
Setelah meninggalkan kantin, Dito kembali ke meja kerjanya dengan penuh semangat, tetapi ketika dia tiba di sana dan membuka lemari untuk mendapatkan berkas-berkas yang ada di sana, dia mengerutkan keningnya bahwa lemari tersebut telah kosong.
Dito pun menatap pada seniornya yang sudah duduk di meja kerjanya, "Apa kau melihat barang-barang ku Di sini?" Tanya Dito.
"Manajer datang mengambil nya dan telah menghancurkannya," jawab senior Dito langsung membuat Dito tertegun di tempatnya.
Baru saja Dito tertegun di tempatnya, sang Manager telah membuka pintu ruang kerjanya lalu menunjuk Dito dan Michael sambil berkata, "Kau dan kau datang ke ruanganku sekarang!"
Ucapan sang manajer langsung membuat Dito menatap ke arah Michael, dan dia bisa melihat raut wajah Michael tampak berubah sehingga dia merasa bahwa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi.
Meski begitu, Dito tetap menuruti perintah manajer dengan cepat-cepat memasuki ruangan Manager bersama-sama dengan Michael.
Begitu mereka masuk ke dalam ruangan, yang manajer langsung menatap mereka berdua dengan tetapan tak sukanya dan saat ini Dito dan Mikael bisa melihat berkas-berkas yang tadi diambil oleh Dito sudah berada di atas meja Manager.
Manajer melototi dua orang di depannya, "Kalian berdua sungguh tidak mau mendengarkan apa yang kau katakan?!! Cepat bawa berkas-berkas itu Dan hancurkan! Kalau nanti aku masih mendengar laporan Kalau kalian tidak menghancurkannya, maka kalian berdua akan langsung dipecat hari ini juga!!
"Dan kau Mikail, kalau kau tidak berhasil menghentikan anak magang ini terus membuat kesalahan, maka kaulah yang pertama ku pecat!!" Bentak sang Manager sebelum dia mendorong berkas-berkas di atas meja ke lantai hingga membuat Mikael yang berdiri di sana kini mengepal kuat tangannya.
Dia sangat marah, tetapi kemudian dia tidak punya pilihan lain selain membantu Mikail membereskan berkas-berkas itu lalu mereka pun pergi ke ruangan penghancur kertas dan memasukkan kertas-kertas tersebut ke dalam mesin penghancur kertas.
Sambil memasukkan satu persatu berkas ke mesin penghancur kertas, Mikael lalu berkata, "Sudah kubilang 'kan, kita tidak bisa melawan manajer, jadi sebaiknya kau hentikan apa yang ingin kau lakukan sebelum kita mendapat masalah di tempat ini!"
"Hah,, aku tidak bisa berhenti, tapi aku jamin kau tidak akan dikeluarkan dari perusahaan ini. Ah,, tapi manajer bisa mengetahui kalau kita tidak menghancurkan berkas-berkas ini, itu artinya ada seseorang yang memberitahunya, tapi Siapa orang itu?" Ucap Dito yang merasa heran Siapa yang begitu senang ikut campur urusan orang lain.
Baru saja Dito berbicara, seorang pria sudah masuk ke ruangan tersebut sambil memandang Michael dan Dito dengan tatapan mengejeknya, "aku yang melaporkan kalian! Jadi mulai sekarang, kalau kalian mau melakukan sesuatu untuk melawan perintah manajer, kalian harus berhati-hati karena aku tidak akan tinggal diam kalau kalian terus melakukan pelanggaran terhadap perkataan manajer!!" Ucap sang pria sebelum dia berjalan pergi meninggalkan Michael dan Dito dengan raut wajah kemenangan.
Hal tersebut membuat Dito mengerutkan keningnya menatap pria yang menjauh dari mereka, "Kenapa dia melaporkan kita?" Ucap Dito yang merasa kesal pada pria tersebut.
"Tentu saja untuk mendapatkan hati manajer, Dia mungkin bisa dipromosikan!" Kata Mikael sambil terus memasukkan berkas-berkas ke dalam mesin penghancur kertas.
Sementara Dito yang mendengarkan ucapan Mikail, ia menatap Mikael, "keuntungan? Kalau begitu, manajer mungkin menutupi masalah ini juga karena dia mendapatkan keuntungan?" Tanya Dito.
Michael menganggukkan kepalanya, "tentu saja, Mungkin dia mendapat pesangon dari direktur Teo. Ini masalah yang serius, ini adalah masalah tentang uang, jadi ini terakhir kalinya ku katakan padamu, Jangan membuat masalah lagi atau kita berdua yang akan mendapatkan masalah besar!!!" Tekas Mikael sebelum dia pergi meninggalkan Dito karena semua berkas-berkas telah ditelan oleh mesin penghancur kertas.