Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
Ingatan!


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


...****************...


Serin, Glen, Max, Vina, Geralt, Doni, Aiden, Jordan, Leo, dan Rey sedang berdiri di depan ruang sidang, karena semuanya telah usai, semuanya keluar dari sana


"Kau lihat ekspresi wajah Arka, entah kenapa aku merasa dia sangat tenang!" ucap Geralt


Baru saja Serin akan menjawab pertanyaan Geralt, orang yang mereka bahas baru saja keluar dari ruang sidang


Pria itu menatap Serin, lalu tersenyum miring dan pergi begitu saja dari sana di iringi antek-anteknya


"Aku yakin dia punya rencana lain, kita tidak bisa lepas begitu saja walaupun Willy sudah di tuntut, tapi aku yakin mereka masih punya akal busuk untuk membebaskan Willy dan lepas dari tanggung jawab" ucap Serin sukses di angguki oleh semua orang


Tidak beberapa lama orang yang mereka tunggu akhirnya keluar dengan pakaian kebesarannya


"Apa kalian menunggu lama?!" celetuknya, "Tidak" sahut Serin


"Rekaman?!" seru Gery, seketika Serin langsung menatap Geralt dan anak buahnya secara bergantian


"Kau yang melakukannya?" tanya Gery dan hanya mendapat anggukan pelan dari wanita itu


"Aku yakin rekaman itu pasti sudah di setting, jadi tidak ada salahnya bukan" gumamnya tanpa rasa bersalah karena telah menukar bukti sekaligus mempermalukan pihak Willy


Mereka semua hanya mengangguk paham atas ucapan Serin


"Apa kau yakin dia bisa di vonis hukuman mati?!" tanya Geralt


"Untuk itu aku yakin! tapi kalian tau sendiri bukan hukum di negara kita, jika hukuman mati maka artinya kurungan penjara seumur hidup" Jawab Gery


"Tapi aku akan segera menyeret seluruh antek-anteknya untuk segera di hakimi" tambah Gery


"Kau benar" sahut Serin


"Terimakasih" ucap Glen pada Gery, karena telah membantunya mengungkap seluruh sisi buruk dari Willy di hadapan media dan hukum


"Tidak perlu itu sudah tugasku, baiklah! aku pergi sekarang, aku tidak sabar untuk mengatakan seluruh keburukan Willy di hadapan media" ujar Gery lalu berpamitan dengan mereka semua


"Kalian bisa pulang" ucap Serin dan di angguki oleh Geralt dan yang lain, Rey yang juga ada di sana pamit pada Glen dan Serin, karena ia akan kembali kerumah aslinya sekarang, setelah berhasil membantu mengungkap kematian Dion


Glen dan istrinya masuk kedalam mobil, karena kemarin Serin mengatakan ingin kerumahnya maka hari ini mereka langsung pergi menuju kediaman istrinya


...****************...



Setelan menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mereka berdua sampai, dan seperti yang Serin yakini orang tuanya pasti belum pulang


"Ibu" sapa Reyhan berlari kecil kearah ibunya, tentu saja di sambut hangat oleh wanita itu, "Sore nona" sapa seorang wanita yang sekarang resmi menjadi pengasuh Reyhan


Serin hanya mengangguk pelan


Sebelumnya Serin sudah menyuruh sopir untuk mengantar Reyhan dan pengasuh barunya terlebih dahulu


"Ayo pergi" ujar Glen membawa putranya kedalam gendongannya, lalu pergi bersama istrinya untuk ke kamar Serin


"Sepertinya ini pertama kalinya aku akan tidur di kamarmu" celetuk Glen, karena pertama kali ia masuk ke kamar wanita itu, ketika mereka belum menikah



"Dan itu! kau yang menerobos masuk" sahut Serin, membuka pintu kamarnya yang sudah lama tidak ia gunakan, tapi untungnya Marisa selalu menyuruh pelayan untuk membersihkan kamar putrinya


Glen mendudukkan Reyhan di atas ranjang di susul dirinya yang juga merebahkan tubuhnya, lalu kepalanya ia tumpu dengan tangannya


"Kamu mandi dulu sana, biar Reyhan denganku, aku akan keluar sebentar untuk mencari sesuatu" ucap Serin


"Mau kemana?" tanya Glen, "ke ruangan Mamah" sahutnya lalu mengajak Reyhan untuk keluar dari kamar


...****************...


Serin pergi ke sebuah ruangan dimana di sana menyimpan banyak buku dan beberapa berkas penting, yang tentu saja aksesnya hanya dimiliki oleh Serin dan kedua orang tuanya


Ia mendudukkan Reyhan di sofa yang ada diruangan itu, lalu berjalan menuju sebuah lemari kaca


Setelah mengambil apa yang ia cari, Serin juga mendudukkan dirinya di sofa dan mulai membuka sebuah album foto lama, yang masih tersimpan baik di ruangan itu


Ia meraih ponselnya untuk membandingkan sebuah foto dengan yang ada di album


"Kenapa aku tidak pernah sadar akan ini" gumamnya, pasalnya di dalam album tersebut terdapat foto dari dua gadis yang masih ada di bangku Smp


Serin terus memperhatikan foto tersebut, di otaknya ia benar-benar bertanya-tanya sedekat apa ibunya dengan Sherly, dan apakah orang membuat Sherly bunuh diri ada kaitannya dengan ibunya


"Apa karena ibu terlibat, makanya Arka mengincarku dan Darin?!" itulah yang ia pikirkan sekarang


Tapi ia tidak mau mencurigai ibunya lebih dulu, dan memilih untuk menanyakan-nya langsung


Wanita itu pergi dari sana bersama Reyhan, tidak lupa ia mengambil foto itu untuk ditanyakan pada Marisa


...****************...


Glen keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melingkar di pinggangnya, pria itu berjalan ke seluruh kamar istrinya, melihat seluruh isi kamarnya, dari foto lama sampai beberapa penghargaan yang di dapatkan Serin dari tempat bela diri


"Maaf Tuan! ini koper tuan, tadi nona menyuruh saya untuk mengantarnya" ujar seseorang dari luar


Glen yang kala itu sedang fokus pada foto masa kecil Serin, beralih menuju pintu untuk membukakan pintu


"Letakkan saja di sana" ujarnya lalu kembali lagi pada apa yang tadi sedang ia lihat


"Permisi Tuan" ujarnya, lantas wanita yang merupakan pengasuh Reyhan itu pergi dari sana


Glen masih betah, berdiri di tempatnya, tat kala sesekali senyum tipis tertarik di bibirnya


"Glen ka... Yak! kenapa belum pakai baju" ucap Serin yang baru saja masuk ke kamar, dan melihat suaminya itu dengan santainya berdiri dan masih memakai handuknya


"Aku, kan di kamar jadi tidak masalah" sahutnya enteng


Tanpa buang waktu wanita itu langsung mengeluarkan pakaian dari dalam koper


"Pakai ini" ujarnya memberikan pakaian suaminya, "kalau dari tadi, artinya saat Lili mengantarkan koper kamu masih begini!" tanyanya


"Kan, pakaianku masih di koper" sahutnya


"Ya. tapi kan ada kimonoku, kenapa tidak pakai itu dulu" ucap Serin


Lantas pria itu menoleh ke arah gantungan pakaian dimana di sana terdapat sebuah kimono yang di gantung


Glen menaikkan salah satu alisnya


"maksudmu kimono-mu yang wana pink itu" ucap Glen menunjuk kearah gantungan baju


"Hmm. kenapa? ada yang salah" sahutnya yang juga menoleh sekilas ke arah kimono


"Sayang! aku pria. masa pakai yang itu, yang ada aku akan di tertawakan oleh Lili, jika tadi aku memakainya" sahut Glen


"Lalu! kau lebih memilih memperlihatkan ototmu!" tanyanya


"Tentu! kenapa? kau cemburu" goda Glen seraya menarik Serin dan mengalungkan tangannya di pinggang istrinya, ditambah ekspresi wajahnya yang tidak bisa di artikan


"Kamu cemburu!" ejek Glen terkekeh kecil saat melihat istrinya itu pergi begitu saja


...****************...


"Papah mana mah?" tanya Serin yang hanya melihat Marisa pulang sendirian


"Biasa! papah-mu masih banyak yang di urus" sahut Marisa menghampiri anak dan cucunya yang sedang duduk di ruang keluarga


"Menantu mamah mana?!" tanyanya ketika tidak melihat kehadiran Glen


"Ah. dia masih di kamar" sahut Serin


"malam mah!" sapa Glen yang sedang menuruni anak tangga


"Oh. malam! kalian pergi makan malam saja, nanti mamah akan menyusul" ucap Marisa pada anaknya


Mereka mengangguk dan pergi menuju meja makan


...****************...


"Saham sekarang mulai turun drastis" ucap seseorang, yang kini tengah duduk dengan para petinggi NVC dengan di ketuai oleh Arka


"Jika para investor luar negri mencabut investasi-nya, maka ini akan berpengaruh besar terhadap NVC" ucap yang lain


Ada setidaknya 13 orang yang berkumpul di ruangan itu termasuk William dan Arka selaku anak dari Willy


"Aku ingin kalian menutup mulut media agar berhenti menyiarkan berita ini" titahnya, sedangkan para pria itu hanya bisa mengangguk pelan, sebenarnya mereka sudah mulai punya pikiran untuk meninggalkan NVC tapi tidak bisa, karena Arka mengancam mereka semua


"Dan ya, tutup berita ini dengan isu lain" tambahnya


Setelah mengucapkan itu, pria itu langsung keluar dari sana meninggalkan yang lain


"kita lihat Serin sejauh mana kah bisa menang" gumamnya seraya menyeringai, lalu masum kedalam ruangannya


...****************...


"Mah, Serin punya pertanyaan, apa bisa bicara di kamar" tanyanya


"Bertanya apa?!" bingung Marisa


Tanpa menjawab pertanyaan ibunya, Serin menarik lembut tangan Marisa untuk pergi ke kamarnya


Sedangkan anak dan suaminya masih berada di ruang keluarga, bersama Ayahnya yang sudah pulang


"......"


Serin mengunci pintu kamar-nya agar tidak ada yang masuk selama pembicaraan mereka


"Sebenarnya kamu ingin tanya apa Serin!" tanya ibunya bingung


Serin memberikan sebuah foto pada Marisa, tentu saja di sambut oleh wanita itu


"Hmm. kenapa kamu memberikan ini pada mamah!" tanyanya lagi, ketika Serin memberikan foto lamanya


"Mamah kenal wanita yang ada di dalam foto ini?" tanya Serin balik


"Tentu! dia teman mamah" sahut Marisa


"Lalu apa mamah tau, dia bunuh diri?" tanya Serin lagi


"Hmm. tau memangnya kenapa?" jawab Marisa


"Tunggu dulu! kamu menanyakan ini dengan mamah, seolah kamu tahu dengan Sherly, dan bagaimana kamu tahu dia bunuh diri??" ucap Marisa sukses membuat Serin terdiam, dia lupa jika Mamahnya itu tidak tau jika dirinya sedang menyelidiki Arka


"Hmm. itu..!, "Jawab mamah dengan jujur, kamu melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan kami kan?" potong Marisa


"Jujur saja pada mamah! sebenarnya kami sudah tau jika kamu masuk Akademi kepolisian" ucap Marisa sukses membuat Serin kaget


"Mamah tau! bagaimana?" tanyanya tidak percaya, pasalnya keduanya tidak pernah memarahi Serin jika sebenarnya ia masuk Akademi kepolisian


"Sebenarnya, Glen sudah menceritakan semuanya, dan mengatakan jika ketakutan Ayahmu selama ini tidak berbahaya untukmu! dia menceritakan jika Bryan hanyalah antek dari pelaku, jadi tidak ada salahnya jika kamu jadi detektif ataupun polisi" jelas Marisa


Glen yang menceritakan semuanya pada orang tua Serin, tentang Bryan, saat Glen tahu cerita Serin sebenarnya, di sana Glen berpikir untuk menceritakan tentang istrinya yang ia bantu untuk masuk Akademi kepolisian, sebenarnya David sempat marah waktu itu, tapi Glen menjelaskan dengan baik, hingga David bisa mengerti


(ingat saat malam tahun baru David mengatakan sesuatu, dan jawabannya ada di sini)


Mau tidak mau, Serin menceritakan semuanya pada Marisa tentang dirinya yang sedang mengincar Arka, tapi Serin tidak memberitahu jika dirinya juga bekerja untuk membantu pemerintahan


"Kenapa mamah tidak mengatakan apapun padaku kalau mamah sudah tau jika aku kuliah lagi!" tanyanya


"Mamah hanya ingin kamu sendiri yang bicara" jawab Marisa dan hanya mendapat anggukan pelan dari Serin


"Karena mamah sudah tau, aku ingin bertanya!, keterlibatan apa yang mamah miliki dengan Sherly?" tanyanya


Marisa menghela napasnya lalu mulai mengingat kembali tentang Sherly


"Dia adalah teman mamah semasa sekolah menengah dulu, dia wanita yang baik dan lembut... kami masih berhubungan sampai sekolah menengah atas, lalu kehilangan kontak selama beberapa tahun, karena kesibukan masing-masing! tapi kami kembali bertemu saat Sherly mulai terkenal di dunia modeling dan televisi, dari sana kami terus berhubungan baik sampai kami menikah dan punya anak masing-masing, sampai suatu saat dia menemui mamah langsung dirumah sakit, dan meminta untuk di carikan seorang psikolog, mamah pikir dia yang membutuhkannya karena waktu itu kondisinya benar-benar tidak baik, seperti orang yang mengalami depresi dan paranoid yang berlebihan...


Mamah mengenalkan-nya pada seorang psikolog terkenal yang kala itu baru saja di rekrut oleh Ayahmu


Setelah membantu untuk menjadwalkan pertemuannya, ia pergi untuk konsultasi dengan psikolog tersebut, dan waktu itu mamah juga ikut menemaninya dan menunggu diluar ruangan, jadi tidak tahu apa yang mereka bicarakan


Hanya sekali itu mamah menemani-nya untuk bertemu dengan psikolog tersebut, lalu ia pergi menemuinya sendiri


Sampai suatu hari, dokter itu memberikan sebuah amplop berisi sebuah berkas pada mamah, minta di antarkan pada Sherly, karena akhir-akhir Sherly jarang menemui dokter tersebut alhasil mamah yang mengantarkan-nya


Karena tidak bisa menghubunginya, mamah mencoba untuk datang kerumahnya dan memberikan Amplop tersebut


Kami hanya bicara sebentar, sekaligus menanyakan keadaannya, tapi untungnya waktu itu kondisinya mulai sedikit membaik, mamah pikir itu mungkin karena dia akhir-akhir ini bertemu dengan psikolog dan mulai bisa mengatasi masalahnya


Setelah bicara singkat, mamah pergi dari sana dan tidak beberapa lama setelah hari itu, kabar tentang bunuh dirinya tersebar di media koran, dan beberapa media televisi, mamah juga kaget saat mendengar kabar kematiannya, dan bertanya-tanya kenapa dia memilih mengakhiri hidupnya


Jika seandainya dia mengalami KDRT, tidak mungkin, karena mamah melihat tidak ada tanda akan kasus KDRT waktu itu, bahkan sampai sekarang mamah masih tidak tau alasan di balik keputusan Sherly untuk mengakhiri hidupnya" Jelas Marisa sesuai apa yang ia ketahui selama ini


"Dan mamah tahu jika Arka adalah putranya?"


"Mamah tau, tapi tidak menyangka jika dia pelaku yang telah membunuh Darin!" jawab Marisa


"Mamah bilang Sherly bertemu psikolog, kan! apa mamah masih punya kontak dokter itu?" tanyanya


"Mamah tidak punya lagi, dia kembali keluar negri, 4 tahun setelah kematian Sherly, mungkin Ayahmu punya, coba tanyakan padanya" jawab Marisa


"Sayang! mamah tau kamu terobsesi dengan pembunuh Darin! tapi tolong jaga dirimu dengan baik, kehilangan Darin saja sudah cukup untuk kami berdua, jika harus kehilanganmu juga. kami tidak tau harus apa lagi" ucap Marisa mengelus lembut pucuk kepala putrinya


"aku janji Mah, pasti akan menjaga diriku dengan baik" jawabnya lantas memeluk ibunya yang belakangan ini jarang bertemu dengannya, karena statusnya yang sudah sah menjadi istri pria lain


...****************...


.


.


.


Kira-kira kalian bisa nebak gak gengs?😄


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.