
.
.
.
Kini Keland sudah menunggu Melisa di meja makan. Disana sudah terhidang berbagai makanan pesanan Keland.
Pria itu juga kini sudah tampak segar. Ia mandi di kamar mandi bawah sementara Melisa di kamar mandi yang ada di dalam kamar. Dan gadis itu sampai kini belum menampakkan batang hidungnya membuat Keland kesal. Melisa selalu tidak tepat waktu.
Dan akhirnya Setelah beberapa lama kini Melisa turun dengan baju rumahannya. Kaos putih kebesaran dipadukan dengan celana hot pants setengah paha. Hal itu entah mengapa berhasil membuat Keland salah tingkah. Astaga muridnya itu sudah membuat miliknya mengeras. Tapi ia kembali menormalkan ekspresinya, ia tak ingin Melisa menyadari kalau Keland saat ini sedang tersiksa, di siksa oleh hasratnya.
"Maaf kak, Meli terlambat" merasa bersalah Melisa meminta maaf.
"Hmm... segeralah makan kemudian belajar, besok kau harus masuk kembali sekolah"perintah Keland dan di angguki Melisa. Berarti malam ini mereka tak akan melakukannya kan kalau Keland mengatakan seperti itu? Baiklah. Setidaknya sampai Melisa siap.
Malam harinya...
"Mengapa kau bodoh sekali sih? Ini tuh mudah, pahami dulu teori nya ini, kemudian hubungkan ke teori ini. Terus cari diantara keduanya berhubungan tidak? Dan itu sudah pasti berhungan, maka kau harus cari dulu dimana letak yang menghubungkan kedua kalimat tersebut" jelas Kalend menjelaskan pelajaran bhs indonesia pada Melisa yang memang tampak bodoh di mata pelajaran apapun hingga membuat pria itu geleng-geleng kepala, mengapa ada manusia sebodoh ini? Pelajaran bahasa itu sangat mudah menurutnya. Dan bahkan yang ia jelaskan pada Melisa kini sudah pasti pernah di bahas di SMP, tapi sepertinya gadis satu ini tak pernah benar-benar memperhatikan gurunya saat mengajar.
Melisa sangat kesal diajari Keland. Pria itu selalu saja marah-marah setiap kali Melisa tidak mengerti. Dan lagi, sampai kapan pria itu akan terus mengajarinya? Melisa sudah capek belajar, seharusnya ini waktunya ia menonton konser EXO exploration.
Dia sangat kesal, gara-gara Keland ia tak bisa melihat wajah tampan Sehun. Aishhh....
Bahkan sedari tadi pria itu menjelaskan fikiran Melisa tidak ada disana. Yang ia fikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar ia sempat menonton konser walau hanya sebentar saja.
Ia sudah mati-matian mencari link streaming live acar konser itu, kalau ia tak bisa menontonnya pasti besok teman-temannya akan meledeknya, aishh tidak....
Sementara Keland yang memperhatikan Melisa yang tampak tak konsentrasi sedari tadi semakin memperhatikan gadis tersebut apalagi setelah ia tersadar kearah mata gadis itu terus.
Melisa tampak sedang memandang laptopnya sedari tadi, entah ada apa dengan laptop itu Keland ingin tau.
"Sepertinya sampai disini dulu malam ini, aku akan keruang kerjaku dulu. Kau tidurlah" Melisa langsung mengangguk semangat luar biasa saat Keland mengatakan sampai disini. Berati ia sempat nonton konser setidaknya 15 menit lagi.
"Baiklah, makasih kak udah ajarin Melisa" ucap Melisa basa basi sementara dalam hati ia ingin mengumpat Keland dan mengatakan cepatlah pergi.
Dan akhirnya pun pria itu pergi meninggalkan Melisa yang tampak membereskan buku-bukunya. Namun setelah pria itu menghilang di balik pintu. Segera saja Melisa meninggalkan buku nya kemudian menyambar Laptopnya dan membukan link yang telah ia dapat dan yah....
Ia berteriak histeris saat dibuka wajah pertama yang ia lihat adalah wajah Sehun. Namun kemudian ia tersadar ada Keland, maka ia memelankan suaranya.
Melisa senyam-senyum sendiri bak orang gilak hanya karna melihat pria yang sangat ia idolakan kini tampak bercanda tertawa disana.
"Astagaa lucunya Sehun, astagahhh manisnya dia,,, ommo..ommo..ommo... dia sangat tampan luar biasa seperti itu. Kapan aku bisa bertemu dengannya??" Berbagai kata keluar dari bibir mungilnya itu tanpa ia sadari.
Sementara Keland yang memang sedari tadi sudah memperhatikannya di pintu tampak menggeram emosi kini. Jadi ini alasan gadis ini tidak konsen belajar? Gara-gara oppa-oppa itu? Awas saja kau fikirnya.
"Melisa.." suara Keland memanggilnya seketika membuat Melisa syok menegang. Ia menelan salivanya kasar.
"Kak..." ucapnya gugup.
"Jadi ini alasannya kau tidak konsentrasi belajar kemudian melirik laptop sedari tadi?" Omaigatttt.... Keland tau...Keland tau....
"Maaf"cicitnya tak berani lagi mengatakan apapun lagi
"Tutup itu. Mulai hari ini kau tidak boleh lagi melakukan itu. Dan kau dilarang mengidolakan mereka. Kau sudah semester 5 sebentar lagi kau akan lulus. Kau harus masuk universitas yang bagus. Jadi kuharap kau jangan banyak bermain-main lagi" putus Keland membuat Melisa lemas seketika. Huaaaa.... mengapa pria itu mengaturnya sampai ke idolanya segala? Tega sekali dia.
"Sebaiknya sekarang kau tidur" perintah mutlak yang tak bisa ua tolak.
🏫🏫🏫
"Mel, kemarin kamu kemana? Kok gak masuk sekolah?" Tanya Fela penasaran.
"Ohh itu aku ada acara kelurga" jawab Melisa yang memang sudah mempersiapkan alasan dan teman-temannya pun mengangguk.
"Oeii guys...oii guyss.... ada berita hebohh...hebohh sehebohh-hebohnya..." ucap Rara yang memang baru datang. Dan hal itu membuat ketiga temannya menatapnya penasaran. Sepertinya memang berita ini heboh sekali karna baru kali ini Rara super duper lebay seperti ini.
"Apa?" Tanya Fela penasaran. Rara tarik nafas dulu kemudian membuangnya lalu mengatakan....
"Pak Kelad kemarin nikah" sontak saja semua orang yang ada dikelasnya terkejut kemudian mendekat ingin mendengarkan hal paling mengejutkan itu. Dan melebihi terkejutnya mereka semua, Melisa adalah orang yang paling terkejut disana, bagaimana bisa Rara tau soal ini? Dari mana ia bisa tau? Astaga, matilah dia.
Apakah Rara tau jika pengantin wanitanya dia? Bagaimana ini? Melisa ketakutan luar biasa sekarang.
"Hah,, seriusan Ra? Seriusan ini??" Tanya Chaca yang tak menyembunyikan ke terkejutannya.
"Ia, ya ampunn.... aku aja gak nyangka"
"Kamu tau darimana Ra?" Kini Hertika yang bertanya teman sekelas mereka.
"Pas aku lewat ruang guru tadi, mereka sedang menggosipkan itu. Katanya kemarin pak Keland nikah diam-diam karna identitas istrinya tuh gak boleh di bongkar ke publik, dan tidak ada yang tau sama siapa pak Keland menikah, karna tak ada yang di undang selain keluarga, media pun di bungkam semua" jelas Rara membuat semuanya tercengang begitupun dengan Melisa.
Bagaimana bisa hal itu masih terbongkar juga? Padahal pernikahannya tertutup rapat.
"Dan kalian harus tau gosip paling spektakulernya lagi" kata Rara melanjutkan membuat semua orang semakin penasaran.
"Apa?" Kali ini sang peringkat kelas yang penasaran. Tak biasanya ia penasaran seperti ini. Dan tak biasanya laki-laki dikelas mereka perduli dengan gosip Rara, tapi kali ini berbeda, entah mengapa semuanya sangat penasaran.
"Ternyata pak Keland adalah pemilik sekolah ini dan pak Keland juga pemilik perusahaan W'Corp astagahhhhh" teriak Rara menggebu-gebu membuat semua orang semakin tercengang. Betapa hebatnya guru mereka itu dan betapa beruntungnya mereka bisa mengenali wajah si pemilik perusahaan yang selama ini selalu di gosipkan sangat tampan dan itu guru mereka.
"Astaga...pantas pak Keland sangat pintar" kata salah satu dari mereka
"Ia, pantas juga ia guru yang di special kan" sambung yang lain
"Beruntungnya perempuan yang mendapatkannya, aku patah hati huaaaa" kali ini Chaca tak bisa menahan tangisnya. Chaca memang sudah luar biasa mengagumi Keland.
Dan sekarang kelas itupun heboh seketika dengan rumpi, dan membentuk kelompok rumpinya masing-masing.
Sementara wajah Melisa kini sudah memucat, dia tidak tau lagi harus mengatakan apa saat ini. Bisa-bisanya berita itu menyebar. Dan Melisa harusnya sadar itu sedari awal, Keland adalah pria yang paling diincar wartawan beritanya. Sudah pasti hal seperti ini akan terbongkar cepat atau lambat. Sekarang ia hanya berdoa semoga itu tidak terbongkar setidaknya sampai ia lulus.
"Pantas saja pak Keland cuti kemarin" ucap Fela. Kini hanya mereka berempat membentuk kelompoknya sendiri seperti biasanya.
"Ia, ternyata ia cuti karna menikah, huaaaaa" kali ini Chaca menangis lagi tiada hentinya. Dia benar-benar patah hati dan sepertinya bukan hanya dia saja yang patah hati, tapi juga hampir seluruh penghuni kelas yang notabenya perempuan. Dan kalau ini makin tersebar maka makin banyak yang patah hati dan itu sudah pasti akan jadi hari patah hati sedunia Keland.
"Hufttt.... aku masih penasaran deh, mengapa pengantin nya pak keland yang perempuan musti di sembunyiin tuh identitasnya?" Tanya Rara lebih kepada diri sendiri yang belum puas dengan gosip yang menurutnya gantung itu. Dan ketika keduanya mendengar merekapun mengangguk setuju karna mereka penasaran, sepertinya ada sesuatu. Kecuali Melisa tentunya yang saat ini masih mematung diam.
"Kamu kenapa Mel?" Tanya Fela yang sedari tadi memperhatikan Melisa yang tampak diam dan kini mata mereka bertiga menatapnya penasaran
"Aku..."
"Jangan bilang kau juga patah hati karna kau diam-diam suka sama pak Keland? Hayo ngaku!!" Ucap Chaca memotong perkataan Melisa. Dan kini Rara dan Fela ikut-ikutan menatapnya curiga. Mereka curiga selama ini Melisa menaruh rasa sama guru itu. Bagaimana tidak? Pak Keland sangat mirip dengan Sehun dan lagi Melisa lah yang paling sering berurusan dengan Keland. Jadi ada kemungkinan Melisa jadi manaruh rasa karna sudah terbiasa di hukum pak Keland. Dan melihat bagaimana gugup nya Melisa saat ini, mereka pun menyimpulkan memang seperti itu. Dan itu berhasil membuat Melisa kesal pada mereka.
"Aku tidak menyukainya dan tidak menaruh rasa padanya titik" ucap Melisa memastikan kemudian berlalu dari teman-temannya karna ia sedang kesal, marah, bercampur sangat takut hari ini.
Melihat respon Melisa yang berlebihan mereka menyimpulkan bahwa ia sedang datang bulan saat ini. Karna Melisa sangat sensian tiba-tiba.
....