
Setelah dokter memeriksa istrinya, maka Dito membiarkan istrinya beristirahat di ranjang sementara dia pun mengantar dokter yang hendak meninggalkan kediaman utama keluarga Romania.
Tetapi ketika dia tiba di depan pintu kamar, Dito terkejut kala ia melihat Andika Sudah berdiri di depan pintu kamar sembari menatapnya dengan raut wajah datar menahan kemarahannya.
Dito pun tidak senang menatap pria di depannya sehingga dia hanya berjalan melewati pria tersebut untuk mengantar dokter keluar dari kediaman tersebut.
Tetapi, ketika Dito dan para dokter hendak menuruni tangga, Andika dengan cepat berkata, "tunggu!!"
Ucapan pria itu langsung membuat Dito menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Andika.
Dia tidak senang pada pria itu karena pria itu telah menyukai istrinya sehingga dia bahkan tidak mau menatap wajah pria itu, tetapi karena di situ ada dokter, maka dia tidak mungkin memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap sepupunya sendiri.
"Aku ingin berbicara denganmu dan istrimu!" Ucap Andika langsung membuat Dito mengerutkan keningnya.
Dia takut pria itu memiliki muslihat dibalik keinginannya untuk berbicara dengannya dan istrinya.
Oleh sebab itu, Dito pun berkata, "aku harus mengantar dokter, dan juga istriku harus istirahat," ucap Dito sembari melirik ke arah dokter lalu memberi kode pada dokter agar terus mengikutinya.
Andika yang melihat Dito tidak memperdulikannya dan berusaha menghindarinya, ia menjadi semakin kesal, Tetapi dia tetap berdiri di tempatnya dalam perasaan menahan amarahnya.
Ia menunggu sekitar 5 menit sampai akhirnya pria itu melihat Dito kembali menaiki tangga menuju lantai 2.
Dito juga merasa kesal kala ia melihat Andika masih belum bergerak di tempatnya dan tampak pria itu memperhatikannya dengan sangat seksama.
Begitu mendekati Andika, Dito tidak menutupi raut wajah tak sukanya pada Andika sembari Dia berkata, "apa lagi yang kau inginkan?"
Andika merRasa marah dan kesal pada pria yang ada di depannya, tetapi Andika mengepal kuat tangannya dan menahan perasaan marahnya agar dia tidak meledak di hadapan Dito.
Dia seperti tidak bisa menerima bahwa pria di depannya baru saja mengaku akan meminta maaf padanya dan juga pada istrinya.
"Aku tidak bisa mempercayaimu, dan lagi pula aku tidak bisa membiarkanmu menemui istriku, apalagi mendekatinya!" Ucap Dito sembari melangkah untuk meninggalkan Andika ketika lengannya malah ditahan oleh Andika.
"Baiklah, kalau begitu aku minta maaf padamu saja,, jangan lupa juga katakan pada istri ku kalau aku meminta maaf atas apa yang terjadi tadi." Ucap AnDika sebelum dia melepaskan lengan Dito lalu pria itu pun pergi meninggalkan Dito dengan amarah yang masih memenuhi pikirannya.
Dita menatap kepergian pria itu, dan dia merasa aneh pada pria itu, tetapi Dita tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya membuka pintu kamarnya.
Saat masuk ke kamar, didapatinya istrinya Sudah terlelap di tempat tidur sehingga Dito pun merasa lega menghampiri istrinya.
Dita memperbaiki selimut istrinya yang agak berantakan sebelum dia berjalan ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya.
"Akhhh!!" Dito menggertakkan giginya sembari menatap punggungnya di cermin, di sana ada luka lebam yang sangat parah hingga membuatnya merasa begitu kesakitan.
Pria itu pun mengambil salep yang diberikan oleh dokter, ia hendak mengoleskannya ke punggungnya ketika dia tidak bisa melakukannya.
Luka pada punggungnya membuatnya kesulitan menggerakkan tangannya sehingga tangannya tidak bisa menggapai luka lebam yang tepat berada di tengah-tengah punggungnya.
"Apa yang harus kulakukan?" Ucap Dito merasa bingung harus bagaimana mengoleskan salep tersebut ke punggungnya.
Maka setelah berpikir beberapa saat, Dito pun mendapat sebuah ide untuk meminta tolong pada salah seorang pekerja di rumah tersebut sehingga dia menutup tempat salep yang ada di tangannya lalu keluar dari kamar mandi.
Karena melihat heriani masih tidur, maka Dito pergi dari kamar tersebut dan menghampiri seorang pria yang di rumah tersebut bertugas sebagai tukang kebun.
Tukang kebun itulah yang membantu Dito mengoleskan salep di luka lebam pada punggungnya.