
.
.
.
Melisa sampai di sekolah tidak sampai 5 menit kemudian dan yah, sepertinya Keland sudah menelfon satpam hingga satpam itupun mengijinkan taksi itu masuk.
Kini Melisa berjalan dari parkiran ke kelas nya. Meskipun agak susah dan terseok-seok tapi ia tetap memaksakan diri hingga Fela tiba-tiba datang dan melihatnya.
"Astaga... kamu kenapa mel?" Tanya Fela setelah menyadari Melisa berjalan terseok-seok.
"Ahh...itu kemarin aku jatuh dan kaki ku tekilir" bohong Melisa, tak mungkin kan ia mengatakan jika ia habis bercinta dengan pak Keland.
"Makanya kalau jalan tuh hati-hati Mel, sini aku bantuin" ucap Fela sembari menarik Melisa dan merangkulnya ke kelas. Dan itu tak lepas dari pandangam Keland yang sedari tadi memperhatikannya.
___
Sesampainya di kelas Melisa dan Fela di sambut kedua teman mereka yang lainnya.
Mereka terkejut melihat Melisa yang berjalan sangat susah itu.
"Mel kaki kamu kenapa?" Tanya Chaca
"Ia Mel, kok kamu jalannya pincang?" Kini Rara juga bertanya dan Melisa hanya tersenyum menanggapinya kemudian berkata
"Kemarin aku jatuh dan terkilir, udah diurut kok tapi masih sakit" jelasnya lebih panjang agar teman-temannya tak semakin bertanya lebih banyak lagi. Dan kini mereka memang mengangguk paham.
"Trus nanti kau bisa ikut gak Mel? Kalau gak bisa gak usah di paksain" ujar Rara yang sepertinya tidak tega melihat Melisa.
"Ia bisa kok. Tapi kita naik mobil aja yah, aku gak bisa naik motor bilangin sama yang lain" saran Melisa dan di angguki semangat oleh Fela.
Alasan Melisa tak ingin naik motor bukan saja karna ia Sakit tapi juga karna ia tak mau di bonceng oleh Reymond lagi yang memang biasa membonceng nya ketika mereka kaluar. Karna sekarang ia sudah memiliki suami jadi ia harus menjaga dirinya meskipun ia memang tak memiliki perasaan pada Reymond sama sekali. Tapi dia harus memikirkan perasaan Keland.
🕓🕓🕓
Jam 16.00 tepat mereka pulang sekolah. Dan kini di gerbang Reymond dan kawan-kawan sudah stay menunggu mereka.
Reymond tampak bahagia kali ini karna Melisa juga ikut jalan. Tapi saat ia melihat Melisa berjalan terseok-seok tanpa fikir panjang pun segera saja ia mendatangi Melisa dan membantu membopongnya berjalan. Hal itu sontak membuat banyak yang bersorak cie.....
Mengira jika Reymond adalah pacar Melisa. Sebenarnya Melisa merasa risih tapi mau bagaimana lagi, itu sudah terlanjur. Dan kini ia pun tak punya tenaga untuk melawan tarikan Reymond yang memiliki kekuatan jauh lebih besar darinya.
Dan kini Melisa duduk di Acc samping Reymond yang menyetir. Mereka ada 2 mobil dan masing-masing mobil ada 2 pasang. Mereka menuju tempat biasa mereka nongkrong menghabiskan waktu sambil bercanda.
Jujur meskipun kini Melisa ada bersama teman-temannya dan tertawa bahagia, tapi fikirannya terbang terus kepada Keland.
Apa pria itu sudah makan?
Sedang apa dia sekarang?
Apakah Keland juga memikirkannya?
Sungguh saat ini ia sedang di mabuk cinta, dan sayang ia sedang tak bersama orang yang ia inginkan tersebut.
"Mel, apa kau akan terus menggantung perasaanku?" Tiba-tiba saja pertanyaan Reymond yang ini menghentikan semua aktivitas mereka yang tadi sempat bercanda-tawa, saling mengejek, dan melempar kulit kacang satu sama lain.
Kini mereka semua sedang serius menatap Melisa. Mereka berharap kali ini Melisa menerima perasaan Reymond. Karna sudah terlalu sering Melisa menolak Reymond. Kali ini mereka berharap banyak, setidaknya sedikit saja Melisa membuka hatinya untuk Reymond.
"Maaf Reymond. Sekali lagi aku mengatakan dan aku harap ini yang terkahir kalinya aku harus menolakmu lagi. Aku sudah mengatakan aku tak punya perasaan apapun padamu. Aku tidak bisa..."
"Kenapa sih Mel kamu itu egois banget? Apa salahnya kamu menerima Reymond dan membuka hati perlahan untuknya. Kalian kan sama-sama jomblo. Kenapa sih kamu harus biarin Reymond nungguin kamu lama banget. Kamu sudah menggantung perasaannya tau gak?" Kali ini Fela tampak emosi, ia benci mendengar alasan Melisa yang berulang kali itu saja. Dia muak, suandainya memang Melisa punya kekasih ia pasti maklum, tapi Melisa hanya mengangumi Sehun saja mati-matian yang tidak akan mungkin bisa ia dapatkan nantinya. Meskipun hanya yang mirip Sehun.
"Aku gak nge gantung Fel, mon maafin aku...aku udak bilang dari awal jangan berharap banyak sama aku kan? Aku gak gantung perasaan kamu, aku sudah pastiin sama kamu dari awal kalo aku gak punya rasa sama kamu, aku gak bisa" kali ini sepertinya Melisa mulai terisak mendengar kata-kata Fela yang penuh penuduhan.
"Tapi kamu berfikir dong Mel, Reymond tuh udah baik banget sama kamu, dia lakuin apa aja buat kamu. Harusnya kamu bersyukur di sukai sama Reymond yang nolak banya cewek buat kamu" kini Fela tampak semakin menggas. Ia kesal melihat Melisa yang mengeluarkan air mata yang menurutnya dibuat-buat.
"Udah ga papa..." kini Reymond angkat bicara. Meskipun kekecewaan masih tampak di wajahnya.
"Mel, lihat dong baik nya Reymond.... kapan kamu bisa nemuin cowok sebaik itu sama kamu? Seumur hidup kamu gak bakalan bisa nikah sama sehun. Bahkan sama kembaran sehun sekalipun itu mustahil" kali ini Melisa mengepalkan tangannya emosi. Fela semakin jauh menyinggung perasaannya.
"Fel, aku gak mau bertengkar sama kamu Fel. Aku gak mau karna masalah sepele kita bertengkar" ucap Melisa semakin membuat Fela kian emosi
"Kamu bilang masalah sepele.... jadi perasaan Reymond tuh selama ini kau anggap sepele hah??" Teriak Fela yang kini tampak emosi menghampiri Melisa kemudian mendorong bahunya.
Melihat itu Chaca dan Rara tidak tinggal diam. Tidak mungkin mereka membiarkan sahabatnya itu semakin bertengkar. Mereka juga di bantu oleh teman-teman Reymond yang kini Fela semakin menyudutkan Melisa.
"Fel udah Fel kasian Melisa" ucap Rara melerai tapi Fela belum puas menyudutkan Melisa agar gadis itu segera tersadar.
"Katakan Mel, katakan sekarang apa alasan yang kuat buat kamu nolak Reymond?" Cecar Fela lagi
"Aku sudah bilang aku gak punya perasaan sama dia, dan kenapa jadi kau yang marah sama ku? Reymond saja diam mengapa kamu yang emosi sih Fel?" Kini Melisa pun sudah berteriak emosi.
"Bukan Reymond mau diam aja ngerti gak sih kamu, dia tuh karna nyadar aja kamu tuh cewek. Harusnya kalau kamu cuma punya alasan itu aja Mel sebaiknya kamu tuh terima Reymond. Dan biasakan diri kamu itu sama dia. Cinta itu timbul karna terbiasa. Atau jangan-jangan diam-diam kamu punya pacar tanpa sepengetahuan kita" pernyataan terakhir Fela berhasil membuat Melisa terkejut. Dan raut terkejutnya itu bisa di tangkap oleh mereka semua.
"Jadi benar kamu punya pacar? Jawab hah?" Kini Fela bertanya sambil teriak emosi. Bagaimana tidak? Bukan ia marah Melisa punya kekasih, jujur ia senang. Tapi ia sangat marah karna Melisa menyembunyikannya dari mereka.
"Ak...aku tidak punya" jujur Melisa sambil menunduk. Ia memang benar kan? Dia tak punya pacar tapi dia punya suami. Tapi dengan menunduknya ia membuat mereka tidak yakin dengan jawaban Melisa.
"Ada kan Mel...ia kan??" Kini Fela semakin mendesaknya membuat air mata Melisa tak tahan lagi untuk tidak keluar.
Ia benar-benar tak bisa menjelaskannya pada mereka. Ia butuh waktu dan keyakinan bahwa hal itu tidak akan membahayakan.
"Aku...." ucapan Melisa terhenti kemudian ia berlari keluar sambil terisak. Ia tak bisa memaksakan dirinya untuk cerita saat ini. Ia tak bisa karna ia belum punya keberanian.
Melisa keluar dan mengabaikan panggilan mereka semua. Kini mereka sepertinya semakin yakin, Melisa menyembunyikan sesuatu yang besar.
Rara mengejar Melisa, ia tidak tega membiarkan Melisa tertekan sendiri begitu, apalagi kaki Melisa masih sakit saat ia tadi memaksakan diri berlari sedikit susah. Ia mengerjar Melisa keluar.
Tapi saat ia tiba di luar, ia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan hatinya. Ia tak mempercayai penglihatannya hingga ia mengucek matanya berkali-kali.
Rara bisa melihat jika Melisa saat ini sedang berpelukan dengan seorang pria. Tapi karna sudah malam dan diluar gelap Rara tak bisa memastikan siapa pria itu dan bagaimana wajahnya. Yang pasti ia yakin jika perempuan itu Melisa dari baju, rambut, dan juga tingginya. Ia sangat mengenali sahabatnya.
Sekarang ia yakin, kalau Melisa memang sudah punya pacar, itulah alasan mengapa Melisa mencoba terus menolak Reymond. Rara maklum kemudian ia memilih masuk kembali ke dalam dan mencoba menjelaskan semuanya pada yang lain. Mereka tak bisa terus mendesak Melisa. Gadis itu sepertinya punya sesuatu yang tak bisa mereka paksakan untuk di beritahukan. Dan mereka tak bisa memaksakan kehendak mereka pada Melisa, sekalipun memang Melisa belum memiliki kekasih, itu hak Melisa untuk menolak sesuatu yang tidak ia inginkan.
....