
.
.
.
"Jadi, sebenarnya ceritain dong gimana pak keland bisa nikah sama Melmell?" Tanya Rara, ia sengaja untuk memecah suasana haru agar Melisa bisa melupakan sedikit kesedihannya hari itu dan lagi ia juga penasaran apa yang terjadi.
"Kami di jodoh in tepat di hari pertama pak Keland ngajar. Malamnya, keluarga mereka datang kerumah buat lamaran" jawab Melisa sambil menunduk malu membuat ke tiga temannya berteriak wow seketika.
Keland yang menyadari malunya Melisa, mengusap-usap puncak kepala melisa yang tertunduk sambil tersenyum.
"Terus....terus....?" Tanya Fela yang kini sangat penasaran.
"Dihari pak Kelan cuti disitulah kami menikah, kalian lihat kan kalau aku juga tidak sekolah" lanjut Melisa membuat teman-temannya mengangguk cepat.
"Terus....??" Mereka sepertinya masih belum puas akan informasi yang di dapat.
Melisa mengernyit, apa lagi yang harus ia katakan?
"Gimana...."ucap Rara kemudian ia mendekatkan mulutnya ke telinga Melisa untuk berbisik "malam pertama mu sukses gak?" Pertanyaan Rara sukses membuat mata Melisa membelalak terkejut kemudian wajahnya blushing. Keland, Fela, dan Chaca yang tidak mendengarnya pun hanya mengernyit bingung, apa yang dikatakan Rara hingga Melisa blushing begitu?
"Ayo Mel ceritain... gimana, udah gitu gak?" Kali ini suara Rara bisa mereka dengar. Tapi tetap saja itu membuat Fela dan Chaca bingung. Namun berbeda dengan Keland yang langsung mengerti arah pembicaraann Rara, dia pun berdehemm..
"Hmmmm, hal seperti itu anak kecil tidak perlu tau tugas mu hanya untuk sekolah saja"jawab Keland sedikit kesal.
"Jadi Melisa gak kecil pak? Melisa juga kan seumuran sama kita, saya kan hanya bertanya. Gimana sama Melisa yang udah lakuin?" Kini Rara tampak tak takut untuk balas perkataan Keland. Masa bodo, ini buka area sekolah fikirnya. Lagian juga dia penasaran.
Dan Melisa hanya semakin merona karnanya "tetap saja itu hal pribadi. Bukan untuk di umbar," kesal Keland melihat Rara yang tampak berani melawannya.
"Berarti sudah ya kan pak??" Rara benar-benar sudah memancing emosi Keland.
"Rara liat kok, gimana Melmell pincang ke sekolaha. Pasti karna itu" kali ini Rara sukses membuat kedua manusia yang sedang diinterogasi itu membelalak kaget. Cepat sekali pemikiran Rara ke arah sana.
Berbanding terbalik dengan Fela dan Chaca yang diam saja dan tampak bodoh karna tak mengerti apa-apa. Melisa curiga dengan Rara, karna ia sempat perhatikan sedari tadi mulai dari makam satu-satunya yang tersantai melihat kelakuan Keland padanya hanya Rara. Sementara Fela dan Chaca sudah terang-terangan menunjukkan keterkejutannya.
"Ra... kapan kau tau semuanya?" Kini Melisa tak bisa untuk tak bertanya. Sementara Rara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa terciduk telah lebih dulu tau.
"Sebenarnya malam saat Melmell keluar nangis dari resto, aku ngejar kamu Mel dan saat itu aku lihat kamu pelukan sama pak Keland" ucapan Rara berhasil membuat semuanya syok di tempat. Jadi Rara benar sudah tau terlebih dahulu?
"Sebenarnya disitu aku belum mengenal pak Keland karna gelap dan gak jelas. Tapi aku hafal postur tubuh dan bajunya. Jadi aku belum tau saat itu. Tapi pas keesokan harinya berita pas pak Keland pelukan sama siswa sekolah kita tersebar di koran, aku lihat wajah pak Keland di koran itu. Dan aku ingat baju yang sama yang dipakai cowok yang meluk kamu malam itu. Dan saat aku lihat ekspresi kamu yang tiba-tiba sangat panik karna berita itu semakin nguatin keyakinan aku... makanya aku bawa kamu ke toilet sebelum banyak yang sadar akan sikap kamu. Dan di toilet kamu menangis menjadi-jadi dan hal itu semakin membuatku yakin. Di tambah saat kamu bilang mau ada urusan, aku...... aku ngikutin kamu karna aku curiga, dan disitu aku lihat kamu ke ruangan pak Keland dan aku...lihat semuanya. Kalian kiss" ucap Rara berhasil membuat mereka semua tercengang luar biasa. Fela dan Chaca sampai menelan salivanya karna gugup bercampur dengan rasa kesal karna Rara tak memberitahu mereka dan yang lebih jelas lagi mereka merasa bodoh tak menyadari ekspresi Melisa selama ini. Mereka tak memperhatikan semuanya.
Sementara Keland dan Melisa itu terkejut karna semua kelakuan Rara yang pura-pura tak tau apa-apa dan diam-diam menguntit mereka.
Keland benar-benar geram dengan kelakuan muridnya yang satu ini.
"Kau...berani-beraninya kau tidak sopan menguping di ruangan saya?" Bentak Keland tak terima kali ini. Ia merasa privasinya sudah di ganggu dan yang ini berhasil membuat Rara takut plus terkejut karna dibentak Keland begitupun dengan ke Melisa, Fela, dan Chaca. Rara sudah menunduk takut.
"Kak, jangan marah sama Rara yah, kalau bukan karna Rara bantuin Melisa hari itu mungkin bakal ketahuan kalau perempuan itu aku. Dan lagi Rara tidak membocorkananya sama sekali, dia menyimpannya untuk dirinya sendiri. Aku tau dia pasti kesulitan. Karna selama ini Rara tak pernah menyimpan rahasia apapun dari kami" jelas melisa tak tega melihat Keland memarahi Rara.
Dan hal itu berhasil membuat Keland mendesah merasa bersalah pada Rara yang kini tampak gemetaran ketakutan karna ia bentak. Rara memang bersalah karna ia menguntit. Tapi memang begitulah sifat gadis itu yang sangat kepo urusan orang, siapa pun tau itu.
"Maaf.." ucap Rara pelan, ia merasa bersalah karna memang ia bersalah telah menguntit.
"Ra anggap saja yang kamu lihat hari itu ucapan terimakasih karna kamu udah bantuin aku" ucap Melisa yang entah mengapa tak merasa malu lagi mengakui jika ia dan Keland memang kiss hari itu.
Hal itu membuat ke 3 temannya tertawa dan Keland tersenyum karna sepertinya Melisa bisa melupakan sedikit tentang kepergian ayahnya berkat kedatangan teman-temannya.
Seandainya hanya dia saja yang ada disana sekarang, ia tak yakin bisa membuat Melisa melupakan masalah itu sejenak, karna ia hanya bisa membantu menenangkan Melisa, tapi tidak bisa mengalihkan suasana seperti yang dilakukan Rara. Ia tau Rara sengaja melakukannya agar melepas rasa haru Melisa.
"Aku lega sekarang karna kalian udah tau... aku gak sendirian lagi nyimpannya. Rasanya sangat sesak saat aku harus berbohong dan mencoba baik-baik saja setiap kali ada gosip yang berhubungan tentang ini. Tapi sekarang, ada kalian yang menghadapinya bersamaku aku tidak akan merasa takut lagi" ucap Melisa membuat ketiga temannya terharu kemudian memeluknya seperti kebiasaan mereka.
"Makasih karna kalian sudah datang hari ini. Aku sangat terharu, kalian sendiri yang mencariku saat aku ada masalah. Tak perlu aku yang datang untuk menceritakan semuanya, kalian adalah sahabat terbaikku" lanjut Melisa lagi hingga membuat mereka semua menangis haru kecuali Keland tentunya yang tersenyum saja melihat ke akrab an 4 gadis itu. Memang benar katanya, persahabatan antar perempuan itu tulus adanya kalau tidak tulus itu bukan sahabat namanya.
"Karna kalian sudah mengetahui semuanya kapan-kapan saya akan traktir kalian semua apa saja dan dimana saja yang kalian mau" ucap Keland berhasil membuat mereka bersorak bahagia.
"Pak siap-siap saja bangkrut karna kami akan pilih restoran mahal dengan porsi besar-besar" ucap Chaca cekikikan bermaksud menggoda Keland, namun pria itu tampak santai saja mendengarnya bak tak keberatan dengan usul Chaca, sementara Melisa, Rara dan Fela sudah tertawa puas.
"Oh yah Mel, sepertinya impian kamu buat menikah sama kembaran Sehun terwujud yah, hahhaha...." goda Fela sambil tertawa berhasil membuat Melisa tertunduk malu namun ia juga mengangguk.
Sementara Keland yang tidak tau apa-apa hanya mengernyit bingung.
"Bapak tau gak? Impian Melisa tuh ingin menikah dengan cowok yang mirip sama Sehun dan bapak mirip banget sama Sehun, sumpah" ucap Fela yang kini sangat serius dan Keland hanya menatapnya biasa membuat Fela geram, sepertinya Keland tidak percaya bahwa dirinya itu mirip sehun.
"Bapak gak percaya bapak mirip sehun, oke nih kita buktiin" ucap Fela sambil mengeluarkan ponselnya dan membuka foto Sehun dan menunjukkannya pada Keland namun Keland menanggapinya dengan biasa.
"Udah tau kok" membuat mereka berempat tercengang.
"Oh ia, kak Keland kan pernah mergokin aku monton konser EXO. Kayak nya disitu dia lihatin Sehun kembarannya" ucap Melisa sontak membuat ke 3 temannya ngakak.
"Sebelum itu saya sudah tau karna saya sudah pernah bertemu dengannya" ucap Keland berhasil menghentikan tawa mereka semuanya dan tiba-tiba menolehkan mata nya dengan cepat kearah Keland.
Bagaimana bisa pria itu bertemu Sehun?mereka saja yang sudah sangat mengidolakannya hanya bisa bertemu dalam mimpi. Ya mereka berempat memang adalah EXO-L club penggemar EXO. Masing-masing mereka sangat mengidolakan EXO terlebih biasnya masing-masing.
Melisa sangat membias kan Sehun, Kai dan juga Channyeol. Fela tergila-gila dengan Suho yang aura holkay dan Lay yang sudah mandiri. Rara sangat menyukai Chen yang bersuara tinggi dan Do yang bersuara emas, sementara Chaca sangat mengidolakan Xiumin dan Baekhyun yang tampak sangat menggemaskan menurutnya. Mereka tergila-gila dengan Boyband asal Korea itu.
"Kakak ketemu dimana?" Tanya Melisa penasaran.
"Korea" kini ia ingat kalau Keland pernah mengatakan sekolah di korea, astagahh jadi benar suaminya itu pernah bertemu bias nya? Tapi kan tak semudah itu ketemu mereka? Fikirnya.
"Kapan?" Tanya Melisa lagi.
"Saya juga penggemarnya EXO dulu, tapi itu dah lama, di zaman saya masih kuliah. Dan saya pernah ikut fanshigh mereka, disitulah saya bertemu Sehun. Bukan hanya Sehun, semua member EXO juga" jelas Keland berhasil dan amat berhasil membuat mereka tercengang luar biasa. Melisa bahkan menelan kasar salivanya merasa belum yakin, mengingat bagaimana sifat Keland selama ini, ia tak menemukan laki laki itu seperti tipikal fanboy pada biasanya. Dan lagi, Keland kan sangat melarangnya menyukai mereka, kalau Keland juga Exol atau mantan Exol, seharusnya Keland itu mendukungnya.
"Tidak percaya?" Tanya Keland, melihat bagaimana reaksi keempat gadis tersebut yang tampak melongo tak yakin di tempat.
Dengan malas Keland pun mengeluarkan poselnya, sebenarnya ia tak ingin menguak masa lalunya itu lagi, tapi siapa sangka ia rela membongkar masa lalunya yang agak berbeda itu pada keempat gadis ini hanya demi mengalihkan perhatian Melisa dari rasa sakit kehilangan sosok seoarang ayah?
Keland membuka galery ponsel nya dan membuka sebuah foto beberapa tahun lalu, tepatnya dimana Keland berhasil mengambil gambar dirinya dengan semua personel Exo, dan itu ketika mereka semua masih lengkap ot12, di gambar itu jelas saja seperti tampak ada 2 Sehun, karna salah satunya itu adalah dirinya.
Keland menunjukkan foto itu pada keempat gadis itu yang dengan spontan berhasil membuat mereka berteriak kesetanan, merasa kalah saing sama gurunya tersebut.
....