Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
133


"Kakek sudah menyiapkan hadiah untuk kalian," ucap Tuan besar Romania sembari mengambil sala satu dokumen yang diletakkan di atas meja.


Mata Heriani langsung menyipit kala ia melihat dokumen tersebut dan dia sangat penasaran tentang isi dari dokumen itu.


🐬🐬🐬


Dito pun merasa penasaran dengan isi dokumen tersebut, sehingga ketika Tuan besar Romania mengulurkan dokumen itu padanya, dia itu langsung mengambil dokumen tersebut.


"Bukalah," ucap Tuan Besar Romania langsung membuat Dito membuka dokumen di tangannya sembari memperlihatkannya juga pada istrinya.


Keduanya sangat terkejut ketika mereka melihat bahwa hadiahnya merupakan sebuah apartemen mewah yang terletak di sun and moon At District 3.


Itu adalah apartemen termewah kedua di negara mereka yang satu unit bisa mencapai 10 miliar.


Hanya orang-orang kaya luar biasa yang bisa berada di tempat itu, sehingga Dito mengangkat kepalanya menatap tuan besar Romania dengan rasa tak percayanya.


"Kakek sungguh memberikan ini pada kami?" Tanya Dito.


"Ya, Tentu saja aku memberikan itu untuk kalian. Lagi pula, rumah yang seharusnya aku berikan untuk kalian telah diambil alih oleh ibu kalian secara diam-diam, jadi aku akan menggantinya dengan yang lebih baik," kata Tuan besar Romania benar-benar membuat Dito tak mampu berkata apa-apa lagi.


Dia belum menceritakan masalah itu pada Tuan besar Romania, tetapi Tuan besar Romania bahkan sudah mengetahuinya sebelum dia berbicara.


Padahal seharusnya dia akan mengatakan bahwa dia memberikan apartemen itu pada orang tuanya, namun ternyata,,, apa yang ia ketahui telah lebih dulu diketahui oleh kakeknya.


"Itu,, tapi ini terlalu mahal, kami tidak bisa menerimanya," ucap Dito yang merasa bahwa mereka diberikan hadiah tersebut karena berhasil memberikan lukisan 3 miliar pada tuan besar Romania.


Padahal, harga lukisan tersebut tak pernah sebanding dengan harga apartemen yang diberikan pada mereka berdua.


Dengan ragu-ragu, Duto mengambil dokumen tersebut sembari menatap Tuan besar Romania dengan tatapan yang begitu enggan untuk kembali menerima hadiah kedua itu.


"Ini,,," Dito merasa berat untuk mengatakan sepatah kata pun, karena saat ini yang ada di pikirannya hanyalah ingin menolak hadiah tersebut, tetapi dia melihat wajah Tuan besar Romania tampak tidak baik sehingga dia merasakan dilema yang begitu besar untuk berbicara atau tidak.


"Bukanlah dahulu sebelum mengatakan sesuatu," ucap Tuan besar Romania akhirnya membuat Dito tertunduk lalu dia pun membuka dokumen di tangannya dengan heriyani yang juga memperhatikan dokumen tersebut.


Ternyata, hadiahnya iyalah jabatan di perusahaan utama keluarga Romania.


"Ini,," Dito mengangkat wajah kakeknya, Sebab Dia langsung teringat bahwa mereka belum satu bulan bekerja di peternakan, dan sekarang sudah dipindahkan ke perusahaan utama.


Hal itu sangat mengejutkannya!


Sementara Heryani, dia juga menatap Tuan besar Romania sambil berkata, "harusnya masih ada beberapa minggu lagi sebelum kami ditarik dari peternakan, tetapi kenapa sekarang kakek terburu-buru?"


Dito menganggukan kepalanya atas ucapan istrinya, karena dia memang ingin menanyakan hal itu namun dia kebingungan harus berkata apa karena keterkejutannya yang membuatnya tak mampu mengolah banyak hal di dalam otaknya.


"Kalian Tenang saja, peternakan akan diurus oleh Andika, kau akan menggantikan posisi Andika di perusahaan, sementara heriyani akan berada di bagian it," ucap Tuan besar Romania kembali mengejutkan Dito karena dia tak menyangka bahwa ternyata posisinya dengan Andika sedang ditukar.


Heriyani pun mengerutkan keningnya, meski ini adalah berita yang baik, tetapi sekaligus juga menjadi berita yang buruk bahwa mulai sekarang mereka akan semakin gencar menjadi target keluarga kedua karena pertukaran posisi yang diputuskan oleh tuan besar Romania.


Oleh sebab itu, heryani langsung berkata, "Terima kasih sudah memberikan jabatan itu pada Kami, tetapi aku merasa khawatir pada suamiku kalau dia menempati posisi Andika. Takutnya nanti keluarga kedua mungkin akan merasa tersinggung, Oleh sebab itu, bolehkah kakek memberikan posisi pada suamiku ialah posisi yang tidak terlalu tinggi? Apalagi kami baru belajar, Jadi kami masih memerlukan bimbingan."


Tuan besar Romania memikirkan ucapan haryani, Dan Dia merasa bahwa apa yang dikatakan oleh cucu menantunya memang benar sehingga dia menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau begitu kakek akan membicarakannya dengan Dean. Tapi kalian tidak boleh menolak lagi karena Kakek pun merasa bersalah pada kalian berdua jika kalian berdua terus menolak apa yang kakek berikan," kata Tuan besar Romania langsung dianggap oleh heriyani meski saat itu Dito masih kebingungan di tempatnya.