
"bunda, bunda, bunda". teriak rara dalam tidur
"Kenapa sayang? apakah kamu mimpi buruk lagi". tanya daddy...
"daddy,,,aku rindu bunda". ucap rara sambil menangis
"kalau bukan karena bunda nolongin aku dari kejaran para geng itu, bunda tidak akan meninggalkan kita semua. ini semua salah rara daddy. seharusnya rara aja bukan bunda".πππ
"sayang kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri kejadian ini semua karena takdir". kata banyu linggah galendra(ayah rara)
"iya dek jangan salahin diri kamu, ini semua karena takdir. jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri dan ikhlaskan kepergian bunda". ucap arya zero linggah(kakak rara)
rarapun kaget dengan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba.
"abang,,,sejak kapan abang berdiri disitu? tanya rara
"sejak kamu berteriak dan membangunkan kita semua di rumah ini. ucap arya sambil tertawa
"maafkan rara abang, suara memelas.
"hahahahahhahahha,,,, jangan pasang muka seperti itu abang jadi merinding melihatnya". sambil terkekekh.
"ih abang nih adiknya lagi sedih malah di ketawain". kata banyu
"sorry dad, abisnya rara tidak cocok banget dengan muka memelas begitu, kan biasanya dia menatap orang dengan tatapan dingin yang membuat orang takut dengan rara dad". ucap arya sambil terkekeh.
"abang kok gitu sih dengan adek sendiri". rara dengan muka cemberut.
"yah ok deh, abang minta maaf yah adek abang yang cantik,manis,imut dan mata yang tajam seperti ingin menerkam mangsa, sambil ketawa.
"oh iya dek, kapan kamu masuk kerja?(tanya arya).
"inshaa allah besok bang aku mulai kerja.(jawab rara).
"ok. besok abang yang antar kamu yah dek sambil tersenyum.
"tumben banget abang mau antar aku, jangan-jangan abang mau ketemu sama dr.clara yah? sambil ketawa.
"hehehehe,,,adek tahu aja kalau aku lagi deketin dr. my love.
"taulah abang, abangkan nggak mungkin anterin rara kalau nggak ada maunya atau untungannya.
"seandainya abang tau kalau dr. clara juga suka sama abang. pasti abang bahagia banget, tapi aku nggak mau abang tahu itu. cukup cewek jelek itu yang nyakitin abang aku nggak mau abangku tersakiti lagi bicara dalam hati dengan menatap arya.
"ih, abang ini (dengan mulut manyung).
"idih jangan kayak gitu dek nggak cocok dengan kamu yang devil blood". ππππ
"emang apasih yang kamu pikirin? tanya arya
"enggak ada kok bang. ucap rara
"jangan bohong aku tahu kamu kayak gimana, kita udah sama-sama dari kecil jadi aku tahu semuanya tentang kamu.
"iya deh aku ngaku (dengan muka memelas) aku khawatir sama abang.
"khawatir kenapa? dengan dr. Clara?
"kok abang bisa tahu sih (dengan muka penasaran)
"yah, abang tahulah. kamu takut dr. Clara sama dengan karissa(mantan dan cinta pertama arya)kan? tanya arya
"dek. dr. Clara beda dengan karissa. dia bukan tipe orang yang kamu pikirkan. jadi, kamu tenang aja yah. ucap arya
"semoga aja bang, dr. Clara nggak kayak karissa yang hanya mementingkan karir saja dan sangat berambisi. ucap rara
"dek. kita saudah sampai nih di RSnya. dek boleh abang tanya sebelum kamu keluar dari mobil? tanya arya
"boleh (sambil tersenyum), emang kakak mau nanya apa sih kok mukanya serius banget?
"kenapa kamu tidak kerja di RS bunda saja sih dek. disinikan RSnya sangat kecil dan kurang dokter jadi kamu harus lembur trus.
"dengan muka sedih" apakah kamu masih menyalahkan dirimu sendiri atas kejadian dulu?
"rarapun terdiam dan tersenyum". abang aku suka disini, aku mempunyai banyak teman disini dan mereka semua tulus sama aku karena mereka tidak tahu identitas aku yang sebenarnya.
"aku mau jadi orang biasa saja bang, yang tidak mengandalkan harta orang tua, aku mau berusaha sendiri supaya aku juga tahu bagaimana suka dukanya menjadi orang biasa yang tidak di agung2kan semua orang.
"yahudah yah bang, aku masuk dulu.
aku udah telat nih (sambil tersenyum)
"ok dek, nanti pulang aku jemput kamu lagi yah?
"ok, bang cee u ππππ