Married With Teacher

Married With Teacher
2


.


.


.


Tokk...tokk...tokk...


Melisa mengetuk pintu kelas nya kemudian menerobos masuk


"siang pak Bonden" sapa nya, namun ia tak melihat kearah papan tulis dimana ia mengira bahwa pak bonden yang ada disana. Namun saat ia mendongak dan menatap ekspresi teman-temannya yang berbeda dari biasanya membuatnya penasaran ada apa dengan mereka. Mereka menatapnya seakan ingin mengatakan "mampus kau" dan lagi... mengapa teman-temannya semuanya tampak serius menatap kedepan dengan wajah tegang? Biasanya mereka kan tidur? Ada apa dengan teman-temannya?


Seketika bulu kuduk Melisa merinding saat merasakan seseorang di belakangnya sedang menatapnya tajam. Mengapa ia merasa seakan pak Bonden berbeda hari ini?


Perlahan Melisa memutar tubuhnya kearah papan tulis dan yahhhh...


Melisa melotot bola matanya hampir keluar....



"Oh Sehun...." teriaknya kuat....sangat kuatt, astagahhh demi apaaa?? Mimpi apa dia semalam hari ini ia ketemu sama Sehun, astagahhh...


Apa ia guru baru mirip Sehun yang dikatakan Rara? Kalau ia berarti kali ini gosip Rara bukan hoax lagi. Betapa bahagianya ia, demi Tuhan Sehun sedang berdiri di depannya saat ini membuatnya melompat-lompat bahagia kemudian melangkah mendekati guru baru tersebut dan memeluknya kegirangan


"Sehunnnn..... astagahhh Tuhaannn mengabulkan mimpiku, huaaaaaaaaa sehunn, aku sangat bahagiaa omegatttt" dan masih banyak lagi kata-lata memalukan yang keluar dari mulut Melisa yang tak mau berhenti mengagumi idolanya ralat idola kw nya. Ia tau itu kw tapi ia tetap bahagia. Setidaknya ia bisa merasakan seperti memeluk sehun, astagahhhh bahagianya dia sampai ia tak menyadari tatapan horror yang diberikan oleh orang yang bersangkutan padanya. Teman-temannya juga sudah menatapnya takut, astagahh Melisa sudah membangunkan harimau....


"Sudah???" Tanya guru tersebut yang bernama Keland dengan dingin. Yang seketika membuat Melisa terkekeh kikuk kemudian menoleh kearah teman-temannya yang kini menampilkan ekspresi ketakutan membuatnya seketika tersadar guru Sehun itu sepertinya marah.


"Maaf pak... apa bapak guru Seh...maksudku guru baru?" Tanya Melisa gugup meskipun ia sudah tau jawabannya.


Sepertinya ada yang berbeda dari aura guru yang satu ini. Mengapa teman-temannya berekspresi seakan-akan Melisa akan mati saja?


"Mampus kau mel... sepertinya memang kau akan mati" batinnya saat kembali menatap manik mata guru barunya yang sangat tajam.


"Keluar...." perintah Keland dingin tak terbantahkan, membuat Melisa meneguk liur nya kasar. Ia gugup plus takut saat ini.


"Maaf pak aku..." Melisa menggigit bibir bawahnya. Sepertinya ia tak sanggu lagi melanjutkan ucapannya.


"Keluar sekarang juga" tekan Keland sepertinya lebih emosi saat ini dan itu berhasil membuat Melisa tertunduk takut sambil berusaha melangkahkan kakinya mundur ke arah pintu tak ingin membuat Keland semakin emosi lagi.


"Pulang sekolah temui saya di ruangan saya" ujar Keland sebelum Melisa benar-benar menghilang dibalik pintu dan gadis itu masih mendengarnya.


Melisa benar-benar merutuki nasibnya yang benar-benar sangat sial hari ini. Entah mengapa ia merasa baru saja bahagia dan kesialan seketika menantinya.


Dia sangat bahagia melihat wajah guru barunya yang ternyata benar-benar mirip sehun tapi ternyata saat tau sifat guru tersebut justru membuatnya berdecih kesal.


Menyebalkan...sangat menyebalkan... apanya yang mirip Sehun? Jika hanya mirip wajah saja untuk apa? Melisa benar-benar mencari seseorang yang benar-benar nyata mirip Sehun mulai dari wajah, sikap dan perlakuan. Seperti Sehun yang unyu-unyu gemesin yang setiap hari membuatnya lompat-lompat histeris saat melihat berbagai kelakuan menggemaskan Sehun di laptop nya. Tapi, apa memang ada yang benar-benar mirip begitu? Aishh....


Melisa sekarang benar-benar kesal plus benci pada guru barunya yang telah tega mempermalukannya di depan teman sekelasnya.


Kririririirirng...kririirirrnggg....


Bel pulang berbunyi dan Melisa mendesah lega plus kesal karna harus menemui guru gilak itu nanti, aishhh... kesialannya belum benar-nenar berakhir hari ini karna guru sialan itu.


Melisa memutuskan untuk melangkah masuk kedalam kelasnya dan yah, kelasnya sudah bubar dan hanya tersisa ke 3 temannya yang menatapnya kasihan.


"Mel, maaf yah... tadi kita gak bisa bantuin" ujar Fela yang merasa bersalah. Dan Melisa mengangguk sambil tersenyum.


"Gak papa kok, lagian ini bukan salah kalian, aku yang salah karna asal main peluk aja. Kalau aku tau Sehun kw ternyata bersikap semenyebalkan itu lebih baik tadi aku tak memeluknya, aku sudah rugi fisik ku tersentuh pria menyebalkan" ujar Melisa kesal sambil nyerocos membuat ketiga sahabatnya kini yakin kalau dia baik-baik saja.


"Oh ya Mel, kamu kan di panggil ke ruangan pak Keland, maaf yah sepertinya kita gak bisa pulang sama-sama hari ini. Soalnya kami mau cepat soalnya. Hari ini si guru dingin itu ngasi tugas banyak banget. Jadi harus diburu biar bisa selesai dalam satu malam"


"What... satu malam? Kan besok gak ada pelajaran matematika?" Tanya Melisa terkejut.


"Gak ada Mel, tapi kata pak Keland memang harus di kumpul besok sama ketua trus ketua yang nganter ke ruangan pak Keland" jelas Rara membuat Melisa mangguk-mangguk kesal,


"jadi nama si kw Sehun itu Keland? Supaya apa namanya Keland? Supaya jadi kelander?" Batin Melisa tidak masuk akal.


Oh god.... mati dia malam ini, gimana caranya dia ngerjain kalo dia tidak mengerti sama sekali? Si guru galak itu mengusirnya tadi, bagaimana dia bisa tau caranya kalau dia tak berada ditempat saat proses menjelaskan. Aish....


"Oke deh, kalian duluan aja gak papa, tapi nanti chatt in di grup yah soalnya halaman berapa" ujar Melisa membuat ketiga temannya mengangguk serempak kemudian ijin meninggalkan Melisa terlebih dahulu.


Kini Melisa benar-benar frustasi untuk yang kesekian kalinya karna guru menyebalkan itu, bagaimana tidak?? Sudah hampir 15 menit ia berputar-putar mencari ruangan guru tersebut yang katanya terpisah dari ruang guru lainnya tapi tak ketemu. Menyebalkan sekali, guru menyebalkan itu tak mengatakan ada dimana ruangannya. Aishhhh...


Dan seketika Melisa punya ide. Segera saja ia menelfon Agus si ketua kelas, pasti Agus tau dimana ruangan guru baru itu, secara tadi katanya Agus akan kesana besok mengumpulkan tugas mereka. Pasti si muka karet ketat itu memberitahukannya pada Agus. Aishhh mengapa tak dari tadi ia kepikiran? Bodoh...


Dan yah, setelah menelfon Agus. Memang tak sia-sia karna sekarang ia tau dimana. Segera saja Melisa menuju ke arah yang di tunjuk Agus tadi kemudian ia melihat nama Keland werrick disana dan ia yakin pasti itu ruangannya.


Seketika Melisa gugup entah kenapa, mungkin karna gurunya tersebut sangat menyeramkan makanya ia begitu ketakutan. Melisa berdehem terlebih dahulu lalu mencoba menormalkan detak jantungnya yang sepertinya akan melompat kemudian ia mencoba mengetuk pintuk.


Tok..tok..tok...