
.
.
.
Sementara itu, kini Melisa segera bergegas menuju ke ruangan Keland. Ia harus menjelaskan semuanya. Ia harus membicarakan ini berdua dengan Keland. Ia harus.
Melisa menegetuk pintu ruangan keland, dan setelah mendengar sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk, ia pun masuk dan melihat Keland sepertinya sedang serius entah membaca apa. Tak mau ada orang yang tau untuk berjaga-jaga Melisa mengunci pintu dari dalam.
"Kak..." panggil Melisa sambil mengambil posisi duduk di depan Keland yang masih saja fokus ke kertas di depannya.
"Hmm" hanya itu jawaban pria itu. Tapi Melisa tetap harus menjelaskannya.
"Kak, berita pernikahan kita terbongkar di sekolah, bagaimana ini??" Kini Melisa menunjukkan kegelisahannya saat mengatakan itu. Seketika Keland meletakkan benda yang ia pegang diatas meja lalu menatap Melisa.
"Kau tidak perlu khawatir itu tak akan terjadi" ucap Keland membuat Melisa kesal. Bagaimana bisa pria itu sangat santai mengatakannya? Sentara ia sudah ketakutan luar biasa.
"Tapi kak bagaimana bisa itu terbongkar? Kalau berita sepenting ini terbongkar secepat ini, cepat atau lambat ini akan terbongkar juga pada ujungnya dan aku takutnya aku belum lulus semua sudah terbongkar, aku takut kak.... aku gak mau berhenti sekolah" kini mata Melisa sudah berkaca-kaca, ia benar-benar ketakutan dan Keland menyadarinya. Kemudian pria itu menggenggam tangan Melisa untuk menenangkannya.
"Melisa, hal seperti ini sudah pasti akan terjadi. Banyak orang yang berlomba mengincar beritaku, tapi kau tenang saja, akan kupastikan ini tidak akan terbongkar pada siapa pun juga sampai kau lulus" ucap Keland menenangkan yang entah mengapa itu ampuh seketika membuat perasaan gusar Melisa menjadi lebih santai. Entah mengapa kata kata singkat itu saja berhasil membuat keyakinan di hatinya.
Melisa tersenyum membalas perkataan Keland, entah kenapa pria ini mampu membuat ketakutannya hilang, dan entah mengapa ia bisa percaya begitu saja dengan perkataan pria itu. Melisa tak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Sebaiknya sekarang kau kembali ke kelas, ini jam pelajaran lalu mengapa kau bisa ada disini?" Kini Keland memincingkan alisnya bingung.
"Kelas kami tidak ada guru kak. Jadi sekarang disana sedang heboh bergosip soal pernikahan kit... kakak maksudnya" jawab Melisa membuat keland tersenyum menanggapinya.
Oh astagaaa... betapa tampannya suaminya itu saat tersenyum, Melisa hampir terbang ke awan karnanya, aishh.....
"Baiklah, sekarang lebih baik kau kembali kesana, sebentar lagi aku akan menyusul menggantikan guru yang tidak hadir" perintah Keland membuat Melisa mengangguk. Entah mengapa sekarang ia senang Keland akan masuk di kelasnya, hal yang paling ia benci itu kini ia menyukainya.
Melisa pun berlalu dari ruangan Keland dengan senyuman yang mengembang.
___
"Pagi semua..." sapa nya dan di balas dengan sapaan balik dari mereka.
"Saya dengar hari ini jam kosong di kelas ini. Gurunya sedang ijin sakit, maka saya yang akan menggantikannya" dan semuanya tercengang. Setau mereka Keland adalah guru matematika dan ini adalah pelajaran bahasa perancis sekarang, apa pria itu bisa?
"Jangan heran... saya bisa mengajarkan apa saja" ucap Keland yang menyadari keheranan mereka. Dan perkataannya sontak membuat mereka semua semakin tercengang, sungguhkah yang di depan mereka saat ini adalah manusia? Mengapa ia sangat sempurna? Apa jangan-jangan dia malaikat yang kabur?
"Baiklah silahkan buka buku nya hal 135" perintah Keland dan semuanya pun segera membuka buku dan mengalirlah pelajaran hari ini. Sungguh Keland sempurna dalam mengajarkan pelajaran apa saja dan mereka sangat menyukainya. Meskipun ia terlalu tegas dan awalnya mereka semua ketakutan, tapi mereka bersumpah kini mereka benar-benar sangat menyukai guru yang satu ini. Cara mengajarnya yang berbeda sungguh membuka hati mereka. Meskipun sikap dingin dan arogannya sangat mendominasi tapi ia sempurna. Perlahan lahan mereka sudah menerimanya meskipun ini baru beberapa kali pertemuan dalam pembelajaran. Dan lagi sekarang Keland wali kelas mereka. Sejak pria itu jadi wali kelas mereka, meskipun terbilang masih sangat baru tapi peraturan-peraturan yang ia buat sudah berhasil merubah sebahagian daripada mereka.
Setelah bel istirahat berbunyi Keland pun mempersilahkan mereka semua istirahat tapi sebelum itu, ia menyampaikan beberapa nasihat untuk mereka.
"2 minggu lagi kalian akan ujian semester ganjil, jadi bapak harap kalian mempersiapkan diri kalalin sebaik mungkin. Ingat, kalian sebentar lagi akan meninggalkan sekolah ini dan menjadi alumni jika kalian lulus tahun depan dan bapak harap memang kalian semuanya lulus. Maka sebelum itu, tinggalkanlah hal-hal yang tidak berguna dan fokus lah mulai saat ini memperjuangkan keinginan kalian dimasa depan. Jika kalian masih ingin melanjut maka persiapkan diri kalian untuk memperoleh nilai yang baik agar kalian diterima di perguruan tinggi yang kalian inginkan, tapi jika kalian ingin meraih mimpi atau ingin bekerja, maka persiapkan diri dan mental kalian mengahadapi dunia yang lebih besar lagi, bapak harap nilai kalian semester ini meningkat semua, silahkan istirahat" ucapnya kemudian berlalu. Semua orang tercengang serta benar-benar semakin kagum pada guru yang satu ini. Dan sikapnya itu semakin membuat para gadis patah hati karna berita pernikahannya. Aishhhh.....
___
Hari itu sekolah berlalu dengan gosip yang tidak henti-hentinya tentang guru favorite mereka pak Keland.
Dan saat ini Melisa sedang menunggu Keland di simpang. Tempat ia diturunkan Keland saat pergi sekolah dan tempat ia menunggu Keland saat pulang sekolah. Itu sudah perjanjian mereka. Mereka sengaja melakukan itu agar tidak ketahuan. Bahkan saat pulang sekolah mereka sengaja pulang paling terlambat menunggu yang lainnya pulang terlebih dahulu. Saat sudah sepi baru lah Melisa menuju ke simpang dan Keland akan menyusul nya. Mereka benar-benar harus sangat hati-hati sekarang mengingat gosip itu, sepertinya Keland akan jadi sasaran empuk para pencari berita.
🚗🚗🚗
"Kak... tadi teman-teman ku  ngajak aku jalan besok, aku udah gak pernah lagi kumpul sama mereka, jadi mereka ngajak aku besok, katanya kumpul terakhir sebelum fokus ke ujian. Kak...boleh yah aku pergi" ijin Melisa hati-hati, takut Keland marah.
Tapi sepertinya Keland berfikir sejenak.
"Baiklah, tapi kau harus janji, setelah itu kau benar-benar harus fokus ke ujian, ingat kau harus memperoleh setidaknya 5 besar" ucap Keland mengingatkan membuat Melisa mengangguk semangat.
"Ia kak, aku janji" janji Melisa sumringahh. Kini ia mulai berkata 'aku' pada Keland saat hanya mereka berdua saja.
Keland sangat senang melihat Melisa tersenyum entah mengapa dengannya. Tapi ia merasa sangat ingin membuat Melisa selalu tersenyum karna itu selalu berhasil membuat hatinya bergetar.
....