sayang" ucap Serin, karena didikannya tidak salah sejauh ini
Setelah acara minta maaf itu selesai,
Serin melenggang pergi bersama suami serta anaknya
Sedangkan Max! Glen menyuruhnya untuk mengurus kepindahan Reyhan sesuai dengan permintaan Serin waktu itu
...****************...
Glen memeriksa bahu Reyhan yang sedang duduk di pangkuannya, walaupun sudah beberapa hari tapi memar itu masih terlihat di tubuhnya
"Kamu puas sekarang?" tanya Glen, sebab istrinya itu sudah mendapatkan apa yang ia inginkan tadi
"Tentu saja! aku saja tidak pernah memperlakukan-nya dengan kasar, bagaimana bisa dia melakukan itu padanya" jawab Serin yang sedang memeriksa beberapa bukunya, karena setelah ini ia akan di antar Glen untuk ke kampus
"Apa ini masih sakit?" tanya Glen pada putranya, seraya memegang bahunya yang terkena memar
Pria kecil itu hanya menggelengkan kepalanya pertanda itu tidak sakit lagi
"Maafkan Reyhan bu! karena membuat ibu marah" lirihnya sontak Serin meletakkan bukunya kesamping, lalu beralih menatap putranya
Lisa mengajarkan putranya untuk bersikap lembut dan perhatian, serta sopan santun yang selalu di ajarkan padanya
"Sayang! dengarkan ibu" ujarnya membuat pria kecil itu menatapnya
"Kamu tidak perlu minta maaf, itu hanya pembelaan diri... dan ingat ucapan ibu, jika kamu diperlakukan tidak adil jangan berdiam diri sayang, selama dirimu benar kamu tidak perlu takut" jelasnya dan di angguki paham oleh Reyhan
"kurasa aku perlu menurunkan jiwa licikku padanya" bisik Serin pada suaminya, seraya mengacak pucuk kepala Reyhan
mendengar ucapan istrinya, sontak Glen menoleh pada wanita itu
"Jangan aneh-aneh" sahut Glen
"Maksudku! mengajari cara melindungi diri" tambahnya mengklarifikasi, ketika mendapat tatapan tajam dari suaminya
"Reyhan akan ikut denganku, kamu bisa ke kampus" ucap Glen, karena hari ini jadwalnya sedikit longgar, makanya ia bisa menemui istrinya tadi di sekolah
...****************...
"Kita mau kemana bu!" tanya seorang anak kecil pada perempuan yang berprofesi sebagai pengurus di panti asuhan
"Kita akan jalan-jalan... kalian mau, kan?" tanya-nya pada beberapa anak kecil yang sedang berdiri di depan pintu, menunggu sebuah mobil yang akan menjemput mereka
Tidak beberapa lama datang mobil yang memang dari awal mereka tunggu
Semua anak kecil itu disuruh masuk kedalam mobil
...****************...
Selagi dirinya sibuk dengan berkasnya, pria itu sesekali melirik putranya yang sedang duduk di sofa panjang, sambil membaca bukunya
"......"
Karena tadi Glen ada jadwal meeting, Reyhan ia titipkan sebentar pada karyawannya
Selesai meeting ia mengajak putranya untuk keluar, mungkin mencari makan
Pria kecil itu, menggenggam jari-jari Ayahnya, pandangannya teralihkan ketika melihat truk es krim yang tidak jauh dari halaman kantor Glen
"Pah, aku ingin itu!" ujarnya menunjuk kearah truk es krim
Glen meng-iyakan ajakan Reyhan dan membawanya untuk membeli es krim
Sembari menunggu es-krimnya, Glen melepaskan sebentar tangan putranya untuk mengambil uang di dalam dompetnya
Setelah membayar dan mendapatkan uangnya, ia melihat ke sekeliling di mana anaknya itu berada, karena tadi ia menyuruhnya untuk duduk sebentar di bangku yang ada di halaman kantor
Tidak perlu waktu lama untuknya menemukan anaknya, pria itu lantas berjalan kearah Reyhan yang sepertinya sedang bicara dengan anak kecil yang seumuran dengannya
"Reyhan" panggil Glen sontak sang pemilik nama menoleh pada Ayahnya
Glen memberikan es krimnya pada putranya, tapi untungnya tadi ia membeli dua, jadi ia bisa memberikan yang satunya untuk gadis kecil itu
"Siapa!" tanyanya seraya mendudukkan dirinya di samping Reyhan
"aku tidak tau namanya Pah" jawab Reyhan yang masih menatap gadis kecil yang sedang memakan es krimnya itu
"Hei! siapa namamu?" tanya Glen pada gadis kecil itu
"Luna om" sahutnya sopan
"dimana orang tuamu?" tanyanya lagi
Gadis kecil itu hanya menggelengkan kepalanya, pertanda ia tidak tahu
"Lalu kau bisa sampai disini bagaimana?"
Anak kecil itu hanya menunjuk kearah mobil yang berlalu lalang, sontak Glen dan Reyhan menoleh sekilas, secara bersamaan sesuai arah yang di tunjuk gadis kecil itu
Karena bingung Glen menghubungi Vina untuk mengurusnya, karena menurut Glen bisa saja anak ini terpisah dari ibunya
"......"
Tidak beberapa Vina datang menghampiri mereka yang masih duduk di tempat tadi
"Bagaimana Vin?" tanya Glen, "saya sudah melaporkannya pada pihak kepolisian pak! mungkin sebentar lagi mereka akan datang" jawab Vina dan di angguki oleh Glen
Benar saja. tidak lama setelah mereka menunggu, datang dua orang pria berseragam polisi dan satu orang wanita
Wanita itu langsung memeluk anak kecil itu, seperti ibu yang akhirnya menemukan anaknya
Glen hanya menatap dua polisi itu, "dia pengasuhnya di panti asuhan" jelas polisi yang seakan paham tatapan mata Glen yang bertanya-tanya
Pria itu hanya mengangguk paham setelah mendengar penjelasan polisi
"Terimakasih banyak pak!" ucap wanita itu lalu pergi dari sana bersama gadis kecil itu
Tapi satu disini yang membuat Glen sedikit berpikir, ia melihat jika gadis kecil itu terus menoleh kearahnya saat akan masuk kedalam mobil
Tapi karena tidak ingin ambil pusing, Glen hanya menghiraukannya dan masuk bersama putranya, di iringi Vina yang mengekor di belakang mereka
...****************...
Terdengar suara tawa dari ketiganya yang baru saja selesai makan malam bersama
Glen dan Reyhan pergi lebih dulu untuk bersantai sebentar sebelum pergi tidur
Sedangkan Serin, ia masih ada di dapur untuk melakukan kewajiban-nya sebagai seorang istri
"......"
Selesai dari dapur, ia mengambil ponselnya yang ada di kamar, lalu turun untuk pergi menemui anak dan suaminya
Tapi sebelum itu ia sempat melakukan panggilan telpon dengan Geralt
Selesai dengan telponnya, Serin melanjutkan tujuannya tadi yang ingin menemui Reyhan dan Glen
Serin mendudukkan dirinya di samping putranya yang sedang asik menonton siaran tv
"Bu! apa ibu tau... tadi aku bertemu teman baru" celetuknya, namun matanya masih fokus pada layar tv
"Hmm. siapa namanya?" respon Serin yang juga sedang memainkan ponselnya, karena tadi Geralt mengirimkan sesuatu padanya tentang identitas Anna palsu yang berhasil mereka dapatkan
"Luna! namanya Luna" jawab Reyhan, Serin beralih dari ponselnya lalu menatap anaknya
"Apa dia satu sekolah denganmu?" tanya Serin lagi
Reyhan hanya menggelengkan kepalanya tanda jika gadis itu tidak satu sekolah dengannya
"Lalu bagaimana kamu bisa bertemu dengannya" tanya Serin selayaknya seorang ibu yang biasanya merespon cerita anaknya
"Anak yang tersesat" sahut Glen yang kala itu sedang asik menonton tv
Serin hanya mengangguk paham, lalu melanjutkan obrolan santai mereka sambil menonton acara tv
"Tapi aku sedikit kepikiran tentang anak tadi, saat dia masuk kemobil... ia selalu menoleh kearahku" celetuk Glen namun pandangannya masih fokus pada layar tv
"Lalu..." sahut Serin sambil memakan camilannya
"Tidak ada sih, hanya aneh aja" ucap Glen dan hanya mendapat anggukan dari Serin
...****************...
.
.
.
Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊
Bacanya pelan-pelan aja ya, biar inhat karena di next episode akan di mulai lewat chp. ini😉
.
.
.