
Setelah tiba di stasiun kereta api bawah tanah maka sembari menahan kekesalannya, Andika berjalan memasuki stasiun kereta api bawah tanah.
Pria itu mencibir ke arah Dito yang tak jauh darinya, pria itu juga berjalan memasuki stasiun kereta api bawah tanah dengan sebuah tas yang ia bawa.
"Hei kau!!!" Panggil Andika pada Dito langsung membuat Dito menoleh ke arah Andika sembari mengerutkan keningnya.
Dia merasa bahwa pria itu ingin melakukan sesuatu yang buruk lagi, tetapi Dito menepis pikirannya dan dia pun menghampiri Kakak sepupunya.
"Ada apa kakak sepupu?" Tanya Dito ketika dia sudah berada di dekat Andika.
"Bawa ini!" Perintah Andika sembari menyerahkan tas miliknya pada Dito.
"Kenapa aku harus membawa tas Kakak?" Tanya Dito sembari menatap pria di depannya dengan gaming berkerut Sebab Dia teringat apa yang terjadi ketika mereka baru akan menaiki mobil.
Seharusnya dia juga satu mobil bersama dengan pria itu, tetapi Andika tidak mau bersama-sama dengannya. Jadi kenapa sekarang pria itu malah mau mempercayakan tasnya padanya?
"Apa keberanianmu bertanya padaku?!! Kalau aku bilang A maka kau harus melakukan A, kalau aku bilang B maka kau juga harus melakukan B!!" Tegas Andika melemparkan tasnya ke arah Dito hingga Dito pun menangkap tas pria itu.
Setelah Dito menangkap tasnya, maka Andika berjalan meninggalkan Dito hingga membuat Dito merasa kesal di tempatnya, namun dia tetap mengikuti Andika sehingga mereka tiba di gate stasiun kereta api, kedua orang itu pun melakukan scan mereka terhadap kode QR mereka yang ada di layar ponsel.
Dito dengan lancar melakukan scan tersebut, lalu dia pun masuk ke dalam namun, dia mengerutkan keningnya saat pria itu melihat Andika kesusahan untuk melakukan scan terhadap kode QR nya.
Pria itu menghentikan langkahnya dengan tatapan terus tertuju pada Andika yang terus mengarahkan layar ponselnya pada alat scan kode QR.
Bei bip bip...!
Tetapi, lampu pada alat scan itu terus saja berwarna merah sebagai pertanda bahwa kode QR yang diberikan oleh Andika adalah kode QR yang salah atau telah diblokir.
Beberapa menit menatap Andika, maka Dito pun menghampiri pria itu, "apakah ada masalah?" Tanya Dito.
"Diam kau!!" Bentak Andika yang merasa kesal pada pria tersebut, sudah jelas ada masalah sehingga kode QR-nya tidak bisa diterima, tapi Dito masih datang bertanya padanya.
Dito yang diberikan semprotan akhirnya terdiam ditempatnya, dia menunggu pria itu terus mencoba sampai akhirnya dia melihat Andika berjalan pergi meninggalkan tempat itu dan menghampiri seorang petugas yang saat itu sedang berbincang dengan seorang kenalannya.
"Permisi," ucap Andika pada petugas yang ada di depannya.
"Ya, Ada yang bisa saya bantu?" Tanya petugas pria itu langsung membuat Andika memperlihatkan layar ponselnya pada pria tersebut.
"Ini tidak berfungsi dengan baik, Tolong bantu saya," ucap n Andika langsung diangguki oleh sang petugas, lalu petugas pria itu pun mengambil ponsel Andika dan pergi melakukan scan untuk memastikan bahwa kode QR itu memang tidak dapat digunakan.
Bip! Bip! Bip!
Petugas itu mencoba sebanyak 3 kali, namun hasilnya tetap saja sama, tidak ada yang berubah hingga membuat sang petugas menatap ke arah Andika.
"Anda harus mengecek kode QR ini, silakan ikuti saya," ucap petugas langsung membuat Andika menatap jam tangannya dan 10 menit lagi kereta akan pergi.
"Apakah bisa diselesaikan dalam 10 menit?" Tanya Andika langsung dijawab anggukan kepala oleh sang petugas.
"Biasanya hanya beberapa menit saja, silakan lewat sini," ucap sang petugas tersebut menunjukkan jalan pada Andika hingga membuat Andika menoleh ke arah Dito yang masih menunggu, Tetapi dia tidak mengatakan apapun lagi dan hanya pergi bersama petugas itu.
Sementara Andika yang pergi bersama dengan petugas, pria itu akhirnya tiba di bagian layanan kemanan dan admistrasi.
Petugas yang ada di sana pun langsung menyerahkan ponselnya pada seorang pria yang bertugas di tempat itu, "kami melakukan beberapa kali scan pada kode QR ini, tetapi tidak dapat berfungsi dengan baik, Tolong diperbaiki," ucap sang petugas.
"Baiklah," jawab pria yang bertugas di sana Lalu dia pun mengambil ponsel Andika.
Namun ketika pria itu mencari ID Andika, dia mengerutkan keningnya lalu menatap Andika, "Apakah anda yang bernama Tuan Andika Romania?" Tanya sang petugas.
"Ya, Memangnya ada apa?" Tanya Andika sembari menatap jam tangannya, dan dia tidak mau ketinggalan kereta, karena kereta berikutnya akan tersedia dalam 3 jam lagi.
"ID anda telah terblokir di stasiun kereta api bawah tanah, jadi perlu waktu untuk memperbaikinya Mungkin sekitar 2 jam," kata Sang petugas benar-benar membuat Andika mengeeuttkan keningnya.
"Terblokir? Bagaimana bisa id ku terblokir di situ?" Tanya Andika yang merasa sangat heran, dia baru beberapa kali menggunakan stasiun kereta api bawah tanah karena untuk sesuatu yang sangat mendesak seperti cuaca buruk yang tidak bisa membuat mereka menaiki pesawat.
Tapi Memangnya ada masalah apa dengan itu sampai-sampai id-nya bisa diblokir?
Petugas berkata, "Ahh ini,, biasanya ada masalah, misalnya Anda pernah membuat sesuatu yang buruk dalam perjalanan menggunakan kereta api bawah tanah atau anda pernah--"
"Aku ini warga ya negara yang baik, tidak pernah melakukan hal-hal buruk, Bahkan aku selalu menggunakan tempat VIP setiap kali menaiki kereta api bawah tanah! Periksa kembali, pasti ada yang salah," ucap Andika dengan perasaan kesal memenuhi hatinya sebab dia harus tepat waktu pergi ke desa karena dia akan dicek oleh kakeknya setiap beberapa jam sekali.
Kalau dia sampai melakukan sesuatu maka dia akan kehilangan posisinya di perusahaan dan terlebih citranya di mata kakeknya akan memburuk sehingga bisa membuatnya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan warisan yang besar.
"Saya akan mulai memeriksanya, tapi untuk memperbaikinya memang membutuhkan waktu yang lama," kata petugas itu benar-benar membuat Andi merasa kesal namun dia tidak punya pilihan lain selain tetap diam di sana dan menunggu sang tugas melakukan pemeriksaan untuk kedua kalinya.
Dan setelah petugas melakukan pemeriksaan, dia memang mendapati bahwa ID pria tersebut terblokir, meski tidak ada alasan yang tercantum, tetapi tidak mungkin ID pria itu diblokir tanpa alasan sehingga petugas itu pun kembali menatap Andika.
"ID Anda memang sudah diblokir, jadi perlu 2 jam lamanya untuk melakukan perbaikan, silakan menunggu," ucap petugas itu sembari mengembalikan ponsel Andika hingga membuat Andika menggertakan giginya dengan kesal.
Pria itu pergi meninggalkan tempat petugas berada, lalu dia pun menelpon seseorang.
Tut Tut tut....
Andika mengerutkan keringnya ketika panggilan telepon tidak dapat tersambung hingga pria itu pun menatap layar ponselnya dan kembali lagi menekan-nekan layar ponselnya.
Setelah menekan tombol panggil, Andika mendekatkan ponselnya ke telinganya namun kembali mendengar nada suara tut tut tut...
"Ada apa ini?" Kata pria itu dengan kesal menatap layar ponselnya dan mengarahkan jari-jarinya menekan tombol-tombol pada layar ponsel itu.
Setelah menekan tombol panggil, Andika tidak mendekatkan ponselnya ke telinganya, namun pria itu melihat bahwa setelah dia menekan tombol panggil, maka secara otomatis panggilan telepon itu dibatalkan.
"Hp sialan ini kenapa?" Kesel Andika kembali lagi melakukan panggilan telepon pada beberapa nomor yang ada di kontaknya, Tetapi semuanya bernasib sama, dia tidak bisa melakukan panggilan pada nomor-nomor tersebut.
Maka tanpa bisa menahan amarahnya, Andika menggertakan giginya dan melemparkan ponsel itu ke lantai.
"Sialan!!" Geram pria itu merasa sangat kesal bahwa segala sesuatu telah mempermainkannya.