Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
123


Sementara tuan besar Romania memberikan sambutan, seorang pria datang mendekati Andika dan berbisik pada pria itu.


"Nyonya asmiati baru saja menghubungi saya, katanya lukisan itu tidak bisa Ia berikan sebab telah diberikan pada orang lain," ucap pria itu langsung membuat Andika mengerutkan keningnya Sebab Dia tak percaya bahwa penawarannya pada Nyonya asmiati ditolak mentah-mentah oleh perempuan itu.


"Siapa yang mendapatkan lukisannya?" Tanya Andika.


"Nyonya asmiati tidak mau mengatakannya, dia merahasiakan hal tersebut," jawab pria yang bersama-sama dengan Andika hingga membuat Andika merasa sangat kesal.


Pria itu pun menyuruh asistennya pergi meninggalkannya sementara dia duduk memikirkan lukisan yang gagal ia dapatkan.


Berada dalam kekesalannya, tatapan Andika tiba-tiba terhenti saat ia melihat heriani sedang berbincang hangat dengan suaminya.


'Jangan-jangan perempuan itu yang mendapatkan lukisannya?' ucap Andika dalam hati sembari mengambil ponselnya lalu dia pun mengirim pesan pada asistennya.


Asisten Andika yang baru saja keluar dari aula pertemuan pun langsung melihat ponselnya ketika ia merasakan ponselnya yang ada di sakunya bergetar.


Pria itu langsung membaca pesan dari Andika, *periksa hadiah apa yang disiapkan oleh heriani dan suaminya lalu laporkan padaku!*


Sang asisten merasa heran mengapa Andika mau memeriksa tentang lukisan itu, tetapi dia pun tidak mengatakan apapun lagi dan hanya mengikuti perintah pria itu memeriksa hadiah yang disiapkan Heryani dan Dito.


Dia menggunakan koneksinya untuk mencari tahu di mana kedua orang itu menyimpan hadiah mereka sampai ia mengetahui hadiah Itu disimpan di sebuah kamar di hotel tersebut yang mana dijaga oleh seorang pria bayaran.


Maka asisten Andika pun pergi ke kamar tersebut dan mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


Clek.


"Ada apa?" Tanya seorang pria yang membuka pintu kamar.


Sang pria yang ada di dalam kamar pun kini mengerutkan keningnya, Sebab Dia tidak mendapat informasi apapun tentang hal itu hingga Dia berkata, "Maaf sekali, tapi saya disuruh menjaga hadiahnya baik-baik karena ini adalah hadiah yang berharga. Saya hanya bisa memperlihatkannya pada seseorang jika mendapat perintah langsung dari Nyonya Muda."


Jawaban pria itu langsung membuat asisten Andika menjadi sangat kesal sehingga tanpa aba-aba langsung menyerang pria yang ada di hadapannya.


Sang pria sangat terkejut sehingga dia pun berusaha melawan pria tersebut, Namun sayang sekali dia harus terkalahkan hingga tidak bisa menjaga hadiah yang telah disiapkan.


Asisten Andika pun melihat kotak yang terletak di atas ranjang lalu dengan cepat membongkar pita pada kotak tersebut dan membuka kotaknya.


Namun pria itu menjadi kecewa ketika dia melihat bahwa hadiahnya hanya sebuah tempat lukisan yang terbuat dari kayu dengan bagian atasnya penuh ukiran.


"Dasar orang-orang bodoh, mereka mau memberikan hadiah ini untuk Tuan besar Romania? Memangnya ini bernilai berapa?" Kesal pria itu meninggalkan kotak tersebut dan berjalan meninggalkan kamar serta pria yang telah Ia buat terluka.


Dia tidak mengerti mengapa kedua orang itu menyiapkan penjaga untuk benda tersebut padahal benda itu tidaklah berharga sedikitpun.


Maka setelah meninggalkan kamar tersebut, asisten Andika kemudian mengirim sebuah pesan pada Andika tentang isi hadiah yang disiapkan oleh Dito dan istrinya.


Andika yang menerima pesan dari asistennya pun langsung tersenyum menghina pada kedua orang yang tampak senang berbincang-bincang di tempat mereka.


'Dasar orang-orang bodoh! Tapi kalau bukan perempuan ini yang mendapatkan lukisan itu, lalu jangan-jangan,,,' Andika memperhatikan setiap orang yang duduk di meja tempat ia berada, dan dia merasa curiga bahwa salah satu diantara orang-orang tersebut lah yang telah mengambil lukisan itu secara diam-diam.


Makan sambil menggertakan giginya, Andika kembali mengirim pesan pada asistennya agar mengecek setiap hadiah yang disiapkan oleh keluarga Romania untuk tuan besar Romania.



Biar gak cepet, ulang baca dari bab 1 ajah...😅