
Setelah melewati banyak anak tangga, maka heriyani dan nyonya asmiati akhirnya tiba di lantai 3 lalu langsung berjalan ke arah ruangan tempat Nyonya asmiati menyimpan lukisan-lukisan koleksinya.
Perempuan itu mengajak heriani berjalan-jalan sembari menjelaskan satu persatu lukisan pada heriani.
Heriani pun dengan antusias menerima ilmu gratis yang ia dapatkan, dan tak lupa pula perempuan itu terus memuji-muji Nyonya asmiati dari waktu ke waktu.
Hal itu membuat Nyonya asmiati semakin senang, hingga dia semakin antusias berbicara dengan heriani sampai mereka akhirnya melihat lukisan bunga mawar yang bernilai 7,9 miliar.
"Wahh,, lukisan yang benar-benar indah, aku sangat beruntung bisa melihatnya secara langsung," ucap heriani menatap lukisannya yang sangat indah di depannya.
Lukisan bertajuk roses in a glass vase itu benar-benar membuat heriyani merasa kagum dengan pelukisnya.
"Ya, lukisan ini sudah kukoleksi selama 10 tahun lebih, dan memang ini adalah lukisan terbaik yang kumiliki. Aku sangat beruntung ketika mendapatkannya di pelelangan, semua orang merasa iri padaku, bahkan beberapa kembali menghampiriku untuk mengambil lukisan ini, tetapi aku tidak mau memberikannya pada siapapun karena ini adalah lukisan terbaik yang kumiliki.
Heriani mengganggukan kepalanya, "memang lukisan terbaik yang pernah kulihat," ucap Heriyani dengan mata berbinar-binar menatap lukisan di depannya semakin membuat Nyonya asmiati menyukai perempuan itu.
Nyonya asmiati dengan semangat menjelaskan tentang sejarah lukisan itu dan bagaimana proses lengkapnya sehingga lukisan itu bisa sampai di tangannya.
Heriani dengan antusias mendengarkannya, sampai setelah lukisan tersebut dijelaskan heriani pun menunjuk sebuah lukisan yang diinjak oleh tuan besar Romania.
Lukisan dengan nilai sejarah serta harga yang fantastis yaitu 3 miliar.
Nyonya Asmiati berkata, "Ahh,, lukisan ini adalah--"
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Halo?" Ucap Nyonya asmiati dengan suara kesalnya karena dia merasa bahwa panggilan telepon itu datang di waktu yang sangat tidak tepat.
"Nyonya, ini saya asisten Nyonya," ucap seorang pria dari seberang telepon.
"Ada apa?" Tanya nyonya asmiati yang semakin kesal Padahal dia sudah memberitahu pria itu agar tidak mencarinya sampai beberapa jam kemudian di depan, tetapi sekarang malah mengacaukan kebersamaannya dengan heriani.
Heriani yang ada di sana pun berpura-pura tidak mendengarkan percakapan Nyonya asmiati dengan asistennya dan hanya berdiri di depan sebuah lukisan sembari memandangi lukisan itu dengan tatapan kagumnya.
Meski begitu, heriani sebenarnya sudah tahu apa yang dibicarakan oleh orang dari seberang telepon. Sebab Dia memang telah mengatur semuanya, ketika dia bersama-sama dengan Nyonya asmiati, maka sistem perusahaan Nyonya asmiati akan dirusak oleh sebuah virus yang ia kirimkan melalui jaringan internet.
"Perusahaan mengalami kendala, ada sesuatu yang terjadi pada sistem perusahaan sehingga mengakibatkan ada banyak aliran uang yang keluar, dan ini membuat perusahaan menjadi rugi. Orang-orang berusaha untuk menye--"
"Kalau begitu cari orang untuk memperbaikinya!!! Memang Apa gunanya jika kau menelponku?!!" Teriaknya asmiati pada orang di seberang telepon.
"Maaf Nyonya, tapi masalahnya adalah tuan Karlos baru saja mengalami serangan jantung karena masalah itu sehingga dia masuk rumah sakit dan saat ini dirawat, jadi saya hanya bisa menyampaikan masalah ini pada Nyonya untuk--"
"Apa?!!!" Nyonya asmiati dengan panik berjalan keluar dari ruangan itu mengabaikan heriani yang ada di belakangnya.