Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
64


Pagi hari, heriani dan Dito sudah berada di dalam mobil untuk berkendara ke perusahaan utama keluarga Romania untuk memulai pekerjaan mereka pada hari itu.


Seperti biasa, heriani duduk di samping suaminya sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya dengan tangan perempuan itu memeluk lengan suaminya.


Saat tiba di lampu merah, Dito tiba-tiba saja menepuk pipi istrinya sambil berkata, "Coba lihat di sana!"


Ucapan suaminya langsung membuat heriyani melihat keluar jendela dan menatap sebuah videotron yang masih menampakkan seorang perempuan yang saat itu bersama-sama dengan seorang lelaki memasuki hotel sambil bermesra-mesraan karena berada dalam keadaan mabuk.


Beberapa orang memanjat videotron tersebut dan berusaha memperbaikinya, tetapi heriani yang melihat itu hanya bisa tersenyum konyol, 'jangankan memperbaikinya, mematikan videotron itu pun, kalian tidak akan bisa melakukannya karena videotron itu langsung tersambung ke aliran listrik kota kecuali kalau listrik kota dimatikan. Aku sudah mengatur supaya Video itu mati pukul 12 nanti!' ucap heriani dalam hati mencibir orang-orang yang sedang berusaha mematikan videoTron tersebut.


"video perselingkuhan, tapi Bukankah itu perempuan yang kemarin bertemu denganmu di acara nyonya asmiati?" Tanya heriani pada suaminya langsung membuat Dito tersentak di tempatnya, sebab meski kemarin malam ia sudah mengakui semuanya pada istrinya, Tetapi dia tetap saja merasa bersalah pada istrinya setiap kali mengingat hal tersebut.


"Ah,, itu,, aku minta maaf sayang,, kemarin itu Aku benar-benar tidak tahu kalau dia sangat nekat," Kata Dito dengan nada suara yang sangat bersalah pada istrinya.


Heriyani menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya, "tidak apa-apa, yang penting kau sudah menyadari kesalahanmu dan kalau nanti ada sesuatu seperti itu yang terjadi lagi, kau harusnya sudah tahu apa yang kau lakukan!" Kata heriyani dengan tegas.


"Iya, aku sudah tahu," ucap Dito membuat heriani merasa puas dengan jawaban pria itu.


Heryani Kembali bersandar di bahu suaminya sambil menunggu mobil membawa mereka sampai di perusahaan utama keluarga rumania.


Heriyani duduk sambil memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya ketika mereka masuk ke perusahaan, sementara Dito yang duduk disandari istrinya, pria itu melihat ke jalanan dan selalu menatap ke setiap videotron yang ada di jalanan yang mana saat itu para teknisi mengelilingi setiap videotron yang ia lihat.


'Kenapa aku merasa bahwa video ini tiba-tiba terpasang di videotron jalanan Karena apa yang terjadi kemarin malam? Atau mungkin tadi malam perempuan itu juga menyinggung seseorang yang lain hingga membuat orang itu menjadi marah?' ucap Dito dalam hati.


Keduanya turun dari taksi lalu menatap perusahaan besar yang ada di hadapan mereka sebelum melangkah memasuki perusahaan.


Sambil melangkah, heriani berkata, "setelah masuk mungkin kita akan segera berpisah karena kau akan pergi untuk pekerjaanmu dan aku pergi untuk pekerjaanku. Nanti makan siang kita makan siang bersama, dan jangan lupa, kau harus ingat apa yang ku ajarkan padamu ke rumah kau tidak boleh terlihat lemah di depan orang-orang karena kau adalah salah satu anggota keluarga Romania! Mengerti?!"


Dito menganggukkan kepalanya, "Aku akan berusaha sebaik mungkin supaya tidak mempermalukan istriku yang cantik ini. Tapi nanti kalau kau bersama dengan laki-laki, kau harus menjaga jarak rumah aku tidak ingin istriku direbut oleh pria lain!" Tegas Dito langsung membuat heriyani terkekeh.


"Baiklah, tapi kau juga harus melakukan hal yang sama!! Kau terlalu tampan jadi pria, itu membuatku sangat khawatir! awas aja kalau ada Aurora yang kedua dan ketiga, aku akan membuatmu selamanya berada di rumah dan tidak bisa melihat cahaya matahari!!" Tegas Heryani.


"Baik sayang," Kata Dito tidak tahan untuk menunduk lalu mencium pipi istrinya hingga membuat semua orang yang ada di sekitar mereka menoleh dengan tatapan aneh ke arah mereka.


Meski begitu, Heryani tidak memperdulikan mereka dan keduanya hanya melangkah ke meja resepsionis.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang resepsionis pada heriyani dan Dito yang kini berdiri di hadapannya.


"Kami keluarga ketiga Romania," ucap heriani langsung membuat sang resepsionis mengganggukan kepalanya, karena dia memang sudah mendapat berita bahwa pagi ini keluarga ketiga Romania akan datang ke tempat itu dan harus langsung diarahkan ke ruangan CEO.


Oleh sebab itu, resepsionis dengan Ramah berkata, "silakan masuki lift VIP dan pergilah ke lantai nomor 51."


"Baik," jawab Dito sebelum dia dan istrinya pergi ke lift dan karena lift VIP memang hanya diperuntukkan untuk CEO dan seluruh anggota keluarga Romania serta tamu-tamu penting yang datang ke tempat itu, maka tidak ada antrian di lift tersebut sehingga mereka dengan lancar memasuki lift.


'CEO di perusahaan ini ialah anak pertama keluarga Romania, Aku tidak yakin pria itu akan memberikan tempat yang baik untuk kami,' pikir heriani dalam hati sambil mengambil ponselnya lalu dia pun mengirim pesan pada Dean memberitahu pria itu bahwa mereka telah berada di perusahaan utama keluarga Romania dan saat ini sedang pergi untuk bertemu dengan CEO.