Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
To Killer Pt.3


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Pukul 23.06, 4 jam setelah upaya pembunuhan Marisa


Arka pergi dengan senyum yang terukir di bibirnya, sambil di bawa oleh aparat kepolisian


"Bagaimana keadaan ibu Serin!" tanya Luke, untuk mengalihkan pembicaraan agar ia bisa menahan emosinya


"Kepala dan wajahnya terluka, dan sudah di larikan ke rumah sakit" jawab Zeon dan hanya di angguki oleh Luke


"Arka terluka selama penangkapan, dan akan di larikan ke rumah sakit" ujar salah satu petugas kepolisian


Selama saling tembak, Luke berhasil menembak bahunya, tapi ia baru tahu jika sasarannya tepat, ketika anak bawahannya memberi tahu


"Kita kerumah sakit" ajak Edward


"kalian semua! dia perlu mendapatkan pengobatan, bawa dia sebelum dia sadar dari anestesi. paham!" titah Luke pada petugas polisi


"Paham!" sahut mereka bersamaan


Sedangkan di dalam ambulance, Arka terkekeh seperti orang gila yang tidak punya rasa bersalah


...****************...


Pukul 20.10



Setelah kepergian istrinya, tidak bisa di pungkiri jika Glen di liputi perasaan yang tidak tenang


Ia duduk di sofa ruang tamu, sambil mencoba untuk terus berpikir positif


Tidak beberapa lama, datang pelayan yang mengatakan jika David datang, sontak Glen bingung kenapa mertuanya tiba-tiba datang


"Pah!" serunya, saat melihat David masuk kedalam rumahnya


"Apa ibumu ada di sini, dan dimana Serin" tanyanya tiba-tiba


Glen hanya bisa mengerutkan dahinya, "lebih baik papah duduk dulu!" ujar Glen


David langsung mendudukkan dirinya di sofa, sambil mengabsen seluruh isi rumah menantunya


"Serin dimana!" tanyanya sekali lagi


"Hmm.. itu pah! Serin.." sahut Glen bingung mau menjawab apa pada mertuanya, pasalnya David tidak tahu keseluruhan ceritanya, kecuali Marisa yang waktu itu diceritakan oleh Serin


📳Drrttt...


Melihat ponselnya berdering sontak David langsung meraih ponselnya


📞In Call-


"Bagaimana Vin?"


"Kami melihat, Nyonya pergi ke suatu tempat setelah pulang dari rumah sakit, menurut pegawai yang sempat melihat, Nyonya terlihat khawatir dan langsung pergi begitu saja"


"Lalu apa kau bisa melacak mobilnya?"


"Terakhir kali mobilnya berada di dekat sungai besar"


"Tapi kami menemukan darah di tempat yang tidak jauh dari mobil Nyonya, sekarang anak buah sedang memeriksanya Tuan"


"Baiklah kabari aku jika kau menemukan hal baru"


"Baik Tuan"


📞End Call-


"Kenapa pah!" tanya Glen, karena ia memang tidak tahu jika Marisa tidak bisa di hubungi, sebab David hanya bertanya pada anaknya


"Ibu Serin tidak bisa di hubungi" sahut David cemas, setelah tadi mendengar info dari Calvin


"Ah. Glen, lalu Serin dimana?" tanyanya yang sadar tadi Glen belum menjawab pertanyaan-nya


"Sebenarnya Serin pergi untuk menangkap Arka pah!" jawabnya


"Apa!!!" sahut David tidak percaya


"Kenapa kau membiarkannya pergi!" tambah David


"Maaf pah! tapi aku tidak bisa menghalangi Serin, dia sudah sejauh ini dan mungkin ia bisa mengakhiri semuanya dengan Arka" jawab Glen, walau sebenarnya ia juga sedikit takut jika David marah padanya, karena membiarkan anaknya bertemu pembunuh Darin


David tidak menjawab, ia hanya bisa memijat pelipisnya, karena disisi lain ia juga mengkhawatirkan istrinya, sekarang di tambah anaknya yang menemui Arka, bagi David dari pada ia marah pada Glen, lebih baik ia diam karena marah pun tidak ada hasilnya


Sama halnya dengan Glen, pria itu juga cemas akan istrinya, alhasil dua pria itu duduk diam di sofa ruang tamu dengan ke khawatiran yang sama


...****************...


23.50,,, Rumah sakit



Setelah berhasil membuat kedua orang yang di sayanginya datang dengan penuh ke khawatiran, Serin duduk di depan kursi tunggu ruang operasi


"Serin!" seru David, yang berlari menghampiri-nya di ikuti Glen


"Sayang! kamu baik-baik saja" tanya Glen yang langsung memeluk istrinya


"Apa yang terjadi Serin!" tanya sang Ayah tidak habis pikir, dengan semua hal yang telah terjadi terhadap Marisa


Siapa yang menyangka, jika selama ini Marisa yang notabennya melakukan operasi terhadap pasiennya, kini malah ia yang berada di meja operasi


"Serin!" tegur David sekali lagi, meminta kejelasan dari anaknya yang tadi sempat melamun


Serin menghela panjang napasnya, lalu menceritakan semuanya pada Ayahnya


...****************...


📞In Call-


"Apa!!! Arka tertangkap?"


"Terjadi baku tembak selama penangkapan-nya dan bahunya tertembak, sepertinya dia akan dilarikan ke Rs.xxxxxx"


📞End Call-


Tanpa buang waktu, Willy yang saat itu sedang diruang kepala kepolisian di penjara tempatnya di tahan. dan ada Edwin bersamaanya... menelpon satu orang lagi dari kontak ponselnya


Walau sudah di tahan, tapi tetap saja tua bangka itu mendapatkan apa yang di inginkannya, selagi orang yang berpihak dengannya mendukungnya


📞In Call-


"Ya! ketua ada apa?"


"Direktur, kau berhutang nyawa padaku bukan, inilah waktunya untuk balas budi padaku... ada orang yang menjebak Arka"


"Apa? kalau begitu, aku akan mengulur waktunya sisanya kau tangani sendiri"


"Jika kau bisa membawa Arka keluar, NC Hospital akan menjadi milikmu"


"Baiklah"


📞End Call-


Tepat sehari sebelumnya, Gery sudah menjemput Willy, karena surat penangguhan-nya telah di batalkan, hingga kini ia kembali di tahan sesuai vonis yang di berikan waktu itu


...****************...


"Kini salah satu Mansion milik Ketua Willy, tengah di selidiki atas dugaan terjadinya pembunuhan di tempat itu... pembunuhan keji yang di lakukan oleh direktur Arka telah terungkap, dan mengejutkan warga kota, menurut tim forensik yang ada di TKP... ada kemungkinan bahwa setidaknya 33 orang telah di bunuh di tempat itu" ~ Berita


(perlu di ingat Arka bukan hanya membunuh di tempat itu, ada beberapa pembunuhan yang dilakukannya di luar tempat itu, seperti yang pernah di sebutkan di episode-episode sebelumnya)


...****************...


Polda Distrik A


"Arka sudah seperti bom waktu yang akan meledak kapan saja, dia telah berhasil lolos dari hukuman bertahun-tahun yang lalu, karena Bryan, jika anda terus melindungi Arka anda akan di kritik habis-habisan oleh masyarakat" ujar sekertaris komisioner


"Apa tidak ada cara lain?" tanyanya


"sulit untuk mencari cara lain, karena robohnya gedung, sudah menarik begitu banyak perhatian masyarakat, anda tahu betul merahasiakan ini takkan menyelesaikan masalah apapun" sahut sekertaris-nya


Komisioner hanya bisa memijat pelipisnya, lalu memberikan kode pada bawahannya itu untuk keluar


"Aku sudah susah payah untuk mendapatkan jabatan ini... tapi pekerjaanku ini bisa hilang secepat kilat, aku harusnya mendengarkan detektif g*la itu(Luke)


Disini kita tau, apapun yang didapat dengan cara yang salah, maka semuanya tidak akan bertahan lama... lebih baik gapai dengan kejujuran dan kerja keras tapi hasilnya bisa di pertahankan, dari pada instan dan curang tapi sementara


...****************...


"Ketua Willy yang menyuruhku ke sini" bisik petugas medis yang ada di ambulance tersebut


...****************...


"Apa maksudmu dia kejang-kejang?" sahut Luke, dimana ia kini sedang menerima panggilan lewat layar di mobilnya


"Sepertinya kita harus memindahkannya kerumah sakit terdekat" ~ Petugas polisi


"Tapi tadi dia baik-baik saja, kenapa bisa tiba-tiba kejang?" ~ Luke


"Rumah sakit terdekat NC Hospital, kan?" ~ Luke


"Iyaa" ~ petugas polisi


"Yasudah! tetaplah awasi dia" sahut Luke, mematikan panggilan telponnya


Dan fokus pada setir nya


...****************...


"Apa yang terjadi?" tanya Chris, direktur NC Hospital


"Dia pelaku kasus pembunuhan, dan terluka saat penangkapan" jelas petugas polisi yang mengantar Arka kerumah sakit


"Lewat sini" ujar Chris mengarahkan agar membawa Arka masuk ke IGD


Selama Arka di periksa oleh direktur yang di suruh Willy, para polisi berjaga diluar


"......"


"Kami di hubungi ketua, buka mulutmu" ujar Chris, lalu ia memasukan sesuatu kedalam mulut Arka


"Teruslah gigit, kapas yang di basahi dengan sari biji safflower ini di mulutmu, kami akan mengatakan pada polisi kalau kau bunuh diri karena menelan potasium sianida" jelasnya


"bau kapas itu mirip potasium sianida" tambahnya lagi


"Mari kita mulai Operasi Suspened Animation sekarang" ucap Chris, lalu satu dokter dan perawat yang juga ada di ruangan itu, mulai melakukan tugasnya


Suspended Animation (Mati suri yang di sengaja), biasanya dilakukan saat dokter hendak melakukan operasi organ vital, pada tubuh pasien untuk meminimalkan efek samping dari operasi, misalnya seperti operasi jantung yang merupakan organ yang sangat vital, dimana dokter akan mengeluarkan darah hingga tidak adalagi darah yang mengalir dalam tubuh, lalu pasien akan di suntik dengan larutan Cold Saline untuk mengganti darah yang dikeluarkan, karena tubuh dimasukkan cairan dingin, maka suhu tubuh akan mencapai titik terendah hingga 10°C, dan saat itulah tubuh pasien akan berhenti bernafas, jantung berhenti berdetak, dan otak tidak lagi bekerja, dan kapas yang di masukkan kedalam mulut Arka berguna jika dia di periksa, maka orang yang akan memeriksa akan menyadari, jika dia menelan potasium sianida lewat bau yang di hasilkan sari biji safflower


Setelah berhasil memanipulasi kematian Arka, Chris keluar dari ruang IGD dengan tergesa-gesa menghampiri para polisi yang berjaga, dan mengatakan jika Arka bunuh diri karena menelan potasium sianida selama mereka mengobati, persis seperti apa yang mereka rencanakan


Tanpa buang waktu, 2 petugas polisi yang berjaga langsung mengeceknya


"Kami mencoba menetralisir-nya, tapi terlambat dia sudah meninggal" ujar Chris


"Arka! Arka! Arka!" panggil petugas, sambil menggoyangkan tubuhnya


"Kita harus memindahkan dia ke kamar jenazah dan menghubungi keluarganya" ucap Chris


"Sialan" umpat petugas yang lain, lalu mereka keluar untuk mengabari Luke, tapi ternyata mereka sudah datang, dan ia menjelaskan apa yang dikatakan dokter tadi


"Apa maksudnya?" tanya Luke yang baru datang bersama Zeon dan Edward


"Kenapa dia tiba-tiba bunuh diri?" ucap Zeon menambahkan pertanyaan-nya


"Dia bunuh diri dengan menelan potasium sianida yang dia bawa, kami sudah memastikan, dan benar dia tidak bernapas lagi, jantungnya juga berhenti, dia di pindahkan ke kamar jenazah,,, dan aku juga pernah melihat orang yang meninggal karena potasium sianida, ada bau almond dari mulutnya" jelasnya pada Luke dan yang lain


"Tidak mungkin pasti ada yang salah" sahut Zeon


"Benar! dia tidak mungkin bunuh diri pasti ada yang mencurigakan" tambah Luke


"Leo, cari tahu tentang direktur NC Hospital" suruhnya lewat earphone mereka yang masih terhubung


"Oke" ~ Leo


"......" ~ Leo


"dapat! namanya, Chris umur 58 tahun, dia dokter bedah jantung" ~ Leo


"Apa dia punya hubungan dengan NVC?" ~ Zeon


"Tunggu sebentar" ~ Leo


...****************...


Disisi lain, Chris sedang membawa Arka yang sebelumnya sudah mereka nyatakan meninggal


"Tunggu apa lagi? Cepat!" suruhnya pada bawahannya, untuk segera membawa Arka keluar


Mereka membawa banker Arka, sambil memeriksa keadaan, memastikan mereka pergi tanpa sepengetahuan Luke dan yang lain


...****************...


"Dia duta kehormatan yayasan NVC, Chris menerima beasiswa dari NVC, dia bisa kuliah kedokteran karena beasiswa itu, dan dengan beasiswa itu dia melanjutkan magangnya di AS" ~ Leo


"Baiklah" ~ Luke


"Sekelompok baj*ngan itu sedang membantu Arka untuk melarikan diri" ~ Serin


"Serin!" ~ Luke


"Bagaimana ibumu!" ~ Luke


"masih diruang operasi" ~ Serin


"kita harus mendapatkannya, apapun caranya" ~ Serin


"Luke... hah... hah.. huh... Direktur itu..." ujar Edward dengan nafas tersengal


"Ada apa?" tanya Zeon


Edward menormalkan deru nafasnya, lalu mulai menjelaskan apa yang tadi dilihatnya


"Saat aku ke toilet, aku tidak sengaja melihat dokter dan perawat membawa jasad Arka, tapi yang ku lihat di lift sepertinya mereka menuju lantai bawah, dan di bawah hanya ada parkiran" jelasnya


Tanpa buang waktu, mereka bertiga langsung lari menuju lift, tapi karena liftnya masih sibuk, mereka memilih tangga darurat dan lari secepat mungkin


...****************...


"Direktur Arka, kau sudah sadar?" tanya Chris


Dan sesuai rencana mereka, Arka membuka matanya karena suhu tubuh dan darahnya sudah di kembalikan lagi seperti seharusnya, lalu ia mengeluarkan kapas itu dari mulutnya


Keluar dari lift, mereka langsung membantu Arka menuju mobil dan memasukkannya kedalam mobil, dimana Roy sudah menunggu sebelumnya


Roy langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang mereka tuju


"......"


"Sial mereka berhasil" umpat Luke


"mereka memalsukan kematiannya, untuk memindahkannya" ~ Serin


"Leo, Ardan! periksa seluruh kendaraan yang keluar dari NC Hospital" ~ Serin


"Baik" ~ Leo, Ardan


...****************...


Didalam mobil, Arka duduk di kursi penumpang dengan bersandar ke punggung kursi, karena kondisinya belum pulih sepenuhnya, ditambah ia juga terkena tembakan sebelumnya


"Ketua telah menyiapkan paspor dan tiket kapal, dan kapalnya akan berangkat pukul 6 pagi besok dari pelabuan Sixned, beberapa orang kita akan melayani Tuan setibanya di sana" ujar Roy, seraya memberikan paspor pada Arka, dengan tangan kiri yang masih fokus memegang setir


Arka meraih paspornya, lalu ia melihat isinya dan mendapati jika identitas di dalam paspor itu sudah di ganti


Ia merogoh ponsel yang ada di saku jas-nya


📞In Call-


"Arka? kau baik-baik saja? untuk sekarang ini bersembunyilah dulu, akan kutangani semuanya, jadi jangan khawatir"


"Apa yang Ayah inginkan? kenapa kau seperti ini?"


"kenapa, apa yang Ayah inginkan? kau yang kenapa seperti ini, situasi sekarang ini sangat genting"


"Ayah bilang, aku lain dari yang lain?"


"Arka!!!"


"Kenapa? Ayah pura-pura tidak tahu jika aku punya penyakit jiwa, bukankah ini lucu... hahaha?"


"Demi kau, aku bisa melakukan apa saja, aku bisa menyuap seluruh bangsa jika perlu, tapi tolong bersembunyilah untuk sementara waktu ini, aku akan menangani semuanya"


"Tutup mulutmu! tutup! aku tidak perlu bantuan Ayah!!!"


"Ar ... tut... tut... tut...


📞End Call-


"AH. SERIN!!! LUKE!!!" teriaknya histeris seperti orang gila


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.