Married With Teacher

Married With Teacher
23


.


.


.


Seperti perkatannya tadi, kini Keland benar-benar melaksanakan apa yang ia katakan seharian penuh itu, ia benar benar memperlakukan Melisa seperti tuan putri. Ia melakukan apa saja untuk Melisa begitupun permintaan gadis tersebut.


Dan saat ini, kedua kedua makluk itu sedang menonton di depan televisi sambil menikmati pizza yang dipesan oleh Keland tadi. Saat ini Melisa tidur di sofa dengan meletakkan kepalanya di pangkuan Keland sebagai bantal untuk bermanja-manjaan pada pria itu, sementara Keland menyuapkan potongan pizza ke mulut Melisa, sangat romantis bukan?


Melisa benar-benar tak pernah membayangkan akan menikmati hidup semanis ini, dan semua impiannya selama ini terwujud dengam Keland. Namun saat ini entah mengapa, ia sudah tak pernah lagi kepikiran dengan segala impian konyolnya itu. Sekarang Melisa yakin, meskipun Keland tidak mirip dengan Sehun, ia akan tetap akan jatuh cinta pada pria itu, karna sungguh... Melisa mencintai Keland bukan karna Keland mirip dengan Sehun, namun segala hal tentang pria itu, tapi tentu saja ada nilai plus nya karna Keland sangat tampan dan mirip dengan Sehun, Cinta pertamanya yang dulu ia kira tak akan bisa berubah dalam hidupnya. Sehun, impian terbesarnya. Namun sejak hadirnya Keland semua itu berubah, tentu saja ia masih mencintai Sehun, tapi sebagai idola dan biasnya karna bagaimanapun secara tak sengaja, Sehun lah yang membawa Keland di hidupnya, Sehunlah yang membuatnya terikat tanpa sengaja sejak pertemuan pertamanya hingga pada akhirnya ia menjadikan Keland sebagai orang no 1 di hidupnya saat ini.


"Kak..." panggil Melisa membuyarkan lamunan Keland yang sedari tadi sibuk mengagumi kecantikan istrinya itu, oh astagaaa... Istri? Rasanya Keland ingin tersenyum selalu mengingat saat ini ia adalah seorang suami, selama ini ia terlalu sibuk dengan tanggung jawabnya terhadap Melisa hingga ia lupa akan status itu yang entah mengapa sangat mengagumkan bila diucapkan hingga berhasil membuat cara kerja jantungnya berdetak semakin meningkat.


"Apa?" Jawabnya kemudian sambil menatap Melisa penasaran.


"Boleh aku minta sesuatu?" Tanya Melisa membuat Keland makin mengernyit penasaran.


"Boleh, apa saja," jawab Keland membuat senyuman mengembang di wajah cantik Melisa.


"Boleh tidak kita liburan ke seoul?" Tanya Melisa agak tidak yakin, namun seketika Keland mengembuskan nafasnya sembari tersenyum.


"Tentu saja, apa maksud mu kita akan bulan madu kesana?" Goda Keland namun Melisa menggeleng sebagai jawaban.


"Aku ingin menginjakkan kaki saja di negri dimana Sehun dilahirkan. Meskipun belum tentu bisa bertemu tapi aku sudah bahagia bisa menghirup udara yang sama dengannya" ucap Melisa berhasil membuat Keland mencibir kesal, bagaimana tidak kesal? Ia mengira jika Melisa sudah move on dari Sehun, tapi ternyata istrinya itu masih saja mengharapkan Sehun, impian Melisa yang menurutnya sangat konyol dan bodoh.


"Apa kakak tidak mau?" Tanya Melisa sembari bangkit melihat bagaimana reaksi Keland yang tampak ogah-ogahan


"Bukan begitu, aku hanya cemburu pada Sehun, ternyata kau sangat mencintainya sampai belum bisa move on" ucap Keland sedikit tersinggung dan Melisa bisa menangkapnya.


Seketika Melisa menundukkan kepalanya sedih, ternyata Keland belum sepenuhnya mempercayai perasaannya.


"Baiklah, kita akan kesana. Aku sudah berjanji akan menuruti mau mu. Kau jangan memasang wajah sedih seperti itu, aku tidak kuat," ketus Keland akhirnya setelah melihat wajah Melisa yang memasang tampang sedih, namun meskipun ia sudah mengatakan ya, tetap saja wajah sedih Melisa belum berubah. Ada apa? Apakah ia salah bicara?


"Kenapa? Apa masih kurang. Baiklah, aku akan membawamu bertemu Sehun, tenang saja, walaupun sedikit sulit, tapi aku akan mengaturnya untuk mu" dan seketika wajah sedih Melisa berubah ceria, fangirl banget kan? Apapun itu masalahnya, jika sudah di sogok dengan berbagai hal tentang bias, maka kesalahan sebesar apapun akan dimaafkan.


Begitupun Keland, ia bahkan tak mengingat kemarahannya lagi, bahkan ia tak perduli lagi tentang anggapan Keland terhadap perasaannya tadi. Saat ini hatinya sedang berbunga saat Keland mengatakan bisa membawanya bertemu Sehun. Seketika ia ingat jika ia memiliki suami yang kaya, apa saja bisa di lakukan dengan uang bukan? Meskipun banyak proses yang harus mereka lalui nantinya, karna Exo benar-benar boyband mendunia, tentu tak mudah untuk bertemu.


"Tapi....." ucap Keland kembali membuat Melisa mengernyitkan alisnya penasaran, sepertinya perasaannya tidak enak.


"A-apa??" Tanya nya gugup sambil menelan salivanya.


"Kau harus membayarku terlebih dahulu" dan Melisa benar benar paham apa maksudnya itu, dan belum sempat ia untuk berkata apapun untuk mengiyakan ataupun menolak, Keland sudah secepat kilat menyosor bibirnya dengan bibir pria itu. Melumat bibirnya dengan panas dan penuh nafsu. Keland menarik tengkuk Melisa untuk memperdalam ciuman mereka, dan kini ia sudah memutar posisi hingga ia menindih tubuh gadisnya diatas sofa tersebut.


Bahkan tangannya tidak tinggal diam, ia sudah membuka kancing baju Melisa satu persatu dan hanya menyisakan bra nya saja.


Hingga...........


"Astagaaa akhhh" teriakan seseorang menghentikan kegiatan mereka berdua lalu menoleh ke sumber suara. Disana berdiri bukan hanya seorang lagi, tapi banyak orang. Dan mereka semuanya adalah murid Keland dan teman sekelas Melisa yang baru menerima kelulusan kemarin.


Dengan refleks Keland segera memeluk Melisa untuk menutupi tubuh istrinya yang tadi sempat hampir ia telanjangi. Sementara mereka semua terbengong terpaku di tempat, tak bisa bicara lagi dan mulut menganga tak percaya dengan pemandangan yang baru saja mereka saksikan.


Aishh sangat sial, bagaimana bisa mereka masuk ke rumahnya? Dan sangat tidak sopannya para siswanya itu bertamu ke rumah orang main masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Dan lagi sangat menjengkelkan karna mereka sudah sangat mengganggu suasana romantisnya, apalagi saat ini Melisanya setengah terbuka, dan Keland sangat frustasi karna ternyata siswa nya yang laki-laki pun banyak yang datang, aishhhh...


Semoga mereka tidak sempat melihat tubuh indah istrinya, tidak... ia tidak ikhlas, ia tak akan membiarkan siapapun bebas jika benar sudah melihat tubuh gadisnya. Keland menatap tajam pada mereka semua, tatapan yang begitu horror berhasil membuat mereka bergidig ngeri.


"Maaf pak, tadi-- tadi kami sudah memencet bel, tapi gak ada sahutan. Tapi saat kami tau ternyata pintunya tidak tekunci, kami memutuskan untuk masuk hinggaa....." Fela sudah tak sanggup melanjutkan perkataannya. Dan Keland pun meringis dalam hatinya, bagaimana bisa ia begitu serius tadi hingga tak mendengarkan suara bel, mereka terlalu terhanyut bercumbu hingga tidak merasakan kehadiran orang lain.


"Sekarang semuanya berbalik" perintah Keland mutlak membuat jiwa murid mereka reflek patuh dan berbalik bersamaan mendengar perintah sang guru.


Keland pun segera mengambil baju Melisa dan memasangkannya sambil sesekali melihat kearah siswanya siapa tau ada yang mengintip. Tapi syukur semuanya patuh hingga ia selesai mengancingkan kancing terakhir baju istrinya.


"Sudah" ucapnya lagi membuat mereka semua kembali membalikkan tubuh mereka kerah kedua makluk yang baru saja tertangkap basah oleh mereka. Sungguh suatu pemandangan yang sangat mencengangkan, akhirnya perkataan Rara semalam terbukti. Ternyata memang betul kedua makluk itu jika berdua saja akan melakukan hal-hal yang ahhh tak dapat dikatakan namun sepertinya sangat menyenangkan.


Karna itulah mereka kemari, selain ingin bertemu dan mengucapkan kata perpisahan terakhir serta ucapan terimakasih pada guru idolanya mereka tersebut karna semalam mereka tak bisa melakukannya karna berita heboh tersebut. Mereka juga ingin menelusuri bagaimana kehidupan Keland dan Melisa yang sebenarnya di luar sekolah, buka sebagai guru dan murid, tapi sebagai pasangan suami-istri, dan kenyataan yang mereka lihat kali ini berhasil membuat hati mereka sebagian membuncah cemburu dan sebagian lagi masih belum menyangka. Guru yang selama ini sangat mereka elu-elukan itu, ahhhh...


Dia bisa melakukan itu pada muridnya, ia mencumbui muridnya, ahhhh tidak... Melisa memang istrinya dan mereka sangat terkejut untuk itu, serasa masih seperti mimpi. Namun ternyata kenyataan, karna kedua makhluk itu hampir saja melakukan itu tadi jika mereka tidak datang dan mengganggu.


"Kalian, siapa yang melihat tubuh Melisa tadi?" Tunjuk Keland sembari bertanya dan menuduh mereka satu persatu, tidak... lebih tepatnya menuduh para pria saja. Namun tampaknya tak ada yang benar-benar memperhatikan tubuh Melisa tadi, karna posisinya yang di tindih oleh Keland, dan lagi mereka semua terlalu terkejut dengan penglihatan mereka sampai tak sempat melihatnya. Semuanya pun menggeleng yang entah mengapa serentak. Keland menghembuskan nafasnya lega.


"Awas saja jika ada yang berani melihat tubuh istriku diam-diam, dia tak akan lolos," ucap Keland memperingatkan, yang seketika membuat mereka semua tersadar. Betapa posesifnya guru mereka tersebut terhadap Melisa.


....