
Heriani yang masuk ke pintu yang diberi stiker hati berwarna merah kini melihat tiga orang perempuan yang menyambutnya hingga membuat heriyani merasa bersemangat dengan 3 perempuan tersebut.
"Selamat datang Nyonya, kami bertugas untuk mendandani nyonya," ucap salah seorang pelayan yang berada di tengah-tengah ketiga pelayan itu.
"Ah ya, tentu saja," ucap heriani langsung membuat salah seorang pelayan menarikan kursi untuk heriyani hingga heriyani pun duduk di kursi tersebut.
Heriani pun mulai dibantu oleh para penata rias di sana untuk merias wajahnya dengan cepat. Sementara herian yang dirias, ia memperhatikan ruangan tersebut, "ruangan apa ini?" Tanya Heriani.
"Di apartemen ini, ruangan ini diperuntukkan untuk ruangan serbaguna, tapi kami apartemen belum mengisi apa-apa di ruangan ini karena nantinya baru akan memperjelas nya pada Nyonya Dan juga tuan tentang keinginan kalian untuk menjadikan ruangan ini sebagai ruangan apa. Untuk saat ini kami meminjamnya terlebih dahulu untuk menjadi ruang rias Nyonya," ucap salah seorang perempuan yang bersama-sama dengan heriani.
"Ah begitu," ucap heriyani sembari mengukir sebuah minuman di wajahnya dan saat itu juga otaknya langsung lepas landas untuk memikirkan apa yang akan mereka buat di dalam ruangan serbaguna itu.
Di juga belum Mengatakan apapun pada pelayan karena dia juga masih akan memutuskannya setelah melihat seluruh bagian-bagian dari apartemen itu dan yang kurangnya nanti akan ditambahkan di ruangan serbaguna.
Maka setelah 15 menit, heriani pun menatap wajahnya yang sudah di make up dan wajahnya terlihat begitu cantik, apalagi sekarang berat badakannya sudah sangat ideal sehingga wajahnya yang dulu penuh dengan lemak kini jadi tirus.
"Make up nya sudah selesai, Sekarang waktunya memakai pakaiannya," ucap salah seorang perempuan di barangnya perempuan lain yang kini datang membawakan sebuah gaun yang membuat heriyani tertegun di tempatnya.
Gaun yang sangat indah dan berwarna putih dihiasi berlian, kerlap-kerlip dari gaun itu membuatnya merasa bahwa dia akan menjadi pengantin sungguhan untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
"Itu,, ini gaun yang sangat cantik, tapi bagaimana kalian menyiapkan semuanya hanya dalam waktu singkat?" Tanya Heryani yang merasa heran.
"Baiklah, Kalau begitu, tolong bantu aku," ucap heriyani langsung membuat ketiga pelayan yang ada di sana segera membantu heriyani memakai gaunnya hingga heriani pun berdiri di depan sebuah cermin besar dan melihat penampilannya dari pantulan cermin.
"Apakah kalian menyiapkan kamera untuk ini?" Tanya heriani yang sangat ingin berfoto dengan suaminya, karena dia yakin suaminya juga pasti di dandani dengan sangat baik dan dia mau memajang foto mereka di rumah tersebut karena selama ini mereka tidak punya foto pernikahan.
Pernikahan mereka tidak dilangsungkan secara meriah, hanya dilakukan pencatatan sipil saja dan juga kedua pengantin pergi ke kuil untuk berdoa.
Jadi tidak ada pakaian yang mewah dan tidak ada acara makan yang mewah, serta mengundang banyak orang, hanya keluarga Romania saja yang mengetahui itu.
"Tentu saja, kami juga sudah menyiapkan sesi foto," ucap salah satu perempuan yang sedang memperbaiki tataan ekor gaun heriani.
Heriyani pun menganggukkan kepalanya dengan puas, lalu perempuan itu kembali menatap salah satu perempuan di sana, "Jadi kapan aku keluar?" Tanya heriani yang sudah tidak sabar untuk keluar menemui suaminya.
Perempuan yang ditanyai oleh heriyani langsung melihat jam tangan yang ada di tangan kanannya, "1 menit lagi," ucap perempuan itu.
Maka, Heriyani dan ketiga perempuan yang bersama-sama dengannya menunggu selama 1 menit sebelum salah satu perempuan membuka pintu ruangan lalu heriyani pun berjalan keluar bersamaan dengan Dito yang berjalan keluar dari ruangan tempat Dito di make over.
Baik Dito maupun heriyani, keduanya terdiam di tempat mereka dan tidak melanjutkan langkah mereka karena keduanya saling bertatapan mengagumi pasangan masing-masing.