
Keluarga pertama Romania yang selesai memberikan hadiah untuk tuan besar Romania kini telah kembali ke tempat duduk mereka lalu duduk di hadapan heriyani dan Dito dengan perasaan yang begitu senang.
"Syukurlah Ayah menyukai hadiah yang kita berikan, semoga kedepannya ayah bisa melihat niat baik kita," ucap Sang Perempuan.
"Ya, sayang sekali Putra kita tidak ada di sini, seandainya dia sudah menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri, maka dia pasti akan memberikan hadiah yang lebih baik untuk kakeknya," ucap Paman pertama Dito.
Dito dan Heryani mendengarkan itu tidak mengatakan apapun, lalu mereka menoleh ke arah meja di mana tuan besar duduk, saat itu keluarga kedua sudah menyerahkan hadiah mereka.
"Ah, mereka memberikan 4 hadiah yang semuanya bernilai sangat tinggi," komentar Dito.
"Hm, tapi hadiah dari kita juga bernilai tinggi, aku yakin kakek juga sangat menyukai hadiah kita," kata heriani sembari mengukir sebuah senyuman di udah birnya dan dia tidak sabar untuk memberikan hadiah lukisan pada tuan besar Romania.
Dua orang yang ada di hadapan heriani dan Dito yang mendengarkan percakapan kedua orang itu langsung mencibir, dan menantu pertama keluarga Romania tidak tahan untuk berbicara, katanya, "hah,, Memangnya apa yang bisa disiapkan oleh orang-orang yang selama ini tinggal di desa? Aku tidak sabar untuk melihat hadiah terbaik yang bisa mereka berikan untuk ayah!"
Tuan pertama Romania menimpali, "Istriku benar, jangan-jangan hadiah yang mereka siapkan jauh lebih baik dari hadiah yang tadi kita berikan pada Ayah?"
Heriani tidak memperdulikan mereka berdua, dia bahkan memberi kode pada suaminya agar tidak mengatakan apapun hingga mereka hanya diam saja dengan 2 orang yang terus mencibir mereka.
Sementara di depan Tuan besar Romania, semua orang terkejut ketika Andika membuka hadiah yang ia berikan untuk kakeknya.
Itu adalah sebuah patung Budha yang dipahat dari batu safir biru yang terlihat begitu indah dan tentunya memiliki nilai yang fantastis.
Andika tersenyum dan pria itu merasa senang dengan pujian kakeknya, "Aku memesannya sejak beberapa bulan yang lalu, dan ini pun aku pesan setelah melalui perjuangan yang cukup panjang agar bisa menjadi hadiah yang terbaik untuk kakek. Selamat ulang tahun Kakek, semoga panjang umur dan mendapatkan kesehatan serta diberkati oleh Tuhan," ucap Andika langsung membuat tuan besar mengangguk dengan puas.
Meski cucunya yang itu selalu membuat masalah, tetapi Andika juga memang sangat pintar dalam memenangkan hatinya hingga Tuan besar Romania tidak terlalu mempermasalahkan lagi tentang Andika yang tidak pergi ke desa membantu Dito.
Niko yang ada di sana pun tidak mau kalah, dia langsung menyerahkan hadiahnya pada tuan besar Romania sambil berkata, "Ini hadiah dariku untuk kakek, Selamat ulang tahun kakek dan semoga panjang umur serta diberikan kesehatan dan berkat yang melimpah."
"Ah, Terima kasih cucuku," kata Tuan besar Romania pun membuka kotak yang ada di hadapannya dan dia terkejut bahwa isinya adalah sebuah lukisan kuno.
Meski lukisan itu cukup kecil tetapi lukisan itu ialah lukisan bersejarah yang juga sulit untuk didapatkan.
"Lukisan ini sangat bagus, memiliki makna yang begitu dalam untuk orang yang berulang tahun, kau memilihnya dengan sangat baik," kata Tuan besar Romania langsung membuat Niko terpukau dan dia berharap hadiahnya bisa meluluhkan hati kakeknya agar pria itu bisa memberinya lebih banyak lagi hak dalam urusan bisnis keluarga Romania.
Tuan besar Romania pun berbalik menatap Putra keduanya dan menantu keduanya sambil berkata, "kalian mendidik kedua putra kalian dengan sangat baik, aku bangga pada kalian berdua. Tapi semoga ke depan nya keduanya tidak membuat masalah lagi."
Ucapan Tuan besar Romania langsung membuat Andika dan Niko merasa agak kesal dalam hati karena Tuan besar Romania mengatakan hal seperti itu di depan banyak orang, namun mereka tidak mengatakan apapun dan hanya melihat kedua orang tua mereka yang kemudian memberikan hadiah untuk Tuan besar Romania.