
.
.
.
"Dirsya bukan adik kandung saya, dia anak angkat papah sama mama. Tapi kami sangat menyayanginya dan karna dia anak yang baik, cerdas dan penurut. Dia sekarang sekolah di luar negri, jadi ia jarang disini kecuali ia libur" jelas Keland mengingat adiknya itu. Dirsya anak yang baik dan penurut. Selalu mengikuti perintah orang tuanya. Dia selalu bisa membuat kedua orang tuanya bangga, berbanding terbalik dengan dirinya yang terlalu sering membuat mereka kecewa. Ya, Keland termasuk anak bad boy di jaman sekolahnya, dan ia paling keras menantang semua keinginan orang tuanya jika tidak sesuai keinginannya.
Keland tipe orang yang tidak suka di atur meskipun ia kadang mengatur. Ia sangat keras kepala dan merasa keputusannya selalu yang terbaik untuknya dan memang benar ia membuktikannya sendiri. Sejak saat itulah orang tuanya tak pernah mengekangnya lagi. Mereka menyerahkan semua padanya. Dan mereka pun tak terlalu memusingkannya lagi sejak kehadiran Dirsya yang selalu begitu penurut dan baik, penuh kasih sayang hingga kedua orang tuanya sangat menyayangi Dirsya. Dan Keland merasa bahagia dengan kehadiran Dirsya. Karna ia merasa rumahnya kembali hidup oleh kebahagiaan meskipun kadang ia jadi tak terlalu di perdulikan lagi. Tapi ia tak mempermasalahkannya karna memang itu yang ia harapkan. Keland juga sangat menyayangi Dirsya seperti adik kandungnya sendiri, dan ia bisa lihat Dirsya pun begitu terhadapnya. Orang lain tak pernah menyangka jika mereka adalah saudara tiri melihat dari sikap mereka yang sangat tulus saling menyayangi.
Dan penjelasan dari Keland berhasil membuat Melisa terkejut. Ternyata banyak rahasia di balik keharmonisan keluarga mereka?
"Lalu... orang tua kandung Dirsya dimana kak?" Baiklah sekarang sepertinya mereka akan mengobrolkan masalah keluarga bukan tentang sekolah lagi.
"Ayahnya sudah meninggal saat ia umur 8 tahun, dia sudah menjadi anak di pinggiran jalan saat saya menemukannya. Ketika saya bertanya dimana orang tuanya, dia mengatakan ayahnya sudah tiada tapi ibunya masih hidup, tapi jauh bekerja di LA dan ia tak tau ibunya bekerja apa karna ibunya tak pernah lagi memberikan mereka kabar sejak setahun setelah kepergiannya. Karna itulah sekarang ia memilih sekolah disana, karna ia akan mencari ibunya" jelas Keland membuat Melisa mengangguk-ngangguk. Sekarang ia tau mengapa yang di ekspos diberita itu putra pemilik perusahaan W'corp hanya ada 1 orang saja.
"Lalu kakak ketemu Dirsya dimana?"
"Di korea"
"hah...korea...kakak pernah ke korea??" Tanya Melisa terkejut memotong pembicaraan Keland membuat Keland kesal.
"Ya, saat senior high school saya bersekolah disana. Dan saat itu Dirsya umur 10 tahun, saya membawanya tinggal bersama saya di apartement, tak lama pun saya meminta kedua orang tua saya untuk mengadopsinya karna saya sudah lama ingin memiliki saudara" jelasnya membuat Melisa berbinar bangga akan menikahi orang yang sangat baik dan pernah pernah ke korea. Katakanlah ia norak sangat norak.
"Kalau kakak ketemu Dirsya di korea berarti dia orang korea karna dia sangat mirip seperti oppa-oppa, ia bukan kak?" Lagi-lagi pertanyaan menyebalkan.
"Ia, dan untungnya ia pintar, makanya ia bisa cepat bahasa kita" Keland masih sabar menjelaskan.
"Ehhh, lalu kalau kakak pernah sekolah di korea, berarti kakak bisa dong bahasa korea?" Astagahhhh, Keland sudah geram saat ini.
"Hmmm begitulahh"
"Astagaahhh.... kakak hebat. Pantas wajah kakak jadi seperti orang korea mirip idolaku lagi" ucap Melisa yang tampak sangat kagum pada Keland.
"Sudah cukup.... kau bertanya seputaran Korea terus, saya sudah pusing mendengarnya" kali ini Keland tidak bisa menahan kegeramannya lagi dan itu berhasil membuat Melisa tersadar dan ciut seketika.
"Maaf kak..."ucapnya menunduk
"Hmmm..." sepertinya Keland telah kembali ke mode arogannya astagaahhhh. Apakah Melisa keterlaluan bertanya tadi? Ia benar-benar tak sadar itu. Karna kalo sudah berhubungan tentang korea, otaknya itu akan bekerja sangat cepat connect berbeda dengan pelajaran.
"Sebaiknya sekarang kita pulang" ucap Keland membuat Melisa mengangguk.
"Baiklah, saya duluan kak. Permisi.." ucapnya kemudian melangkah hendak keluar kalau saja Keland tak menghentikannya dengan pernyataan yang keluar dari mulut pria itu.
"Aku akan mengantar mu. Ikut saja denganku"
"Tapi ka...." ucapan Melisa terpotong melihat bagaimana tatapan tajam itu padanya.
Dan yah, sudah dipastikan mereka akan pulang bersama....
🚗🚗🚗
"Mel gimana kemarin? Pak Keland ngasi kamu hukuman apa?" Tanya Rara penasaran sama dengan kedua temannya. Mereka saat ini sedang ngobrol di kelas menunggu jam pelajaran pertama dimulai.
"Ya.... gitu... aku dihukum" jawab Melisa asal. Ia gugup tiba-tiba temannya menanyakan itu. Sebenarnya ia tau mereka akan menanyakan itu.
"Trus dikasi hukuman apa?" Tanya Chaca, dibarengi anggukan yang lain.
"Aku....aku disuru ngerjain tugas di depan dia
"Hahhh... trus kamu bisa gak?" Kali ini Fela yang bertanya.
"Nggak...tapi sudah di ajarin sama kak...maksudku pak Keland"jawab Melisa hampir keceplosan. Untung teman-temannya tidak curiga.
"Mel, kemarin si Reymond nanyain kamu mulu tuh" ucap Fela memberitahukan. Tapi Melisa malah menanggapinya dengan santai, "Bilang aja sibuk".
Ketiga temannya geleng-geleng kepala melihat kejutekan Melisa pada cowok. Lihatlah sahabat nya itu kini malah asyik senyum-senyum sendiri melihat tingkah laku Sehun di iphone miliknya itu.
"Kalian pada tau gak gosip terbaru minggu ini?" Tanya Rara kini seperti biasa memulai gosip nya.
"Gak dan gak mau tau" ucap Fela tak perduli membuat Rara mendengus. Fela selalu saja paling sensi kalau ia membicarakan gosip. Dulu ia senang-senang saja, tapi sejak kejadian guru tampan mirip Suho yang merangkap jadi guru plontos dibawah standar derajat membuat Fela tidak menyukai lagi gosip dari Rara yang menurutnya hoax semua.
"Kalau aku kasi tau kalian bakalan tercengang" ucap Rara kini serius. Ketiga temannya pun menatapnya untuk menanggapi, bukan karna mereka perduli dan ingin tau tapi karna mereka kasihan Rara tidak diacuhkan pasti akan sedih.
"Si Elita anak kelas sebelah terang-terangan nembak pak Keland tadi pagi-pagi sekali pas kalian belum pada datang" dan seketika hal itu sontak saja membuat mereka bertiga tercengang membola.
"Serius??" Tanya Fela yang kini jadi mode penasaran.
"Ya, banyak kok yang nyaksiin tadi" ucap Rara yang entah kenapa itu membuat Melisa kesal mencebikkan bibirnya. Menyadari kekesalan Melisa yang tiba-tiba ketiga temannya menatap heran padanya yang kini tampak menggerutu sendiri entah apa yang ia katakan.
"Kamu ngomong apa Mel?" Tanya Rara heran?
"Ehh..ahhh..anu.. ituu...aku kesal aja gitu, guru arogant gitu disukai. Padahal mah sikapnya sangat membuat spot jantung darah tinggi. Aku kesal banget sama dia. Kurasa orang yang suka sama dia tuh dah gilak" ucap Melisa yang awalnya kikuk gugup kini jadi kesal di ujungnya.
"Itu kan wajar saja. Siapa sih di sekolah kita gadis yang tidak tergila-gila sama pak Keland, dia sangat tampan, tegas, cool, pintar, pokoknya dia paket sempurna buat Chaca, Chaca saja suka sama dia. Kalau aja pak Keland mau sama Chaca, Chaca bakal ninggalin Alphian" ucap Chaca menggebu-gebu. Sepertinya memang dia sangat kagum tergila-gila pada guru tampannya itu. Sampai ia mengatakan akan meninggalkan kekasihnya demi Keland. Dan hal itu pun di angguki setuju oleh kedua orang temannya. Yang berhasil membuat Melisa semakin kesal di pagi hari.
"Benar Mel, pak Keland tuh sempurna tau. Kamu jangan benci berlebihan. Nanti kamu jadi cinta, ingat bagaimanapun tuh muka pak Keland mirip Sehun" ucap Rara mengingatkan.
"Udah ahhh jangan hasut Melmell, biarkan saja dia benci pak Keland. Harusnya kalian senang, coba bayangin kalo dia suka sama pak Keland trus di tolak.... kan ngerii, kasihan Melmell nya nanti. Melmell masih punya Reymond kan?" Ucap Fela yang memang sangat mendukung Melisa dan Reymond agar kedua Genk mereka nanti bisa bersama semua.
Sementara itu ucapannya sudah berhasil membuat kekesalan dihati Melisa. Ditolak Keland katanya? Yang ada sekarang mereka akan menikah minggu depan. Aishh.....
"Jadi si Elita diterima gak sama pak Keland?" Tanya Chaca yang masih penasaran.
"Emang menurut kalian diterima?" Tanya Rara balik. Dan otomatis Fela sama Chaca pun menggelengkan kepala bersamaan.
Seketika mereka bertiga ngakak membayangkan bagaimana malunya Elita ditolak pak Keland di depan semua anak-anak sekolah mereka kecuali Melisa tentunya yang saat ini pusing dengan fikirannya sendiri.
....