
.
.
.
"Hmmm...." sang Mc berdehem kemudian membuka amplop biru terlebih dahulu untuk membacakan pengumuman peraih nilai terbaik putra.
"Peraih nilai terbaik putra dengan perolehan nilai 4999.9 jatuh ke tangan Arjun Flendrow dari kelas IPA-1" ucap sang Mc dengan girang dan berhasil menuai banyak tepuk tangan serta tangis haru dari kedua orang tuanya yang hadir hari ini.
"Dipersilahkan untuk Arjun beserta orang tua untuk maju ke depan dan menerima penghargaan atas kerja keras yang telah putra mereka lakukan selama 3 tahun di sekolah ini" semuanya pun tepuk tangan diiringi dengan musik saat ketiga orang tersebut maju dengan haru nya.
Kini sang wali kelas dengan bangganya memberikan padanya piagam penghargaan serta piala yang sangat besar beserta bunga dan dengan ketulusan mengucapkan selamat dan sukses.
Kemudian orangtuanya dipersilakan untuk mengucapkan kata sambutan dan terimakasih. Demikianlah perjuangan Arjun yang membuat banyak orang bangga, nilai yang nyaris sempurna menjadi 5000 itu sangat membuat bangga. Mereka yakin, Arjun akan di terima di Universitas manapun yang ia inginkan.
Sekali lagi tepuk tangan mengiringi hingga Arjun dan orang tuanya kembali duduk.
"Terimakasih, sekarang saya akan membacakan untuk kategori putri" dan sekarang semua tampak diam lagi mendengarkan dengan seksama.
"Untuk kategori putri perolehan nilai terbaik dengan nilai 4999.8 jatuh ke tangan Melisa Anestesyia dari kelas IPA-4 " dan kini tepuk tangan kembali hadir terkecuali dengan seluruh penghuni kelas mereka yang tampak sangat terkejut. Namun beberapa saat kemudian mereka tertawa bangga. Salah satu dari kelas mereka mewakili dan itu sangat membanggakan.
Erlando dengan tulus mengucapkan selamat padanya sementara ia saat ini masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia sangat syok. Benarkah nilai belajarnya emang meningkat sangat pesat seperti itu? Luar biasa..... ia tak menyangka itu, ia sendiri tak percaya diri. Tapi ia bahagia.
Kemudian ia tersenyum senang dan mencari keberadaan Keland yang kini tampak sudah berdiri di depan memegang bunga yang akan diberikan padanya. Itu adalah sebuah kejutan besar. Pria itu kini tersenyum hangat lalu mengangguk padanya seakan mengatakan majulah.
"Melisa beserta orang tua dipersilahkan maju" ucap sang Mc berhasil membuat langkah Melisa yang tadi sudah sempat bergerak kembali terhenti. Ia tak punya orang tua, ia sendiri sekarang.
Semua orang menatap sedih kearahnya yang kini sudah berkaca-kaca. Seakan mengerti dengan keadaan Melisa sang Mc langsung meralat dan meminta maaf karna ia tak tau.
"Maaf Melisa, silahkan maju" ucap sang MC merasa bersalah. Ia bangga pada Melisa yang tidak memiliki orang tua namun bisa memperoleh hal besar seperti itu.
Dan kini Melisa kembali melangkah diiringi dengan musik dan tepuk tangan, meskipun kita air matanya sudah lolos dari wajah cantiknya.
Sesampainya di depan Keland memberikan ucapan selamat pada Melisa lalu memberikan piagam serta bunga nya. Ia tersenyum hangat. Jujur ia pun tak menyangka jika Melisa akan memperoleh pengahargaan itu hari ini. Dan ia begitu bangga mendengarnya tadi, sehingga dengan semangatnya ia maju selaku wali kelas Melisa, namun saat melihat gadis itu berurai air mata karna tak di dampingi oleh orang tua seperti Arjun tadi membuat hati Keland mencelos sakit melihatnya. Ia sangat kasihan dan tak tega pada Melisa. Tak ada orang tua yang akan dengan bangga menunjuk diri bahwa ia orang tua Melisa saat ini. Karna hanya Keland yang ia miliki. Orang tua Keland juga tidak dapat hadir saat ini karna menghadiri acara kelulusan adiknya di luar negri. Pasti sekarang melisa sangat kesepian.
Keland mengusap air mata Melisa dengan kedua jari jempolnya lalu tersenyum hangat untuk menguatkannya.
Kemudian pria itu merangkul Melisa dan berbalik menghadap semua orang.
"Hari ini saya memiliki pengumuman penting" ujar Keland membuat semua orang terdiam penasaran termasuk kelasnya yang sudah lama menantikan ini.
"Disini saya sebagai wali kelas sekaligus wali Melisa mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kepercayaan kepada Melisa" ucap Keland membuat semua orang bingung, apa maksudnya wali Melisa? Jika wali kelas mereka tau tapi wali yang dimaksud Keland itu apa?
"Pengumuman saya ada dua hal hari ini. Yang pertama berita sedih lalu berita bahagia" semua orang semakin penasaran saat Keland berbicara menjeda-jeda.
"Pengumuman sedihnya, mulai hari ini saya resmi mengundurkan diri menjadi guru di sekolah ini" hal itu sontak membuat keriuhan yang luar biasa disitu. Dimana banyak para murid yang mengidolakannya dan menyayanginya merasa tak terima, apalagi yang masih di tingkat junior, karna mereka berharap jika Keland tetap mengajar sampai mereka lulus, yah... sudah pasti banyak orang berharap Keland tinggal lebih lama.
"Pengumuman bahagianya, hari ini saya akan memberitahukan pada publik tentang berita yang akhir-akhir ini begitu membuat sebagian orang penasaran, tentang mengapa saya menikah diam-diam dan mengapa identitas istri saya di sembunyikan dan siapa dia sebenarnya" seketika semua heboh luar biasa. Semua mengeluarkan ke kagetan luar biasa mereka. Dan tak sabar menunggu perkataan Keland kembali. Keland akan membongkar rahasianya di hari kelulusan mereka dan itu adalah hadiah terindah bagi setiap orang yang berbahagia.
"Saya menikah diam-diam itu benar...." semua terdiam kembali mendengarkan dengan serius. Bahkan guru-guru, kepala sekolah dan orang tua serta wartawan yang memang di undang di acara kelulusan itu kini menyiapkan kameranya sebaik mungkin. Ini akan jadi berita besar dan untung besar menurutnya. Jadi ini tak boleh di lewatkan.
"Saya menikahi murid dari sekolah ini..." ada jeda saat ia bicara,
"Dan itu benar" semua terpelongo di tempat menatap satu sama lain, mereka sangat terkejut. Siapa kira-kira orangnya? Mereka masih belum mencernanya dengan baik dari tadi saking mereka terbuai akan berita itu. Sementara Melisa sudah sangat deg-degan sekarang, bukan hanya dia saja tapi juga ke 3 temannya yang sudah mengetahuinya. Mereka tersenyum bahagia namun juga gugup bersamaan.
"Saya menyembunyikan identitasnya karna ia masih sekolah, dan karna sekarang ia sudah lulus maka saya akan mengumumkannya...kalau istri saya adalah---"
"Melisa Anestesyia" ucap Keland kemudian mencium puncak kepala Melisa dengan sayang membuat semua mata yang menatap nya terpelongo masih tidak percaya.
Bahkan wartawan yang tadi masih asyik menatap kamera kini menatap secara live nya gambar nyata yang terjadi. Mereka semua tersentak tak beda dengan para guru muda dan cantik yang juga mengagumi Keland merasa kalah dengan muridnya sendiri begitu juga dengan guru lainnya, kepala sekolah bahkan orang tua semua yang ada di aula besar itu sangat terkejut luar biasa. Sungguh pernyataan yang hot.
Benarkah ini? Keland sang pria tampan jenius dan millyarder itu adalah suami Melisa? Keland menikahi Melisa??
Teman sekelas Melisa lebih syok tentunya. Mereka tak menyangka Melisa yang awalnya selalu membuat Keland geram dan emosi, menikahi guru tampan itu. Kenyataan yang tidak ingin di terima namun ternyata terjadi real. Mereka tidak tau apakah harus bersedih karna kehilangan pujaan atau harus bahagia karna ternyata yang tak mereka sangka, teman sekelas mereka sendiri lah perempuan yang selama ini Keland sembunyikan, luar biasa membuat terkejut.
Jika saja disana ada yang penyakit jantung maka bisa di pastikan dia tak akan selamat. Benar-benar suatu hal yang menggemparkan. Keland dan Melisa pasti akan menjadi berita utama di seluruh station tv, majala, koran dan internet.
Kabar yang tidak pastinya saja sudah melayang menjadi berita utama koran, bagaimana bisa berita ini tak akan melayang secepatnya?
"Dan saya pastikan kami menikah bukan karna ada masalah accident apapun. Kami sah secara agama dan hukum, terimakasih" ucap Keland kemudian menarik Melisa turun dari panggung lalu secepatnya mereka meninggalkan lingkungan sekolah lewat gerbang belakang yang memang Keland sudah menyiapkan mobilnya disana. Karna ia tau setelah ini mereka akan di buru wartawan dan itu akan sangat merepotkan, maka lebih baik ia menghindar, setidaknya ia sudah mengklarifikasi hubungan mereka.
Sementara kepergian mereka sudah meninggalkan kegemparan yang luar biasa bagi semua orang disana, dan tak lama kemudian semakin banyak wartawan yang masuk ke aula itu seperti perkiraan keland namun syukurlah mereka tak ada lagi disana.
____
"Kalian tau ini?" Tanya Hesti pada ke 3 sahabat Melisa. Yang mana saat ini perkumpulan setiap kelas. Mereka curiga ketiga temannya sudah tau, mengingat mereka berempat begitu dekat lengket seperti perangko. Kini mata teman sekelas menatap mereka penuh selidik.
"Tapi mereka biasa saja di kelas" kini Erlando mengemukakan pendapatnya dan di angguki yang lain.
"Kalian tau kan pak Keland sangat profesional dalam bekerja, dia mengajar Melisa di kelas sama seperti ia memperlakukan kita juga. Karna dikelas Melisa tak lebih daripada murid menurutnya" jelas Fela dan mereka pun mengangguk karna sejujurnya hal itulah yang membuat mereka tak menyangka akan hal itu.
"Pantas saja nilai Melisa melonjak, ia menjadi cerdas tiba-tiba. Ternyata pak Keland dibelakang ini semua" ucap Agus sambil mengangguk-manngguk mengerti dan yang lainnya pun setuju akan hal itu. Mungkin Keland lah yang mati-matian merubah Melisa.
"Oh ia, pantas saja Melisa juga libur di saat pak keland cuti, tenyata memang benar di hari itu mereka menikah, astagahhh aku tak bisa membayangkannya" kini yang bicara si centil Syasya dan semua orang pun mengingat hari itu kembali dan mereka pun sadar itu benar. Mereka jadi membayangkan ketika mereka sedang mati-matian mengerjakan tugas yang diberikan Keland agar tak di hukum, si Melisa malah enak-enakan menikah sama pak Keland hari itu dan hal itu sedikit membuat mereka jengkel.
"Aduhhhh sungguh ini semua membuat otak cerdasku jadi buntu" kini si Hesti yang selalu percaya diri yang menggerutu.
Dan yang lainnya pun merasa sama, karna hal ini membuat mereka masih tak begitu menyangka. Andaikan dari awal mereka memperhatikan Melisa tak akan sejauh ini rasa terkejut nya mereka.
"Oh yahh, jadi apakah merekaa....... pak Keland sama Melisa sudahh iw-iw yahh?" kini si mesum Bagas yang memang fikirannya tak pernah jauh-jauh dari itu yang bicara dan hal itu berhasil membuat semua orang ingin membayangkan dengan tertawa.
Rara yang memang tak tahan akan rahasia dan ia juga ingin memberikan sedikit pelajaran buat kedua makhluk itu yang sudah membuat kegemparan pun membocorkan semua yang ia tau.
"Kalian tau.... aku tau paling awal dari semua orang, dan saat malam berita mereka pelukan di koran, aku ada disana menyaksikan dengan kedua mataku sendiri" ucap Rara menggebu-gebu berhasil memancing rasa penasaran semua teman sekelasnya kamudiam semakin merapat padanya.
"Benarkah?" Tanya Karend yang ikut-ikutan nimbrung. Sementara Fela dan Chaca hanya menatap kesal Rara. Sepertinya jiwa bocor mulutnya itu akan keluar hari ini.
"Ia, hari itu kami sedang ngumpul di resto depan mereka pelukan itu. Saat itu Melisa bertengkar dengan Fela dan Melisa keluar sambil nangis. Karna aku tak tega, aku mengikuti dan saat diluar betapa terkejutnya aku melihat itu. Meskipun aku belum mengenali wajah pak Kalend di hari itu tapi saat keesokan harinya berita pak Kalend di koran keluar, itu sangat mengejutkanku karna aku mengenali baju dan postur tubuhnya. Aku menyimpulkan jika itu adalah orang yang sama dengan yang memeluk Melisa. Dan saat aku melihat Melisa untuk memastikan, ternyata benar dugaanku. Melihat raut cemas wajahnya aku tau dia sedang memikirkan berita itu. Kemudian aku membawanya ke toilet dan dia menangis disana. Dia mengira aku tidak mengerti mengapa dia menangis, tapi aku terus pura-pura tak paham hingga akhirnya ia pergi duluan dan aku mengikutinya dan kalian tau aku melihatnya menuju ruangan pak Kalend.."jelasnya membuat semua semakin penasaran plus terkejut luar biasa.
"Teruss--terus.."desak Bagas
"Saat aku mengintip aku melihat mereka pelukan lagi dan akhirnya mereka kiss, hot dan sangat hot"
"Wuahhhhhhhhhhhhh" kini sekelas berseru serempak. Mereka membayangkannya sambil tersenyum penasaran bagaimana sebenarnya interaksi keduanya saat mereka bersama. Melihat dari selama ini yang mereka lihat biasa saja.
"Ya, saat mereka berduaan sepertinya mereka itu sangat romantis deh, kita tidak bisa membayangkan" ucap Rara membuat mereka semua tersenyum plus iri pada melisa yang bisa menaklukkan hati pak Keland.
"Aku juga melihat mereka bukan saat itu aja. Kalian tau tidak bagaimana biasanya mereka berangkat dan pulang sekolah bersama?" Semua menggeleng karna mereka rak pernah melihatnya langsung.
"Pak Keland nurunin Melisa di simpang saat pergi sekolah dan saat pulang Melisa nungguin mobil pak Keland disana" ucapnya membuat semua tercengang plus geli membayangkan mereka yang sembunyi-sembunyi seperti maling itu.
"Tunggu..." ucap Julinda kemudian membuat mereka semua spontan melihat kearahnya.
"Jadi selama ini benar yang aku lihat itu mobil pak keland? Astagaaa bodohnya aku tak menyadarinya" teriaknya membuat mereka terpekik kaget.
"Kau pernah lihat?" Tanya Agus
"Ya, bukan sekali lagi tapi sudah berkali-kali. Hanya saja aku tak menghiraukannya, aku tau mobil itu mirip mobil pak keland tapi aku fikir itu tak mungkin" ucap Julinda berhasil menuai umpatan dari teman-temannya. Andaikan saja dari awal Julinda memberitahukannya, mereka akan sedikit demi sedikit mencurigai Melisa. Aishhh....
Julinda memang selalu pulang paling akhir dari sekolah, karna ia membersihkan perpust terlebih dahulu. Ia memang pegawai perpust, Julinda mencari penghasilan tambahan dengan itu.
"Trus mereka berdua bagaimana bisa tau?" Tanya Hesti kembali bertanya tentang Chaca dan Fela. Kini kedua makhluk itu telah duduk santai menjauhi kerumunan penggosip. Bahkan saat semua mata menatap pada mereka pun mereka tak perduli.
"Saat pemakaman ayahnya Melisa kan kami kesana. Dan disanalah mereka terbengong-bengong seperti melihat hantu di pemakaman di siang bolong" ucap Rara berhasil mengundang tawa. Mereka membayangkannya dan mereka pastikan jika mereka ada diposisi kedua orang itu pasti mereka akan melakukan hal yang sama.
"Hari itu Melisa hancur banget tapi pak Keland dengan setia dan penuh cinta ada disisinya menguatkan Melisa, so sweet bangetttt" ucap Rara sambil kesemsem mengingat itu kembali dan hal itu pun berhasil membuat mereka semua membayangkannya masing-masing. Kelas mereka sekarang sudah seperti sekumpulan manusia absurd yang membayangkan kebahagiaan orang lain namun mereka yang tersenyum baper.
"Jadi pertanyaan aku tadi, mereka pernah tidak begituan?" Tanya Bagas kembali dengan tidak sabarannya dan sekelas pun mentap Rara penasaran.
"Sepertinya..." jawab Rara ragu membuat mereka mengernyit bingung antara ya atau tidak?
"Pernah tidak?" Tanya Bagas sekali lagi dan kini Rara membalasnya dengan lantang,
"Ia Bagas...... kan waktu itu Melisa pernah jalan terseok-seok saat kesekolah, dan itupun kalau kalian ingat. Dan keesokannya aku juga melihat bekas kissmark di leher dia. Menurut ku malam itu mereka pasti ngelakuin malam pertamanya, hehhehe" kekeh Rara menceritakan sambil membayangkan, kini otak mesumnya juga sudah keluar.
Dan otak mereka semua pun ikutan teracuni oleh Rara dan bagas karna sudah ikutan membayangkannya.
Mereka semua tertawa geli membayangkannya, astaga.... bagaimana mereka yang selalu tampak seperti guru dan murid itu di sekolah berduaan dan melakukan itu? Bagaimana perasaannya? Dan seperti apa jadinya jika di posisi Melisa yang harus polos tanpa sehelai benang di depan gurunya? Astagahh.... kini otak mereka semua sudah teracuni.
"Jadi Melisa udah jebol dong" teriak Bagas lagi membuat Rara memukul kepalanya kesal.
"Lebih tepatnya Melisa di jebol sama suaminya, pak Keland yang tampan, jenius dan kaya, andaikan ada cowok gitu cinta sama aku, aku juga ikhlas di jebol kok" ucap Rara sambil membayangkan diposisi Melisa membuat semua terkikik geli.
"Emang kamu masih rapet? Jangan-jangan udah di jebol juga sama pacar kamu" ucap Bagas kembali membuat emosi Rara kali ini tak bisa di tahan hingga ia menendang selangkang Bagas kuat membuat laki-laki itu berteriak kesakitan dan hal itu berhasil mengundang tawa seluruh penghuni kelas itu.
Siapa sih perempun yang tidak iri dengan Melisa? Meskipun mereka sudah memiliki kekasih seperti ke 3 sahabat Melisa tapi tatap saja mereka merasa iri nasib Melisa yang selalu jadi jomblo yang mereka ejek saat kumpul, kini menikahi orang yang luar biasa sempurna, idaman setiap orang.
Kelas yang unik itu pun menggosip seputaran itu hingga menghabiskan hari, dan hari itu adalah akhir dari kisah catatan masa sekolah mereka yang berakhir penuh kejutan luar biasa, yang tak akan terlupakan.
....