Married With Teacher

Married With Teacher
25


.


.


.


Keland menepati janji nya pada Melisa, liburan ke seoul. Bersamaan dengan acara fansign EXO. Mereka memang tak beruntung karna tidak bisa tepat waktu, sehingga mereka harus mengikuti undian agar Melisa bisa mengikuti acara itu.


Keland membeli banyak sekali album agar Melisa bisa menang undian. Hingga akhirnya ternyata perjuangannya tidak sia-sia. Karna Melisa terpilih dalam undian tersebut atas pembelian album terbanyak, disaat seperti ini Melisa sangat kagum pada Keland. Keland benar-benar menghabiskan banyak uang untuk membuatnya bahagia, padahal Keland masih mengatakan itu belum seberapa dibandingkan ia melihat senyum bahagia Melisa.


Melisa menjadi salah satu dari 100 orang yang beruntung bisa mengikuti acara Fansign tersebut. Makanya mereka berangkat sehari sebelum acara di mulai.


Melisa sudah benar-benar deg-deg an saat ini. Akhirnya impiannya terwujud dan ia sangat bahagia. Ia tak sabar akan bertemu Sehun. Ia sudah mempersiapkan semuanya dengan teliti, dimana ia akan meminta tanda tangan Sehun nanti, bersalaman lalu berfoto dengan Sehun, astaga memikirkannya saja sudah membuatnya hampir mati pingsan di pesawat, ia keringat dingin tapi bukan karna sakit namun karna merasa terlalu bahagia. Namun juga ada hal lain yang membuatnya seperti itu, ada hal lain yang membuat wajahnya juga kini memucat tapi berusaha ia tutupi, ia tak mau moment ini akan jadi buruk nantinya.


Sementara Keland menatap Melisa khawatir, wajah Melisa sudah seperti kekurangan sinar matahari, sangat pucat.


"Kau kenapa?"


"Ak...aku gapapa kak" bohongnya karna tak ingin Keland khawatir.


"Kau bohong... ada apa katakan" desak Keland yang akhirnya membuat Melisa pada akhirnya pun tak bisa lagi menutupinya.


"Sebenarnya.... aku phobia ketinggian, dan takut naik pesawat," ucapnya malu. Bagaimana tidak malu? Ia sendiri yang punya impian ingin ke korea, ingin bertemu Sehun, padahal ia sendiri phobia ketinggian, apa tidak terlalu lucu?


Keland langsung memeluk Melisa tak perduli betapa malunya gadis itu saat ini. Yang ia tau jika saat ini ia harus memeluk untuk menenangkan sang istri.


"Jangan takut ya, ada aku disini," ucap Keland sembari mengusap-usap kepala Melisa lembut. Dan entah mengapa itu sangat berhasil membuat Melisa mulai tenang, entah mengapa ia merasakan ketakutannya berkurang, seakan ia sangat percaya jika Keland akan melindungi dan itu memang benar. Rasa takut itu perlahan berganti dengan rasa yang ia sendiri tak tau cara mendeskripsikannya saat ini, yang jelas ia sangat bahagia dan jantungnya berdebar-debar.


Melisa pun balas memeluk Keland erat lalu membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya, dunia rasa milik berdua, ia pun tertidur seperti itu disana. Hingga akhirnya, pesawat mendarat.


Paginya Melisa dan Keland sampai di bandara incheon pada pukul 07.30 KST, setelah kurang lebih 7 jam penerbangan dari jakarta, dan kini mereka telah menginjakkan kaki di negri ginseng tersebut, negrinya para oppa tampan, aduh Melisa sudah tidak sabar, siang ini acara Fansign Exo, rasanya seperti mimpi saja ia bisa tiba disini.


Berbeda dengan Keland yang tampak santai dengan tampang coolnya yang sangat tampan dan mampu memikat mata para gadis disana, Melisa justru kebalikannya. Ia seperti gadis nora karna sedari tadi matanya tak henti-hentinya menatap kesana kemari mengagumi kehebatan bandara tersebut yang sangat besar menurutya. Sebenarnya bandara-bandara indonesia pun besar, hanya saja ia terlalu mengagumi negri itu hingga semua yang ia lihat pun jadi sangat keren menurutnya, dan memang benar begitulah adanya.


"Mel, ayo ikut aku," ucap Keland sembari menarik tangan Melisa yang masih cenga-cengo terlalu kagum. Ia tak ingin semakin mempermalukan Melisa meskipun kebanyakan orang disana tidak terlalu perduli memang.


"Kak... bandaranya keren yah, pasti Sehun sering kesini kalau lagi mau pergi ke luar negri atau mau balik," ucapnya antusias membuat Keland memutar bola matanya malas, astagaaa....


"Ia." tak ingin mempermasalahkannya ia pun menjawab saja seadanya.


"Kakak pernah kesini kan? Pasti kakak gak asing lagi kan, makanya kakak biasa aja skrg."


"Ia."


"Kau bahagia?" Tanya Keland meskipun ia sudah tau


"Hmmmmm." jawab Melisa mengangguk semangat


"Kalau begitu aku lebih bahagia lagi,"


"Kenapa?"


"Karna kau bahagia."


Wajah Melisa seketika memerah bagai tomat, ia juga bahagia kalau Keland bahagia.


"Ayo, kita harus ke hotel sekarang beristirahat. Agar nanti kau tidak lelah mengikuti fansign. Disana nanti kalian banyak berdiri." ucap Keland membuat Melisa pun mengangguk setuju, lalu mereka pun menaiki taksi, karna mobil yang di rental Keland untuk beberapa hari mereka pakai belum tiba.


____


"Kak...." panggil Melisa. Kini mereka sudah berada di kamar hotel dan berbaring di ranjang sambil berpelukan. Setelah tadi mereka selesai sarapan.


"Hmmm" gumam Keland yang tadi hampir memejamkan matanya karna kantuk. Semalaman ia tak bisa tidur nyenyak di pesawat karna takut Melisa terbangun lalu ketakutan karna merasa tak ada yang menjaganya.


"Ranjangnya nyaman, tapi aku gak bisa tidur" ucap Melisa, Keland pun menguap lalu bertanya.


"kenapa?"


"Aku deg-deg an, aku akan ketemu Sehun, aku gak bisa bayangin bagaimana pertemuanku dengan Sehun nanti. Aku takut aku pingsan pas ketemu dia, bisa-bisa rencanaku gagal total," adu Melisa berhasil membuat Keland terkekeh. Melisa sangat berlebihan tapi itu berhasil membuatnya sangat gemas.


"Itu tidak akan terjadi, saat kau bertemu nanti dijamin pasti kau akan bersikap sebaliknya. Tampak biasa saja, tapi setelah acaranya selesai, bahkan saat melihat posther nya pun kau akan teriak bahagia," ucap Keland seperti berpengalaman. Ya, dia memang berpengalaman sebagai fanboy, tapi ia tak merasakan seperti yang dikatakan Melisa, ia biasa saja. Tapi entah mengapa ia tau itu.


"Ia kah? Aduhhh apa yang harus aku lakukan nanti disana? Aku tidak tau seperti apa nanti caranya," gelisah Melisa lagi lagi membuat senyuman mengembang di wajah Keland melihat kepolosan sang istri.


"Disana nanti kau akan tau sendiri peraturannya, jangan gugup. Sebaiknya kau hafal sedikit bahasa korea, agar Sehun nanti kagum padamu dan kalian mudah berkomunikasi. Kau tau kan Sehun agak kesusahan berbahasa inggris?" Ucap Keland membuat Melisa mengangguk.


"Aku udah ngerti kok kak bahasa korea kalau cuma sedikit, aku juga bisa buat kalimat singkat. Tapi gak tau kalau ketemu Sehun nanti jadi gugup akhirnya jadi **** trus lupa," ucap Melisa sambil membayangkan akan betapa konyolnya dia nanti.


"Percaya saja, kau nanti akan senang tapi tidak akan jadi bodoh. Sudah sebaiknya sekarang kau istirahat saja dulu. Kita punya waktu istirahat 3 jam, karna pukul 11.00 kita harus on the way," ucap Keland dan mau tak mau Melisa pun menurut. Mereka kembali berbaring sambil berpelukan.


....