
.
.
.
Hari itu Melisa benar-benar mengikuti acara fansign EXO, hal yang benar-benar tak pernah ia bayangkan. Betapa membahagiakannya ia bisa berjumpa langsung dengan sang idola yang sudah sangat lama ia gilai. Bisa berbicara langsung dengan Sehun, mengenalkan dirinya meskipun ia tak tau apakah Sehun akan mengingatnya nanti yang jelas ia sangat bahagia bisa merasakan bagaimana tangan halus Sehun ketika bersalaman dengannya dan bagaimana wajah itu tersenyum padanya, benar-benar pada nya. Astagaa saat itu ia kira jantungnya akan terbang tinggi tapi untung saja itu tak terjadi karna ia masih bisa menikmati wajah itu setidaknya sedikit lebih lama lagi. Hari itu benar-benar sangat istimewa dan luar biasa hari terbaik dalam hidupnya menurutnya. Impian yang dulu ia rasa mustahil terwujud sebelum ia sukses kini terwujud betulan, dan itu semua berkat sang suami yang luar biasa sangat pengertian padanya. Meskipun Keland melakukannya terpaksa demi membahagiakan Melisa, karna sebenarnya Keland masih kesal karna Melisa tak benar benar move on dari Sehun. Dan entah mengapa wajahnya mirip Sehun hingga membuat gadis tersebut semakin susah melupakan kegilaannya itu. Aishh...
Setelah pulang akan Melisa pastikan jika ia akan pamer habis-habisan pada ketiga sahabat nya itu. Agar mereka semakin kesal dan iri padanya, hehehhe.... bukan ia si tukang pamer atau apa, hanya saja dulu mereka pernah taruhan siapa yang akan lebih dulu menginjakkan kaki di Korea dan bertemu EXO. Dan lihat, sekarang ia lah yang keluar sebagai pemenang, karna ia berhasil bertemu setiap member, meminta tanda tangan di album miliknya dan berfoto bersama mereka, hal yang sangat luar biasa membuat hatinya tak berhenti ingin menjerit dan wajahnya tak berhenti tersenyum, hingga acara itu usai dan pada akhirnya ia akan berpisah dengan sang idola, rasanya tidak ikhlas karna ia jadi seperti memiliki keinginan lain di hatinya tiba-tiba. Membungkus EXO atau setidaknya Sehun lalu di bawa pulang saja, ia ikhlas mengurusnya tak masalah jika Keland marah. Pemikiran gila yang tiba-tiba muncul itu begitu aneh memang tapi ingin sekali ia lakukan jika saja ia tak segera sadar segera. Karna bukan ia yang akan membungkus Sehun nantinya, tapi ia yang akan di bungkus lalu di bawa ke rumah sakit kejiwaan, dan ia masih terlalu waras untuk menginjakkan kaki disana, lebih baik ia berfikir yang waras-waras saja.
_____
Melisa melangkahkan kakinya kearah sebuah cafe seberang tempat dimana Keland mengatakan akan menunggunya. Dan yah, benar saja pria itu menunggunya disana. Bayangkan saja ia menunggu hampir 3 jam lamanya hingga acara usai. Dan ia pastikan saat ini ia sedang melihat wajah cemberut sang suami yang tampak sangat kesal. Sepertinya sedari tadi ia sudah menahan amarah.
"Mengapa lama sekali? Biasanya 1-2 jam" kesal Keland memberengut persis anak kecil, dan saat ini ia jadi sangat unyu menurut Melisa karna ia jadi mirip seperti Sehun. Berbeda dari biasanya dimana Keland selalu menampilkan wajah datar. Atau apa jangan-jangan yang saat ini bersamanya Sehun, lalu dimana suaminya? Jika benar Sehun berubah jadi Keland sungguh ia sangat ikhlas, hahahaha.... bercanda, bagaimanapun ia tak akan pernah bisa dan mau kehilangan sosok Keland yang amat sangat ia cintai. Dan juga ia sudah berjanji pada Keland sebelum mereka berangkat kesini, kalau ia akan berhenti menjadi fangirl jika sudah benar-bebar bertemu dengan EXO dan fokus menjadi istri dari Keland Werrick, bukan benar-benar berhenti jadi ia akan melupakan EXO, karna bagaimanapun ia akan tetap menjadikan EXO sebagai idola masa mudanya, dimana ia selalu bersemangat memulai hari hanya dengan mencium foto mereka yang ada di dinding kamarnya dulu dan suatu saat nanti, jika ia punya anak.... ia pastikan jika ia akan mengenalkan EXO pada anak-anaknya meskipun ia tak tau apakah pada saat itu popularitas EXO masih tetap seperti ini atau tidak, yang pasti ia akan menceritakan pada anak-anaknya nanti kisah masa mudanya yang sangat mengagumi idolanya.
"Tadi ada sedikit tambahan acara, aku beruntung kan kak?" Seakan pura-pura tak peka, Melisa dengan berbinar bercerita kebahagiaannya karna tambahan acara tersebut ia bisa lebih lama melihat Sehun, seperti ia melupakan keberadaan Keland yang menunggunya lama hingga hampir jamuran.
Namun dengan kesalnya Keland justru beranjak dari kursi lalu segera membayar semua tagihan kopi pesanannya tadi lalu segera berlalu kearah mobil dengan cepat. Melisa yang melihat sepertinya Keland semakin kesal pun akhirnya menyusul dengan cepat di belakang Keland lalu menaiki kursi penumpang di samping kursi kemudi yang di duduki Keland.
Dan melihat itu Keland justru semakin terbakar emosi karna Melisa seakan tak perduli dengan kemarahannya dan malah asyik senyum-senyum sembari menatap takjub satu persatu album yang ada di tangannya, album yang di sertai tanda tangan EXO di dalamnya.
"Kau sudah berjanji padaku, jika sudah bertemu Sehun kau akan berhenti jadi fangirl. Sekarang saatnya kau ingat janjimu" tegas Keland dingin, dan Melisa justru terkikik geli melihat kecemburuan Keland
"Ia... aku hanya bercanda, kan ada kakak disini yang tampannya seperti Sehun. Jadi kurasa aku bisa berhenti," ucap Melisa menggodanya namun sepertinya Keland tidak puas dengan godaan Melisa.
"Aku tidak tampan seperti Sehun, tapi lebih tampan dari Sehun," protesnya yang pada akhirnya di angguki Melisa dengan terpaksa.
"Kau mau makan dimana? Restoran luar atau restoran hotel?" Tanya Keland mengalihkan topik, ia tak ingin lebih emosi lagi jika terus membahas Sehun.
"Terserah," ucap Melisa singkat. Dan jawaban singkat itu telah di salah pahami oleh Keland sebagai maksud jika Melisa sedang marah kembali padanya, namun ego nya yang tinggi membuatnya tak ingin mengatakan apapun lagi dan membawa mobilnya menuju kearah hotel saja. Ia mengira jika Melisa marah ia pun berhak marah dan kesal, ia tak akan mengalah pada Melisa.
Di lain sisi Melisa justru merasa jika Keland masih marah padanya hingga akhirnya ia memilih diam saja. Tak merasa perlu ada yang di jelaskan panjang lebar, karna menurutnya kecemburuan Keland lah yang berlebihan.
↑↓←→|
Sesampainya di restoran Keland segera memesan berbagai menu, ia tak ingin repot-repot bertanya pada Melisa apa yang diinginkan gadis tersebut, maka ia pun memilih memesan saja berbagai menu yang ada disana, sangat banyak hingga mereka harus di suru pindah ke meja yang lebih besar dan itu amat berhasil membuat kekesalan Melisa membuncah. Bagaimana tidak? Keland memesan sebanyak itu hanya karna tak ingin bertanya padanya ? Baiklah... sepertinya pria itu ingin bermain perang dingin dengannya, oke... akan ia layani dengan sepenuh hati. Jika orang lain berlibur untuk menghabiskan waktu dan kebersamaam hingga pasangan akan semakin lengket, mereka justru kebalikannya. Karna setelah ini, liburan mereka akan pulang membawa amarah dalam hati masing-masing.
...