
Clek!
Ketika Dito keluar dari kamar mandi, pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat istrinya sedang duduk di sofa sembari memejamkan matanya dan dua orang pelayan memijat kaki dan tangannya.
Meski begitu, pria itu tidak berkata apa-apa dan dia hanya masuk ke ruang ganti memakai pakaiannya.
Barulah setelah selesai berpakaian lalu pria itu menghampiri istrinya dan duduk di salah satu kursi sembari mengambil satu gelas es jeruk dan menyeruputnya.
"Kau sudah mandi," kata heriani saat dia membuka matanya saat merasakan seseorang yang bergerak di sekitarnya.
"Ya, tapi apakah kau kelelahan? Kenapa tidak mengatakannya padaku biar aku saja yang memijatmu?" Tanya Dito.
Heriyani menggelengkan kepalanya, "ada orang yang memijatku, jadi kenapa aku harus membuatmu kelelahan???" Ucap heriani sembari memberi kode pada kedua pelayan yang ada di sana agar berhenti memijatnya lalu perempuan itu pun mengambil jus jeruk yang ada di atas meja.
"Aku mau mandi, siapkan airnya," kata heriyani langsung diangguki oleh kedua pelayan yang ada di sana lalu mereka pun pergi ke kamar mandi.
Dito yang melihat kepergian kedua orang itu segera menatap istrinya dengan bingung.
"Sayang, Apakah tidak masalah kalau menyuru-nyuru mereka seperti itu?" Tanya Dito yang merasa khawatir Jika saja kedua pelayan itu melaporkan mereka pada Tuan besar Romania sehingga mereka mungkin akan mendapat hukuman.
Tetapi Hariani tersenyum, "tidak perlu khawatir apapun, mereka itu pelayan yang ditugaskan untuk melayani kita," ucap Heriyani.
Meski masih merasa cemas, tetapi Dito hanya mengganggu kan kepalanya lalu pria itu tidak mengatakan apapun lagi sampai heriyani menyuruh pergi kedua pelayan itu dan perempuan itu masuk ke kamar mandi.
Sembari menunggu istrinya selesai mandi, Dito pun menyalakan tv yang ada di dalam kamar itu, dia menonton sampai istrinya keluar dari kamar lalu pria itu membereskan tempat tidur agar istrinya bisa beristirahat dengan nyenyak.
"Sayang,," kata heriani segera naik ke tempat tidur lalu memeluk pria itu saat dia selesai mengganti pakaiannya.
"Apakah besok pagi kita kembali ke desa?" Tanya Dito sembari memperbaiki rambut istrinya yang agak berantakan.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Dito yang merasa heran bahwa istrinya memiliki urusan di ibukota.
"Besok pagi aku mau pergi ke suatu tempat," jawab Heriani.
Dito menganggukkan kepalanya, "baiklah, apa Kau perlu ku antar?" Tanya Dito.
Haryani dengan cepat menggelengkan kepalanya, "tidak, Sebab aku mau minta tolong padamu supaya besok pergi ke pusat perbelanjaan dan mencarikan kita beberapa barang yang diperlukan di peternakan. Besok baru ku kirimkan daftar barangnya ke ponsel mu, uang yang dibutuhkan juga gunakan saja uang peternakan," kata heriani segera dijawab angkutan kepala Dito.
Setelah perbincangan itu, maka kedua orang itu pun segera tidur.
Keduanya tidak tidur dengan nyenyak, berbeda sekali di kediaman tempat tinggal Clarissa karena beberapa saat Dito dan heriani meninggalkan rumah, hujan lebat tiba-tiba saja mengguyur ibukota.
Lebih parahnya lagi, saat itu atap rumah tiba-tiba saja tidak bersahabat sehingga air pun turun dari atap membasahi ketiga perempuan yang tidur di kamar masing-masing.
"Ibu!!! Bocor!!!" Teriak kesya cepat-cepat keluar dari kamarnya untuk mengambil ember menada air yang bocor dari atap rumah mereka.
Tak berbeda dengan Kesya, kedua perempuan yang lain juga sama-sama keluar dari kamar mereka, lalu mengambil apapun yang bisa digunakan untuk menadah air-air yang bocor dari genteng.
Setelah selesai meletakkan semua wadah-wadah di dalam kamar maupun di ruang tamu dan dapur, ketiganya pun duduk di atas kursi panjang yang masih terbebas dari tetesan air hujan.
"Hah,,, Kakak dan kakak ipar sialan itu bersenang-senang tidur dengan nyenyak di kediaman utama, sedangkan kita di sini malah terguyur oleh hujan sialan ini!!!" Gerutu Kesya sembari menggertakan giginya.
Perempuan itu benar-benar tidak terima dengan nasib mereka, bisa-bisanya dua orang itu bernasib sangat baik sementara mereka malah mengalami nasib buruk.
Clarissa juga sangat kesal, tetapi perempuan itu tidak berkata apapun dan hanya memegangi tangannya yang masih terasa sakit setelah keseleo karena didorong oleh pelayan.