Married With Teacher

Married With Teacher
22


.


.


.


Berbanding terbalik dengan kehebohan yang mereka ciptakan, kini kedua manusia itu sedang terduduk santai di pasiran pantai. Berjam-jam mereka di situ tapi tidak bosan. Mereka sedang Menikmati angin yang sepoi-sepoi. Dan juga menunggu pemandangan sunset yang akan turun menandakan ia akan meninggalkan siang berganti malam. 


Meskipun saat ini mereka salah kostum. Tapi entah mengapa itu bukanlah masalah utamanya. 


Mereka bersama saja itu sudah sangat membahagiakan rasanya. Dan mereka lega karna tak harus menyembunyikan pernikahan mereka lagi. Melisa senang karna ia kini resmi di akui dunia adalah istri dari Keland Werrick.


"Melisa..." panggil Keland berhasil membuat Melisa menoleh padanya lalu mengangguk


"Hmmmm"


"Aku--aku mencintaimu. Sekarang aku serius dengan pernikahan ini, aku ingin memulai ini semua kembali dengan awal yang baik" ucap Keland tulus membuat Melisa tersenyum haru, lalu mengangguk cepat.


"Aku juga cinta sama kakak" balas Melisa kemudian memeluk Keland dan memejamkan matanya didada bidang pria itu.


Beberapa saat kemudian Keland menyadari nafas teratur Melisa. Sepertinya gadis itu tertidur si pelukannya. Membuat Keland tersenyum. Ia pun mengangkat tubuh mungil melisa ala bridal dan membawanya masuk ke mobil. Saat ini tujuannya hanya rumah.


____


Melisa mengerjap terbangun di tempat tidurnya. Ia masih ingat jelas jika tadi ia tidur di pantai. Sepertinya pria itu sudah membawanya pulang.


"Kak...." panggil Melisa yamg masih serak. Dan sedetik kemudian ia melihat Keland baru keluar dari kamar mandi sambil mengusap-usap rambut nya. Pria itu keluar dengan handuk di pinggangnya yang sialnya itu luar biasa sangat menggoda. Melisa menelan salivanya gugup.


Menyadari kegugupan Melisa membuat Keland ingin menggoda gadis itu.


"Mell, kakak malam ini mau...." ucap Keland sambil mendekatkan tubuhnya pada Melisa.


Melisa semakin gugup dan menelan salivanya gugup. Ia menatap Keland dengan mata berkabut.


"Mel-Mel-Melisa belum mandi kak" jawab Melisa yang sangat kentara gugup.


"Tidak apa, kakak suka meskipun kau belum mandi" jawab Keland dengan serak semakin memancing kegugupan Melisa.


Dan Keland tak menyangka gadis itu mengangguk begitu pasrah. Jadi benarkah jika Melisa menginginkan itu?? Astagaaa....


Ia tak menyangka memiliki murid se-mesum Melisa, tapi ia senang sih.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Keland segera menyambar bibir Melisa dan melumatnya rakus. Sekarang ia berada diatas tubuh Melisa.


Mereka berciuman begitu panas.


***


Pagi harinya Melisa terbangun dari tidur nyenyak nya. Ia pun menoleh ke samping dan mendapati Keland yang masih tertidur pulas di sampingnya. Bagaimana tidak? Pasti pria itu sangat kelelahan setelah semalam ia sangat bersemangat menghujaminya hingga pukul 04.00 pagi.


Oh yah, berbicara tentang jam. Segera saja Melisa melirik kearah jam dinding yang ada di kamarnya dan Keland, hingga detik itu juga matanya membola kaget.


Astagaa....


"Kak...kakk, bangun.... kita udah kesiangan" teriak Melisa kesetanan membuat tidur Keland pun terusik dan ia mendengus kesal, merasa sangat terganggu.


"Mengapa kau sangat berisik? Satu jam lagi saja" ucap Keland yang belum sepenuhnya tersadar kemudian menarik Melisa kembali kedalam pelukannya, bermaksud untuk mengajak istrinya itu ikut kembali tidur bersamanya. Dan hal itu berhasil membuat Melisa mendengus kesal kemudian mendorong Keland kesal.


1 jam lagi katanya? Oh ayolah...


Apa yang difikirkan oleh suaminya tersebut? Ini sudah pukul 11, jika satu jam lagi berarti sudah siang.


"Ini sudah jam 11 kak" kesal Melisa. Dan makin kesal lagi saat melihat reaksi Keland yang biasa saja dengan wajah masih mengantuk itu tentunya.


"Kak, kita telat" ucap Melisa tak mau menyerah


"Kita telat kemana sih?" Tanya Keland tak kalah sebal kemudian,


"Kita telat ke seko...." ucapan Melisa terhenti saat ingat jika ia sudah lulus dan kemarin adalah hari penerimaan penghargaan kelulusan dan ia menerimanya sebagai perwakilan nilai tertinggi putri, dan Keland juga sudah menyelesaikan kontrak kerja gurunya. Saat ini mereka benar-benar sudah libur. Hanya sisa adik jelas yang masih sekolah untuk mempersiapkan ujian akhir semester.


Tapi kan Keland bekerja di perusahaan, tentu saja pria itu sudah sangat terlambat.


"Kakak telat ke perusahaan" ucap Melisa setelah menemukan alasan yang pas untuk menutupi rasa malunya yang tadi sempat menguap karna kebodohannya.


"Hari ini aku free" jawab Keland santai.


"Kenapa?"


"Tentu saja untuk tanggung jawab" jawab Keland membuat Melisa bingung. Tanggung jawab apaan?


"Tanggung jawab apa? Kakak gak ngapain anak orang kan?" Tanya Melisa was-was, bagaimana jika Keland berbuat yang tidak-tidak? Ahh.. ia belum sanggp di madu dan ia tak mau sampai kapan pun. Fikiran yang sangat tidak masuk akal.


Keland yang mengetahui maksud Melisa malah terkekeh geli melihatnya. Melisa itu sebenarnya sedikit polos tapi nakalnya lebih mendominasi. Ia sebenarnya tak begitu yakin apakah Melisa benaran polos, karna setaunya anak kpopers itu tidak ada yang polos lagi, tentu ia tau karna ia mantan fanboy dulu, walaupun sudah lama. Tapi tetap saja ia tau jika anak kpopers itu sudah berpengalaman tentang teori seperti itu meskipun belum pernah merasakannya langsung, apalagi yang dinamakan fangirl, ia yakin jika mereka sering menghayalkan yang tidak-tidak tentang biasnya, walaupun belum tentu semua. Dan ia bisa lihat dari pertama kali ia bertemu Melisa yang tanpa canggung langsung memeluknya erat meskipun ia sudah tau jika Keland bukanlah Sehun. Betapa bodohnya dan juga konyol menurut Keland.


"Aku memang melakukan sesuatu dengan anak orang dan harus bertanggung jawab" ucapnya berhasil membuat jantung Melisa hampir copot. Pengakuan Keland benar-benar sangat mengejutkannya. Bukank baru kemarin pria itu mengatakan mencintainya?


"Ss-sia-pa?" Tanya Melisa gugup, kini air matanya sudah luruh, ia ketakutan luar biasa. Ia takut jika Keland akan meninggalkannya tapi ia juga tak ingin Keland menduakannya.


Keland yang melihat Melisa yang kini sudah menangis sesenggukan pun jadi merasa bersalah dan kasihan telah mengerjai istri kecilnya tersebut.


"Kamu, semalam kan kakak tidurin kamu" ucapnya sedikit frontal untuk menggoda Melisa.


Tentu saja kini wajah yang tadi menangis itu sudah berubah merona mendengar ucapan Keland yang entah mengapa membuatnya geli.


"Tapi itu kan gak perlu tanggung jawab," ucap Melisa pelan dan tertunduk malu.


"Harus dong, waktu itu pertama kali kita lakuin itu kakak gak bisa tanggung jawab karna keadaan. Sekarang kakak harus tanggung jawab," ucap Keland berkeras. Melisa sebenarnya bingung apa mau Keland. Tanggung hawab bagaimana maksudnya? Dan tanggung jawab seperti apa yang harus Keland lakukan padanya?


"Kakak mau ngapain?" Tanya Melisa


"Hari ini kakak mau manjain kamu seharian penuh seperti tuan putri, bayaran karna semalam kamu udah buat kakak puas sampe pagi," ucap Keland sembari menggoda Melisa hingga membuat gadis itu lagi-lagi semakin merona malu. Keland sangat terang-terangan membuat jantungnya berdegub kencang.


....