Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
To End Pt. 6


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


Pukul 19.59


"Apa kalian sudah berhasil melacak mobilnya?" tanya Serin


"Kami berhasil melacak mobilnya, sekarang dia ada di rute 41 menuju pelabuhan" jawab Ardan


"Baiklah, turunkan seluruh anak buah untuk mengejar, mengingat situasi sepertinya dia berencana menyelundup dari pelabuhan, minta mereka berhati-hati. Regan mungkin saja bersenjata" ~ Serin


"Oke" ~ Serin


"Sebarkan kabar bahwa Regan melarikan diri, dan buat opini yang mendorong masyarakat untuk menghakimi para nama yang masuk kedafatar VVIP, sebarkan saja beberapa bukti pendukung yang kita dapatkan, dari transaksi, serta pak Xavier yang kita temukan di gedung milik Regan" titahnya


"Tapi bangunan itu bukan milik Regan?!" sahut Leo bingung


"Jika dia licik, maka aku juga bisa. manipulasi data kepemilikan gedung menjadi nama Regan" perintahnya


"Baiklah" ~ Leo


"Tapi bagaimana jika Marshel sadar kalau gedung itu tidak pernah di beli oleh anaknya?" tanyanya lagi


"Kau tenang saja, aku sudah mengatasi itu. pokoknya lakukan saja apa yang kuperintahkan barusan" jawabnya


"Oke" ~ Leo


...----------------...


10 menit yang lalu


📞In Call-


"Kamu kenapa belum pulang, ini sudah jam berapa, dan kenapa telponku tidak di angkat??"


"Tenang sayang, tenang! kami sedang melakukan pengejaran.. aku harus mendapatkannya malam ini sebelum pria itu berpikir untuk kabur, aku hanya ingin minta tolong padamu"


"Apa?"


"Tolong temui pak Marshel dan katakan seluruhnya, Leo akan mengirimkan beberapa bukti pendukung yang bisa mengkonfirmasi ucapanmu"


"Kamu ingin aku yang bicara? tapi bisa saja pak Marshel tidak percaya, terlebih dia sangat percaya pada Regan"


"kalau tidak percaya dengan bukti pendukung, ajak dia menemui Tuan Xavier.."


"Yasudah, iyaa... tapi kenapa kamu tidak dirumah saja, biarkan yang lain mengejarnya"


"Aku ingin perburuan ini mendapat hasil dengan tanganku sendiri, jadi tolong aku dan lakukan itu"


"Oke.. Oke, ingat hati-hati"


"Iyaa"


📞End Call-


...----------------...


"Jika aku jadi dia, aku tidak akan kepelabuhan dan mengemudi di jalan satu arah" gumamnya dalam hati


"Periksa pencarian-nya baru-baru ini"


"Sebentar" ~ Leo


"Dia mencari wilayah Hexa Flor Distrik A sebanyak dua kali setelah aku memulihkan datanya" ~ Leo


"Dia juga mencari jalan memutar dipelabuhan, kurasa pencariannya tentang penyelundupan adalah pengalihan, kemungkinan ia akan mengambil jalan memutar" tambah-nya


"Untuk Tim A kalian fokus saja pada pelabuhan" ~ Serin


"Baik" sahut anak buahnya, yang juga terhubung pada saluran radio yang sama dengannya


"Aiden, ambil jalan memutar dari pelabuhan menuju pemakaman" perintahnya dan di angguki oleh pria itu


"Tapi kenapa dia malam mengambil jalan ini?!" gumam Geralt, namun sukses di dengar oleh Serin


"Kurasa dia masih memiliki masa lalu yang berkaitan dengan saudaranya. yang tidak kita sadari" sahut Serin


"......"


Mereka terus mengikuti sedan hitam yang kemarin membawa Regan pergi, dengan gps yang berhasil dilacak oleh Leo


Aiden lantas menghentikan mobilnya saat melihat mobil yang tadi mereka kejar, sedang terparkir di seberang jalan


Serin beserta yang lain langsung saja turun, dan masuk ke sebuah gedung terlantar yang teoat berada di seberang pemakaman Darin


Didalam begitu minim pencahayaan, ditambah jam sudah menunjukkan pukul 21.32 malam


Hanya ada suara langkah kaki mereka yang sedang menyusuri gedung tersebut


Setelah menyusuri gedung gelap tersebut, mereka sampai pada ujung bangunan, dimana ada sebuah pintu yang sepertinya menuju ke tempat lain


Dan benar saja, setelah Luke membuka pintunya mereka di hadapkan pada puluhan anak tangga yang membawa mereka sampai ke lantai bawah


Seolah sedang menunggu Serin, sebuah bunga yang merupakan bunga kesukaan mendiang Darin, terletak begitu saja di depan sebuah pintu yang masih tertutup rapat


"tidak ada debu di gagang pintu ini, Regan pasti sudah masuk" ucap Luke dan di angguki setuju oleh Serin


Serin dan beserta 3 pria itu lantas mengangkat senjata mereka untuk berjaga-jaga


Saat mereka melangkah ke tengah ruang, tiba-tiba sebuah cahaya dari lampu sorot mengarah pada Serin dan 3 lainnya


Dorrr


Dorrr


"Berhenti bersembunyi dan keluar sekarang!!!" tekan Serin, ia tahu jika ada Regan di sana karena ia mendengar dengan jelas sebuah langkah kaki yang tidak jauh darinya


Tapi seolah main-main pria itu malah melangkah dengan begitu santainya


"Kalian berempat akan habis di tanganku" gumamnya seraya melanjutkan langkahnya menuju sebuah ruangan yang tidak jauh dari tempatnya


Tanpa bicara, wanita itu langsung mengikuti kemana arah langkah kaki itu pergi


Brakk...


Saat Geralt, Luke dan Aiden akan menyusul Serin. tiba-tiba sebuah sangkar besi jatuh tepat di tempat mereka hingga membuat ketiganya terkurung


"Oh Shitt!!!" umpat Geralt


"Leo!"


"Leo!"


"Apa radio kalian masih terkoneksi?" tanyanya pada yang lain, tapi hanya mendapatkan gelengan dari keduanya


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, ini terbuat dari besi, butuh alat berat untuk bisa mengangkat-nya, jika kita menunggu tim lain itu akan memakan waktu lama, sedangkan Serin pergi mengikuti pria gila itu" ucap Geralt, ditambah ia mengkhawatirkan Serin yang sudah lebih dulu pergi tanpa tahu mereka terkurung


"Coba kita dorong ini" sahut Luke sambil terus menggunakan seluruh kekuatannya untuk bisa mendorong sangkar besi tersebut


Tapi hasilnya sia-sia, bahkan sekeras apapun mereka bertiga mencoba sangkarnya sama sekali tidak bergerak dari tempatnya


...****************...


"Tidak mungkin Glen! Regan bukan orang seperti itu, aku sangat mengenal putraku" sahut Marshel tidak percaya akan ucapan Glen


Sontak semua mata tertuju pada pria yang kini duduk di kursi roda sambil di dorong oleh bodyguard-nya menuju ruang tamu, tempat Glen dan yang lain sedang bicara


"Xavier" ucap Marshel kaget saat melihat mertua anak nya itu datang dengan kursi roda


"Apa yang di katakan pria ini benar, Regan sudah melakukan hal diluar batas bahkan dia sendiri mengakui jika dia yang membuat anakku bunuh diri" jelasnya


SN News


"Seluruh masyarakat gempar setelah beberapa bukti konkrit terekspose kemedia sosial, terutama kasus Happines Auction yang baru-baru ini masih hangat di perbincangkan, bukan hanya m*ntri pertahanan yang terlibat melainkan masih ada beberapa nama yang membuat para masyarakat semakin marah... Kita bicara dengan Pak Fery


"menurut bapak bagaimana tentang berita yang baru saja mencuat kemedia, apakah ini sangat berdampak pada pemilihan presiden tahun ini, dimana bisa kita lihat nama salah satu kandidat masuk kedalam daftar VVIP?"


"Saya sudah menjelaskan semuanya! sisanya ada di tangan bapak, kalau begitu saya permisi. istri saya sedang berurusan dengan Regan sekarang" ucap Glen, bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja dari sana


...****************...


"Bukankah ini menyenangkan, sekarang kau tidak bisa lagi keluar dari sini, dan anak buahmu juga tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini, Ah maksudku kalian berempat tidak akan keluar hidup-hidup dari sini" tukas seorang pria yang kini sedang duduk di sebuah sofa singgle dengan kaki yang menyilang


Terlihat sekali pria itu begitu santai, bahkan ia memutar kembali rekaman yang waktu itu ia dengarkan ke ayah mertuanya


Sedangkan Serin, ia masih terdiam saat melihat beberapa angg*ta tubuh manusia yang telah di awetkan bergelantungan sesuai dengan letaknya masing-masing seolah sedang membentuk seorang manusia


"MENJIJIKAN" umpat Serin menatap tajam kearah pria yang masih asik duduk di sofa


"Jadi ini koleksi yang di maksud Tuan Xavier?" gumamnya dalam hati, bahkan wanita itu tidak memikirkan apapun selain kemarahan-nya pada Regan, bahkan ia tidak menghiraukan jika ia hanya berdua dengan Regan di ruangan tersebut


"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini semua, apakah kau Waras!!! Astaga Serin kenapa kau mengatakan itu, mana mungkin dia waras"


Mendengar ucapan Serin, membuat pria itu hanya tersenyum tipis sambil meminum segelas Wine yang ada di tangannya


"Bukankah manusia di bumi ini sudah rusak, mereka bisanya hanya mengumpat dan menindas orang yang lemah bukankah hal itu harus kita perbaiki?!" pungkasnya seraya bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju meja yang berada di bawah koleksinya, sebuah meja yang memiliki penerangan di sisinya, untuk menerangi barang koleksinya


"Alasanmu melakukan ini karena ingin mengubah kemanusiaan? kalau begitu kau juga perlu di habisi, karena kau lebih menjijikan dari pada mereka!!" sarkas Serin menodongkan pistolnya tepat di belakang kepala Regan, entah kapan wanita itu bergerak yang jelas ia kini berada tepat dibelakangnya


Smirk tertarik di bibirnya lalu berbalik untuk menghadap Serin


"Kenapa kau suka sekali ikut campur" ucapnya menatap Serin dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


"Jika kau tidak mencampuri hidup dan mati orang lain, mungkin aku tidak akan mencampuri urusanmu" jawab Serin


"Sekarang permainan yang kau mainkan telah berakhir" tambahnya


"Benarkah" sahut Regan santai


"Setelah menghancurkan rumah menyedihkan itu, aku membangun rumah besar seperti ini" ~ Regan


"Ini caraku dilahirkan kembali, setelah anak sialan itu membakarku, dan ini bukan akhir yang aku inginkan.. aku tidak akan membiarkan siapapun menjadi penghalang bahkan jika itu kau atau Darin sekalipun" ucapnya


Tanpa sepengetahuan Serin, pria itu tiba-tiba meniup sebuah pasir yang ia ambil dari meja di belakangnya, hingga membuat wanita itu sedikit kesusahan untuk melihat


Pria itu lantas mengambil senjatanya, lalu menembak saklar lampu hingga membuat ruangan itu menjadi sangat gelap


...****************...


Glen beserta detektif Jung serta beberapa bodyguardnya, datang ke tempat yang di berikan oleh Leo, bahkan tim SWAT dan pasukan khusus dari tentang ikut turun tangan untuk mengepung seluruh gedung


Setelah tidak bisa terhubung dengan Serin dan yang lain, Ardan dan Leo langsung menghubungi Pak Beni


Zeon dan Edward yang juga menyusul datang lebih dulu dari pada pasukan Khusus dan Tim SWAT


"......"


"Dimana Serin!" tanya Glen pada 3 pria yang masih terkurung di sangkar besi tersebut


"Dia masuk lebih dulu, dan Regan mengurung kami di sini" jelasnya


"Aku akan mencari tuasnya" ucap Zeon yang langsung pergi untuk segera menaikkan kembali sangkar besi tersebut


Glen dan Jung langsung melangkah masuk kedalam ruangan yang tadi Serin masuki, namun mereka hanya melihat ruang itu kosong


"Baj*ngan" umpat Jung pelan saat melihat kondisi ruangan itu


Geralt dan yang lain juga langsung menyusul Glen keruangan tersebut


Glen menghentikan langkahnya, saat melihat bercak darah di lantai, ia jongkok dan melihat sebuah ikat rambut terjatuh tepat di dekat bercak darah tersebut


"Ikat rambut Serin!" celetuk Geralt ketika melihat Glen mengambilnya


Baru saja mereka ingin menelusuri seluruh ruangan itu, suara tembakan terdengar sangat dengan dengan mereka


Akhhh..


Rintihan terdengar dari Aiden yang sudah terjatuh di lantai dengan satu tembakan di pahanya


Dorrr...


"Letakkan senjata kalian, atau ku tembak kepalanya" ucap Regan yang sedang menodongkan pistol di kepala Aiden


"Matikan Flashlight kalian, sebelum aku menembak satu kakinya lagi" ancamnya, mau tidak mau Geralt, Zeon, Luke, Edward menurunkan senjata mereka serta mematikan Flashlight-nya


"Ikut denganku jika kau ingin istri dan anakmu baik-baik saja" bisiknya tepat di telinga Glen, sukses membuat Glen mengepalkan kedua tangannya


...****************...


"Serin!" seru Glen yang disuruh Regan untuk bersimpuh di hadapan Istrinya yang duduk terikat di kursi


"Seharusnya kau jaga istrimu, dia tidak seharusnya ikut campur seperti ini" ucapnya berdiri di belakang kursi Serin


"Sedikit saja kau berani menggoresnya aku tidak akan pernah mengampunimu!!!" tukas Glen dengan nada penuh penekanan


Srettt...


Satu goresan pisau berhasil Regan lukiskan di lengan Serin


"Yak!!!"


Pria itu lantas jongkok di hadapan Glen yang juga ikut terikat


"Dasar lemah" ucapnya memberikan satu goresan di lengan Glen, sama seperti yang ia berikan pada Serin


"Regan berhenti!" seru Serin perlahan mengangkat kepalanya, dengan kesadaran yang masih belum pulih sepenuhnya


"Aku tahu kenapa kau melakukan ini, kau pasti sangat menyayangi adikmu, kan" tukasnya


"Karena itulah aku suka tempat ini, bukankah ini membuatmu bersemangat untuk memikirkan manusia yang telah dibuat menjadi seni murni" sahutnya beralih menatap Serin


"Kau tahu berapa banyak orang yang telah tewas dengan kata-kata dan kekuasaan mereka?!" ~ Regan


"Happiness Auction hanya puncak dari gunung es, orang-orang yang ada di sana hanyalah orang-orang yang menguasai dunia, jika kau melihat dari puncak itu kau akan sadar betapa menyedihkannya dunia ini, dunia ini sudah rusak, untuk apa kau masih memperjuangkannya!" ucapnya mencengkram kuat dagu Serin


"Benar, Kau benar! aku bisa mendengar suaramu penuh dengan rasa sakit dan kebencian" jawab Serin menatap nanar mata Regan


"Gabungan bagian-bagian tubuh orang jahat yang membelit dirimu sendiri... tapi kau berpikir itu akan menghiburmu! kau salah.. itu tidak akan membebaskanmu dari apa yang terjadi padamu, dan kau malah menghabisi orang-orang yang tidak bersalah padamu dengan begitu kejinya" ~ Serin


"Apa kau ingat saat tidak ada yang membantumu, ketika kau berteriak minta tolong?" ~ Serin


"Hentikan omong kosong itu" sahutnya yang langsung membelakangi Serin


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.