
.
.
.
Melisa terus berlari keluar sambil terisak. Ia teringat kata-lata kasar Fela padanya. Belum pernah Fela berbicara seperti itu padanya hingga itu rasanya sangat menyakiti hatinya. Ia bahkan lupa jika saat ini kakinya masih sedikit sakit, tapi karna sakit hatinya lebih mendominasi ia pun memilih lari dan melanjutkan langkahnya hingga keluar.
Namun saat ia di luar, ia melihat Keland disana, sepertinya pria itu mencarinya. Entah mengapa hatinya membuncah senang. Ia langsung berlari kepelukan Keland dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
Menyadari Melisa yang sepertinya menangis membuat Keland jadi bertanya penasaran ada apa dengan Melisa. Bukankah ia tadi melihat Melisa pergi dengam sumringah bersama teman-temannya dan juga beberapa pria? Ya Keland melihat semuanya. Saat itu ia begitu emosi ingin memukul pria yang dengan beraninya menyentuh istrinya tersebut. Tapi ia memilih diam daripada mengacaukan semuanya. Ia tak mau membuat Melisa dalam masalah.
Dan karna hal itu jugalah yang membawa Keland kemari. Dari tadi ia mengikuti Melisa, selain khawatir karna ia tau kaki Melisa masih sakit, ia juga merasa cemburu dengan pria tadi dan penasaran ingin tau siapa para pria itu. Bukankah Melisa mengatakan hanya main dengan temannya? Gadis itu tak mengatakan jika ia akan pergi bersama laki-laki juga. Karna itulah Keland mengikuti mereka untuk memastikan.
Namun saat Melihat Melisa keluar dengan isak tangis. Membuatnya terkejut juga penasaran. Ada apa dengan istrinya tersebut?
"Kenapa??" Tanya Keland
"Hiks...hiks...aku...aku bertengkar dengan Fela" jujur Melisa membuat Keland mengerti. Sepertinya urusan persahabatan. Ia pun mengecup puncak kepala Melisa sayang untuk menenangkan gadis tersebut.
"Ssttttt.... jangan cengeng. Besok kan bisa di selesaiin semuanya. Sekarang kita pulang yah, sepertinya kau masih sakit" ucap Keland yang lagi-lagi itu kata sederhana namun mampu membuat Melisa tenang. Seperti sebuah sihir perkataan Keland selalu saja dapat membuat mood nya kembali. Kemudian ia pun mengangguk dan masuk ke mobil Keland dibimbing oleh pria itu.
____
Dimobil....
"Siapa pria tadi?" Tanya keland datar namun matanya tetap fokus kedapan, pria itu sedang menyetir saat ini.
"Siapa kak?" Tanya Melisa bingung
"Pria yang tadi menjemput kalian disekolah dan memapahmu?" Tanya Keland lagi berhasil membuat Melisa salah tingkah. Jadi, apakah Keland melihat semuanya?
"Ah...oohh...anu..ituu... Reymond, teman kami" ucap Melisa gugu semakin membuat Keland penasaran.
"Sepertinya dia sangat dekat denganmu, dari caranya tadi dia menunjukkan sikap yang berbeda, apa dia kekasihmu?" Pertanyaan Keland berhasil membuat Melisa tersedak air liurnya sendiri. Bagaimana bisa pria itu menyimpulkan begitu sementara Melisa adalah istrinya sendiri.
Apa Melisa tampak segila itu bisa berselingkuh saat sudah memiliki suami, apalagi semalam ia sudah memberikan mahkotanya pada pria itu.
"Dia bukan kekasihku, dia menyukaiku tapi aku tidak" ucap Melisa ketus, ia sangat kesal sekarang.
Menyadari itu membuat Keland menyunggingkan senyum tipis di bibirnya. Sepertinya Melisa jujur.
🕖🕖🕖
Melisa tampak terduduk diam dikursinya. Ia benar-benar tak semangat lagi ini. Tapi mengingat bahwa mereka akan ujian, ia memutuskan untuk sekolah. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan belajar yang sisa sedikit lagi. Ia bertekad harus bisa lima besar agar Keland senang entah sejak kapan pendapat dan keinginan laki-laki itu begitu penting baginya saat ini.
"Mell..." yang memanggilnya adalah Fela. Melisa sedikit terkejut tapi menormalkan kembali ekspresinya.
"Maaf...semalam aku benar-benar diluar batas sepertinya. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Fela yang sepertinya agak merasa bersalah. Stelah mendengar penjelasan dari Rara yang mengatakan sepertinya Melisa punya sesuatu yang tak bisa ia ceritakan pada siapa pun maka ia mencoba mengerti. Bagaimana pun Melisa adalah sahabatnya, ia juga tak ingin memaksakan kehendak pada Melisa. Ia juga tak mau mereka jadi bermusuhan.
Melisa tersenyum bahagia. Ia kira Fela masih marah padanya "aku juga minta maaf Fel, aku bukan tak ingin menerima Reymond tapi aku punya alasannya" jelas Melisa sembari memeluk Fela yang kini juga balas memeluknya. Tiba-tiba suara Rara dan Chaca berteriak "cieeee udah baikan..."
Melisa dan Fela tertawa seketika.
"Begitu dong, senang banget liatnya. Oh ya Mel, kaki kamu udah baikan belom?" Tanya Rara yang khawatir karna kemarin ia masih melihat Melisa berlari terseok-seok.
"Udah kok, gak sakit lagi" jawab Melisa sumringah dan membuat mereka semua tersenyum senang lalu berpelukan.
Terserah teman-teman mereka sekelas mencibir mereka lebay. Tapi persahabatan mereka memang sangat tulus. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Hanya karna itu saja Fela merasa terluka karna Melisa seperti tidak percaya pada mereka, makanya ia menyembunyikan siapa kekasihnya, tapi ia tak akan memaksa Melisa lagi sampai gadis itu benar-benar siap memberitahukannya.
___
Siang saat jam istirahat di kantin...
"Guysss ada berita hebohhhh" ujar salah satu siswi dan kali ini bukan Rara tukang gosipnya, karna akhir-akhir ini ia sering ketinggalan gosip karna sibuk belajar mempersiapkan diri untuk ujian.
Sekarang semua tampak heboh, penasaran akan gosip Chika yang juga terkenal adalah ratu gosip seantero sekolah mereka. Jika Rara tukang gosip di kelas, maka Chika itu tukang gosip menyeluruh seluruh gedung sekolah jika ada gosip penting akan ia sebarkan.
"Kemarin salah satu wartawan tanpa sengaja lihat pak Keland ganteng kita pelukan dengan seseorang, dan ia sempat memfotonya... cuman wajah cewek itu tidak jelas. Tapi dari seragam yang ia pakai sepertinya dia anak sekolahan kita deh, apa jangan-jangan dia itu istri pak Keland?" Seru Chika semangat berhasil membuat semua orang di kantin tersebut heboh.
Sementara Melisa terbelalak kaget. Rara yang tidak ingin ketinggalan gosip panas ini pun segera merebut koran yang sedari tadi dikirim anak-anak karna disana Keland sudah jadi berita utama.
Dan seketika Rara terdiam kaku di tempatnya.
Ia teringat sesuatu..... ya dia sangat ingat itu. Baju yang malam itu di pakai pria yang sama yang dipeluk oleh Melisa sama dengan baju yang digunakan Pak Keland di gambar itu. Dan juga tempatnya serta posthur tubuh gadis itu yang tidak ia ragukan lagi jika itu Melisa sahabatnya.
Rara meneguk salivanya, susah ia percaya tapi bukti itu.... dan juga sikap Melisa selama ini... dan ia ingat sekarang....
Di saat gosip hari pernikahan pak Keland, Melisa juga tidak hadir hari itu dengan alasan izin urusan keluarga. Lalu, apakah.....apakah....hari itu Melisa menikah dengan pak Keland? Apakah istri pak keland itu Melisa?? Lagi-lagi Rara meneguk salivanya kasar.
Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Rahasia itu terlalu besar. Rara adalah tipe orang yang tak bisa menyimpan rahasia. Apakah ia sanggup menyimpannya sendiri? Tapi melihat Melisa begitu mati-matian menyembunyikannya tak mungkin ia menyebarkannya. Ia tau sekarang, mengapa pernikahan itu bukan publik dan istri pak Keland tidak di ekspos, karna memang istri nya masih sekolah dan itu Melisa. Gadis itu Melisa.....
Rara benar benar syok luar biasa....
....