
Pada keesokan paginya, Dito Yang bangun dari tidurnya langsung mendapati istrinya yang terlelap di dalam pelukannya sehingga pria itu tidak berani bergerak sedikitpun karena dia cemas akan mengganggu tidur perempuan itu.
Dia menahan diri selama belasan menit sampai akhirnya heriyani bergerak dan perempuan itu membuka matanya menatap Dito.
"Selamat pagi sayang," kata heriyani pada suaminya.
"Selamat pagi juga sayangku," jawab Dito sambil mendaratkan sebuah ciuman di kening istrinya.
"Aku akan bangun sekarang, Ayah ada di sini dan aku perlu menyiapkan sarapan untuk mereka, Kalau kau mau tidur, kau bisa tidur lagi," Kata Dito seraya duduk di tempat tidur sambil menyingkap selimut.
Pria itu kemudian turun dari tempat tidur dengan heriani yang masih menikmati pelukan dari selimut dan kasurnya.
Ditopun keluar dari kamar, lalu ia sangat terkejut saat mendapati ayahnya sudah berada di dapur memasak sarapan untuk mereka.
"Biar aku yang melakukannya, Ayah duduklah di sana," Kata Dito pada ayahnya.
"Tidak apa-apa, Ayah bisa melakukannya. Apa istrimu sudah bangun?" Tanya Agus.
"Belum, biasanya dia akan bangun setengah jam lagi," ucap Dito sambil mengambil piring lalu menyusunnya di atas meja karena dia melihat bahwa masakan ayahnya hampir masak.
"Baguslah, semoga dia menyukai makanan ini," ucap Agus.
"Dia tidak pilih-pilih makanan, hanya saja terkadang dia secara tiba-tiba menginginkan sesuatu untuk ia makan." Ucap Dito.
"Kalau ayah dan ibu bercerai, lalu bagaimana rencana kalian?" Tanya Dito.
"Kalau Ayah, aku akan kembali ke perusahaan utama, tapi ayah tidak tahu dengan ibumu. Wasti juga terserah padanya, dia mau tinggal dengan siapa saja itu urusannya sendiri. Tapi adikmu itu benar-benar susah untuk diatur, dia sama bebalnya dengan ibumu. Meski begitu, kalau wasti memilih untuk tinggal bersama ibumu, Ayah pasti akan terus membiayainya sampai sekolahnya selesai dan sampai dia menikah." Ucap Agus.
"Aku mengerti, dan semoga kehidupannya sikap ibu bisa berubah. Karena aku yakin anakku nanti pasti akan mencari neneknya, dan akan sangat menyakitkan baginya kalau aku melarangnya bertemu dengan neneknya," ucap Dito yang jelas tidak bisa membiarkan ibunya dekat-dekat dengan keluarganya kalau ibunya masih memiliki sikap yang begitu buruk terhadap keluarganya.
"Ibumu itu akan sulit berubah, tapi kalau dia sampai berubah, maka itu benar-benar sebuah keajaiban yang sangat besar dari Dewa. Ah,,, apakah acara malam nanti kau akan mengundang ibumu dan juga wasti?" Tanya Agus sambil memindahkan ke atas piring yang disiapkan oleh Dito.
"Hah,, aku sangat berat untuk memutuskan, karena ibu sangat benci pada istri ku. Bahkan ketika istriku sudah mengandung cucunya, dia sama sekali tidak memperlihatkan kebaikannya pada istriku, jadi itu membuatku sangat cemas. Seandainya Ibu bersikap baik pada heriyani, maka aku akan membiarkan dia tinggal di sini tanpa ada kekhawatiran sedikitpun, tetapi sikap ibu benar-benar sesuatu yang perlu dicemaskan!!" Ucap Dito.
"Kau benar, kalau begitu tidak perlu membuatnya datang ke acara itu, biarkan ini menjadi pelajaran baginya bahwa jika sikapnya masih terus seperti itu, maka dia tidak akan pernah memiliki tempat untuk bersama-sama dengan keluarganya!" Ucap Agus.
Dito menganggukan kepalanya, dan dia pikir itu memang pilihan yang paling tepat untuk saat ini, Namun untuk kedepannya dia masih harus melihatnya lagi. Sebab bagaimanapun, Clarissa adalah ibu kandungnya, dan meski dia telah menikah, dia tetap harus menghormati Clarissa sebagai ibunya.
Maka setelah pembicaraan itu, Dito kemudian masuk ke dalam kamar untuk memanggil istrinya agar mereka sarapan bersama-sama.
Namun ketika dia berada dalam kamar, ia melihat istrinya masih tidur dengan lelap sehingga pria itu tidak tega untuk membangunkannya dan memilih untuk kembali ke meja makan.
"Kita sarapan lebih dulu, istriku masih tidur, nanti setelah dia bangun baru dia sarapan di kamar," ucap Dito.
"Baiklah, lagi pula hari ini ayah juga harus pergi mengurus perceraian Ayah dengan ibumu." Ucap Agus yang sudah bulat untuk menceraikan istrinya, karena perempuan itu memang tidak bisa berubah.