Pengawal Cantik

Pengawal Cantik
To Killer Pt.4


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


⚠Disarankan untuk membaca dari awal takutnya, tidak paham!!!


So... I Hope Enjoy The Story


...****************...


"Ini pasti ulah Willy, dia merencanakan ini untuk menyelamatkan anaknya" ujar Luke, kini mereka berada di dalam mobil, menunggu Leo dan Ardan selesai melacak keberadaan mobil Roy yang membawa Arka


"Tapi ini sudah masuk berita, dia tidak bisa bersembunyi disini, dia pasti akan mencoba kabur keluar negri sebelum dia menjadi buronan, dan kita harus mencegah keberangkatan-nya" ~ Serin


"Kau benar!" ~ Zeon


"Serin! aku dapat, Roy tangan kanan Willy, membayar tiket kapal... firasatku aneh makanya aku mencari tahu, Roy membeli tiket atas nama Ken Xavier, orang ini datang ke negara kita dengan Visa kerja, dan menghilangkan tanpa jejak serta tidak kembali ke negara asalnya, di negara-nya pun dia hanya tinggal sendirian tanpa keluarga" ~ Leo


"Jadi maksudmu, Arka mencoba menyamar sebagai seorang pria bernama Ken Xavier?" ~ Serin


"Betul sekali! dan dia akan menaiki kapal Redzbold yang berangkat pukul 06.00 pagi dari pelabuhan Sixned" ~ Leo


"Baiklah" ~ Serin


...****************...


Pukul 03.00, Dini hari ... Rs.xxxxxx



Sudah 4 jam, Serin serta suami dan Ayahnya menunggu dokter keluar dari ruang operasi


Geralt yang dari awal memang pergi bersama Serin, datang membawakan kopi, untuk Serin dan yang lain


Serin yang kala itu sedang menjauh dari suami dan Ayahnya, menarik Geralt untuk bicara berdua


"Geralt kita pergi bersama, dan suruh anak buah untuk menyusul... Arka sedang menuju pelabuhan Sixned untuk kabur keluar negri" jelas Serin, karena Geralt memang tidak memasang earphone-nya, jadi ia tidak mendengar pembicaraan Serin tadi dengan yang lain


"Tapi suami dan Ayahmu!" tanya Geralt, mengintip ke arah David dan Glen yang duduk di kursi ruang tunggu, karena mereka sedang berdiri di balik tembok sekarang


"Aku akan mengurus itu, yang penting kita selesaikan masalah Arka secepatnya, aku sudah muak terus berurusan dengannya, bahkan sekarang kau lihat bukan! Mamah jadi korbannya juga!" tukas Serin


"Baiklah! aku akan membantumu untuk bicara dengan Tuan dan Glen" ucap Geralt menepuk pelan bahu Serin


Ditengah ke khawatirannya akan sang ibu, ia juga harus membagi fokusnya untuk menangkap Arka yang mau melarikan diri


...****************...


"Dia sudah seperti bakteri saja, bagaimana kita bisa memusnahkan-nya" tukas Zeon


"Apa maksudmu yang bagaimana, tentu kita harus menangkapnya" sahut Edward, dimana mereka sekarang sedang menuju tempat yang sudah di lacak oleh Leo


Begitu juga dengan Serin yang menyusul dengan Geralt, setelah bersusah payah meyakinkan dua pria yang menentang kepergiannya


...****************...


"Jadi anda ingin penyelidikan ini di akhiri saja?" sahut Jaksa yang menangani kasus Arka, dimana ia kini sedang bicara berdua dengan Willy


"Ya. aku semakin sulit menahan semua ini, karena situasinya pun semakin sulit bagi anakku sendiri, Jaksa... mungkin kau akan kecewa, tapi orang tua yang punya anak selalu seperti ini" ujar Willy, sebenarnya ia menyayangi anaknya, tapi caranya yang salah, dengan membiarkan pria seperti Arka yang memiliki gangguan jiwa di lepas begitu saja, dan menutupi seluruh tindak kejahatan-nya dengan kuasanya, karena rasa bersalah di masa lalu


"Apa tidak ada cara lain merahasiakan hal ini untukku? aku akan memberikan semua hal yang kau inginkan, jadi carilah cara apapun itu" ucap Willy, mengemis agar anaknya bisa bebas


"Aku mengerti bagaimana perasaanmu! tapi ini situasi penting, semua ini sudah terekspos ke media, pihak kepolisian dan kejaksaan sedang gencar-gencarnya menangani kasus ini" jawab Jaksa


"Alangkah baiknya jika Arka menyerahkan diri" tambahnya


"Bilang saja berapa uang yang kau mau! aku akan memberikan semua yang kau inginkan... berapa banyak yang kau mau?" ujar Willy, mencoba membuat penawaran dengan Jaksa


"Maaf, tapi mustahil untuk membatalkan penyelidikan ini" ucap Jaksa


"Bagaimana jika kita menyatakan Arka sudah meninggal?" tukas Willy sukses membuat Jaksa menatapnya tidak percaya


"Tapi ketua Willy ... "aku sudah banyak melihat hal seperti itu, mereka membunuh anak tetangga mereka, kemudian membakar jasadnya dan menukar seluruh laporan DNA dan identitas-nya" potong Willy


"Akan ku buat cerita/alasan kalau Arka sudah meninggal! apa kau bisa bekerja sama denganku untuk mengeluarkan berkas kematiannya? bekerja samalah aku mohon!" tambah Willy, yang rela memohon di hadapan Jaksa, tanpa memikirkan hal lain, selain ia bisa melepaskan anaknya dari jeratan hukum


...****************...


Pukul 05.40,... pelabuhan Sixned


Arka bersama Roy masuk ke area pelabuhan, di mana di depan sudah ada para broker yang akan membantu Arka untuk meloloskan diri


"Tunggu!!" ucap Arka, ketika melihat ada yang tidak beres di depan


"Jangan bergerak!!!" teriak Luke, ketika para broker itu lari berhamburan tapi para polisi sudah lebih dulu berhasil menangkap mereka


Roy dan Arka yang melihat para Broker itu di tangkap, sontak memundurkan mobilnya untuk kabur


Tapi mobil anak buah Serin sudah lebih dulu berada di belakang mereka


"Keluar dari mobil" ucap Arka, lalu mereka berdua langsung kabur dari mobil, karena anak buah Serin beserta Luke dan yang lain berlarian mengejar keduanya


"Berpencar dan cari mereka cepat!" teriak Zeon


"Luke, Arka masih di sekitar sini" ucap Serin, karena sedari tadi malam alat pendengarannya tidak ia lepas


Roy dan Arka terus berlari menyusuri jalan, hingga mereka sampai di 2 jalan yang berbeda tapi mereka langsung berlari kemanapun sebisa mereka, dengan Roy yang sesekali membantu memapah Arka karena lukanya masih belum sembuh


"Periksa di sana" ujar Zeon, dimana mereka masih berlarian mencari kemana Arka dan Roy lari


"Ardan! terbangkan drone-nya sekarang, kontrol dari atas dimana mereka" ~ Serin


"Oke" ~ Ardan


Para polisi serta anak buah Serin, termasuk dirinya terus mencari keberadaan Arka dan Roy


Sedangkan Ardan juga masih belum bisa menemukan, karena kemungkinan mereka bersembunyi


Dan benar saja, mereka bersembunyi di sebuah kapal


Roy berdiri di kapal melihat situasi, sedangkan Arka yang sedang berdiri di belakang-nya mengambil sesuatu di dekat kakinya


"Sekertaris Roy!" serunya


Bughhh...


Tanpa rasa terimakasih sedikitpun pada Roy yang membantunya kabur, ia malah memukul kepalanya dengan linggis yang tadi ia ambil, hingga Roy langsung ambruk dengan darah yang mengalir di kepalanya


"Jangan di ambil hati" ucapnya lalu kembali memukul Roy dengan brutal "Aku malah memberimu... kehormatan..." ujarnya dengan napas yang sedikit tersengal


Serin yang kala itu mendengar sesuatu lewat alat pendengaran nya, langsung menghentikan langkahnya, mencoba mencari sumber suara


"Karena telah berkorban untukku..." sambungnya, lalu mendorong jasad Roy hingga jatuh ke air


"Ardan! periksa di dekat kapal" ~ Serin


"Ada yang mengambang di dekat kapal" ucap Ardan, sontak Serin dan yang lain langsung berlari menuju tempat yang di maksud


"Mungkin saja itu bukan Arka" ujar Zeon


"Yak! hubungi polisi perairan" titah Edward


"Baik" sahut salah satu petugas kepolisian


"Berapa lama waktu yang di butuhkan mereka untuk sampai?" tanya Luke


"Katanya 5 menit" sahut bawahannya


Tanpa buang waktu, anak buah Serin langsung terjun hingga membuat yang lain sedikit kaget


Sedangkan Serin ia biasa saja, karena ia yang memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa lewat kode lirikan mata yang di berikan-nya


"......"


"Dia bukan Arka, tapi Roy sekertaris Willy" ujar anak buahnya, yang berhasil menarik jasad Roy kedaratan dengan di bantu rekannya


"wajahnya di lukai, dia dubunuh lalu di buang ke laut" Tukas Serin


"Luke! surat perintah penangkapan Arka sudah keluar" ucap Zeon, yang baru saja mendapat telpon dari kantor


"Kita akan menangkapnya" balas Luke, dan di angguki oleh yang lain


"......"


"Luke... sepertinya kita harus menggunakan cara lain" pungkas Serin


...****************...


"Disini hadir bersama kami ketua Tim dari Black Swan Of Inteligens, Serina Cassandra NIX... Ia yang mengungkap bahwa Direktur Arka dari NVC adalah pelaku sebenarnya dari kasus Riverside (kasus Darin) 12 tahun yang lalu" ~ pembawa berita


"Dia pria dari kalangan atas, kenapa dia melakukan pembunuhan?" tanya pembawa berita, pada Serin yang kini berdiri di dekat pintu masuk pelabuhan, bersama para kameramen dari media berita


"Tidak semua psikopat menjadi pembunuh! beberapa dari mereka bisa berkeluarga dan hidup normal, namun, keluarga, lingkungan, dan masyarakat dapat mempengaruhi dan memicu mereka" ~ Serin


"Biar ku berikan satu contoh orang! Dia lahir dengan Gen Psikopat, semasa kecilnya ia menyaksikan Ayahnya membunuh seseorang, dan itu membuat kondisinya semakin parah dan tak terkendali, alhasil,,, ia menjadi seorang pembunuh" ~ Serin


"Rahasia yang ingin kita sembunyikan dari masyarakat ini... melahirkan kriminal" tutur Serin


Dan inilah kali pertamanya ia muncul di media, bahkan dengan mengungkap identitasnya sebagai ketua Tim dari BSI, dimana organisasi ini di cetus langsung oleh presiden dan di jalankan secara tertutup, untuk memecahkan kasus-kasus besar yang terjadi di negara A, dengan pengawasan langsung oleh Frederick selaku Sekretariat Presiden/Negara


Disisi lain, Arka yang kala itu berjalan. menghentikan langkahnya di depan televisi yang ada di toko, dan mendengar seluruh percakapan Serin dari awal sampai selesai


"Serin!!!" gumamnya seraya menyeringai, lalu melanjutkan langkahnya


...****************...


Serin berjalan menyusuri sebuah lorong, lalu berhenti tepat di depan sebuah ruangan


Ia mengeluarkan mengeluarkan sebuah kartu dari saku celananya, bermaksud untuk membuka pintu tersebut


Tapi tangannya berhenti, ketika melihat Arka yang sebelumnya bersembunyi di balik dinding, kini berjalan ke arahnya dengan pisau tajam di tangannya


Arka semakin mempercepat langkahnya menghampiri Serin, dengan pisau yang siap di tancapkan untuk menghabisi Serin


...****************...


"Ternyata Arka berubah seperti ini, karena aku... seharusnya aku mengobati dan memperbaiki sikapnya saat masih kecil... salah dirikulah membesarkan-nya sebagai monster, jika kematianku bisa menebus dosa-dosanya, demi Arka! aku akan memilih bunuh diri" rutuknya, menyesali seluruh didikan yang telah ia perbuat, hingga membesarkan seorang monster seperti Arka


Willy mengambil pistol yang ia dapat dari Edwin dan di simpan di balik bantal, yang ada di sel-nya


Dorrr...


"Arka... sampai jumpa di neraka" lirihnya terakhir kali, setelah peluru menembus kepalanya


...****************...


Pukul 07.15... Atap bangunan



Arka melempar Serin, dengan begitu kasar ke lantai


"kenapa kau terus saja mengejarku! apa kau menunggu untuk menemuiku?" ucapnya dengan nada marah


"Walau statusmu sudah buronan, kau masih saja tidak mengerti!" jawab Serin


"Apa kau sadar, sudah berapa kali aku membiarkanmu?" balas Arka, dengan nada yang mulai meninggi


"Kau pikir, kau benar-benar hebat, kan? kau sebenarnya hanyalah orang yang tidak berdaya dan rapuh... kau tidak berhak menghakimi dan menghukum orang..." tukas Serin


Tanpa bicara, Arka hampir menusuk Serin dengan pisaunya, tapi wanita itu bisa menghindar dengan mulus


Melihat itu, Arka ber-smirk dan melangkah mendekati Serin yang perlahan memundurkan duduknya


"Memangnya apa salahnya membunuh orang tidak berguna? lagi pula mereka tidak punya gambaran hidup... bahkan 1000 tahun yang lalu pun sama" ujarnya, lalu menarik kaki Serin yang waktu itu masih terduduk, hingga berada di bawah kungkungan-nya


Serin menatap datar pria yang ada di atasnya, walau terlihat kuat tapi ia tetaplah seorang wanita yang masih memiliki rasa takut


"Aku sudah murah hati terhadapmu, dan memberikan kesempatan... tapi kau tidak hanya sudah kelewat batas, tapi kau benar-benar sudah keterlaluan" pungkas Arka, mencengkram kuat dagu Serin


"Baiklah sekarang waktunya aku menghukummu... bagaimana menurutmu?" tambahnya, menyeringai menatap Serin, lalu tangannya beralih pada kerah baju Serin


"Apa kau tadi bertanya kenapa aku mengejarmu dan bisa berakhir sampai ke sini?" sahut Serin, yang diam manatap nanar mata Arka


"Aku sedang menunggu untuk menangkapmu, aku bersedia melakukan apapun untuk menangkapmu... tapi aku menyadari betapa malangnya dirimu pada tahun 2001 saat kau berumur 14 tahun... ibumu bunuh diri dan kau tinggal bersama Ayahmu! orang yang kau doakan agar mati,,, dan kau malah semakin berubah menjadi monster yang mengerikan!!!" sarkas Serin


Karena kesal akan ucapan Serin, ia menarik kasar kerah baju Serin


"Aku ingin menjadi monster sepertimu, dan mencabik-cabik dirimu... tapi ada seseorang yang mengajariku, kalau aku harus menggunakan kedudukan dan kekuasaanku untuk menolong dan menangkap penjahat... dalam kehidupan selanjutnya, bukannya memilih menjadi monster, kuharap kau hidup dengan orang yang kau cintai.. dan hanya menyayangi mereka" pungkas Serin, dengan begitu berani, walau orang yang berada dalam pandangannya adalah seorang pembunuh keji


Satu tangan Arka mulai menyentuh leher Serin untuk mencekik-nya, dan satu lagi ada pisaunya


"Aku sungguh berharap kau pergi ke jalan yang benar dalam kehidupan selanjutnya" ucap Serin


"Sudah selesai bicaranya?" lirih Arka, dengan yang nada bergetar dan mata yang memerah menahan tangis


Serin tersenyum, dengan senyuman yang tidak bisa di artikan


"Kau tersenyum?" ucap Arka, seraya mengangkat tangannya dan bersiap untuk menikam Serin


...****************...


.


.


.


Mohon bantuannya untuk like, share, komen, vote, masukin list fav biar tau kelanjutan ceritanya, agar Author semangat Up episode barunya😊


.


.


.