Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
61


Pada pagi hari ketika heriyani terbangun, perempuan itu cepat-cepat bersiap untuk pergi bersama-sama dengan suaminya.


Saat mereka membuka pintu kamar, heriani mengerutkan keningnya ketika dia melihat orang yang ada di sebelah kamar mereka juga keluar dari sana yang merupakan cucu keluarga Romania.


'Dia cucu ke-5 keluarga Romania, Bukankah hari ini dia seharusnya ada di luar negeri?' ucap heriyani dalam hati yang sudah mencari tahu tentang informasi pria itu, tetapi dia bingung Mengapa informasi yang ia dapatkan malah salah?


Sementara pria yang dilihat oleh heriyani, dia hanya membuang muka dari heriyani lalu pergi meninggalkan lantai tersebut menuruni tangga.


"Ada apa?" Tanya Dito saat ia melihat perempuan yang bersama-sama dengannya menghentikan langkahnya tepat diambang pintu.


"Hm,, tidak apa-apa, Ayo kita turun untuk sarapan," ucap heriyani langsung menggenggam tangan suaminya dan menarik pria itu.


Sementara menuruni tangga untuk turun ke lantai 1, Andi kemudian berkata, "Apakah tidak apa-apa kalau kita pergi sarapan? Kita hanya diberikan kamar, bukan berarti kita bisa ikut sarapan."


Heryani yang Mendengarkan itu tersenyum, "hari ini tidak banyak orang di rumah, hanya sepupu ke-5 dan paman ke-2. Lagi pula Paman ke-2 telah selesai sarapan, jadi hanya tinggal kita dan sepupu ke-5 yang ada di sini," kata heriyani langsung membuat Dito mengerutkan keningnya.


"Bagaimana kau tahu?" Tanya pria itu.


"Tentu saja aku membaca berita, semua berita memberitakan tentang keluarga Romania, Jadi cukup mudah untuk mengetahuinya," ucap Heriyani.


"Ahh," Dito menganggukkan kepalanya dengan pelan sembari mengikuti perempuan yang terus menerusnya hingga Mereka pun tiba di meja makan.


Saat tiba, dilihatnya memang hanya ada satu orang yang duduk di meja makan tersebut, yaitu cucu kelima keluarga Romania.


Tidak ada tuan besar Romania yang duduk di situ kau masih bab biasanya pria itu memang makan sendirian di lantai 3, kecuali saat seluruh keluarga berkumpul di rumah, maka akan ada makan bersama keluarga yang juga digelar di lantai 3.


Pria itu makan dengan tenang, tapi beberapa saat kemudian pria itu meletakkan sendok dan garpunya dengan agak kasar lalu mengangkat wajahnya menatap heriyani dan Dito.


"Kalian siapa?!! Kenapa kalian sarapan di sini?" Tanya pria tersebut yang tidak mengenali kedua orang di depannya.


Hal itu wajar saja kau masih bab Dito meninggalkan kediaman utama pada saat dia masih remaja, sementara sekarang umur pria itu sudah 28 tahun.


Waktu yang sangat lama, dan terlebih, tidak ada satupun orang di kediaman itu yang memperdulikan keluarga yang telah dibuang dari kediaman utama sehingga wajar saja jika pria di depan heriani dan Dito Tidak mengenali mereka.


Tetapi haryani tersenyum pada pria tersebut sembari berkata, "nama suamiku Dito, anak dari paman ke-3 mu. Ahh,, aku dengar seharusnya semalam kau pergi ke luar negeri, tetapi Mengapa membatalkannya? Ahh,,, maaf karena ikut campur, tapi aku hanya ingin memberitahumu satu hal, kau sedang bermain saham bukan? Kalau kau mau mendapatkan untung yang besar maka pindahkan sahammu ke SHF group, bulan depan kau akan mendapatkan untung berkali-kali lipat." Kata heriyani yang sudah melakukan survei, dan dia jelas tahu segala sesuatunya Sebab Dia menghabiskan waktunya di depan komputer mempelajari segala sesuatu yang ada pada saat itu.


Apalagi, hanya masalah saham, sangat mudah mengetahuinya sebab di kehidupan sebelumnya dia juga senang bermain saham.


"Apa katamu?!! Hanya seorang perempuan yang tidak tahu apa-apa, berani-beraninya kau berbicara denganku?!!" Garam pria di depan heriani sembari berdiri dengan raut wajah kesalnya lalu pria itu pun pergi meninggalkan meja makan.


Heriani tetap tenang, sementara beberapa pelayan dan suaminya juga sangat cemas dengan kelakuan pria itu.


"Sayang,, apa sebaiknya kita pergi juga?" Tanya Dito.


"Ah, kita belum selesai sarapan, Jadi kenapa harus pergi? Ku beritahu padamu, pria itu akan menyesal Jika dia tidak mendengarkan kata-kataku karena tempat ia menaruh sahamnya sekarang ini akan segera mengalami penurunan nilai saham yang sangat drastis." Ucap Heriyani dengan begitu percaya diri benar-benar membuat Dito tidak mengerti dengan istrinya.


Sekarang Dia merasa bahwa istrinya mengetahui banyak sekali sesuatu?